Iedul Adha 1430 H: 2 sapi, 5 kambing, tidak ada yang hitam

Iedul Adha tahun ini bertepatan dengan awal penghujan. Habis hujan pula. Dingin pula. Pasti tanah lapang desa becek. Pasti jalanan menuju lapangan desa becek. Eh tidak, tahun ini, ruas – ruas jalan utama di desa Grogol sudah bercor blog, sebagian beraspal meski sebagian yang lain dalam pengerjaan.

Shalat Ied di lapangan #grogol #indonesiabanget 02

Masih belum jam 06:00 WIB saya sudah berjalan menuju tanah lapang. Tentu saja setelah saya memenangkan pertarungan dengan kemalasan diri. Mandi bersiramkan kedinginan dan tubuh menggigil dengan pilek menyumbat hidung. Saya berjalan kaki berbarengan dengan Fajar. Sementara bapak dan simbok sudah berangkat lebih dulu. Konon, Shalat Ied tahun ini akan dilaksanakan lebih awal dari tahun – tahun sebelumnya. Karena bertepatan dengan Jum’at, sehingga diharapkan waktu untuk penyembelihan hewan Qurban tidak mengganggu Ibadah Jum’at. Begitu isi Surat Edaran dari P2A Desa Grogol. Setahu saya Ibadah Jum’at sudah tidak wajib bagi yang telah menunaikan Shalat Ied. Tetapi biarlah, mungkin mereka punya pertimbangan tersendiri. Baca lebih lanjut

Pengumuman Jam Belajar Masyarakat sudah Lapuk

Kalau pada posting terdahulu, saya sudah belajar mengarang, maka pada posting kali ini saya akan bernostalgia. Baiklah saya mulai.

Peristiwa itu terjadi pada beberapa tahun yang silam. Mungkin 13 tahun yang lalu. Pada saat itu sebagai pemuda anggota Karang Taruna Cahaya Timur, dengan teman-teman pemuda pemudi yang lain sedang bekerja bakti membuat fasilitas umum. Apa yang ditugaskan kepada Karang Taruna oleh Bapak Kepala Dusun Karangmojo b, Bapak Adiwono, adalah membuat papan-papan penunjuk arah dan papan-papan pengumuman.

Salah satu papan pengumuman yang kami buat adalah Himbauan Jam Belajar Masyarakat. Saat itu Jam Belajar Masyarakat/JBM memang sedang dicanangkan oleh pemerintah yang sedang galak-galaknya. Pemerintahan saat itu di komandoi oleh Presiden dengan masa jabatan terlama di negeri 1001 kisah, Indonesia. Dengan kegalakannya, Jam Belajar di patok pada jam 19:00 sampai 21:00 WIB. Papan Pengumuman pun kami patok di setiap sudut dusun kami. Baca lebih lanjut

17 an : Indie Video kami, bikin kangen saja

http://www.facebook.com/v/1224719225439

Video ini kami buat kira kira pada bulan Juli – Agustus 2003. Dengan segenap semangat penuh dan peralatan seadanya. Keinginan tok dan sedikit kreatifitaslah satu satunya modal kami saat itu.

Semangat kami yang menggebu, rupanya cukup untuk meyakinkan semua aktor dan semua pihak yang berada dibelakang layar untuk memberikan apa yang terbaik tanpa bayaran sepeserpun. Termasuk kontribusi Bapak Kepala Dukuh, Adiwono yang menggerakan semua warga untuk berpartisipasi dan tidak mempersulit bilamana kami perlu melakukan take di tempat – tempat umum.

Film ini, setelah dengan banyak cucuran keringat, pada malam pemutaran dengan Digital Viewer di Balai Dusun Karangmojo B, cukup memenuhi ekspektasi banyak orang yang terlibat dan para penonton. Mampu tampil sebagai hiburan yang belum pernah disuguhkan di Desa kami sebelumnya. Dan bertahan menjadi gosib gosib pasca pemutaran di Balai Dusun. Bahkan warga antusias untuk mendapatkan copy dalam bentuk VCD untuk dibagikan dengan famili dan kerabatnya.

Menampilkan video ini di internet bagi saya juga bukan hal mudah, karena mungkin saya yang hanya mengandalkan hosting video gratisan. Mulanya saya ingin meng upload foto ini di youtube, namun karena batasan durasi, dimana youtube hanya mengijinkan durasi 10 menit untuk tiap video. Tentu akan mengurangi sensasi menonton bilamana saya membagi film ini menjadi beberapa potongan. Untungnya facebook mengijinkan untuk meng host video sepanjang 20 menit, syukur demikian. Menyusul permasalahan selanjutnya adalah bandwidh upload internet saya. Saya gagal beberapa kali dalam mengunggah video ini melalui layanan speedy. Tidak mau menyerah, setelah beberapa kali mencoba, tadi pagi saya berhasil mengunggah file sebesar 160 MB ini dengan telkomsel flash selama kira kira 2 jam.

