Pertimbangkan Hal Berikut Sebelum Memilih Event Lomba Marathon

Surabaya_Marathon_5

Saya sudah berulang kali mengatakan bahwa marathon bukanlah teman bergurau yang baik.

Untuk menuntaskan sebuah perlombaan marathon membutuhkan persiapan matang dan panjang. Berupa komitmen, konsistensi, latihan, waktu, dan tentu saja dukungan finansial. Sesuatu yang tidak selalu dimiliki oleh pelari-pelari rekreasional seperti saya sepanjang waktu.

Banyaknya event marathon yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia akhir-akhir ini menjadi kabar baik bagi para pelari rekreasional. Memungkinkan kita untuk memilih lomba marathon yang sesuai dengan kondisi kebugaran, ketersediaan waktu, kemampuan finansial dan bahkan memilih event yang mampu memberikan pengalaman berlomba terbaik.

Di sisi lain, terlalu banyak event marathon membuat kita bingung dalam menentukan pilihan lomba yang tepat. Berdasarkan pengalaman pribadi, kali ini saya akan membagikan beberapa tips dalam memilih event lomba marathon bagi pelari rekreasional dan amatir. Baca lebih lanjut

Interval Training Bagi Seorang Marathoner

interval training

Warra Mahardika Berlatih Interval di Stadion Gelora Handayani

Interval training, meskipun telah lama menjadi metode latihan yang amat populer di kalangan pelari namun merupakan jenis latihan yang selalu saya hindari. Saya secara pribadi melihat interval sebagai jenis latihan yang membosankan, nampak menyiksa dan terlalu rumit bagi seorang pelari kasual/rekreasional.

Pikir saya apa poinnya mengambil interval sebagai bagian dari speedwork sedangkan target latihan saya adalah menamatkan marathon sub 4 jam. Untuk berlari marathon sub 4 saya cukup butuh mampu berlari konstan dengan pace kurang lebih 5.30 menit/km.

Bila saat ini saya sudah fasih berlari dengan pace 5.00 – 5.30 menit/km saya pikir saya belum perlu mengambil speedwork dalam bentuk interval. Akan berfaedah bila saya mengalokasikan waktu saya untuk membangun daya tahan (endurance training).

Itulah mengapa dalam dua percobaan marathon saya terdahulu tidak pernah mengelaborasi interval training. Baca lebih lanjut

Bagaimana Garmin Sportwatch Membantu Strength Training Kita?

runtastic workout

Instagram post di atas bisa dilihat di link ini

Di internet kita seringkali menemukan menu-menu strength training workout yang menarik. Salah satu contoh yang saya temukan adalah seperti di atas, dari akun Instagram Runtastic. ABS excercise yang terdiri dari:

– Side plank leg raises
– Low plank toe taps
– Modified jack knifes
– Swimmers
– Squat hold twists

Masing-masing exercise dilakukan selama 30 detik, 3 – 5 repetisi, istirahat antar repetisi adalah 15 detik. Suatu latihan yang berbasis waktu dengan interval tertentu.  Baca lebih lanjut

Pra Latihan Sebelum Memasuki Program Persiapan Lomba Marathon

Suatu saat di komunitas lari dimana saya aktif pernah terjadi sebuah diskusi yang menarik. Diskusi itu bermula dari sebuah pertanyaan. Dalam berlatih apakah lebih baik memprioritaskan memperbaiki kelemahan-kelemahan atau berfokus mengasah kelebihan-kelebihan kita?

Dari diskusi yang cukup panjang itu muncul sebuah wangsit untuk direnungkan lebih dalam. Sebuah wangsit yang berusaha memberi jawaban itu kira-kira begini:

Bila kita mempunyai waktu latihan yang cukup panjang, pilihan bijaknya adalah memperbaiki kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya bila hari lomba sudah dekat, dalam arti waktu latihan kita terbatas, maka fokus kita adalah kelebihan dan keunggulan yang sudah kita punyai.

Bukan jawaban yang tuntas. Alih-alih malah menambah pertanyaan baru. Waktu latihan yang panjang itu berapa bulan, dan waktu latihan yang terbatas itu berapa minggu? Sebuah pertanyaan yang lagi-lagi sama susahnya untuk dijawab. Baca lebih lanjut

Tips Praktis Berlatih Special Fartlek dengan Garmin Sportwatch

Dalam blogpost terdahulu, saya pernah membahas mengenai berlatih fartlek dasar di jalan raya. Blogpost itu bisa dibaca di: Sesi Latihan Fartlek di Jalan Raya, Boleh?

