Selamat Hari Blogger

Hihi, seharusnya sudah kemarin ya? Tidak apa-apa. Lebih baik terlambat daripada tidak mengucapkan selamat sama sekali. Tanggal 27 Oktober adalah Hari Blogger. Diperingati setiap tahun. Kadang ada tahun dimana hari blogger diperingati secara meriah dengan tumpengan dan berbagai acara. Tahun ini hari blogger tidak dirayakan dengan begitu sangat meriah.

Saya sendiri memperingati Hari Blogger dengan mengucapkan selamat di Twitter. Loh kok malah di Twitter? Makanya pagi ini saya membuat posting ini di blog ini. 🙂

Indonesia barangkali satu-satunya negara yang mempunyai Hari Blogger. Hari Blogger kalau tidak salah ditetapkan oleh Menkominfo, Bapak Muhammad Nuh. Hari Blogger ditetapkan pada tanggal 27 Oktober 2007 di acara Pesta Blogger 2007 di Jakarta.

Ingat kapan Hari Blogger ditetapkan mengingatkan saya akan masa-masa dimana dunia blogging masih gayeng. Ditengah gayengnya dunia blogging saat itu, saya pun jadi ikut-ikutan ngeblog. Dari mulanya hanya ikut-ikutan, blog membuat keasyikan tersendiri, sampai bisa dibilang saya gila ngeblog pada saat itu. Kalau sekarang saya sudah mulai waras. (baca: makin jarang posting blog dan lebih sering Facebook-an dan Twitter-an) 😀

Saat ini saya sudah lupa apa nama blog yang pertama kali saya buat, mungkin platform nya adalah blogspot. Bukan yang http://jarwadi.blogspot.com ya. Kalau itu adalah blog yang kesekian kalinya saya buat pada tahun 2007 an juga. Blog-blog saya saat ini ada sebagian yang masih saya isi konten. Salah satunya ini, http://jarwadi.me. Kebanyakan sudah tidak saya isi konten meski saat ini layanannya masih jalan. Blog yang sudah mati layanannya seingat saya diantaranya: blogsome, posterous, multiply, friendster dan lain-lain.

Blogger datang dan pergi silih berganti. Ada blogger-blogger yang sudah pensiun, sudah tidak begitu produktif dan blogger-blogger baru yang membawa semangat berapi-api. Yang menurut saya membedakan blogger dulu dan kini saya rasa adalah “ketulusan”. Blogger jaman menulis saja dengan motif menumpahkan unek-unek sampai-sampai hal remeh temeh banyak yang ditulis serius-serius. Saya sih tetap menulisnya enteng-enteng saja. Kalau blogger-blogger sedang baik mood nya ya tentu saja mereka menulis dengan semangat sharing. Blogger jaman sekarang menulis dengan motivasi yang lebih beragam, selain untuk curhat dan sharing, kini blog juga bisa digunakan sebagai ladang mencari rejeki. Nah! Yang terakhir ini saya juga pernah mendapatkan sedikit rejeki. Misal dari menang lomba blog, memasang backlink dan advertorial.

Oh iya,  dulu ada yang bilang blog adalah trend sesaat! Bener ngga ya?

Setidaknya sekarang masih bermunculan blogger-blogger baru, banyak komunitas blogger yang masih eksis. Bahkan platform blog baru pun bermunculan. Sebut saja Medium dan sejenisnya. 🙂

Sekali lagi: Selamat Hari Blogger

 

 

Kamu Juga Tahu Lagu Itu?

Saya tahu Siri yang terpasang di iPhone (iOS) sebagai personal digital assistant dengan kemampuannya berkomunikasi dengan pengguna dengan “bahasa sehari-hari” atau natural language saat ini belumlah sempurna.

Untuk beberapa perintah dasar seperti: memerintahkan Siri untuk membuatkan saya sambungan telepon ke pacar, memutar lagu-lagu yang terdapat dalam iPhone, menjalankan aplikasi, melakukan pencarian di internet, memang Siri sudah bisa melakukannya dengan cukup baik. Kendalanya paling-paling hanya kekurang mampuan Siri mengenali bahasa sehari-hari saya. Itulah kenapa saya terpaksa berlatih menekuk lidah untuk melafal bahasa ala Paman Sam. Selain tentu saja, dukungan Apple untuk mengenali lingkungan saya tidaklah sebaik apa yang sudah dilakukan Google saat ini.

Pasti bukan saya kalau tidak suka iseng. Di tengah-tengah kebebalan mengerjakan rutinitas, “keluguan” Siri sering menjadi sasaran iseng saya. Saya tahu Siri tidak bisa menyanyi (karena ia pernah menolak permintaan saya untuk menyanyi), nyatanya setelah saya paksa beberapa kali berakhirlah dengan ketawa-ketiwi seorangan mendengarkan Siri yang terbata-bata menyanyi untuk saya. Memenuhi permintaan saya membaca puisi pun Siri bisa lakukan. 😀

Ada kemampuan baru yang ditambahkan Apple kepada nona Siri dalam upgrade iOS 8 yang bulan lalu saya pasang. Kemampuan itu adalah kemampuan Siri mengenali lagu-lagu yang diperdengarkan. Beberapa lagu barat yang saya coba tanyakan kepada Siri bisa dijawabnya dengan baik. Iseng lagi menjajal telinga Siri dengan lagu-lagu Indonesia, ia pun berhasil mengenali lagu-lagu Chrisye, Nicky Astria dan lain-lain. Sedikit sayang, Siri belum mengenal lagu campur sari terhosor karya Manthous sang maestro. 😀

siri 01 siri 02btw Siri lucu ya 😀

Lapangan Udara TNI AU Gading, Tempat Keren untuk Lari / Jogging

Kemarin sore adalah yang keempat kalinya saya lari/jogging di Lapangan Udara TNI AU Gading, Gunungkidul, Yogyakarta. Minggu depan pasti yang ke-5 dan seterusnya saya akan jogging di sana.

