It was Locallized, Try Original Sumatra Food!

This morning I had a nice gtalk chat with my India friend. Yes, its been six months since we had our last dinner in Bali.  Just as we used to, there’re many things to talk about, until he said that he loves Sumatra food:

he :

heh
I love sumatra food

me : 

I like sumatra food too
especially padang food (west sumatra)
have you ever visited sumatra?
he :
Nope, not yet!
me :
dont say you love sumatra food, if you never been there tried original sumatra taste :D
hehe
he :
Well, there’s a sumatra restaurant in phnom penh
the cooks are all sumatran
me :
here in yogyakarta, there’re many sumatra restaurants, but the taste have been localized
until one day I stepped foots there and got the original padang taste
he :
ah I see. :-)
lol, doesn’t that happen everywhere?
Kounila and I went to a Thai restaurant yesterday.
The food was more salty than we were used to
and the soup was served continental style
me :
that why you have to try the original sumatra food, soon!
***
:)
:-)

 

Iklan

Simpan Kerjaan Anda Sesering Mungkin

Sejak kemarin pagi, saya mengerjakan proyek kecil-kecilan, yaitu menyunting (editing) suatu bagian dari proyek video komunitas. Saya mengerjakanya tidak sendirian. Saya ditunggui oleh Director video komunitas itu. Director itu sekaligus teman akrab saya. Jadi meskipun berkerja sambil ditunggui itu bukan masalah. Saya malah bisa mendiskusikan banyak hal dengan dia, dari konsep video sampai ke hal-hal yang sangat teknis.

Semuanya lancar-lancar saja, sampai kira-kira jam setengah tiga siang. Ketika saya sedang optimis-optimisnya video itu akan selesai dikerjakan pada sore harinya, Sofware Video Editing (Adobe Premiere CS 3) yang saya gunakan “crash”.

Pikir saya, crash itu tidak akan membuat saya banyak kehilangan. Saya segera menghidupkan ulang Windows 7 dan Adobe Premiere CS 3 dan membuka kembali project itu. Ternyata file project itu berantakan. Saya masih berusaha mencari sesuatu di folder autosave -nya Premiere CS 3 itu. Saya mulai panik ketika mendapatkan di folder itu hanya ada satu file autosave untuk project yang saya kerjakan. File itu bertanda disimpan pada jam 10:47 pagi. Hawduuh. Saya memang tidak trouble shooting kenapa autosave tidak berjalan semestinya. Bukan komputer milik saya sih. 😀

Daripada makin emosi, saya berbicara dengan Director untuk berhenti melakukan penyuntingan dulu dan baru melanjutkan esok harinya. (maksudnya tadi pagi). Dan tadi pagi saya memulai project itu lagi. Tidak benar-benar dari nol sebenarnya. Mungkin mulai dari sekitar 30% -an. Dan siang ini sudah selesai. Alhamdulillah.

Insiden ini secara tidak sengaja mengingatkan saya akan suatu pengumuman yang banyak ditemukan di rental-rental komputer di kota Yogya pada sekitar tahun 1995-2000-an awal. “Simpan Perkerjaan Anda Sesering Mungkin“. 17 tahun kemudian, ketika masih menggunakan komputer Wind*ws, ternyata pengumuman itu masih relevan dan berharga. Iyah di studio dimana saya mengerjakan project social ini menggunakan komputer Windows dan Adobe Creative Suites. 😀

Selamat akhir pekan kawan. Semoga Malam Mingguan Anda (dan saya) tidak crash. 🙂

Sungguh-Sungguh Dalam Beribadah Jum’at

Mengerjakan apapun hendaknya dengan sungguh-sungguh. Apalagi menunaikan ibadah. Apalagi ibadah Jum’at yang wajib hukumnya bagi tiap laki-laki baligh yang sehat jasmani dan rohani. Sehat Jasmani dan Rohani, bukan? 🙂 Kalau dipikir-pikir, asalkan niatnya demi Alloh, apapun yang kita kerjakan merupakan ibadah ya.

