Gempa Bumi

Siang ini, ketika jam di Laptop saya menunjukan pukul 14:06 WIB, saya dan bapak dikagetkan oleh goncangan gempa bumi dengan intensitas cukup kuat. Bukan hanya kami saja yang sedikit kaget dan panik, orang orang tetangga juga. Bahkan ada beberapa orang yang menabuh kentongan sebagai peringatan untuk mewaspadai datangnya bencana alam.

Sampai  menulis posting ini, saya belum bisa mengetahui dimana sumber gempa terjadi tetapi ketika saya sempat menghubungi seorang teman di kota Jogja via YM, ternyata disana juga terjadi gempa dengan intensitas yang membuat orang orang berhamburan keluar bangunan rumah. Pun demikian belum terdengar oleh saya adanya korban jiwa atau harta benda. Dan saya memang tidak ingin mendengar kabar yang ini terjadi.

Sebagai orang yang tinggal di daerah yang pernah diluluh lantakan oleh gempa bumi pada beberapa tahun yang lalu, tentu saja langkah waspada dan was was lah yang menjadi tindakan antisipatif semua orang disini termasuk saaya dan keluarga.

Kami semua berdoa semoga Gempa Bumi atau Bencana apapun bukanlah merupakan tabuhan gong penutup tahunan 2008. Amiiim

PS :

Posting ini akan saya update sewaktu waktu …

Iklan

jejak jejak sepanjang 2008

Di banding tahun tahun sebelumnya, di sepanjang 2008 ini saya meninggalkan lebih banyak jejak, terutama di alam maya ini. Kalau anda mau iseng mengecek seberapa banyak sepak terjang dan jejak jejak jari jari saya, maka silahkan ketik kata “jarwadi” di google search atau yahoo. Batang hidung saya akan segera kelihatan tertampang di monitor.

Dari sekian banyak jejak saya, sepertinya yang paling mudah tercium adalah blog blog saya dan beberapa situs jejaring sosial. Dan sesuatu yang menarik menurut saya adalah dengan memperhatikan hasil penciuman google dan yahoo yang mengenali kata *jarwadi* dengan cara yang sangat berbeda. Google lebih melirik situs situs jejaring sosial saya yaitu di urutan teratas adalah keberadaan saya di FaceBook, Multiply di urutan kedua, dan Friendster yang sudah hampir saya tinggalkan masih di papan ketiga untuk kemudian blog blog saya di wordpress dan blogspot.

Dengan cara yang berbeda Yahoo Search lebih menghargai ide ide yang saya tuangkan di wordpress dan blogspot baru kemudian beberapa beberapa jejaring pertemanan saya.

Terlepas dari berbagai blog dan jaringan pertemanan online dimana saya mendaftarkan diri, saya pertama kali diperkenalkan dengan blogspot oleh seorang teman dan mendaftar di friendster sebagai pilihan jaringan pertemanan. Namun seiring dengan bertambahnya jam terbang di dunia maya, saya perlahan menjadi bosan dengan kedua pasangan lama tersebut dan banyak sekali mencoba coba. Dan sampai saat saya menulis posting ini saya sedang merasa mesra dengan wordpress untuk menumpahkan unek unek saya dan merasa pas dengan menulis banyak hal lain di Multiply. Saya senang dengan wordpress karena tampilan yang sederhana dan relative bersaahabat dengan bandwidth yang sempit serta Multiply yang menurut saya mudah sekali untuk saling merespon banyak ide dan posting dari teman teman.

Alasan saya untuk menduakan Friendster adalah karena yang pertama adalah popularitas FaceBook dan kondisi saat ini yang telah beberapa kali dikecewakan oleh performa Friendster yang sedang jeblok. Mungkin teman teman akan mengira kalau saya bukan tipe cowo yang setia karena meninggalkan Friendster ketika sedang tertimpa tangga. Saya katakan bahwa saya tidak seperti itu. Saya memilih sesuatu yang lebih relieable karena lebih memahami arti penting berkomunikasi dengan teman teman dalam jaaringan dan meningatkan sesuatu yang lebih hangat. Menurut saya baik Friendster maupun FaceBook adalah alat saja. Jadi saya sah sah saja untuk memilih tali dan jaringan yang membuat persahabatan dan pertemanan lebih terkait terjalin erat.

Seperti saya tuliskan di awal, bahwa di tahun ini lebih banyak meninggalkan jejak jari dan beberapa site yang saya sebutkan merupakan beberaapa saya yang lebih populer bagi saya. Dari banyak tanah kapling selain WordPress, Multiply, Blogspot, FaceBook dan Friendster, “jarwadi” mungkin akan anda ketemukan di Plurk, Picasaweb, Flickr, dll. Tetapi jangan pernah sekalipun anda akan menemukan di situs situs jahat dan tidak sopan. Saya tidak pernah meninggalkan jejak “jarwadi” di jagat pornografi, site anti ras dan suku tertentu atau situs situs jahat lainya. Apabila ditemukan kata “jarwadi” ditempat itu maka yakinlah bahwa itu adalah orang lain.

