Cara Aman Tetap Berlatih di Tengah Wabah Covid 19

DSCF1351

Baik sebagai seorang pelari profesional maupun pelari rekreasional, berhenti berlari ketika situasi kurang baik karena ancaman wabah Covid 19 bukanlah pilihan mudah. Pelari profesional akan berfikir berhenti latihan akan menurunkan performa secara signifikan hingga tidak kompetitif dalam perlombaan. Pelari rekreasional seperti saya pun tidak menginginkan penurunan kebugaran dan kehilangan kesenangan ketika berlari dalam sebuah komunitas. Terlepas dari itu melepaskan kebiasaan baik berupa rutin berolahraga yang sudah dibangun bersusah payah dalam jangka panjang akan sama sulitnya dengan memulai sebuah kebiasaan baru.

Menurut saya berlari solo atau sendirian di alam bebas adalah pilihan terbaik bagi para pelari untuk berlatih dalam situasi kesiap siagaan penuh menghadapi ancaman virus Corona. Berlatih di alam bebas akan memberikan sejumlah keuntungan seperti udara yang lebih segar, terain yang lebih bervariatif, paparan sinar matahari yang kaya akan pro vitamin D, dan sejumlah keuntungan lain. Baca lebih lanjut

Sun Life Resolution Run Indonesia, Inspirasi Menjalani Pola Hidup Sehat dengan Kebiasaan Berolahraga

Merupakan event pembuka pada tahun 2020, Sun Life Resolution Run 2020 merupakan berkah awal tahun bagi penggiat olahraga dan komunitas lari di Jakarta dan sekitarnya. Tak mengherankan bila event lomba lari yang diselenggarakan di Indonesia Convention Center (ICE) Bumi Serpong Damai Tangerang itu mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat lari. Hingga tak kurang dari 2.500 pelari berpartisipasi dalam masing-masing kategori lomba 10K, 5K, dan Family Run.

Menyelenggarakan event lari pada awal tahun, Sun Life Indonesia telah menginspirasi masyarakat Indonesia tentang arti penting sebuah resolusi untuk kita capai dalam setahun ke depan. Dan dengan mengusung tema #TeamUpAgainstDiabetes, Sun Life Resolution Run 2020 sekaligus telah menggugah kesadaran bahwa kita mempunyai musuh bersama, yaitu diabetes. Baca lebih lanjut

Race Review: Memberi Bintang Untuk Volcano Run 2020

Volcano Run 2020 bisa jadi merupakan satu-satunya event lomba lari yang menjanjikan foto – foto race sudah akan tersedia secara online bahkan ketika para peserta lomba belum mencapai garis finish.

Janji ini saya dengar disampaikan oleh Pak Sentanu sebagai tuan event lomba yang mengambil race central di halaman Museum Gunung Merapi Kaliurang Yogyakarta. Untuk mendapatkan foto – foto lomba secara online para pelari cukup memasukkan nomer bib di tautan yang tersedia di laman web Volcano Run 2020. Begitu Pak Sentanu menjelaskan pada acara launch event di Tanamera Cafe beberapa bulan yang lalu.

Bagi kebanyakan pelari rekreasional seperti saya foto – foto lomba yang kece dan bisa diakses dengan cepat merupakan daya tarik tersendiri. Melengkapi finisher medal yang artistik, race jersey dan finisher jersey yang keren, race central yang meriah, dan tentu saja pengalaman berlomba secara keseluruhan.

Review positif yang diberikan runtizen untuk penyelenggaran event lomba Volcano Run 2019 dan sejumlah hal baru yang ditawarkan oleh Volcano Run 2020 mendorong saya untuk mendaftar event ini lebih awal. Saya dan sejumlah banyak pelari di komunitas saya di Gunungkidul Runners / #TrainInGunungkidul tidak ragu untuk mendaftar ketika pendaftaran early bird baru saja dibuka.

