Review League Volans 2.5 : Ringan, Responsif dan Garang

10950482_912557958818119_1587419574_n

Membuka kotak karton berwarna hijau apa yang langsung saya temukan adalah kejutan-kejutan. Kejutan berupa sepasang Volans 2.5 berwarna merah garang. Dan kejutan berupa kaos quick dry yang sama-sama garangnya, merah-hitam. Bahkan saya baru membuka penutup karton pun sepatu ini sudah terlihat menantang. “Percuma kamu latihan bertahun-tahun tapi kecepatanmu segitu-segitu saja!

11371202_1504576876524621_334553124_n

Hmmm…

Kaki saya langsung terasa gatal ingin segera mengaspal. Emosi saya terasa terbakar dibuatnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Menikmati Alam di Puncak Gunung Ireng – Gunungkidul

image

Menikmati lanskap dan wisata alam di Kabupaten Gunungkidul rasanya tidak akan ada habisnya. Bahkan bagi saya yang bertumpah darahkan Bhumikarta Dhaksinarga pun tetap tidak pernah bosan menikmatinya.

Mendung menggelayut dan hujan yang terus berjatuhan pada Selasa sore pekan lalu tidak menyurutkan nekad saya untuk menikmati sunset di Gunung Ireng yang terletak di desa Pengkok, kecamatan Patuk, kabupaten Gunungkidul.

Menurut Google Map, sebenarnya letak Gunung Ireng tidak begitu jauh dari rumah saya. Kira-kira 16 km saja. Rute menuju Gunung Ireng yang saya tempuh adalah: Paliyan => Playen => Gading => Sambi Pitu => Beji => Jelok kemudian mengikuti petunjuk arah ke Gunung Ireng. Kalau Rute menuju Gunung Ireng dari arah Jogja sebenarnya juga mudah. Tinggal ikuti jalan Jogja Wonosari. Sesampainya di kantor kecamatan Patuk tinggal cari jalan aspal menuju Desa Pengkok dan Gunung Ireng.

Sepanjang jalan yang saya lalui sudah beraspal mulus. Hanya ruas jalan ada yang rusak sepanjang kira-kira 500 m. Dari jalan aspal yang bertuliskan gerbang selamat datang ke Gunung Ireng menuju area parkir juga merupakan jalan yang dicor.

Hujan makin deras ketika hampir Maghrib itu saya memarkir motor. Tidak apa-apa. Ada jas hujan yang sebelumnya saya persiapkan dan tinggal dipakai saja. Petang itu bakalan tidak akan ada sunset. Pun begitu hujan sore itu di Gunung Ireng tidak boleh disia-siakan. Apalagi sore itu tidak ada banyak pengunjung. Gunung Ireng yang jauh dari kegaduhan mungkin kelak akan menjadi sesuatu yang langka.

Saya berjalan kaki melalui setapak di antara bebatuan cadas. Sambil berjalan saya selalu merapikan jas hujan agar air tidak sampai membasahi tubuh. Sesuai namanya di puncak itu saya mendapati batu-batu cadas berwarna hitam, Gunung Ireng. Pemandangan yang kontras saya dapati ketika melemparkan pandang ke sisi selatan. Di sana ada hamparan sawah dengan padi menghijau.
Baca lebih lanjut

Zenfone 5 vs Upgrade ke Zenfone 2 Laser

image

Beberapa waktu yang lalu seorang teman mendatangi saya dengan membawa handphone Zenfone 5 dan Tongsis yang baru saja ia beli. Ia menanyakan kepada saya kenapa shutter release yang ada di Tongsis yang baru dibeli itu tidak bisa digunakan sebagai shutter camera Zenfone 5 -nya. Padahal ia buru-buru ingin berfoto selfie ria.

Saya sendiri tidak punya Tongsis. Jadi saya tidak bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut. Apa yang bisa saya lakukan terlebih dahulu adalah mempelajari bagaimana Zenfone 5 dipasangkan ke Tongsis. Melihat bagaimana shutter release di tongsis itu disambungkan dengan sebuah kabel ke Zenfone 5 melalui konektor 3,5mm yang biasanya dipasangi headphone, bukan dengan koneksi bluethooth. Shutter release di Tongsis itu memang tidak bekerja ketika saya coba sendiri. Hmmm

Saya pun mengambil handphone ASUS Zenfone 2 Selfie saya dan memasangkannya dengan Tongsis milik teman itu. Dan, rupanya shutter release di Tongsis ini bekerja dengan baik.

“Kalau suka selfie-selfie -an nih pakai Zenfone Selfie. Mau dijepret pakai tongsismu dan pasti fotonya jauh lebih bagus. Secara camera depannya 13 MP dan ada laser focus nya” ucap saya sambil tertawa-tawa.

Teman saya mengamat-amati Zenfone Selfie saya. Dia nampak tertarik. Tapi tidak jadi tertarik setelah tahu harganya hampir 3 jutaan. Menurutnya lagi, dia lebih suka handphone yang ukurannya 5″ ke bawah. Zenfone Selfie yang 5,5″ susah masuk kantong. Benar juga sih, Saya sendiri sering mengeluarkan Zenfone Selfie dari kantong celana ketika ingin duduk-duduk. Menaruhnya di meja atau memasukkannya ke dalam tas.

