Modem Speedup Telkomsel Flash di Ubuntu 11.04

Menggunakan Modem Speedup SU-8650U , bundling dengan Telkomsel Flash di Ubuntu 11.04 64 bit ternyata tidak serumit yang saya duga. Saya sudah berprasangka buruk duluan karena di kemasan hanya tercantum men-support OS Windows dan Mac. Sedikit googling ditemukan petunjuk untuk menggunakan Sakis3G. Tidak banyak penjelasan mengenai Sakis3G ini selain di websitenya di http://sakis3g.org

Dan benar. Setelah mendownload file script yang berukuran mungil, mengubah permission menjadi executable, dan menjalankan, tinggal klak klik sebentar, modem ini sudah bisa dilalui untuk nge-ping google.com.

Setelah terkoneksi, tantangan berikutnya adalah untuk mendapatkan koneksi 3G/HSDPA.

BTS terdekat yang mempunyai kapasitas  3G/HSDPA adalah BTS Telkomsel di dekat kecamatan Paliyan. Sementara BTS terdekat dari rumah saya adalah BTS telkomsel dekat balai desa ang hanya berkapasitas 2G/GPRS. Jadi secara default modem saya akan tersambung ke BTS dekat balai desa.

Pertama kali yang perlu saya lakukan adalah memaksa modem untuk bekerja pada mode 3G only. Dengan Linux Ubuntu 11.04 saya bisa melakukannya dengan mengotak atik Network Manager. Dari yang saya coba modem bisa mendapatkan sinyal 3G/HSDPA dan bisa men-dial.

Pada percobaan pertama ini meski dial berhasil tapi koneksi masih tidak stabil dan empot empotan. Saya mencoba mengakali dengan memasang reflektor. Kali ini untuk mudahnya saya menggunakan perkakas alumunium berupa tutup panci yang saya ambil dari dapur simbok.

Ternyata cara sederhana ini bisa menghasilkan test speed di bawah ini.

Pengalaman saya browsing beberapa hari, koneksi ini lumayan stabil. Meski terkadang disconnect. Maklum indikator kuat sinyal hanya satu bar.

Loh. Hari raya kok malah ngoprek  dan ngeblog 😀

Iklan

Iedul Fitri di Lapangan Desa Grogol

Iedul Fitri 1432 H

Alhamdulillah, pagi ini kami, warga Desa Grogol telah menyelenggarakan shalat Iedul Fitri di bawah cuaca yang sangat bagus, khusuk sekaligus meriah. Hanya ucapan Mohon Maaf Lahir Batin yang bisa saya tuliskan dan foto – foto yang dapat saya bagikan. Untuk foto – foto lebih banyak, silakan click thumb nail di atas.

Preview nya satu foto saja ya, hehe

Dari Iedul Fitri 1432 H

Kapan Hari Raya Iedul Fitri Pada Tahun 2011

Sebagai orang awam yang tidak tahu apa – apa tentang penentuan awal dan akhir Ramadhan, saya selalu kebingungan mendengar dan membaca pendapat – pendapat yang hampir tiap tahun bersikukuh dengan dalil masing – masing. Termasuk perbedaan kapan Iedul Fitri jatuh di Indonesia pada tahun 2011 kali ini. Apakah akan dijatuhkan pada tanggal 30 Agustus 2011 atau pada tanggi 31.

Dalam tulisan ini saya menggunakan patokan Masehi karena bisa jadi ada yang tidak sepakat kalau sekarang adalah tahun 1432 Hijriyah. Hehehe.

Bagi saya, kalau ditanya kapan akan ber-shalat Ied, jawaban saya sederhana. Tergantung kapan di lapangan di desa dimana saya tinggal menyelenggarakan shalat Ied. Untuk sementara saya melupakan Indonesia.

Sepanjang yang saya ingat, di desa dimana saya tinggal belum pernah menyelenggarakan baik shalat Iedul Fitri atau Iedul Adha sebanyak lebih dari satu kali. Bagi saya, bila saya tidak sepakat dengan hari kapan shalat Ied dilaksanakan di desa dimana saya tinggal, kemudian saya mengajak orang – orang menyelenggarakan shalat Ied pada hari yang saya anut, itu tidak akan lebih maslahat. Malah – malah menambah mudharat baru.

Tidak kalah pentingnya, saya menghormati siapapun yang menyelenggarakan Shalat Ied dengan keyakinan pada hari apapun. Saya tidak pernah menganggap penyelenggaran Shalat Ied di desa dimana saya tinggallah dilaksanakan pada hari dan tata cara yang paling benar.

Tadi saya membaca pendapat di link ini yang menuliskan bahwa bila shalat Ied diselenggarakan secara seragam oleh lebih banyak orang akan lebih baik untuk syiar Islam, maka pendapat saya adalah meskipun Shalat Ied dilaksanakan dengan penuh keyakinan dan kekhusukan pada hari yang berbeda – beda tetapi di antara sesama umat bisa saling berdampingan, rukun, dan saling menghormati  perbedaan itu adalah bentuk syiar yang amat sangat bagus.

Asal dilaksanakan dengan penuh keyakinan, menurut saya, penyelenggaraan shalat Ied di desa saya tidak perlu disamakan dengan apa yang diselenggarakan di desa tetangga. Dan tidak perlu menganggap hari dan tata cara shalat Ied di desa dimana saya tinggal lebih benar dari desa – desa sekitar.

