Percayalah: Sakit Hati Tak Sepilu Sakit Gigi

Operasi Cabut Gigi Geraham Belakang Yang Rusak di Wonosari

Operasi Cabut Gigi Geraham Belakang Yang Rusak di Wonosari

Syahdan dulu kala. Pada jaman saya masih duduk imut di bangku sekolah SD, di radio AM/MW (radio apa itu? radio Ampliture Modulation band Medium Wave) saya sering mendengar lagu dangdut yang melirikkan kurang lebih: lebih baik sakit gigi daripada sakit hati (karena putus cinta).

Mendengarnya berulang-ulang membuat saya kecil percaya begitu saja. Putus cinta, meski saat itu belum pernah mempunyai bayangan seperti apa, namun saya  yakini sebagai sumber derita.

Sakit gigi geraham bawah yang sering menyiksa saya sekitar 2 bulan terakhir itu mengingatkan saya akan lagu dangdut jadul jaman baheula itu. Lagu yang kini saya tahu ternyata hanya ngibul, melirikkan sejuta dusta.

Merasakan bagaimana menderitanya sakit gini, makan tidak enak tidur tidak nyenyak, jalan sempoyongan, berlari terengah-engah membulatkan hati ini menjadi haqul yaqin, rasa sakit putus cinta tidak ada seujung rambut dibelah seribu derita sakit gigi. Percayalah! Bantahlah, bila ingin merasakan sendiri kedua jenis derita itu pada akhir pekan ini. :p Baca lebih lanjut

Tambah Khazanah Islam dengan Mengetahui Sejarah Qurban

cara-memilih-hewan-kurban-e1472672801866

Selain Idul Fitri, ada satu perayaan lagi yang cukup besar dirayakan oleh seluruh Umat Muslim – ya, Idul Adha. Idul Adha adalah perayaan dimana seluruh Umat Muslim yang berkemampuan diharapkan memberikan qurban. Qurban sendiri adalah hewan sembelih. Hewan ternak yang disembelih ini dipersembahkan kepada Sang Pencipta.

Peristiwa ini dilaksanakan setiap setahun sekali. Sudah tahu asal-usul atau sejarah Qurban di Hari Raya Idul Adha? Yuk, mari kita kembali belajar dan mengingat. Meski mungkin sudah tahu, taka da salahnya untuk tambah khazanah Islam masing-masing dengan pengetahuan ini. Dengan begitu, kita semakin memaknai Hari Raya Idul Adha tak hanya sebagai perayaan saja tetapi ibadah sepenuh hati dan tulus. Baca lebih lanjut

Ahaaa, Ada Pelangi di Bulan Juli

Ada Pelangi di Bulan Juli

Ada Pelangi di Bulan Juli

Bila hujan bulan juni begitu istimewa bagi Sapardi Joko Damono, pelangi di bulan Juli hadir begitu mempesona bagi saya.

Pelangi itu hadir pada Jum’at sore suatu akhir Juli. Tepatnya pada tanggal 22 Juli 2016. Melengkung di atas hamparan kebun singkong. Di langit yang sebagian biru dan sebagian lainnya bermuram awan. Di atas lintasan dimana saya mulai berkeringat. Baca lebih lanjut

Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor SAMSAT Gunungkidul

13730996_10209342855035688_4063768528437480310_oTahu masa berlaku STNK Sepeda Motor saya akan habis pada tanggal 24 Juli 2016 saya pun segera membayar pajak kendaraan sepeda motor saya hari ini juga. Kalau besok-besok saya khawatir malah lupa, telat pajak dan kena denda keterlambatan.

Sebelum memasuki kantor SAMSAT apa yang saya persiapkan adalah fotocopy BPKB, fotocopy KTP, STNK aseli beserta fotocopynya.

Memasuki ruang kantor pelayanan SAMSAT saya pun sejenak kaget. Ruang pelayanan SAMSAT kini telah didesain moderen. Loket kaca dengan lobang kecil seperti yang saya temui beberapa tahun lalu kini sudah dihilangkan. Yang ada adalah meja-meja pelayanan dengan petugas-petugas yang melaksanakan pekerjaan masing-masing.

Saya kemudian menuju meja antrian. Menyerahkan berkas yang telah saya siapkan dan duduk menunggu di kursi tunggu. Beberapa saat kemudian nama saya dipanggil dan diberikan nomer antrian.

Nomer antrian saya adalah A 280. Mengira masih banyak wajib pajak yang harus dilayani sampai giliran saya tiba, saya pun kembali menunggu di kursi kursi tunggu empuk berwarna hijau. Sampai memotret. Sambil memperhatikan saat ini nomer antrean berapa yang sedang dilayani.
Baca lebih lanjut

Bisakah Santun Berkendara di Jalan Raya?

13718766_10209319386048978_2964272318818173824_n

Topik yang dari tahun ke tahun selalu mewarnai cerita lebaran di desa kami adalah kisah heroik yang dibawa kawan-kawan, keluarga dan para handai taulan menembus kemacetan untuk menuntaskan perjalanan ritualnya, mudik ke kampung halaman tercinta.

Seperti kita ketahui bersama tahun mudik lebaran kali ini titik kemacetan parah baru dicatatkan di pintu tol keluar Brebes. Kemudian diparodikan dengan istilah macet Brexit (baca: Brebes Exit). Merupakan istilah yang tercipta karena numpang keren dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang kemudian populer dengan Brexit (British Exit).

Bagian kisah mudik lain yang diceritakan dengan heroik oleh salah seorang kawan lama saya adalah bagaimana di jalan menghadapi pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan. Pemotor-pemotor yang asal menyalip, asal memotong jalan dan abai terhadap rambu-rambu lalu lintas. Sungguh perilaku di jalan yang tidak beradap.

Bagian ini membuat saya mengernyitkan dahi. Saya pun merespon cerita kawan saya ini dengan pertanyaan.

“Apakah ketika sampean dulu belum punya mobil, masih mudik berkendarakan sepeda motor bisa cukup santun di jalan, tidak ugal-ugalan seperti pemotor yang sampean temui itu?” Baca lebih lanjut

Mencicipi Kopi Gayo

Oleh Oleh Kopi Aceh Gayo

Oleh Oleh Kopi Aceh Gayo

Bila ada yang degdegan setelah minum beberapa cangkir kopi, saya belum minum kopi saja sudah degdegan. Baru mencium aroma kopi saja sudah membuat saya degdegan. Tentu bukan jenis kopi saset/kopi instan lho ya.

Apalagi kemarin petang. Ketika adik saya membuka kopi Gayo oleh-oleh dari temannya yang merantau ke Aceh. Semerbak aroma kopi itu membuat saya degdegan tak karuan. Mirip-mirip degdegan mau ketemu gebetan tapi mau nyapa duluan malu-malu. Ditawari dibikinin kopi sama adik, saya pun setengah hati. Pengen tapi takut maag kambuh. Ini derita mantan penyuka kopi tapi belakangan punya masalah lambung. Baca lebih lanjut