Musim Panen, dan Itu …

IMG_2421Musim panen di desa dimana saya tinggal belum benar-benar selesai. Musim panen yang sudah dimulai sekitar dua pekan yang lalu mungkin baru akan benar-benar selesai satu sampai dua minggu lagi. Saat ini keluarga saya sendiri baru menyelesaikan memanen padi di sawah. Selanjutnya proses pemanenan masih dilanjutkan dengan mengeringkan gabah, menggiling menjadi padi dan pekerjaan pasca panen lainnya. Kesemuanya itu harus disegerakan agar bisa segera menanam lagi. Menanam lagi ini segera, bila berlambat-lambat tidak segera maka hukum alam yang akan menjawab. Kedatangan musim kemarau tidak bisa ditawar agar ditunda.

Bila dilihat dari hasil panen padi di lingkungan dimana saya tinggal, maka bisa dipastikan untuk desa saya swasembada beras sudah tercapai. Betapa tidak, hampir semua keluarga bertani padi, hasil panen padi pun bagus-bagus, lahan yang ditanami padi pun juga lebih banyak karena lahan yang dulunya ditanami jagung dan kedelai kini dialih fungsi sebagai lahan padi.

Saya dan Adik saya suatu kali berkelakar. Bila beras hasil panen ini dikonsumsi untuk keluarga sendiri, maka panen pada musim ini cukup untuk kebutuhan makan nasi selama 2 sampai 3 tahun. Ini tidak berlebihan. Bila keluarga saya yang terdiri 4 orang dalam satu hari menghabiskan beras 1.5 kg, dalam satu tahun hanya akan habis 540 kg saja. Panenan beras 2 ton akan cukup sampai 3 tahun. Hasil panen para tetangga tidak jauh berbeda. Bahkan yang panen lebih banyak ada banyak.

Baca lebih lanjut

Mau Kulineran di Bandung, Ini Rekomendasi Hotel Dariku

traveloka01Jalan R.E.Martadinata atau Jalan Riau adalah kawasan yang wajib Anda kunjungi jika berakhir pekan di Bandung. Di sepanjang jalan ini, Anda akan menemukan beragam café, restoran Belanda, fast food, hingga aneka jajanan kaki lima seperti siomay, bakso, otak-otak, dan es durian.

Selain wisata kuliner, Jalan Riau juga terkenal sebagai surga belanja. Puluhan factory outlet yang menjual barang branded dengan harga miring berjajar di kedua sisi jalan. Toko perabotan antik dan gerai isi ulang parfum juga turut memadati kawasan ini.

Sayangnya, Jalan Riau cukup padat saat akhir pekan. Daripada harus membuang waktu terjebak kemacetan, sebaiknya Anda menginap di hotel dekat Jalan Riau. Tidak perlu khawatir soal harga karena terdapat hotel-hotel murah, apalagi sekarang banyak OTA, misalnya Wego dan Traveloka, yang gencar menawarkan hotel di Bandung dengan harga promo atau pun diskon.

Berikut ini adalah lima hotel murah yang dapat Anda temui di sekitar jalan Riau Bandung:

1. Hotel Anggrek Gandasari

traveloka02

Hanya dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Hotel Anggrek Gandasari, Anda sudah sampai di jalan Riau. Jika ingin sekalian ke Dago, jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki. Gedung Sate juga dapat Anda capai dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Hotel Anggrek Gandasari menyediakan layanan antar jemput ke bandara. WiFi tersedia di area umum hotel dan layanan kamar Anda sudah termasuk laundry.

2. Amaris Hotel Cimanuk

traveloka03

Meski hanya perlu 3 menit berjalan kaki menuju jalan Riau, sebaiknya Anda mengambil langkah santai sambil menikmati kerindangan pohon di sekitar sini. Lokasi Amaris Hotel Cimanuk juga sangat dengan Toko Coklat yang memiliki lebih dari 30 varian praline (coklat kecil dengan isi di dalamnya). Baca lebih lanjut

Seragam (Karena Bosan Beragam?)