Bisa dikatakan, saya kurang sungguh-sungguh dalam ibadah Jum’at pekan lalu. Saya terlambat. Khotib sudah membacakan doa begitu saya selesai shalat Tahiyatul Masjid. Artinya saya ketinggalan tidak mengikuti isi khotbah dari Pak Khotib. Jadi saya tidak bisa membagikan isi khotbah di blog ini seperti biasa. Keterlambatan saya kali itu murni karena kekurang sungguh-sungguhan saya. Jum’at kemarin merupakan hari libur yang saya habiskan di rumah dimana saya bisa leluasa mengatur waktu. Nyatanya terlambat. 😦

Insya Alloh, Jum’at kali ini saya tidak terlambat. Masjid dimana shalat Jum’at diselenggarakan ada di Lantai 1. Sementara saya sekarang mengetik posting ini di lantai 2.

Tantangan saya Jum’at ini adalah agar saya tidak mengantuk selama khotbah Jum’at. Sekarang rasa mengantuk itu sudah membelai. Mungkin karena semalam saya begadang. Dan tadi tidak mandi. Padahal mandi itu disunahkan sebelum shalat Jum’at ya. Doa saya, semoga dalam khotbah Jum’at nanti diisi oleh khotib-khotib yang inspiratif yang bisa menantang rasa ingin tahu dan rasa ingin menyimak semua jamaah Jum’at. Aamiin.

Setidaknya niat saya sudah sungguh-sungguh untuk bisa menunaikan ibadah Jum’at dengan sungguh-sungguh. 🙂

 

Internet Mudahkan Berbagi Kebaikan

Malam ini ada dua hashtag menarik di timeline twitter saya. #obsat yang kita ketahui sebagai obrolan langsat, yang malam ini sedang berbagi tentang bagaimana tidur yang baik. Satunya lagi adalah #RoFresh untuk RotiFresh Semarang yang berbicara tentang distribusi musik digital dan social media.

Kedua acara itu memang berada di tempat yang berbeda, #obsat bertempat di rumah langsat, di jalan Langsat, di Jakarta sana, sedangkan RotiFresh Semarang, ya saat ini sedang diselenggarakan di Semarang. Persamaan dari keduanya adalah kegiatan berbagi ide, pengetahuan, opportunity dan kadang-kadang juga doorprize dan quizz secara off line. Keduanya juga lahir dari dan dibidani dan tumbuh dengan komunitas online. (internet)

Selain #obsat dan #RoFresh sebenarnya ada banyak sekali gerakan dan kegiatan berbagi semacam ini, sebut saja #AkademiBerbagi, #Obeng, #ObrolanSMG, TEDX dan lain-lain. Semua yang saya sebut ini mempunyai semangat utama yang sama yaitu berbagi dan internet.

Saya perhatikan, tetapi ya sependek pengamatan saya, internet itu lebih banyak memudahkan orang untuk berbagi kebaikan. Berbagi melebihi sekedar file sharing. Apalagi file sharing semacam download film, musik, software dan hal illegal yang lain. Memang benar internet juga memudahkan orang untuk berbagi kejelekan dan kejahatan. Namun saya belum pernah melihat komplotan jahat di internet melahirkan komunitas dan gerakan jahat secara off line secara terang-terangan seperti halnya RotiFresh, Akademiberbagi, Obeng, Obsat dan sejenisnya.

Melihat maraknya kegiatan/gerakan berbagi semacam ini mengingatkan saya akan suatu pendapat. Untuk melawan keburukan di internet, pornografi misalnya, kita tidak perlu melakukan penyensoran dan pemberangusan. Melainkan membuat tandingan dengan membuat konten-konten positif. Bila konten positif makin banyak, dengan sendirinya konten negatif akan makin tenggelam. Benar juga ya! 🙂

Anda pernah ikut kopdar komunitas yang merupakan perpanjangan komplotan jahat di Internet?

Wishing Sweet Moment Last Longer

Hot Poci Tea made by hands of Pak Beder

Hot Poci Tea made by hands of Pak Beder

A tea pot and cup serving jasmine fragrance hot black tea raw rock sugar sweetened is often friends me spending night. I love enjoying jasmine tea at any time, mostly at night. And this one was pictured at last Sat night, with a friend at downtown side of Wonosari.