Untuk teman saya itu kemudian saya menyarankan untuk meng-upgrade Zenfone 5 -nya dengan Zenfone 2 Laser (ZE500KL). Alasannya: ukuran layarnya 5″, persis dengan Zenfone 5 yang sekarang dimiliki (1), berikutnya: harga tidak mahal, kira-kira 1,8 juta rupiah saja. (2)

Sebenarnya bukan dua di atas itu saja alasan saya menyarankan upgrade ke Zenfone 2 Laser ZE500KL. Berikut ini adalah alasan berikutnya:
Baca lebih lanjut

Membiasakan Diri dengan Sepeda Motor

11357413_1653620451583119_875234900_n

Yamaha All New Soul GT

Awal bulan Ramadhan tahun lalu saya memutuskan untuk membeli Sepeda Motor yang akan saya gunakan untuk menunjang mobilitas saya sehari-hari. Untuk menggantikan angkot (transportasi publik) yang makin lama makin tidak handal saya gunakan untuk mengejar terutama absen sidik jari di pabrik. Setelah melalui riset kecil-kecilan (halah) dengan googling, tanya-tanya pengalaman penggunaan teman-teman saya, sampai mencoba beberapa tipe dan jenis sepeda motor, sebuah Yamaha All New Soul GT akhirnya membuat hati saya tertambat.

Kali ini saya tidak akan menulis betapa menyebalnya angkot atau menulis review tentang sebuah produk otomotif Sepeda Motor Yamaha Scutic All New Soul GT. Saya hanya akan menuliskan pengalaman saya sebagai orang yang sehari-hari sebelumnya tidak bersepeda motor yang tiba-tiba mengandalkan sepeda motor sebagai andalan dalam bermobilitas.

Bila menggunakan sepeda motor untuk bermobilitas menjadikan saya lebih hemat uang dan hemat waktu, itu sangat betul. Untuk mencapai suatu tempat di kota Jogja dari rumah saya yang jaraknya kira-kira 40 km dengan sepeda motor bisa saya tempuh dalam antara 60 menit sampai 80 menit. Bila dengan angkot dan bus Antar Kota Dalam Propinsi per hari saya terbiasa mengeluarkan uang puluhan sampai seratusan ribu rupiah per hari, dengan sepeda motor paling boros saya hanya menghabiskan uang sekitar 30 ribu rupiah. ( 3 liter pertamax).

Apa yang agak berbeda adalah ketika turun hujan saya mau tidak mau harus mau agak basah sampai basah kuyup. Kebiasaan sayang yang berubah adalah: jalan kaki dari rumah ke tempat pemberhentian bus/angkot. Dari apliasi Health di iPhone saya tahu betapa drastis jumlah langkah kaki karian saya. Ini perlu perhatian serius. Kebiasaan membaca dan bermain social media ketika menunggu angkot dan menunggu angkot sampai ke tempat tujuan kini tidak bisa saya lakukan. Tidak beradap tentu bila saya mainan handphone sambil mengemudi. Akan membahayakan keselamatan diri dan orang lain di jalan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu catatkan di sini sebagai pengalaman saya bersepeda motor: Baca lebih lanjut

Apartemen, Sajikan Hunian Nyaman Di Tengah Kota Jakarta

Untuk tinggal di tengah kota Jakarta sangat diperlukan sebuah hunian yang nyaman karena kota Jakarta akan sangat menyita tenaga kita selama berkegiatan mengingat hiruk pikuk masyarakat di dalamnya yang membuat kita harus bekerja ekstra tenaga. Hal ini tentunya perlu ditopang oleh tempat istirahat yang nyaman supaya keesokan harinya sudah siap menyambut hiruk pikuk kota Jakarta kembali. Di kota Jakarta, Jual Apartemen merupakan salah satu hunian yang menyajikan sebuah kenyamanan dalam beristirahat karena pada dasarnya apartemen didesain dengan fasilitas seperti tempat tidur yang empuk dan juga nyaman sekali.

Apartemen juga biasanya hadir di tengah pusat keramaian yang membuat seakan tidak ada jarak antara tempat hunian dan juga tempat kalian berkegiatan. Dengan tinggal di sebuah apartemen, maka lelah setiap orang yang bekerja di Jakarta akan hilang. Ditambah lagi dengan apartemen yang dilengkapi oleh water hitter yang bisa membuat badan menjadi relax saat beristirahat.
Baca lebih lanjut

Harga Pertamax Turun, Senang?

pertamaxSebenarnya saya ingin menulis tentang penurunan harga Pertamax beberapa waktu yang lalu ketika penurunannya berbarengan dengan turunnya harga premium dan solar. Saat itu harga Pertamax turun menjadi Rp 8.600,-. Sedangkan harga Premium di arena Yogyakarta dan sekitarnya turun menjadi Rp 7.050,- Harga Solar subsidi turun menjadi Rp 5.650,-. Namun karena rasanya saat itu ada banyak yang harus saya kerjakan dan banyak yang ingin saya tuliskan di blog menjadikan saya lupa melakukannya sampai kemarin siang ketika saya membeli Pertamax di SPBU saya mendapatkan harga Pertamax turun Baca lebih lanjut

Apartemen, Tempat Tinggal Di Zaman Modern

Di zaman yang sudah menjadi sangat modern ini, memilih tempat tinggal tentunya harus benar karena jika tidak benarmaka kita tidak bisa mengikuti perkembangan dunia yang juga setiap harinya menjadi sangat modern seperti saat ini di kala kita selalu terlambat datang ke kantor karena jarak rumah jauh dengan jarak kantor membat kita tidak akan mendapat promosi kerja yang cepat.

Untuk itu diperlukan sebuah tempat tinggal yang memang sangat cocok sekali di zaman modern ini seperti halnya sebuah apartemen yang diyakini merupakan tempat tinggal paling ideal untuk menunjang segala macam kebutuhan di zaman modern yang menuntut segalanya serba cepat ini. Apartemen di Jakarta pun jumlahnya sudah seperti jamur yang tumbuh dimana-mana baik di pusat kotanya ataupun di pinggirannya. Dengan semakin banyaknya apartemen di Jakarta maka pertumbuhan kota Jakarta sendiri baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia pun akan ikut berkembang. Baca lebih lanjut