Seorang ibu-ibu di desa dimana saya tinggal malam itu menemui saya yang sedang khusuk menonton pentas kethoprak. Ibu-ibu itu menyampaikan maksud agar saya bantu mengajukan permintaan sumbangan dana untuk membuat baju seragam organisasi dimana ia aktif. Mungkin organisasi PKK kalau bukan Dasa Wisma, saya tidak persis ingat. Ketika saya tanya kenapa untuk hal itu ia datang kepada saya, jawabnya karena biasanya di desa ini saya biasanya menyalurkan bantuan-bantuan.

Saya pun berusaha mengerti maksud ibu-ibu ini. Kemudian saya jawab kali ini saya belum bisa membantu.

Pada kesempatan-kesempatan yang lain, saya sering diajak oleh kawan-kawan saya untuk membuat seragam. Seragam untuk komunitas ini dan itu. Seragam untuk organisasi ini dan itu. Seragam untuk profesi ini dan itu. Ada banyak sekali ajakan membuat baju seragam di negeri dimana komunitas mudah tumbuh (dan mati) bak cendawan di musim hujan. Tak heran di negeri dimana saya menyebutnya sebagai negeri 1001 komunitas ini telah memberi saya banyak sekali baju seragam. Terlalu banyaknya sampai baju-baju seragam itu hanya dipakai beberapa kali saja. Kemudian disimpan di dalam almari pakaian.

Belum lama ini seorang teman mengajak saya untuk kedua kalinya untuk membuat baju seragam. Pikir saya apa pentingnya membuat baju seragam. Mungkin berbaju seragam akan membuat kelihatan lebih kompak. Pikir saya lagi, untuk apa “kelihatan kompak”, toh kita bukan sedang mencari eksistensi. Yang terpenting adalah bagaimana memberi dedikasi dengan bekerja secara profesional. Saya pun mencoba untuk tidak ikut membuat seragam dan mencoba mencari cara menolak ajakan dengan sopan.

Kaitannya dengan seragam, ini bagi saya menarik untuk menjadi sebuah pertanyaan. Kenapa teman-teman di lingkungan dimana saya bergaul (mungkin juga berlaku di Indonesia) suka berseragam, misalnya dengan mengenakan baju seragam, topi seragam, celana seragam atau asesoris tertentu sebagai seragam. Apakah ini bagian dari produk pendidikan di negeri ini? Ingat kita sudah sejak kecil, sejak masih TK sampai SMA, sampai bekerja dididik untuk mengenakan seragam?

Pertanyaan saya yang lebih ngaco adalah: Apakah kita sudah bosan menjadi bangsa yang ber-bhineka, bangsa yang kaya akan keberagaman? Entahlah 😀

Memperbaruhi Perlengkapan Jaringan dengan Mikrotik Routerboard

Merasa kebutuhan jaringan komputer dan internet di pabrik makin berkembang, saya pun mulai memikirkan bagaimana caranya agar managemen jaringan bisa dilakukan dengan mudah dan efisien, syukur-syukur keandalannya juga meningkat. Untuk itu beberapa hal yang bisa segera saya lakukan adalah:

Meningkatkan bandwidth koneksi internet. Ini saya lakukan dengan mengganti koneksi internet yang dulunya menggunakan koneksi kabel tembaga dengan fiber optik. Sebenarnya tidak mengganti, saya menambahkan koneksi internet dengan FO sementara koneksi internet yang lama masih dipertahankan.

Mulai menggunakan router baru. Mikrotik RB 1100 AHx2 menjadi pilihan. Pilihan routerboard jenis ini adalah berdasarkan pertimbangan akan kebutuhan jaringan di pabrik dalam beberapa waktu (mungkin tahun) ke depan. Saat ini RB 1100 AHx2 sudah saya konfigurasikan untuk routing, bandwidh manager, user manager dan firewall.

mikrotik

Belum banyak fungsi, fitur dan setting yang saya oprek di RB 1100 AHx2 ini. Karena saya sendiri sudah cukup lama tidak mengoprek router/server/mikrotik. Rupanya sudah banyak hal yang tercecer dari ingatan dan jari-jari saya terkait hal pengoprekan ini.