Tahun baru dengan Kesegaran BARU

Aghhhr Mandi sudah, shalat Maghrib sudah …

Petang ini, tubuh saya terasa lebih segar dari biasanya. Kepala lebih ringan dan tidak sumpek. Saya baru saja mandi keramas setelah sekian hari kepala di rundung derita gagal gatal, rambut kumel tidak karuan seperti keset.  Dan pasti pusing tidak kepalang tujuh keliling.

Di hari yang istimewa ini, konon katanya para tukang menghitung hari dan penanggalan, petang ini adalah awal tahun Hijriah. Tanggal 1 Muharam 1430 H, kalau orang Jawa bilang tanggal satu Suro. Selain menyebutnya dengan bulan SURO, orang orang Jawa juga sangat mewingitkan bulan ini, saking istimewanya mereka banyak melakukan aktifitas ritual termasuk memandikan benda Pusaka mereka yang mumpuni dan berharga.

Maka anggap saja mandi keramas sore ini sebagai memandikan satu satunya milik saya yang sangat berharga sehingga siap untuk berbuat lebih baik dan bijak di tahun 1430 H sedemikian seterusnya sampai tahun tahun berikutnya.

pusing menjelaskan Digital Storage kepada SIMBOK

Suatu sore ketika saya sedang duduk duduk santai di teras depan dengan Simbok, beliau meminta saya untuk menambahkan lagu dalam ponsel -nya. Seperti saya, simbok juga seneng banget dengan Musik. Tetapi sayangnya, saya harus memberitahukan bahwa memory di ponsel milik  simbok tidak cukup ruang untuk ditambah lagu baru. Saya melanjutkan bahwa untuk menambahkan lagu baru hanya bisa dilakukan dengan menghapus beberapa lagu yang telah ada sebelumnya. Simbok pun setuju dengan menunjuk beberapa lagu yang dia sudah bosan.

Masalah menghapus dan menambahkan lagu itu mudah. Memusingkanya adalah simbok yang mulai bertanya ini itu.

“Bukankah panjang lagu yang dihapus lebih pendek dari lagu yang ditambahkan?”

“Lagu yang dihapuskan ada di urutan tengah —maksudnya, lagu tersebut ada diurutan tengah dalam suatu play list–, entar apakah setelah dihapus, setelah katakanlah lagu no 4 kemudian musik akan terdiam lama sebelum memainkan lagu no 6?”

Sebelumnya saya enggan menjawab pertanyaan pertanyaan “bodoh” simbok, apa juga untungnya tanya tanya seperti itu. Bukankah dia cukup mendengarkan dan menikmati saja lagu lagu yang saya salin ke ponsel.

Tetapi setelah beberapa saat menggerak gerakan dengkul kanan dan kiri,  saya kemudian berubah pikiran. Bukankah hak semua orang juga untuk mengetahui apa yang menurut dia menarik? Bukankah itu merupakan contoh semangat belajar yang bagus?

Dari pertanyaan kedua simbok saya menangkap bahwa dia menggunakan asumsi kaset tape pita untuk memahami media penyimpan lagu dalam ponsel. Untuk sementara saya mengajak simbok untuk menyisihkan terlebih dulu asumsi ini.

Untuk simbok, saya menganalogikan Memory Ponsel sebagai sebuah ember. Memory yang besar persis seperti Ember berukuran besar demikian pula sebaliknya. Sampai disini  dia paham bahwa Ember yang lebih besar akan lega untuk menyimpan lebih banyak barang.

Bila ada beberapa batu kapur yang berbentuk balok dengan ukuran berbeda beda kemudian di taruh dalam ember, maka akan ada banyak ruang kosong tersisa berbentuk rongga rongga yang tidak bisa digunakan untuk menyimpan sesuatu pun. Kemudian, apabila batu batu kapur tersebut di potong menjadi bagian bagian kecil yang berjumlah sangat banyak kemudian dimasukan ke dalam ember yang sama maka rongga rongga yang sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan akan bisa ditempati.

Penyimpanan dengan terlebih dahulu dipotong potong seperti ini mempunyai beberapa keuntungan. Diantaranya semakin berkurangnya ruang dalam ember yang mubadzir alias tidak bisa digunakan untuk menyimpan. Apabila kita mengambil beberapa batu ditempat yang berbeda dalam ember, ruang yang ditinggalkan bisa digunakan untuk menyimpan satu batu kapur yang berukuran lebih besar. Satu batu besar dapat diletakan pada beberapa tempat yang berbeda karena sebelumnya telah di potong potong membentuk bagian bagian kecil yang sangat banyak.

