Jalan Kemajuankah?

Foto ini mudah – mudah suaranya dapat terdengar. Dia mau bilang kalau simbol moderenisasi akan dipancangkan di sini di desa dimana sejak dulu marjinal daripada kata “pembangunan”.

Hamparan aspal sebentar lagi akan digelar sepanjang beberapa kilometer mengurangi luas permukaan tanah yang mana pada musim penghujan penting untuk menyerap air hujan.

Tugas permukaan tanah itu sebentar lagi akan naik pangkat menjadi full timer yang bertugas memperlancar para petani di desa untuk menjual dagangan ke pasar Playen atau Wonosari bila tidak laku dijual di Pasar desa Grogol.

Baiklah, ternyata membuat posting dari perangkat bergerak itu belum mudah. Mudah – mudahan, lebaran depan warga yang ada di tanah kembara tidak lagi kena jeblok kubangan jalanan bila hujan tiba.

Salam dari kampung halaman.

Manual Blackberry kok ngaco

Biasanya, saya membuka buku manual suatu gadget ketika sudah mentok tidak bisa memanfaatkan suatu fitur dengan trial and error. Tetapi sampai pada halaman ini, saya tidak akan percaya dengan Buku Manual yang dibuat oleh RIM untuk produk Black Berry mereka.

Mana ada sih PC 486 compatible yang bisa menjalankan Windows 2000 dan Blackberry desktop software? Lagi pula buku manual yang dipaketkan dalam kemasan produk tidak lengkap dan tidak bisa menjelaskan beberapa notifikasi yang muncul pada layar BB. Eh tapi kalau yang terakhir karena gara – gara saya meng-upgrade Operating System pada BB.

Bapak Hadi Suwarno berpulang ke rahmatullah

Lagi – lagi masih melanjutkan cerita tentang senang dan susah. Bersama kesenangan bisa jadi tiba – tiba muncul kesusahan.

Menurut perhitungan hari Jawa. Jum’at kemarin disebut Jemuah Legi. Kebetulan Hari Jemuah Legi kemarin, di desa dimana saya tinggal sedang dilangsungkan acara Bersih Dusun, atau disebut Juga dengan Rasulan, atau disebut juga dengan Merti Bumi. Inti dari Acara Upacara ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat agraris atas limpahan rahmat Tuhan sehingga warga petani dapat menuai panen untuk dilumbungkan sebagai songsongan musim kemarau yang mana pada saat ini sudah mulai menyapa.

Semua orang bersuka cita.

Orang bijak mungkin sering mengatakan agar kita tidak berlebihan bila sedang mendapat nikmat dan jangan terlalu mendalam berduka bila sedang diujikan musibah. Seolah kata – kata itu menemukan pembuktiannya sendiri.

Pagi hari kemarin, Jum’at 2 Juli 2010. Bapak Hadi Suwarno. Mantan Kepala Desa Grogol yang menjabat pada masa kecil saya ditimbali Gusti Allah untuk berpulang menghadap setelah menunaikan darma baktinya di bumi Desa Grogol. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Menurut saya sendiri beliau merupakan tokoh klasik sekaligus karismatis di desa ini. Apa yang saya ingat adalah pagelaran wayang kulit yang senantiasa dilangsungkan di Joglo kediaman beliau, spel klenengan yang mana simbok saya juga rajin berlatih bersama sampai pohon Asem yang sering saya balangi sepulang dari bersekolah di SD Karangmojo itu.

Sudahlah. Akan terlalu panjang bila saya tuliskan disini. Semoga amal perbuatan beliau diperhitungkan sebagai amal shaleh dan ampulan dilimpahkan oleh Allah terhadap khilaf manusia.

Zero Sum

Banyak yang menyakini, bahwa bersama kesempitan itu ada kesempatan. Bersama kesulitan ada kemudahan. Ketika sebagian belahan bumi terang benderang maka kegelapan sedang menyelimuti sebagian yang lain.

Atau apakah dengan kalimat berbeda. Bersama kebahagiaan itu ada (ancaman) penderitaan sehingga kita tidak boleh berlebih – lebihan lali petung ketika sedang berada pada belahan bumi bahagia. Atau setidaknya menjaga ke-waspada-an. Lawan dari itu ketika kita menderita tidak boleh lekas mutung putus asa apalagi sampai ngrantes ngenes. 😀

Memang saya sedang ngomongin apa sih? Seolah olah dari kalimat – kalimat yang saya susun ngawur itu akan berujung pada hasil jumlah yang bernilai 0 (nol) atau zero. Tapi entahlah … Intinya saya sekarang tidak boleh MUTUNG.

Selamat Hari Jum’at