Tidak apa-apa. Yang penting kali ini saya tahu apa yang saya maui bisa dilakukan oleh jaringan internet dan komputer di pabrik. Dengan sedikit pengetahuan dasar jaringan dan googling sana-sini, akhirnya semua fungsi yang saya inginkan bisa juga berjalan secara semestinya. Mission Completed. Ngoprek-ngoprek-nya pasti segera menyusul. Bila sudah sempat. 🙂

Memasang beberapa Access Point tambahan. Saya tidak punya preferensi tertentu dalam memilih perangkat AP. Saya hanya mengandalkan review yang ditulis orang-orang diinternet. Sepanjang review AP itu baik dan harganya sesuai budget, itu yang saya beli. Sampai saya membeli beberapa jenis router dari pabrikan/merk yang berbeda.

Perangkat AP yang berbeda-beda ini saya tahu akan agak merepotkan pada awal saya men-setting-nya. Bekal saya hanya percaya ini tidak akan terlalu susah. Kelebihannya adalah …., adalah saya akan bisa mereview beberapa jenis perangkat AP itu, dan siapa tahu kelak sempat menuliskannya di blog ini.

Dari beberapa hal itu ada satu yang baru saya coba pertama kali. Itu adalah menghubungkan perangkat jaringan dengan kabel UTP yang lebih panjang dari 130 m. Mulanya saya sempat ragu, mengingat berdasar apa yang saya baca, jenis kabel UTP yang bagus hanya cukup efektif bila digunakan sampai panjang 100 m saja. Kenyataannya, salah satu perangkat AP yang terhubung ke routerboard dengan kabel sejauh lebih dari 130 m bisa berjalan dengan baik. Ini membuat saya senang. Perjuangan saya memanjat dinding, mengulur kabel dan memasangnya dengan klem terbayarkan.

Review saya akan Mikrotik RB 1100AHx2, perangkat AP, dan oprekan-oprekan saya mungkin akan saya tuliskan sebagai posting di blog ini pada waktunya kelak. 🙂

Tips Aman Berbelanja Online dengan Blanja.com dan Telkomsel TCash

Berbelanja online telah membawa pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus memudahkan bagi banyak orang. Toko-toko online baru pun bermunculan setiap harinya dengan menawarkan kelebihan dan kemudahan masing-masing. Barang-barang yang diperdagangkan secara online pun menjadi semakin beragam.

Namun tidak sedikit orang yang saat ini masih enggan dan was-was untuk berbelanja secara online. Penjual-penjual online yang tidak jujur yang berkeliaran di jejaring sosial telah menciptakan ketidakpercayaan tersendiri. Apalagi ditambah dengan berita-berita tentang maraknya penipuan dan penyalah gunaan penggunaan kartu kredit dan transaksi tranfer bank.

Bagi pengguna Telkomsel sebenarnya ada fitur yang bisa digunakan untuk berbelanja secara online tanpa harus menggunakan Kartu Kredit atau pun tranfer bank. Tanpa perlu memasukkan nomer kartu kredit dan tanpa perlu memasukkan nomer-nomer rekening dan akun bank. Fitur itu adalah TCash. Sebuah rekening ponsel yang bisa dengan bebas kita isi sejumlah saldo. Saldo TCash hanya berkurang ketika kita gunakan untuk berbelanja, tidak dikenakan biaya bulanan dan tidak terhubung dengan rekening bank tertentu. Selengkapnya tentang TCash silakan dibaca di sini.

Ada banyak toko online yang bisa menerima pembayaran dengan TCash. Salah satunya adalah Blanja.com. Sebagai salah satu situs belanja terpercaya untuk bisa bertransaksi calon pembeli diwajibkan untuk mendaftar dengan mengisikan data-data yang valid. Kemudian calon pembeli akan dengan mudah melihat-lihat barang-barang yang akan dibelinya, membandingkan dengan toko-toko online lain kalau perlu, memilih barang-barang yang paling sesuai. Langkah terakhir adalah melakukan pembayaran. Seperti tangkapan layar di bawah ini:

tcash_blanja.com

Ada beberapa pilihan cara pembayaran di sini. Namun di sini kita akan berbelanja dengan menggunakan Tcash. Jadi pilih yang paling atas. Jangan lupa sebelum anda menggunakan Tcash, pastikan saldo anda mencukupi dengan mengeceknya melalui *800#. Bila saldo kurang anda bisa melakukan pengisian ulang saldo. Bisa di ini dari rekening bank atau cara-cara lain seperti yang tercantum pada website Telkomsel.

