Memotret Orang Gila

Oleh si Bos saya kemarin ditanya, “(hari) Jum’at siang itu memotret acara apa? Kok, kelihatannya serius banget, sambil tergopoh gopoh berlari?” Saya cengar-cengir sambil menjawab, “Motret orang gila”. Si Bos tersenyum khas.

Foto-foto orang gila itu:

Reality Show 04

Reality Show 04

Reality Show 03

Reality Show 03

Reality Show 02

Reality Show 02

Reality Show 01

Reality Show 01

Semua foto orang gila yang berhasil saya potret dengan kamera ponsel yang saya bawa adalah yang saya upload di atas itu. Tidak ada shorting. Baik buruk atau bagus semuanya saya upload. Karena di situ saya benar-benar merasakan sensasi memotret yang mungkin tidak saya dapatkan di lain waktu.

Ngomong-ngomong, dalam etika fotografi, termasuk sopan atau tidak sopankah perbuatan memotret dan meng-upload foto-foto orang gila. Jangan-jangan posting ini termasuk perbuatan orang tidak waras-waras amat. 😀

Iklan

29 thoughts on “Memotret Orang Gila

  1. Dari sudut pandang pemotret, dia bilang “saya baru saja memotret orang gila”, sementara dari sudut pandang yang dipotret, dia bilang “ada orang gila baru memotret saya” 😀

  2. hahaha,… nyadar tho Mas. Saya paling sering hunting photo, naas pernah dialami. Dikejar orang tak waras yang dikira ingin membunuhnya, padahal cuma ngacungin kamera saku 😦

  3. Siapa tahu saja dia bukan seperti yang kita kira, mungkin kita bisa mentertawakan mereka tapi siapa tahu justru dia yang mentertawakan kita karena dia sedang menyamar. Joss tenan kang, mampiro nggonaku, aku ndas isih cenut-cenut dolanan blog ra iso-iso.

  4. Di mata saya yang hobby othak athik gathuk ala orang dulu, sepertinya itu bukan orang gila sembarangan, tapi merupakan kode alam yang harus ditafsir.Lihat payung yang di pakai, bisa dikatakan payung orang mati atau bisa juga payung kebesaran. warna biru dan kuning yang ia pakai untuk selempangan, juga karung putih di pundak, sepertinya itu tanda-tanda alam yang akan terjadi untuk saat-saat mendatang.

    • bisa jadi ditafsirkan bahwa kematian merupakan satu-satunya payung yang bisa mengayomi rakyat jelata dari dunia kegilaan.

      dirasakan negara dan pemerintah telah kehilangan fungsi mengayomi melindungi. pemerintah digambarkan dengan warna biru (the ruling party) yang dipakai oleh orang gila itu. 🙂

      ananging sumonggo, katuran menggalih …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s