Wabah Corvid 19 bergerak begitu cepat menyebarkan banyak kewaspadaan, keraguan, dan ketakutan di masyarakat pada beberapa pekan menjelang perlombaan Volcano Run 2020 yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Maret 2020. Event – event besar lomba lari jalan raya yang melibatkan banyak masa di luar negeri sebagian sudah diumumkan untuk ditunda dan dibatalkan, begitu juga dengan beberapa event lomba lokal. Andaikan  Volcano Run 2020 pun dibatalkan atau ditunda, saya dan teman – teman saya pun sudah siap, toh demi kebaikan bersama. Baca lebih lanjut

Mensiasati Berlatih Lari di Musim Hujan

Foto : Nusantara Run 2019

Volcano Run 2020 akan berlangsung pada tanggal pada tanggal 8 Maret 2020. Event lomba lari terbaik di Yogyakarta itu kemungkinan akan jatuh pada musim hujan. Begitu pula lomba-lomba lari lain yang akan berlangsung di bulan bulan itu seperti BFI Run, Bogor Half Marathon, Pocari Run Solo, Jogja Marathon 2020, dan lain sebagainya.

Pada hari lomba dari dari lomba – lomba tersebut meski kemungkinan turun hujannya tinggi akan tetapi belum tentu benar-benar hujan. Kita hanya bisa memperkirakan cuaca pada hari hari tersebut dengan menggunakan layanan seperti Weather, Accu Weather, BMKG dan sejenisnya.

Sebagai seorang pelari sebisa mungkin kita mengantisipasi apapun cuaca pada hari lomba sebisa mungkin. Baik itu menyiapkan sepatu, apparel, nutrisi, dan yang tak kalah pentingnya adalah kesiapan tubuh untuk berlomba.

Mempersiapkan dan mengantisipasi sebuah lomba tentu tidak hanya berbicara tentang hari lomba. Lebih tepatnya kita akan membahas tentang persiapan dan latihan untuk menghadapi sebuah lomba. Kali ini saya akan berbagi tips untuk menjalani program dan berlatih pada musim hujan.

Baca lebih lanjut

Penanganan Cidera Paha Dalam atau Vastus Medialis Oblique Menjelang Jakarta Marathon

Kenyataan menyakitkan bagi seorang pelari marathon adalah cidera atau sakit menjelang perlombaan penting yang sudah direncanakan sejak jauh – jauh hari.

Kali ini saya sedang mengalami kenyataan pahit ini. Kurang dari sebulan menjelang satu – satunya lomba marathon yang akan saya ikuti tahun ini saya mengalami cidera.

Saat ini saya menulis blogpost ini dengan gundah akan bisakah saya mengikuti Jakarta Marathon 2019 pada tanggal 27 Oktober ini. Saya bimbang akankah saya membatalkan diri mengikuti event yang sudah saya persiapkan bahkan sampai tiket perjalanan ke Jakarta.

Mulanya saya mengira cidera yang saya dapatkan setelah mengikuti lomba lari 5K di event UGM Febulous Run ini hanya muscle strain biasa yang biasanya akan sembuh dalam beberapa hari.

Toh minggu berikutnya saya masih bisa menjalankan rangkaian persiapan lomba berupa race pace training di Gunungkidul sejauh 24 km dengan baik. Hanya saja cidera saya kemudian menjadi parah ketika saya berusaha melakukan 15 menit balke test untuk menyusun program latihan pacer Borobudur Marathon 2019.

Cidera itu saya rasakan semakin parah ketika akhir pekan lalu saya ikut jogging 5K dalam rangkaian Launching Race Jersey, Finisher Tee dan Medal Borobudur Marathon 2019 di Plataran Heritage Hotel and Convention Center Kab. Magelang.

Tahu kondisi cidera yang kurang baik, usai dari Magelang saya langsung menuju klinik fisio terapi di Jogja. Hari Minggu yang kurang menguntungkan bagi saya, Jogja Sport Clinic dan Jogja Orthopaedic Sport Clinic yang saya tuju tutup. Baca lebih lanjut

Race Review: Jakarta Marathon 2019 Menjadi Versi Marathon Terbaik Ibukota

Foto oleh: Motret Bebas

Turut berlomba di Jakarta Marathon rasanya belum benar-benar mencapai garis finish apabila saya belum menuliskannya sebagai blogpost. Tiga kali mengikuti Jakarta Marathon saya selalu menulis review perlombaan yang saya ikuti  itu. Blogpost ini merupakan tulisan review saya yang ketiga mengenai event terakbar di ibukota tercinta.