Langkah selanjutnya, cukup dengan mengisi konfirmasi seperti ini:


konfirmasi blanja

Semudah itu saja maka barang yang telah dibeli akan tiba di alamat yang diisikan.

Namun tunggu dulu, bagi pengguna Telkomsel masih ada benefit satu lagi yang diberikan bila berbelanja di Blanja.com. Pengguna Telkomsel bisa menukarkan poin-poin yang dimilikinya sebagai voucher belanja di Blanja.com. Saya sendiri menggunakan aplikasi My Telkomsel untuk mengecek dan menukarkan Telkomsel poin menjadi voucher belanja. Baca lebih lanjut

Lenovo A6000: Pilihan Terbaik untuk Menikmati Jaringan 4G di Indonesia

Setelah melalui proses panjang, akhirnya awal tahun ini tiga operator seluler besar resmi menggelar layanan 4G di Indonesia. Ini adalah teknologi yang digadang-gadang akan menjadi solusi internet cepat Indonesia. Selamat datang era mobile broadband. Selamat tinggal internet lemot.

Permasalahannya adalah belum semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menikmati pengalaman menggunakan teknologi internet cepat mobile broadband 4G LTE ini. Untuk dapat menikmati koneksi cepat mobile broadband 4G LTE diperlukan tidak hanya ponsel yang berfitur 4G, melainkan sebuah smartphone yang ditanami teknologi yang benar-benar compatible dengan jaringan 4G yang digelar oleh operator mobile broadband di Indonesia. Smartphone-smartphone yang mendukung teknologi ini umumnya adalah smartphone high end yang dibanderol dengan harga yang tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Ini masalah lain lagi.

Lenovo, pemain matang dan mapan di industri teknologi dan gadget ingin menghadirkan pengalaman pengguna koneksi cepat mobile broadband 4G untuk lebih banyak orang. Pada awal tahun ini pula Lenovo menghadirkan ponsel pinter seri A 6000. Kabar bagusnya, ponsel pintar yang akan mampu membawa pengalaman menikmati koneksi 4G secara penuh ini akan dibanderol dengan harga 1,5 jutaan. Harga yang cukup terjangkau bagi kebanyakan pengguna ponsel pintar di Indonesia.

Lenovo-A6000-1

Selanjutnya mari kita cermati lebih dalam saja yang dibawa oleh Lenovo A 6000:

Processor Qualcomm Snapdragon 410

Lenovo A 6000 menggunakan chipset Qualcomm MSM 8916 Snapdragon 410 Quad core 1,2 Ghz. Kenapa processor adalah hal pertama yang saya lihat karena, seperti yang saya tulis pada posting terdahulu, Qualcomm lah pabrikan chipset yang selain membuat teknologi untuk ponsel juga teknologi yang dibuatnya digunakan di sisi jaringan 4G yang digunakan oleh operator seluler di Indonesia. Bila suatu smartphone telah menggunakan processor ini saya tidak perlu khawatir ada masalah ketidak compatible -an antara device dan network.

Qualcomm Snapdragon 410 juga akan menjamin performa ponsel secara maksimal ketika menjalankan aplikasi-aplikasi berat secara bersama-sama (multi tasking). Apalagi GPU Adreno 306 akan memudahkan ketika digunakan untuk memutar video HD dan menjalankan game-game yang cukup berat.

Layar 5″ IPS touchscreen HD dan Teknologi Audio Dolby Plus

Kualitas layar dan kemampuan mereproduksi suara bagi saya adalah 2 hal yang tak terpisahkan. Layar berukuran 5″ yang dimiliki oleh A 6000 adalah ukuran yang ideal bagi sebuah ponsel untuk nyaman digunakan menonton video namun tidak membuatnya terlalu besar digenggam berkat desain body Lenovo yang menurut saya telah sesuai. Resolusi layar 720 x 1280 pixel akan membuatnya menampilkan foto, video dan graphic secara tajam. Baca lebih lanjut

Qualcomm Snapdragon 801 Dalam Oppo N3

Suatu ketika seorang teman saya ada yang membawa sebuah ponsel baru, biasanya teman-teman saya akan ada yang bertanya, “Kameranya berapa mega pixel?”. Processornya sudah quad core apa masih dual core? Masih 3G atau sudah 4G” tanya teman saya yang lain. “RAM nya berapa giga byte? Kalau di-install Whatsapp, Line, BBM, Google Hangout, Skype sama WeChat suka nge-lag ngga? Dead Space dan Assassin’s Creed Pirates jalan di sini kah?” Sementara teman saya yang lain bertanya, berapa mAh kapasitas batere ponsel itu. Mungkin karena pengalamannya sehari-hari mengisi ulang batere ponsel sampai tiga kali sehari. Seperti minum obat saja.