I might tell you that this served jasmine fragrance hot  black tea has the best taste in town. This one is a quality taste composed by famous ‘jayeng*‘ ‘s hands, Mr. Beder. He is welknown named Pak Beder.

I once asked him his secret tea recipe, with curved lips he gave me a chance to eager to try. Here I share with you: each a serving tea pot, make sure it filled with half more well boiled water, make sure the boiled water is filtered to avoid calcareous, add a table spoon of Teh Tang and two table spoon of Teh Pecut, (Both Teh Tang Super and Teh Pecut are merk of local tea) wait a few minutes before served. And don’t forget, the best taste of this jasmine tea recipe only matchs if sweetened with high quality raw rock sugar. (gula batu)

So, enjoy your tea time! Enjoy your sweet moment! But be remember, to much sweet tings will kill. Thats why I removed some parts of raw rock sugar out of the tea cup. 🙂

***

*jayeng is, ussually a man, that his work is to prepare high quality tea serving, either for daily or local party purposes. I think as Barista does with his coffee.

Demo Anti Kenaikan Harga BBM

Sampai saya mengetik tulisan ini, jam menunjukan setengah sembilan malam, terlihat siaran langsung di TV, demonstran penolak kenaikan harga BBM belum sepenuhnya bubar. Rupanya semangat dan stamina demontran pada hari ini masih cukup bagus. Demonstrasi besar hari ini cukup merata tidak hanya di ibu kota, tetapi juga di kota-kota lain.

Hanya yang banyak disayangkan adalah terjadinya beberapa aksi anarki dan pengrusakan oleh ‘oknum’ demonstran. Kalau tiap kali ada polisi yang bertindak tidak prosedural kemudian perwira polisi dalam konferensi persnya menyebutnya sebagai ‘oknum’, maka boleh dong, masyarakat menyebut demonstran yang merusuh itu sebagai oknum demonstran. Akan tetapi mau tidak mau ulah anarki oknum demontran ini menurunkan simpati masyarakat tiap kali ada demo. Lihat saja nyinyir dan sinisme yang bertebaran di twitter sejak semalam.

Saya sendiri tidak akan menyalahkan nyinyir dan sinisme yang timbul di masyarakat. Saya paham bagaimana rasanya jalanan jadi macet karena demo, kerusakan fasilitas umum, korban di pihak masyarakat yang tak berdosa dan lain-lain.

Di sisi lain saya 100% mendukung semua aksi demo. Tentu saja semua demo yang digerakan oleh nurani dan tanggung jawab sosial pemuda-pemuda terpelajar seperti mahasiswa. Bukan demo-demo bayaran. Makin banyak mahasiswa berdemo makin baik menurut saya.

Demo, dengan segala efek sampingnya, sampai saat ini masih saya pandang sebagai cara yang paling efektif untuk menyampaikan aspirasi. Pemerintah masih belum mampu menerima aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang lebih santun. Aspirasi yang disampaikan dengan santun kebanyakan hanya dicuekin. Berbeda dengan demonstrasi yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan. Begitu korban jiwa berjatuhan dan kerusakan menjadi-jadi, di blow up oleh media sampai menjadi buah bibir semua orang, pemerintah baru berusaha benah-benah. Ingat peristiwa Mesuji dan rusuh di NTT belum lama ini.

Saya sendiri termasuk yang setuju dengan kenaikan harga BBM sekaligus yang setuju dengan aksi demonstrasi anti kenaikan BBM. Kenapa?

Karena dengan dinaikanya harga BBM yang menurut hitung-hitungan pemerintah untuk menyelamatkan APBN bukan berarti masalah selesai sampai di situ. Ada banyak permasalahan yang perlu dibenahi. Misalnya Undang-Undang yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam yang kurang selaras dengan UUD, pembangunan infrastruktur, kompensasi bagi kaum duafa, manajemen energi dan lingkungan, dan lain-lain. Menurut saya di sinilah demontrasi anti BBM akan berperan. 🙂

Andaikan kebanyakan masyarakat setuju dengan kenaikan harga BBM sampai hanya menyisakan sedikit orang berunjuk rasa, menurut saya pemerintah hanya akan berhenti sampai harga bensin solar dinaikan. Sederet permasalahan yang telah ada maupun ikutan dari kenaikan harga BBM akan dibiarkan saja. Apriori sekali sih pendapat ini.