Bagi saya Jakarta Marathon merupakan event lomba yang bikin gemes. Bikin saya merasa kangen ketika tahun lalu melewatkannya. Dan kali ini bikin saya hampir patah hati kerena saya jatuh sakit tipes sekaligus cidera Vestus Medialis Oblique hanya beberapa pekan sebelum hari lomba.

Kali ini saya akan mereview Jakarta Marathon 2019 dari perspektif saya sebagai pelari Marathon yang finish belakangan. Saya finish dalam waktu kurang lebih 4.37 menit dan merupakan finisher ke 200 sekian-sekian dari kurang lebih 1200 peserta lomba marathon.

Saya akan memulainya dari proses registrasi. Saya mendaftar Marathon pada awal tahun ketika pendaftaran early bird dibuka. Proses registrasi menggunakan sistem yang berbeda dibanding Jakarta Marathon 2016 dan Jakarta Marathon 2017. Jadi meskipun saya pernah mengikuti Jakmar terdahulu tetap harus mengisi data pribadi secara lengkap. Baca lebih lanjut

Penting Mengenali Rute Jakarta Marathon 2019

Foto diambil dari facebook official Jakarta Marathon

Banyak pelari marathon, terutama pelari – pelari hobi seperti saya, yang mengabaikan pentingnya mengenali secara detil rute perlombaan marathon yang akan diikuti sejak jauh – jauh hari. Kebanyakan pelari hobi seperti saya malah baru mulai melihat rute sebuah lomba marathon dipajang di race expo atau di buku panduan lomba yang baru didapatkan saat pengambilan racepack.

Padahal mengenal detil rute sebuah perlombaan marathon sejak jauh hari sangat penting dalam menentukan keberhasilan seorang pelari dalam berlomba.

Detil rute perlombaan marathon sangat berarti mulai ketika menyusun program lomba marathon, visualisasi menjelang lomba, sampai untuk keperluan memilih penginapan dan moda transportasi menuju race central.

Mendapatkan rute lomba marathon sejak jauh – jauh hari tidak selalu mudah, tetapi bila kita berusaha pasti akan ada banyak cara. Kebanyakan perlombaan marathon biasanya sudah memajang rute lomba di website mereka sejak jauh – jauh hari.

Sayang, Jakarta Marathon ini cukup berbeda. Sampai saya menulis artikel ini, saya belum menemukan terdapat rute lomba yang akan diselenggarakan dalam 3 pekan yang akan datang. Baik di website maupun di kanal media sosial mereka hanya disebutkan Jakarta Marathon akan mengambil start dan finish di stadion Gelora Bung Karno.

Dengan melakukan penelurusan menggunakan mesin pencarian Google, saya baru mendapatkan informasi rute Jakarta Marathon 2018 tahun lalu, kemungkinan Jakarta Marathon 2019 akan menggunakan rute yang sama. Oleh mesin cari Google saya diarahkan ke halaman berita Kompas.

Di Kompas saya menemukan bahwa Jakarta Marathon akan melewati: Pintu 10 Stadion Gelora Bung Karno atau tepatnya di jalan gerbang Pemuda, melewati Jalan Asia Afrika, Slipi, Tomang, Hayam Wuruk, Kota Tua, Pasar Baru, Masjid Istiqlal, Lapangan Banteng, Cikini, Tambak, Menteng, hingga kembali ke GBK.

Pencarian saya di internet hanya mendapatkan informasi rute sebatas ini. Beruntung saya ingat bahwa tahun lalu ada seorang teman saya yang menjadi pacer kategori full marathon Jakarta Marathon. Saya menghubunginya bertanya apakah kawan saya itu masih menyimpan file gpx yang terekam oleh sportwatch yang digunakannya ketika bertugas menjadi pacer.

Informasi yang lebih shahih dan detil mengenai rute Jakarata Marathon akhirnya saya dapatkan. Baca lebih lanjut