Sebenarnya apa yang menjadi ide dari tulisan itu adalah keterbatasan pemahaman saya saat itu. Saat itu karena saya sering melihat banyak atlit berlatih fartlek di lintasan maka saya beranggapan bahwa fartlek merupakan jenis sesi lintasan/track session. Sehingga dalam blogpost itu saya ingin menawarkan alternatif bagi pelari yang kesulitan mendapatkan akses ke lintasan.

Belakangan saya menyadari pemahaman itu tidak sepenuhnya benar. Terutama ketika saya banyak membaca-baca artikel yang membahas tentang latihan di Kenya. Saya menemukan dua artikel yang sangat bernas dan membuka wawasan di blog Kenya Experience. Blogpost itu bisa ditemukan di Run the Kenyan Way: Fartlek dan Run the Kenyan Way Part II : Example Session.

Berlatih fartlek di lintasan 400 meter mungkin tepat bagi atlit yang akan berlomba di jarak pendek, menengah sampai 10000 meter di track. Ketika fokus latihannya adalah untuk persiapan lari jarak jauh seperti marathon, menurut Kenya Experience, yang menjadi pilihan adalah rute yang natural di jalanan yang sedikit banyak mencerminkan rute lomba marathon yang akan diikuti.

Memilih rute farlek yang natural menurutnya akan memberikan penguatan fisik dan mental untuk menghadapi ketidakpastian yang pasti akan ditemukan di perlombaan. Fartlek di jalan raya memperkuat mental kita dengan tidak pernah tahu apakah fast section kita akan dimulai di kaki bukit atau di belokan. Bisa pula kita harus banyak-banyak melatih kesabaran karena ternyata recovery section terjadi di turunan yang menggoda. Baca lebih lanjut

Persiapkan 5 Hal ini Sebelum Memutuskan Turun di Lomba Full Marathon

Foto diambil dari facebook page Bank Jateng Borobudur Marathon

Mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai sebuah lomba marathon menurut saya merupakan modal mendasar keberhasilan mengikuti suatu perlombaan. Itulah mengapa beberapa waktu yang lalu saya menghubungi Mas Budi Santoso, pelari yang tahun lalu berhasil menamatkan Borobudur Marathon kategori Full Marathon. Untuk mendapatkan informasi rute dalam bentuk file gpx yang memuat semua detil jarak, tikungan, koordinat sampai elevation gain.

Rute Borobudur Marathon kategori Full Marathon bisa dilihat di link: https://connect.garmin.com/modern/course/19263843

Mas Budi Santoso tidak hanya memberikan informasi rute dalam bentuk gpx yang segera saya tambahkan ke Garmin Connect, ia sekaligus berbagi sebuah training plan yang akan ia gunakan. Kebaikan yang tak setengah-setengah yang cukup membuat mata saya terbelalak. Baca lebih lanjut

Sri Gethuk Sunday Morning Trail Run, Lomba Lari 5K rasa 9K

Menyelesaikan jarak sepanjang 9 kilometer di lintasan trail menembus jalan pedesaan dan hutan Menggoran di acara Sri Gethuk 5K fun run tidaklah mudah.

Ada beberapa alasan mengapa lomba itu bagi kami tidak mudah: lomba yang dimulai tepat pukul 8 ketika panas matahari sudah cukup menyengat, lintasan yang naik turun dengan elevasi yang cukup lumayan.

Dan alasan yang sebenarnya mengapa lomba itu menjadi berat adalah karena kami tidak siap. Kalau tidak mau dibilang panitia yang belum siap untuk menggelar sebuah event lari. Kenapa?

Karena lomba yang bertajuk Sri Gethuk 5K itu ternyata menempuh jarak hampir 2 kalinya, sekitar 9 kilometer menurut jam-jam Garmin yang kami kenakan. Sri Gethuk 5K pun tidak pernah diinformasikan sebelumnya bila akan melewati rute trail menembus kawasan hutan. Baca lebih lanjut