Kemudian bagaimana menyusun banyak sekali potongan kecil tersebut menjadi sebuah batu kapur yang utuh persis seperti batu tersebut sebelum dimasukan kedalam ember?

Pada posisi yang paling mudah di jangkau terdapat catatan kecil yang berisi letak penyimpanan  setiap potongan batu kapur dalam ember. Hal yang sama, pada sisi batu kapur terdapat tanda nomor potongan dari suatu batu kapur. Untuk mendapatkan batu kapur utuh sebelumnya harus melalui proses pembacaan catatan kecil ini dan dengan pelacakan nomor dan tempat dari banyak sekali potongan potongan kecil yang menghuni suatu tempat dalam ember.

Mbok; Proses seperti ini mirip dengan bagaimana sebuah lagu tersimpan dalam memory ponsel kamu.

“Kemarin kamu pernah bilang bahwa ukuran file suatu lagu dapat diperkecil tanpa memotong panjang lagu. Maksudnya? “

Pertanyaan – Pertanyaanmu kok bikin dengkul senut senut to mBOK, kapan kapan saja ya jawabnya. Ada ngga yang mau membantu menjelaskan kepada simbok saya?

Kasih seorang Ibu …

Kalau ditanya tentang makanan Favorit, maka dengan tanpa ragu akan saya jawab dengan semua makanan yang dimasak oleh simbok.  Simbok selalu tahu bagaimana cara mengolah makanan yang cocok untuk selera saya. Jangan Lombok dan  Sayur Lodeh olahan simbok yang maknyuuuus selalu membuat liur ini meler dan membuat saya tidak betah tinggal di tanah kembara lebih lama dan kangen setengah mati untuk ingin segera pulang ketika meninggalkan rumah selama waktu beberapa hari saja. Spesial untuk saya, Simbok merupakan koki terhebat sepanjang masa. Sebagai Juru Masak, menurut lidah saya, simbok lebih baik dari koki koki di restoran sekalipun. Walaupun selera ini kerap kali kesengsem dengan menu suatu restoran akan tetapi saya tidak pernah datang ke resto yang sama selama lebih dari tujuh hari berturut turut, boleh jadi karena alasan kesehatan dompet, namun rasanya lidah ini mudah sekali dibuat bosan.

Tidak terhitung sudah berapa piring porsi  makanan yang saya lahab sampai seumuran saya yang telah lebih dari seperempat abad sekarang ini, entah berapa banyak gelas minuman dan entah entah barantah camilan dan lain lain. Kata seorang teman yang merantau di Jakarta sebagai buruh bangunan, dia harus merogoh kocek sekitaran Rp 7.000,- untuk sekali makan asal kenyang nasi warteg. Bila sehari perlu makan tiga kali, kemudian angka angka itu dihitung nominalnya selama sebulan, selama setahun, sepuluh tahun atau dua sudah berapa banyak duit yang perlu dibayarkan untuk urusan perut dan menyambung nyawa. Untungnya, saya tidak perlu sakit kepala untuk urusan sakit perut ini. Tidak peduli entah berapa piring yang saya lahap untuk selera lidah dan urusan mengisi perut dengan bahan bakar yang sesuai, simbok, sedari dulu, sekarang dan mungkin sampai kapan kapan selalu menggratiskan untuk saya.

Kalau dipikir pikir, masalah makan gratis yang kalau dihitung dengan rumus matematika sekalipun hanya akan mendapatkan angka angka yang segede bagong, dan kalau semisal disuruh mengganti juga saya tidak ada duit, semua urusan makan dan minum gratis tersebut belum ada sak kuku ireng nya, begitu kata orang Jawa. Maksudnya kebaikan si mama jauh lebih banyak dan penting dari sekedar urusan makan dan minum.

Saya tidak ingat kapan persisnya si bayi jarwadi lahir dari rahim ke pangkuan simbok. Tapi konon tidak sekarang saja saya menjadi beban orang tua, khususnya ibu. Sebelum terlahir kemuka bumi pun, Jarwadi yang masih orok sudah membebani si ibu selama sembilan bulan sepuluh hari sampai akhirnya si bayi sujar menjadi terkaget kaget dan lupa segalanya setelah lahir coer ke muka bumi. Sejak hari penting itulah seorang wanita kampung memulai memainkan peran baru sebagai seorang ibu. Menyandang panggilan baru dan berjuang atas NAMA IBU.

