Internet Mudahkan Berbagi Kebaikan

Malam ini ada dua hashtag menarik di timeline twitter saya. #obsat yang kita ketahui sebagai obrolan langsat, yang malam ini sedang berbagi tentang bagaimana tidur yang baik. Satunya lagi adalah #RoFresh untuk RotiFresh Semarang yang berbicara tentang distribusi musik digital dan social media.

Kedua acara itu memang berada di tempat yang berbeda, #obsat bertempat di rumah langsat, di jalan Langsat, di Jakarta sana, sedangkan RotiFresh Semarang, ya saat ini sedang diselenggarakan di Semarang. Persamaan dari keduanya adalah kegiatan berbagi ide, pengetahuan, opportunity dan kadang-kadang juga doorprize dan quizz secara off line. Keduanya juga lahir dari dan dibidani dan tumbuh dengan komunitas online. (internet)

Selain #obsat dan #RoFresh sebenarnya ada banyak sekali gerakan dan kegiatan berbagi semacam ini, sebut saja #AkademiBerbagi, #Obeng, #ObrolanSMG, TEDX dan lain-lain. Semua yang saya sebut ini mempunyai semangat utama yang sama yaitu berbagi dan internet.

Saya perhatikan, tetapi ya sependek pengamatan saya, internet itu lebih banyak memudahkan orang untuk berbagi kebaikan. Berbagi melebihi sekedar file sharing. Apalagi file sharing semacam download film, musik, software dan hal illegal yang lain. Memang benar internet juga memudahkan orang untuk berbagi kejelekan dan kejahatan. Namun saya belum pernah melihat komplotan jahat di internet melahirkan komunitas dan gerakan jahat secara off line secara terang-terangan seperti halnya RotiFresh, Akademiberbagi, Obeng, Obsat dan sejenisnya.

Melihat maraknya kegiatan/gerakan berbagi semacam ini mengingatkan saya akan suatu pendapat. Untuk melawan keburukan di internet, pornografi misalnya, kita tidak perlu melakukan penyensoran dan pemberangusan. Melainkan membuat tandingan dengan membuat konten-konten positif. Bila konten positif makin banyak, dengan sendirinya konten negatif akan makin tenggelam. Benar juga ya! 🙂

Anda pernah ikut kopdar komunitas yang merupakan perpanjangan komplotan jahat di Internet?