Cangkriman ing TVRI Yogyakarta

Wonten ing kalodangan meniko keparengo kulo nyerat posting mawi boso Jawi. Sedherengengipun kulo nyuwun agunging pangaksami mbokbilih kathah lepat wonten ing saklebeting seratan meniko. Nyuwun sewu meniko awit kulo piyambak ingkang awis-awis nyerat mawi boso Jawi, ugi cubluking seserapan babagan olah krida boso Jawi.

Mekaten, nembe mawon kulo,  bapak lan simbok kesengsem kalian bagus Angger Sukisno. Sinten Angger Sukisno meniko? Angger Sukisno injih meniko satunggaling pranata cara ing adicara Cangkriman ingkang kagiaraken dening TVRI stasiun Ngayogyakarto saben dinten Rabu tabuh enem sonten dumugi tabuh pitu. Injih Cangkriman meniko sakwijinipun acara arupi kuis kados ingkang limrah dipun pirsani wonten ing TV-TV nasional ingkang langkung kawentar.

Ingkang andamel Cangkriman benten lan peni katimbang kuis sanesipun, nggih meniko ing saklebeting kuis, Cangkriman dipun dherekaken nganggem boso Jawi kromo inggil saking purwo dumugi wusana tanpa sinelingan basa Indonesia punapa malih basa Inggris lan saben-saben kairingan dening sekar keroncong Jawi. Baca lebih lanjut

Duduk Dekat Pintu Darurat

Emergency Exit

Emergency Exit

Suatu penerbangan saya menuju ke barat dengan menggunakan maskapai yang bersemboyan “We Make People Fly” secara kebetulan menempatkan saya di salah satu kursi di dekat pintu darurat. (Emergency Exit) Saya memang tidak sempat memilih tempat duduk pada saat tergesa membeli tiket. Baca lebih lanjut

Memotret Orang Gila

Oleh si Bos saya kemarin ditanya, “(hari) Jum’at siang itu memotret acara apa? Kok, kelihatannya serius banget, sambil tergopoh gopoh berlari?” Saya cengar-cengir sambil menjawab, “Motret orang gila”. Si Bos tersenyum khas.

Foto-foto orang gila itu:

Reality Show 04

Reality Show 04

Reality Show 03

Reality Show 03

Reality Show 02

Reality Show 02

Reality Show 01

Reality Show 01

Semua foto orang gila yang berhasil saya potret dengan kamera ponsel yang saya bawa adalah yang saya upload di atas itu. Tidak ada shorting. Baik buruk atau bagus semuanya saya upload. Karena di situ saya benar-benar merasakan sensasi memotret yang mungkin tidak saya dapatkan di lain waktu.

Ngomong-ngomong, dalam etika fotografi, termasuk sopan atau tidak sopankah perbuatan memotret dan meng-upload foto-foto orang gila. Jangan-jangan posting ini termasuk perbuatan orang tidak waras-waras amat. 😀

Jarwadi Blog di Nokia Ovi Store

Akhirnya saya menghadirkan aplikasi di Nokia Ovi Store. Nama aplikasi yang saya pajang di ovi adalah Jarwadi Personal Blog. Sesuai namanya, aplikasi ini berisikan  konten yang terdiri dari blog ini  dan photo blog  saya di sebelah. Hal yang tidak kalah membanggakan selain nama saya bisa nampang di Ovi store adalah aplikasi ini saya buat dengan tangan saya sendiri. 😀

Kok tiba-tiba saya jadi pinter membuat aplikasi di handphone (mobile application)? Sabar. Nanti saya bagi rahasianya. hihi

Sekarang, bila Anda mempunya ponsel Nokia yang tidak jadul-jadul amat, tolong bantu saya test aplikasi ini. Aplikasi bisa di download di:

http://store.ovi.com/content/257500

Sejujurnya, saya membuat aplikasi ini sebatas bertujuan untuk mencoba layanan Nokia Ovi yang berfungsi untuk menfasilitasi agar semua orang, baik itu programer, developer, bukan keduanya, maupun rakyat jelata seperti saya bisa membuat aplikasi yang bermanfaat dengan mudah. Baca lebih lanjut

84th Academy Award 2012

Robert Altman, Meryl Streep, Lily Tomlin

Robert Altman, Meryl Streep, Lily Tomlin

Gambar diambil dari sini.

