Google+ tempat nge-junk tambah satu lagi

Tidak mau menyia – nyiakan trend social media yang marak sampai ke pelosok – pelosok kampung di negeri ketiga dan keempat, kini google ikut berebut kue yang telah selama beberapa tahun dinikmati oleh Facebook dan Twitter. Google menggunakan pisau baru bernama Google+ untuk mengiris porsi kue sebanyak yang ia suka.

Silakan baca di link berikut untuk tahu lebih detil terkait Google+ :

http://googleblog.blogspot.com/2011/06/introducing-google-project-real-life.html

Dalam setiap peluncuran produk – produk barunya, boleh dibilang Google cukup pelit. Atau ini memang strategi mereka? Untuk mencicipi layanan jejaring sosial Google+ ini kita harus mendapatkan undangan/invitasi terlebih dulu. Bagi yang pernah mendaftar google wave dan gmail versi beta, persis seperti itu mekanisme registrasi yang diberlakukan Google.

Untuk mendapatkan invitasi Google+ bisa mengisi form di link https://services.google.com/fb/forms/googleplusenuk/ , tapi sayang sekali apa yang tadi pagi saya coba sampai sekarang belum mendapatkan respon apa – apa. Apalagi invitasi.

Tidak cukup sabar menunggu invitasi official, saya tadi meminta di-invite oleh mas Sastrodiwiryo. Ternyata invitasi dari Mas Sastrodiwiryo langsung sampai di inbox gmail saya. Proses registrasi tinggal klak klik dari email invitasi. Tidak terasa apa saja tadi yang harus saya isikan. Pokoknya mudah sekali.

Google+

Google+

Baca lebih lanjut

Iklan

Mbah Pri : Jangan Ganggu Hak Orang Lain

Mbah Pri. Berusia 70 tahun. Selama bertahun – tahun tinggal berdua saja dengan istri di rumah limasan jawa yang sederhana di dusun Senedi desa Grogol kecamatan Paliyan kabupaten Gunungkidul. Kedua anaknya merantau ke kota Jakarta.

Dalam keseharianya, Mbah Pri menghabiskan waktu dengan bertani sambil memelihara beberapa kambing dan sapi. Profesi yang dia lakoni sejak kecil sebagai warisan dari keluarga yang turun temurun.

Sebagaimana anak petani kebanyakan, masa kecil Mbah Pri dilewatkan tanpa mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah.

Yang membuat banyak orang dan saya kagum adalah “keilmuan” mbah Pri. Beliau fasih membaca baik huruf latin maupun huruf hijaiyah . Entah dari mana keterampilan itu beliau pelajari.

Itu saja, tidak! Mbah Pri dikenal sebagai orang yang berpengetahuan luas dengan kebijaksanaan yang menyertainya. Tidak sedikit orang yang bertamu ke rumah beliau untuk “ngangsu kawruh”, mendengarkan nasihat – wejangan beliau serta meminta pertimbangan dan arahan dalam berbagai hal dan kepentingan. Mbah Pri bahkan seringkali dimintai pendapat dan pangestu oleh tokoh – tokoh masyarakat dan perangkat desa. Baca lebih lanjut

Web Server http://www.snmptn.ac.id Error

Web http://snmptn.ac.id yang saya buka melalui ponsel pada jam 19:34 WIB hanya berhasil menampilkan halaman utama. Pencarian dan daftar yang diterima tidak bisa saya klik. Komentar error saja yang saya dapati.

Apakah galat ini hanya didapati bila dibuka dari browser ponsel saja? Saya belum sempat mencoba dari browser pada PC. Atau memang traffic yang membanjir terlalu berat ditangai oleh kemampuan web server yang dipakai situs web ini.

Bila ya, seberapa susah sebenarnya memprediksi besarnya traffic suatu web. Dalam hal ini traffic density dari web server http://snmptn.ac.id Apakah jumlah peserta snmptn yang sudah diketahui dengan pasti tidak berarti apa – apa dalam memperhitungkan kemungkinan traffic web ini….

Posted with WordPress for BlackBerry 1.5 via Telkomsel network

Mengering

Mengering

Mengering

Bukan perlambang, tetapi ini adalah gambaran sebenarnya tentang tanah pekarangan yang dulu pernah selama puluhan tahun berdiri rumah yang menaungi hidup manusia sampai akhir hayatnya. Rerumputan kering ini kini menghuni pekarangan. Menggantikan rumah yang  telah dirobohkan beberapa tahun lalu. Pasangan kakek nenek bahagia telah menyelesaikan pengarungan samudra hidup dan berpamit pada senja.

Untuk tiba di tempat peristirahat yang mana hanya ia yang kini tahu …

Susah Buka Blogspot dari Browser Ponsel

Kalau sedang blogwalking dengan ponsel, umumnya saya jarang meninggalkan jejak di blog – blog yang menggunakan layanan blogger/blogspot. Kenapa? Karena umumnya pemilik blog di blogspot belum mengaktivasi mobile view yang baru – baru itu difiturkan oleh blogger. Blogspot terasa berat dan memakan banyak memory pada perangkat dengan resource terbatas. Dan ternyata pada blog – blog di blogspot yang telah mengaktivasi fitur mobile view pun tidak serta merta memacahkan masalah commenting. Melalui browser pada ponsel saya/BB, commenting form belum bisa dibuka.

Dalam banyak hal sebenarnya Blogspot memang punya banyak kelebihan. Diantaranya blog di blogger mudah sekali SERP nya terdongkrak. Pun banya survey yang menunjukan bahwa blogger lebih lama dipantengin onliner dibanding penyedia layanan blogging yang lain. Jadi barangkali itu yang membuat Blogger ogah – ogahan membuat engine mereka ramah dengan device dengan limited resources.

Blog pertama saya dulu juga di Blogspot, tepatnya di sini. Sekarang sudah tidak terurus. Karena saya sekarang terlanjur jatuh cinta dengan kemudahan dan kesederhanaan wordpress.com.

Komputer Kok Cuman Buat Dengerin Lagu

Saya suka musik. Tiada hari tanpa musik mengalir ke kedua telinga saya. Kegemaran akan musik sudah ada sejak jaman radio AM/MW bertenaga batu baterai pada era 90-an. Setelah itu saya mulai mengenal toko kaset. Kemudian jaman Compact Disk yang segera disingkirkan oleh MP3.

Music player yang saya punya sekarang adalah komputer. Kadang – kadang memutar musik menggunakan ponsel saya. Habis tidak punya iPod sih. Kadang – kadang itu diantaranya adalah bila sedang mati listrik. 😀

Tidak ada lagi tape recorder/player, Compo CD Player di kamar saya. Entah gadget – gadget itu sudah berpindah tempat kemana. Saya lebih enjoy mendengarkan musik dengan komputer yang saya sambungkan ke stereo set dengan power amplifier yang saya rangkai sendiri sesuai selera.

Komputer memang alat bantu yang keren. Alat bantu yang cukup handal untuk menikmati musik tanpa repot. Tanpa repot mengganti – ganti kepingan CD. Mudah menyusun playlist, mudah menemukan lagu – lagu dalam koleksi audio digital saya yang seabreg seukuran lebih dari 40 Giga itu, secara otomatis menemukan lagu dan playlist favorit serta dijaman yang serba terkoneksi ini untuk membagikan semangat playlist dengan kawan – kawan. Baca lebih lanjut