Bagaimana pendapat Anda?

Repot Mati Listrik

Itu salah satu tweet keluhan saya akan mati listrik yang terjadi pada hari Minggu kemarin. Listrik mati sebenarnya bukan hal yang baru di daerah dimana saya tinggal. Sudah menjadi hal lumrah. Lumrah yang tidak mudah bisa saya terima. 🙂

Kematian listrik yang terjadi kemarin ini saya rasakan lebih dari biasanya. Ibu saya sedang sakit. Saya harus mengambil alih beberapa kerjaan yang biasanya diselesaikan secara otomatis oleh beliau. Mari kita lihat bagaimana kematian listrik itu mempengaruhi kehidupan keluarga saya.

Air. Kebetulan air ditampungan air menipis. Artinya saya harus menimba air dengan kerekan untuk mencuci piring, gelas, perkakas dapur, mencuci pakaian, mandi, memberi minum kambing dan sapi, dan lain-lain. Untungnya di sumur keluarga masih terpasang kerekan yang masih berfungsi. Bagus, sekaligus buat olah raga minggu.

Untuk menanak dan memanaskan nasi, lauk pauk dan air. Listrik mati membuat rice cooker dan warmer tidak berfungsi. Saya harus melakukannya di atas kompor. Apesnya, gas di dapur habis dan saya harus membeli dulu. Kayu bakar sebenarnya tersedia, akan tetapi karena hujan selama beberapa hari membuat kayu bakar basah dan susah dijadikan bahan perapian. Pernah suatu kali gara-gara mati listrik dan tidak ada orang di rumah, nasi di dalam warmer menjadi basi.

Setrikaan. Sebagai happy single saya banyak mengerjakan setrikaan sendiri. Lagi-lagi karena mati listrik, saya tidak bisa mengerjakan sampai listrik nyala lagi.

Laptop, Handphone, Komputer. Laptop dan Handphone tidak ada masalah karena paginya sudah saya charge. Masalahnya untuk terkoneksi ke internet. Modem dan wireless router tidak disambungkan ke battery backup. Kalau mau online solusinya menggunakan GSM/3G Modem.

Musik. Saya ingin menghangatkan diri di rumah dengan suara musik riang di hi-fi stereo deck. Kalau listrik mati begini tetapi masih mau mendengarkan musik, pilihanya dengan mencolok earpeace di telinga. 🙂

Ayah saya kemarin ingin merontokan padi dan biji jagung dari tongkolnya. Apadaya motor listrik yang mentenagai kedua alat perontok itu dengan absennya aliran PLN.

Akan ada banyak sekali bila semua masalah akibat mati listrik saya tulis satu-satu di sini. Perlu diketahui di pedesaan seperti di daerah dimana saya tinggal ini, PLN selalu punya alasan untuk tiap mati listrik. Entah itu ada pohon tumbang menimpa jaringan tegangan tinggi, perawatan jaringan, travo terbakar, ah sudahlah ….

Diomongin sampai panjang pun tidak akan ada pengaruhnya bagi perbaikan kualitas listrik PLN dalam waktu dekat. Haruskah saya membeli battery back up raksana, atau portable genset. Eh tapi sebentar lagi harga BBM resmi dinaikan pemerintah. Bagaimana kalau dengan Chemically Assisted Nuclear Reaction? 😀

Masalah listrik, deritanya tiada akhir. Tapi kenapa orang tidak jadi benci listrik kemudian meninggalkannya. Move on ke sumber energi yang lebih reliable. Anehnya juga ketika masalah listrik tidak kunjung ada solusi begini, saya masih bisa menghayal untuk membangun sebuah smart house. 😀

Saya sudah banyak menulis hal ini di blog ini. Eh harusnya saya memberikan link-link tulisan mati listrik saya terdahulu agar blog saya ini lebih SEO friendly. Tapi sudahlah …