Daftar nominasi dan pemenang Academy Award ke 84 tahun 2012 yang diselenggarakan pagi tadi (minggu malam waktu Amerika sono) dapat dibaca di The 84th Annual Academy Awards.

Hihi, karena tidak langganan TV kabel sekaligus jam-jam tadi itu adalah jam kerja saya, maka saya pun hanya bisa sedikit-sedikit  melirik kegaduhan dan kesakralan academy award kemegahan itu melalui linimasa twitter.

Konon, Indosiar, TV lokal yang bisa ditangkap oleh antenna UHF dari tempat saya tinggal akan menyiarkan tayangan ulang (re-run). Masalahnya kapan jam berapa? Semoga saya bisa menonton Meryl Streep si Iron Lady.

Republik Twitter #republiktwitter

Poster Republik Twitter

Poster Republik Twitter

Cinta. Mondar-mandir di timeline. Kemudian turun ke hati. Begitulah yang terjadi pada Sukmo (Abimana Arya). Mahasiswa tingkat akhir di Jogja, twitter addict yang nekad ke Jakarta mengikuti logika hati untuk kopdaran dengan seorang wartawati tambatan hati yang bekerja di majalah Linimasa. Ia di twitter dikenal dengan jurnalis bawel, @dyahhanum.

Bukan sebuah perjalanan mulus menemukan cinta, alih-alih Sukmo malah menemukan keminderannya ketika di suatu Cafe dimana mereka janjian ketemu, ia melihat Dyah Hanum (Laura Basuki) jauh melebihi ekspektasinya. Cantik, sangat Jakarta dan terlihat  strata sosial tinggi. Sedang disamperin  cowo berkelas lagi. Ngga level, pikir Sukmo.

Sukmo pun mundur teratur urung menemui Hanum. Ia menjatuhkan diri dalam kegalauan. Dalam keputus asaan ia hanya bisa lunthang-lanthung, menumpahkan segala kekecewaanya dengan twit-twit galau.

Tanpa bermaksud mengejek Sukmo, saya diam-diam senyum-senyum seorangan di dalam gelap ruang bioskop sambil membatin, salah si Sukmo sendiri kenapa sejak awal memilih menggunakan account twitter @LoroSukmo. Dalam bahasa Jawa, loro sukmo berarti sakit jiwa. Baca lebih lanjut

Semangat Teknologi Open BTS

Saya kemarin hampir tidak bisa mengikuti demo dan tutorial Open BTS oleh kang Onno W Purbo di acara Jagongan Media Rakyat yang bertempat di kampus APMD Yogyakarta. Rencana saya untuk datang pagi-pagi mendadak batal karena urusan kerjaan dadakan pula. Saya baru bisa berangkat siang harinya dan bisa tiba di kampus setelah saya menunaikan shalat Jum’at lebih dulu. Padahal acara dijadwalkan selesai pukul 12:00. Untungnya pesawat yang membawa kang Onno dari Jakarta mengalami delay. Jadi saya masih bisa menyusul acara yang akhirnya selesai pada jam setengah empat. 🙂

Demo dan Tutorial Open BTS oleh Onno W Purbo

Demo dan Tutorial Open BTS oleh Onno W Purbo

Akhirnya saya bisa melihat dari dekat perangkat-perangkat open BTS dan mengikuti tutorial dan catatan-catatan pengembangan dan uji coba yang dilakukan oleh kang Onno dan teman-teman dari Internet Sehat. Mengenai teknologi Open BTS sendiri bisa dibaca di wiki yang ditulis kang Onno di sini. Tutorial Open BTS kemarin pun persis seperti yang bisa dibaca di wiki ini.

Bagi saya yang selalu menarik dari mendatangi tiap tatap muka tutorial demo workshop kang Onno adalah Baca lebih lanjut

Bakmi Jawa yang Enak di Wonosari, Dimana?

Bakmi Jawa

Bakmi Jawa

Kawan dari Cianjur (Jawa Barat) ketika semalam kami tawari ajakan makan memilih ingin mencicipi Bakmi Jawa. Ia penasaran dengan Bakmi Jawa asal Gunungkidul yang terkenal enak-enak.

