5 Smartphone Terbaik dengan Kamera Setara DSLR

Berbicara soal smartphone, kualitas dan spesifikasi kamera menjadi hal utama yang perlu dipertimbangkan jika mau kredit hp online tanpa kartu kredit.

Perkembangan teknologi smartphone yang semakin pesat tentunya juga membuat fitur yang ada di dalam smartphone menjadi semakin canggih. Salah satunya, fitur atau spesifikasi kamera yang setara dengan kualitas kamera DSLR atau bahkan SLR.

Nggak bisa dipungkiri lagi kalau saat ini, memang hampir semua hal bisa dilakukan melalui satu buah smartphone. Mulai dari berkomunikasi, bermedia sosial ria, membaca berita dan beragam informasi, berfoto, berbelanja, membayar tagihan, bermain game, hingga menonton aneka tayangan hiburan. Maka nggak heran, kalau di masa sekarang, banyak orang cenderung sangat bergantung pada smartphone.

Efek media sosial juga turut memberikan andil dalam perkembangan fitur pada smartphone, terutama kamera. Contohnya Instagram, aplikasi media sosial berbasis album digital untuk berbagi foto, video, hingga live action. Ratusan atau bahkan jutaan foto dan video pendek diunggah dan dibagikan oleh para pengguna Instagram setiap harinya. Nantinya, followers dari para pengguna ini akan memberikan ‘reaksi’ baik berupa ‘love’ atau komentar. Kepopuleran pengguna pun akan naik seiring dengan banyaknya ‘reaksi’ hingga jumlah followers.

Kondisi ini membuat setiap pengguna berlomba-lomba untuk menyajikan foto atau video terbaik dari segi kualitas, angle, serta komposisi gambar. Inilah salah satu hal yang menyebabkan kualitas kamera mulai menjadi perhatian para pengguna smartphone.

Dengan smartphone yang memiliki kualitas setara DSLR, tentunya lebih praktis dan efisien. Selain nggak perlu bawa kamera dan smartphone dalam waktu bersamaan, memotret langsung dengan kamera smartphone membuat pengguna bisa langsung unggah foto ke Instagram atau media sosial tanpa harus dikompres atau dipindahkan terlebih dulu. Tinggal foto, kasih efek, upload, deh! Baca lebih lanjut

Iklan

Review Running Shoes: League Volans Evo

23733974_8890278504391700_4957203226718896128_n

Merupakan produk sepatu lari flagship dari League, Volans mendapat prioritas untuk mendapatkan pembaruan-pembaruan. Tak heran pada generasi ke-4 Volans ini, Evo nampak amat berbeda dibanding pendahulunya, yaitu League Volan 2.5 maupun League Volans 2.0. Perbedaan itu bisa dilihat dari desainnya yang menonjol serta teknologi yang digunakan.

Baca lebih lanjut

Race Review: Sermo Challenge 3

24831182_754626041401613_9211568975695919348_oLomba lari yang bertajuk Sermo Challenge untuk yang ketiga kalinya sudah selesai dihelat pada hari Minggu, 3 Desember 2017. Untuk yang ketiga kalinya pula saya mengikuti event yang selalu digelar pada penghujung tahun itu.

Saya mengikuti event lomba ini secara berturut-turut. Jadi jangan tanyakan apakah Sermo Challenge merupakan lomba yang bagus atau bukan. Saya pasti punya alasan yang kuat untuk mengikuti satu event lari sampai berturut – turut 3 kali. Bahkan seingat saya baru gelaran Sermo Challenge ini, dalam seumur hidup, yang pernah saya ikuti sampai tiga kali.

Sermo Challenge 3 sempat membuat saya galau. Event yang jauh-jauh hari saya ketahui akan diselenggarakan secara lebih kaya dan akan diperbagus dari banyak sisi ini hampir tidak bisa saya ikuti.

Awal November, salah seorang anggota keluarga saya mengabari akan berkunjung pada awal Desember. Antara bahagia dan dilema, saya harus memilih salah satu. Saat itu saya memutuskan untuk menanggalkan Sermo Challenge 3 berharap event ini akan terus diadakan pada tahun berikutnya. Tak dinyana, keluarga kami mengabari tentang perubahan jadwal kunjungannya.  Baca lebih lanjut

3 Minutes Treadmill Challenge di League Hub Jogja

3 minutes treadmill challenge 1Berlari di treadmill adalah sesuatu yang amat baru bagi saya. Seumur-umur saya baru sekali mencoba berlari di treadmill. Itu pun langsung memberi pengalaman kurang menyenangkan. Dengkul kanan saya memar terjatuh di treadmill di percobaan pertama saya pada beberapa bulan yang lalu di fitness centre di hotel Pullman Central Park.

Treadmill challenge. Ini membuat saya nervous. Apalagi saya yang akan menjadi kapten tim untuk berlomba dalam 3 Minutes Challenge.

Menerima tantangan untuk membentuk tim yang akan saya kapteni untuk memenangkan 3 minutes treadmill challenge saya tahu tidak akan mudah. Namun saya tahu apa yang pertama kali harus saya lakukan. Pertama-tama adalah mencari anggota agar tim saya memenuhi persyaratan 2 pelari putra (termasuk saya) dan 2 pelari putri. Satu syaratnya lagi adalah pelari yang boleh direkrut adalah para pelari non atlet.

Mencari pelari untuk diajak bergabung menjadi bagian tim saya sepintas nampak mudah. Toh selama ini saya cukup aktif di komunitas – komunitas lari. Baik di Facebook maupun Instagram saya juga mempunyai banyak kawan pelari.

Kenyataannya menggemaskan. Tawaran pertama saya ditolak oleh Sri Kustadi. Dengan berbagai alasan mahasiswa pasca sarjana UGM sekaligus pelari Purworejo Runner ini tidak mau bergabung. Baca lebih lanjut