Silahkan menonton bagi yang suka dan mengerti bahasa jawa, eh bila tidak mengertipun tidak apa, hehe …

Will this Color of our Roof Last Forever

DSC02605.resized

Picture was taken minutes ago with my cellphone camera

Share my vivid evening is one-two-three with the twitpic

twitpic

I just need a simple point and shoot camera equipped cellphone and working data connection but the 3G/HSDPA ready is preferred. A secret email address to send the taken pictures will be given after the twitpic account set up. Now every pictures sent to that secret email address will be posted on public time line provided by twitpic and the mail subject will the twit.

Really one-two-three! Stay where you are and sharing every vivid freeze-ed moment  doesn’t need to wait. Just do it now  on location.

You may click http://twitter.com/jarwadi to view my share

Gempa kecil lagi

Beberapa saat yang lalu, kira kira jam 1:30 wib dini hari terjadi gempa dengan intensitas kecil. Tidak terjadi kerusakan apapun disini. Tetapi cukup membangunkan banyak orang. Sebagai tanda peringatan dini ada beberapa orang yang membunyikan kenthongan.

Intinya sikap waspada adalah pilihan terbaik untuk tiap tiap kemungkinan.

Bunga Kapas Sambut Pagi

DSC02168

Kapas – kapas yang tumbuh liar di pelataran halaman batuan depan rumah saya ini sedang menyambut pagi dengan bunga bunga tenang warna kuning

Foto saya ambil pagi ini dengan Camera K810i Sony Ericsson, Mode : Macro, Focus Metering : Spot

Foto ini bukanlah satu satunya. Saya banyak berekperimentasi dengan beberapa setting dan angel. Mungkin saya akan mengunggahnya kapan kapan ya

Ibu Bumi sedang panas dingin

Beberapa jam berselang. Tidak lebih dari angka tiga. Setelah kabut pagi tadi mendinginkan semesta saya. Cuaca sudah memanas membara menggerahkan dunia.

kabutpagi

Coba kalau sejuk dan damai kabut ini menemani lebih lama. Barang 3 jam. Selamat Hari Bumi Bagi yang Menunaikan.

** Gambar saya ambil tadi pagi di jalan depan rumah menjelang berangkat buruh. Perangkat Camera, Sony Ericsson k810i

Sementara : TPS Grogol VI; Karangmojo b

Angka angka dibawah ini merupakan angka hitungan sementara dan dapat berubah bila kemudian ditemukan kesalahan. Perolehan untuk pemilihan DPRD Tk II Gunungkidul.

Hanya Perolehan lima terbanyak yang saya posting :

Partai Demokrat : 46

Partai Golkar : 42

PDIP : 29

PAN : 16

PKS : 14

Update dapat diikuti di http://twitter.com/jarwadi

Akhirnya menggunakan hak pilih juga …

Setelah saya selesai mengurus cucian saya yang menumpuk, mandi dan sok mensucikan hati, halaah maksudnya agar saya tidak salah pilih dan kemudian merasa berdosa jika kelak terbukti apa yang telah saya pilih berkianat. Bersama dengan tetangga saya berangkat menuju balai dusun dimana disana di jadikan tempat pemungutan suara.

Akhirnya di balai dusun ini saya memilih untuk menggunakan hak pilih saya sebagai kewajiban seorang warga negara. Loh katanya hak kok malah menjadi kewajiban. Nanti dulu jangan protes, karena bila tidak menggunakan hak pilih bisa jadi saya disebut anak haram oleh MUI. Kalau saya sebenarnya tidak masalah, tapi kasian ibu dan bapak saya yang menikah secara sah kok mempunyai seorang anak haram.

Kemudian apa yang menjadi kesan saya selama di ruang pemungutan?

hihihi … ternyata melipat kertas suara itu susah. Hampir sama susahnya dengan membuka lipatan. Maka saya berinisitatif untuk tidak membuka kertas suara berikutnya. Saya cukup sedikit membuka membuat celah dari samping sehingga cukup bagi alat pilih untuk menerobos. Untung partai pilihan saya ada di pinggir sebelah kanan. Eh partai apa ya? SSSSSSSSssssst. Biar itu menjadi privasi saya. Namun sedikit bocoran saya tidak menandai pada nama caleg, kecuali pada DPD karena DPD memang bukan mewakili partai tertentu.

Nah, tidak perlu susah susah lagi sekarang untuk melipat sebagai mana saya boros waktu seperti pada pelipatan kertas suara pertama.

Giliran kemudian saya memasukan kertas suara pada kotak sesuai dengan warna kartu itu. Foto foto posting sebelum posting ini adalah apa yang saya curi sambil mencontreng. hihihi … Masih sempat sempatnya demi wordpress tercinta.

Sebelum meninggalkan tempat pemungutan saya di suruh menandai jari dengan tinta. Menyebalkan. Itu karena Pak Watiman  yang menjadi juru kunci pencelupan tinta sedang mengantuk, maka itu adalah kebetulan bin keberuntungan. Biarkan saya hanya mencelupkan ujung kuku jari kelingking saja. Untuk kemudian saya bersihkan dengan sedikit memotong.

Horeeee ….

Posting ini saya buat dengan terburu buru karena ingin menyaksikan penghitungan suara yang juga akan saya posting di blog wordpress dan twitter, juga fesbuk

**Jaringan telkomsel flash kok malah rewel dihari penting ini, trembelaneeeee …