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Lapangan Udara TNI AU Gading

Sebelumnya lintasan jogging favorit saya adalah jalan dari rumah saya di desa Grogol (Paliyan) ke selatan sampai Pasar Paliyan, sampai Puslatpur TNI AD, sampai bukit Sodong. Atau bolak-balik di sekitar kaki bukit Sodong, berhenti bila sudah sampai jarak tertentu. (baca: sudah lelah)

Selama bertahun-tahun jalan raya di sekitar Paliyan terasa bagus dan cocok untuk latihan lari/jogging karena bagi saya pemandangan alamnya yang indah. Kondisi jalanan yang berkelok dan naik turun juga memberikan sensasi tersendiri. Bila tidak mau dibilang melelahkan.

Tetapi akhir-akhir ini jalan raya dari Desa Grogol – Paliyan – Puslatpur TNI AD – Bukit Sodong agak kurang nyaman digunakan sebagai lintasan lari karena makin banyaknya kendaraan yang berlalu lalang di sana. Apalagi pada hari Minggu atau musim liburan. Ruas jalan itu menjadi sesak karena menjadi rute bus-bus wisata berukuran besar menuju pantai-pantai di Gunungkidul. Terasa sangat menyiksa bila ketika terengah ingin banyak-banyak menghirup nafas tiba-tiba terpapar asap hitam dari knalpot. Apalagi bus-bus yang suka sembarangan mengklakson siapa saja.

Hal ini membuat saya untuk berpikir mencari alternatif tempat jogging atau lintasan lari yang baru. Ada banyak alternatif seperti jalan-jalan di kampung-kampung, alun-alun Pemda Gunungkidul dan Jalan Baru. Sampai pilihan saya jatuh di Bandara/Lapangan Udara TNI AU Gading.

Di kompleks Lapangan Udara TNI AU Gading yang biasanya digunakan orang-orang untuk latihan lari atau jogging adalah landasan pacu pesawat terbang. Panjang landasan pacu pesawat terbang di Bandara TNI AU Gading hampir 1.5 km. Jadi bila berlari satu putaran maka akan mendapatkan jarak hampir 3 km.

Running Track di Bandara TNI AU Gading

Running Track di Bandara TNI AU Gading

Menurut saya ada beberapa hal yang membuat Lapangan Udara TNI AU Gading bagus untuk jogging. Utamanya adalah udara yang bersih bebas dari asap knalpot. Berlari di sana kita tidak perlu was-was tertabrak kendaraan bermotor, tentu saja. Bila berlari di jalan raya kadang-kadang kita tergelincir oleh jalanan yang rusak berlubang, di Laud Gading hal ini tidak akan terjadi. Landasan pacu dibuat dengan aspal terbaik yang sangat halus dan rata. Tak heran bila di sana terlihat ada orang-orang yang berlari telanjang kaki (bare foot running). Ini yang berbeda dengan lintasan jogging saya di Paliyan, landasan pacu pesawat tentu saja tidak berkontur naik turun. Ini menurut saya cocok bagi pelari pemula. Masalah pemandangan alam, Lanud Gading juga tidak kalah, alam terbuka di sana berlatarkan perbukitan jajaran Patuk.

Lari itu sendiri sudah menguras tenaga dan memeras keringat. Lari sendirian apalagi, menguras semangat. Berbeda dengan ketika saya jogging di kaki Bukit Sodong yang sepi.  Tiap sore ada banyak orang yang berolah raga di sana. Ada yang lari dan jogging seperti saya. Ada yang bermain sepedaan. Apa pula di sana yang sekedar berolah raga rohani dengan jalan-jalan dan foto-foto selfie. Keindahan yang terpapar di Lanud Gading barangkali mereka pikir mubadzir bila tidak menjadi konsumsi tangkapan lensa. 😀

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bila berolah raga di Lanud TNI AU Gading diantaranya adalah: dilarang merusak dan mencorat-coret, dilarang membawa kendaraan bermotor melampaui batas yang ditentutkan, dilarang membuang sampah sembarangan dan diharapkan segera meninggalkan area Lanud bila sudah petang. Kemarin sore saya sempat diingatkan oleh petugas karena pada jam adzan Maghrib saya masih duduk-duduk di sana sendirian menunggu keringat di badan kering.

IMG_0297.resized

Oh iya. Bagi Anda yang tinggal di Gunungkidul dan suka dengan jogging/lari, silakan bergabung di Group Facebook yang saya buat: GUNUNGKIDUL RUNNERS dan follow akun twitter: @Run_GK Mudah-mudahan kita bisa berbagi info-info tentang lari. Syukur-syukur bisa turut mengajak lebih banyak orang untuk berlari. 🙂