Apa jelek misalnya ada warga di desa saya yang mudik dari Jakarta dan terjebak macet sehingga terlambat shalat Ied di lapangan desa kemudian ikut melaksanakan shalat Ied di desa tetangga yang kebetulan pada lebaran kali ini diselenggarakan pada hari setelah desa saya menyelenggarakan. Dan sebaliknya, bila kebetulan di desa dimana saya tinggal menyelenggarakan belakangan. 😀

Saya menyicil mengucapkan Salam Iedul Fitri dari desa yang sedang dilanda kekeringan rutin musim kemarau. 🙂

Otentikasi Password di Twitter kok Aneh

Saya tidak mengerti bagaimana sistem otentikasi yang dikembangkan oleh twitter.com.

Barusan saya mendapat notifikasi ada reply untuk twit saya. Setelah melihat timeline, ternyata reply itu untuk twit “WADUH”. Tweet yang terlihat di-twit dari mobile web.

Saya tidak merasa nge-twit dari mobile web pada jam  tweet itu di-twit. Saya tadi mengira kalau ponsel saya tercecer dan digunakan untuk main-main oleh orang yang menemukan. Tapi ternyata tidak. Kedua ponsel saya ada di meja di dekat saya.

Pertolongan pertama yang saya lakukan untuk account twitter yang saya tengarai dibajak ini adalah dengan segera mengganti password. Password dapat saya ganti tanpa masalah. Dalam benak saya berarti password saya sebelumnya belum diganti oleh yang membajak.

Yang saya lihat aneh dari penggantian password ini adalah kenapa setelah password sukses saya ganti, twitter client saya, baik hootsuite (twitter app client berbasis web), social scope (twitter client di blackberry) dan mobile web twitter masih bisa mempunyai full akses ke account twitter saya. Twitter client itu bisa baik membaca dan mengirim twit.

Artinya, kalau account twitter saya benar-benar dibajak orang dari mobile web, meskipun password telah saya ganti, account twitter saya masih bisa diakses. Maksud saya mengganti password bukankah untuk memutus semua akses tanpa password baru. 😦

Ada yang pernah mengalami?

Memorable Quote on Kungfu Panda 2

Master Shifu: It is the next phase of your training. Every master must find his path to inner peace. Some choose to meditate for fifty years in a cave just like this, without the slightest taste of food or water.

[Po’s stomach makes a loud growling noise]

Po: Or?

Master Shifu: Some find it through pain and suffering, as I did.

Itu saja Quote yang nyantol di kepala. Habis cape sih berusaha menghafal  quote  dalam film Kungfu Panda 2 yang memang bertaburan kata bijak. Apalagi scene demi scene 3 D yang ciamik yang membuat mata  sipit saya membelalak terpesona. Pokoknya tidak rugi menonton film Kungfu Panda 2 versi 3 D di Cinema XXI. Apalagi pada saat menonton kemarin, hari Kamis siang, harga tiket untuk studio 3 D hanya selisih Rp 10.000 dengan harga versi 2 D -nya.

Masuk Angin

Pagi tadi pada sekitar jam 8, perut saya tiba-tiba terasa sakit sekali. Rasa nyeri meremas-remas sampai ulu hati. Padahal saya tidak memakan makanan yang aneh-aneh untuk Makan Sahur. Sehabis subuh dan tadarus di Masjid dan jalan-jalan sebentar melihat matahari pun tidak merasakan gejala apa-apa. Padahal lagi untuk sekitar jam 9 saya punya janji untuk ke kota Yogya. Haduh.

Kalau sakit perut ini tidak lekas reda, saya akan gagal janjian.

Minum obat untuk meredakan sakit bukanlah pilihan. Saya berpuasa. Pertolongan diri yang saya coba adalah dengan “gegeni” menghangatkan diri di depan perapian dan menyeka perut dengan botol yang diisi air hangat. Ibu saya menawarkan saya agar “kerokan”. Menurut beliau saya sedang “masuk angin”. Tapi saya menolak. Kerokan belum opsi pilihan saya. Saya tidak mau tubuh saya merah-merah belang seperti macan. Hiiiy.

Syukur. Setelah beberapa saat memanggang diri di depan perapian dan menyeka dengan botol berisi air hangat, perlahan-lahan sakit perut saya mereda.

Jadi apakan sakit perut saya ini karena tidak tahan dengan suhu pada beberapa hari belakangan yang sangat kering dan dingin.

Agak mirip dengan sakit perut pagi tadi, beberapa waktu yang lalu, kepala saya sakit bukan kepalang terasa mau pecah. Saya menguatkan diri menahan sakit dan membeli obat pereda sakit kepala yang akan segera saya minum setelah waktu berbuka tiba. Seharian dengan diintimidasi sakit kepala jelas tidak enak banget.

Air putih hangat kemudian yang pertama saya minum pada saat berbuka karena saya tahu jenis minuman dan makanan lain akan memperburuk keadaan. Saya berusaha meminum beberapa gelas air putih hangat agar cukup waktu sebelum meminum obat sakit kepala. Nah setelah beberapa saat meminum air hangat, pelan-pelan sakit kepala saya mereda. Sampai akhirnya saya membatalkan rencana meminum obat sakit kepala.

Jadi sakit kepala saya itu apakah karena ngga tahan hawa dingin atau karena kekurangan cairan. Entahlah … Menurut orang-orang di lingkungan dimana saya tinggal, sakit dengan gejala seperti yang saya sebut itu disebut Masuk Angin. Istilah yang sepertinya kurang lazim bila kita membaca-baca perawatan medis. Apa ya padanan Masuk Angin dalam bahasan medis?

Untuk posting kali ini saya menunggu komentar dari Mas Cahya. hehe

Posted with WordPress for BlackBerry 1.5 via Telkomsel network