Saya termasuk orang yang tidak pernah percaya akan cinta sejati. Satu satunya cinta yang pernah ada bagi saya adalah cinta seorang ibu. Hanya seorang ibulah yang bisa melakukan apa saja demi cinta. Hanya seorang ibulah yang bisa memandikan sang anak, mengganti popok, menyuapi, meneteki dan segala tetek bengeknya dengan atas nama cinta. Kalau jalan terpanjang yang ada dipulau Jawa adalah Jalan Anyer Panarukan maka kasih sayang seorang ibu pasti lebih panjang lagi, begitu kata orang – orang.

Tugas mulia seorang ibu adalah mendidik anaknya. Membelalakan mata si Jarwadi lebih lebar untuk lebih banyak melihat dunia, tidak bosan bosan untuk menetah supaya lekas bisa berjalan, mengecup kening dan merangsang bibir bibir supaya bisa mengeja kata kata, memberi nutrisi yang baik, beberapa kali kunjungan dokter karena si Jarwadi kecil yang sering sakit sakitan dan sebangsanya telah dengan baik dilakukan simbok.

Berat sekali ya tugas seorang ibu. Kalau ada anak nakal biasanya pertanyaan yang keluar akan “Badung banget neh kampret, Siapa sih simboknya?”, “Idiiih bego banget kamu jadi boncel, emang dirumah tidak pernah disuruh belajar sama ibu kamu?”, “Niiiih anak jorok banget, dirumah punya Ibu ngga seh?”. Tidak terhitung pertanyaan dan kata kata orang yang menonjok hati seorang ibu dalam dalam. Tidak kebayang kalau orang orang ini diajak berganti peran untuk memainkan figur seorang ibu.

Begitu berat tugas dan tantangan seorang ibu. Di lingkungan tempat saya tinggal, peran dan tanggung jawab seorang ibu lebih berat lagi. Selain menjaga peranya sebagai gelandang depan dalam membesarkan dan mendidik anak anak supaya menjadi *orang*.

Baca lebih lanjut

Kapan Menikah?

Usia saya 28 tahun. Status TM. Tidak Menikah. Meskipun dari teman teman SD saya masih ada beberapa yang tidak Menikah, tetapi besok sore salah seorang teman SD saya akan sudah menikah. Dia adalah Suban. Selamat Menikah saja buat Suban. Kemudian urutan terdekat setelah Suban, saya menduka adalah Andi. Karena kabar-kabarnya dia sedang mengurus Surat Numpang Nikah.

Selama ini saya meyakini bahwa diantara teman dan geng, saya akan berada di antrian terakhir di pintu gerbang pernikahan. Dan kelihatanya keyakinan saya tersebut akan menjadi kenyataan, walaupun saya tidak sengaja mengusahakanya. Manipulasi adalah cara yang tidak saya sukai, kecuali kalau terpaksa.

Di lingkungan tempat saya hidup, menikah adalah status. Teman saya pernah berkata, menikah adalah sebuah gerbang. Entah apa yang dia maksudkan, sampai hari ini saya tidak pernah tahu.

Karena sebuah status, orang yang tidak menikah seperti saya mendapat tekanan sosial yang sangat besar. Selalu muncul pertanyaan, “Kapan Menikah”? Kalau Agus Ringgo menjawab, “maybe yes maybe no“. Kalau Adang Sudarman menjawab, “wah belum ada yang cocok”. Kalau Dini Restuti menjawab, “wah belum ada waktu”. Maka saya akan menjawab, “tidak ada perempuan yang suka pada saya”.

Saya suka dengan jawaban yang saya berikan. Jawaban ini tidak pernah diduga oleh siapa pun. Sehingga orang yang mendengar akan kaget dan tanpa sadar secepat mungkin menggunakan topeng empati. Maka kata-kata penghiburan untuk mengangkat semangat dan membuang sikap pesimis dari diri saya meluncur dengan merdu. Kata-kata mereka seperti musik jazz di telinga saya. Kadang enak didengar tapi saya tidak pernah bisa mencerna.

Banyak orang menasihati saya agar tidak pesimis. Dia menambahkan bahwa “elo kurangnya apa sih, pendirian kuat, fisik proporsional, wajah cute, dari keluarga baik-baik, pendidikan meyakinkan. Ya memang tidak ada yang kurang dari diri saya. Yang kurang hanyalah tidak ada perempuan yang suka pada saya?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keputusan saya untuk tidak menikah. Menurut saya kalau menanggapi kata orang, yang ada hanya serba salah. Kapan serba benarnya ya?  Bukan hanya orang tidak menikah saja yang mendapatkan tekanan sosial besar. Orang yang sudah menikah pun tetap mendapat tekanan sosial yang besar. Contohnya Aswinto, teman seperburuhan saya.  “Kapan punya momongan?”. Selanjutnya “Kapan si ucok punya adik?”. Dan terus seterusnya tanpa berkesudahan. Begitulah deraan orang-orang yang keputusanya datang dari tekanan sosial. (baca : orang lain)