Pertanyaan-pertanyaan teman-teman saya itu mudah terbaca sebagai cara mereka untuk menilai baik buruk suatu telepon pintar. Mereka mulai kritis terhadap spesifikasi sebuah ponsel. Bukan dengan cara “ponselmu merk apa?” yang mereka gunakan beberapa tahun lalu. Apakah ada yang salah dengan cara teman-teman saya ini menilai kualitas suatu telepon pinter?

Menurut saya mereka sudah berada di jalan yang benar. Saran saya agar mereka lebih jeli dan memeriksa lebih detil spesifikasi suatu telepon pintar.

Umumnya kamera dengan mega pixel tinggi akan menghasilkan kualitas foto yang baik. Akan tetapi jangan salah, kualitas lensa, lebar bukaan lensa, jenis sensor kamera dan Image Signal Processor merupakan penentu utama kualitas sebuah foto.

Ponsel yang ini angka mAh baterenya lebih banyak, kenapa dipakai browsing dan main game beberapa jam saja sudah mendapatkan notifikasi lowbatt? Batere dengan mAh yang banyak memang mempunyai kemampuan lebih dalam menyediakan daya bagi sebuah telepon pintar. Alih-alih memerlukan waktu pengisian yang lebih lama, tanpa didukung Power Managemen yang bagus ponsel pintar tidak akan bertahan cukup lama setelah dicabut dari colokan listrik.

Processor

Ini yang oleh teman-teman saya tadi kualitasnya baru dilihat dari jumlah core yang dimiliki oleh suatu processor, sudah quad core apa masih dual core (atau single core). Belum sampai Processor itu bekerja sampai frekuensi berapa Gigahertz, fitur yang diusung apa, hasil benchmarknya seperti apa, pengalaman pengguna yang ditawarkan semenakjubkan apa dan lain-lain. Masih jarang terdengar pertanyaan seperti ketika akan membeli komputer/laptop baru: memakai Processor Intel atau Processor AMD.

Processor merupakan penentu terpenting performa suatu ponsel pintar (smartphone). Kualitas kamera, kualitas audio, kemampuan memutar video HD dengan jernih dan mulus, kualitas dan kecepatan koneksi ketika terhubung ke jaringan, kemampuan menjalankan sistem operasi (Operating System) terbaru dengan mulus beserta aplikasi-aplikasi produktif, game dan entertainment semuanya tergantung kepada chip berukuran mungil ini. Daya tahan batere beserta seberapa cepat pengisiannya bisa dilakukan sangat bergantung kepada sebuah Processor.

snapdragon-801

Sama dengan yang terjadi di dunia PC/Laptop, pertumbuhan kebutuhan smartphone yang pesat secara global pada dekade terakhir ini menantang produsen-produsen semi konduktor untuk berlomba menawarkan kepada pasar produk Processor yang diharapkan bisa membawa pengalaman pengguna yang terbaik.

Kali ini saya akan membahas produk Processor dari Qualcomm. Kenapa Qualcomm bagi saya menarik diikuti karena berbeda dengan kompetitornya ia tidak hanya hanya menawarkan Processor untuk ditanam dalam sebuah ponsel. Qualcomm juga menawarkan solusi teknologi di sisi infrastruktur jaringan yang di Indonesia sendiri telah digunakan oleh operator-operator terkemuka: Telkomsel, XL Axiata, Indosat dan lain-lain. Bahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan ekosistem DNA (Device, Network, Application) saat ini Qualcomm telah bekerjasama dengan developer dan komunitas developer sehingga lebih banyak aplikasi baru muncul dengan pengalaman pengguna yang tiada duanya. Bahkan untuk urusan teknologi, Qualcomm telah membawa solusi-solusinya ke ranah Open Source. Baca lebih lanjut