Bicara kuliner malam khas Wonosari memang belum afdol tanpa mencicipi Bakmi Jawa. Bakmi Jawa ada dimana-mana di tiap sudut malam kota Wonosari dan sekitarnya. Mana yang enak?

Bibir saya hampir menyebutkan nama seorang tukang Bakmi Jawa di Piyaman Wonosari. Untungnya nama itu belum terlanjur terlisankan. Saya spontan teringat apa kata Herman Saksono. Apa yang membuat Bakmi Jawa khas adalah lidah tiap orang selalu berbeda dalam merasai Bakmi Jawa. Tidak ada selera umum yang menobatkan Bakmi Jawa yang paling enak dimana. Tidak ada hegemoni selera seperti Soto Tan Proyek untuk cita rasa persotoan, Pak Turut untuk persatean, Mbok Sidas untuk persambelgorengan, Yu Jum untuk pergudhegan dan sebagainya.

Foto di atas adalah Bakmi Jawa yang dimasak oleh chef Suradi yang mangkal di depan garasi bis Maju Lancar. Kalau lidah saya merasa bakmi jawa pak Suradi ini agak manis-manis gurih. Meski saya tidak suka manis pada makanan berasa gurih, toh saya melahapnya dengan tuntas. 😀

Kalau menurut Anda, Bakmi Jawa mana yang paling enak cocok dengan selera? Atau belum pernah mencicipi? Yuk bareng kulineran malam Wonosari. 🙂

Menilai Uji Kompetensi

Oleh corporate dimana biasanya saya nongkrong, saya dimintai bantuan untuk mewakili mereka memenuhi permintaan beberapa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk menjadi assessor eksternal (penguji dari industri) untuk Uji Kompetensi Produktif. Uji Kompetensi Produktif itu semacam tugas akhir untuk siswa-siswi kelas 3 SMK sebagai salah satu penentu kelulusan.

Menjadi penguji yang kerjanya menilai dan membubuhkan tanda tangan dan angka-angka itu seolah pekerjaan yang mudah. Menurut saya tidak demikian. Apalagi nilai-nilai yang akan diberikan ini sedikit banyak berpengaruh terhadap masa depan seseorang. Apalagi kali ini yang akan dinilai adalah kompetensi Multimedia. Yang mana sebagian yang dinilai adalah kemampuan seni. Bukan hanya teknik mengoperasikan software multimedia.

Jadi bagian kerja assessor adalah menilai karya seni siswa-siswi SMK? Ini mirip dengan mencicipi makanan. Selera (dan preferensi)  sangat menentukan. Jadi bagaimana bisa memberikan penilaian yang obyektif. 🙂 Ini menjadi beban moral tersendiri. Baca lebih lanjut

Orang Teknik Itu Lemah Administratif

Dalam rangka menyambut audit standar manajemen mutu, beberapa teman engineer saya pada beberapa malam belakangan ini bekerja lembur sampai larut malam. Bekerja lembur untuk beres-beres hal-hal yang bersifat administratif yang selama ini kebanyakan terbengkelai dan tidak rapi.

Di sela-sela kerja lembur itu seorang teman saya nyeletuk, “Orang teknik itu pasti lemah dengan hal-hal administratif.” Hmmm. Saya pun segera teringat pengalaman saya bekerja selama bertahun-tahun dengan engineer dan orang-orang teknik. Sependek yang saya ketahui memang hal-hal administratif sering jadi masalah. Bukan hanya masalah orang Indonesia yang dari sononya seolah lemah disiplin dan hal administratif. Beberapa teman engineer saya dari Jerman dan dari negara tetangga juga begitu.

Passion mereka memang lebih ke arah ekplorasi kemungkinan-kemungkinan baru untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan kongkrit secara rasional. Mereka berorientasi ke goal -nya. Dalam hal ini hal administratif seperti log book dan perangkatnya hanya tool saja. Yang barangkali dalam pikir mereka bisa digunakan dan bisa pula tidak.

“Orang teknik lancar ngerjain something administratif itu Banci. Bukan orang teknik sejati. Ngga gentle“, teman saya itu melanjutkan candaannya. Kami semua tertawa.

Alih-alih saya kira bukan hanya orang teknik saja yang lemah mengerjakan hal-hal administratif. Seniman, musisi, penyanyi pun demikian. Maka itu mereka butuh manager. Bener ngga sih