SehatQ Portal Kesehatan Terpercaya untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Kita

Setiap orang berhak untuk hidup sehat dan mendapatkan informasi kesehatan yang terpercaya, dari sumber yang kredibel, mudah diakses kapan saja, dan darimana saja.

Informasi kesehatan yang berkualitas menurut saya penting karena merupakan pijakan mendasar bagi kita untuk dapat menjalankan kewajiban menjaga, merawat dan meningkatkan derajat kesehatan.

Bisa dibayangkan apa akibat dari informasi yang kurang tepat apalagi salah dengan nutrisi dan keseimbangan gizi, penanganan dan pertolongan pertama di rumah ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit, dan atau penggunaan suplemen yang berlebihan dan tak sesuai kebutuhan karena trend yang dibangun oleh iklan-iklan gaya hidup di media.

Kemudahan mengakses informasi melalui internet telah banyak membawa dampak bagi kesehatan manusia. Dampak itu bisa dilihat dari perubahan cara bekerja, perubahan gaya hidup, cara baru dalam mengkonsumsi informasi dan tak terkecuali adalah cara kita mengakses informasi kesehatan.

Di era internet kita dibanjiri berbagai macam informasi. Salah satunya adalah informasi tentang kesehatan yang kali ini sedang saya bicarakan. Banjir informasi utamanya tentang kesehatan tak jarang membuat kita gagap, bingung, dan kadang menyesatkan.

Baca lebih lanjut

Simple Core Training untuk Pelari Jarak Jauh

Memasuki program persiapan inti untuk sebuah perlombaan lari jarak jauh, umumnya kita akan melakukan sejumlah penyesuaian latihan. Penyesuian – penyesuaian itu di antaranya: intensitas latihan yang lebih terpolarisasi, mileage yang lebih tinggi, pola istirahat, nutrisi, dan yang tak kalah penting adalah Strength Training.

Pada masa persiapan umum, umumnya strength training akan menyasar keseluruhan tubuh (full body workout), dan memberi fokus latihan untuk menambal sisi-sisi lemah pada bagian tubuh tertentu. Strength Training akan dirancang untuk memberikan penguatan pada bagian lower body bila misalnya seorang pelari ditemukan mempunyai angkle yang tidak terlalu kuat.

Sukses lomba lari jarak jauh seperti marathon adalah suatu lomba yang keberhasilannya paling banyak ditentukan oleh kemampuan aerobic. Tak heran bila dalam mendesain sebuah program latihan, apa yang menjadi fokus adalah peningkatan kapasitas aerobic. Waktu latihan akan lebih banyak dialokasikan untuk jenis-jenis latihan seperti easy run, long run, speed workout, dan sejenisnya.

Konsekuensinya alokasi waktu dan fokus untuk strength training, flexibility, agility dan sejenisnya harus berkurang. Berkurang bukan berarti dihilangkan. Akan tetapi dalam periode ini kita akan mengambil jenis strength training yang paling esensial (core training), didesain dengan jenis latihan yang tidak menghabiskan banyak waktu, tidak banyak menghabiskan cadangan energi, dan tidak berpotensi untuk menimbulkan terlalu banyak peradangan otot (sore muscles).

Berikut ini saya ambilkan beberapa contoh core training tergartet yang didesain oleh NN Running Team.

 

 

Review AKG N20, In Ear Headset Berfitur Basic Dengan Kemampuan Reproduksi Suara Mengagumkan

Sejujurnya saya tidak pernah berencana untuk membeli headset AKG N20. Sebelumnya pilihan saya sudah mantab dengan JBL Endurance Jump. Sebuah wireless sport headset yang sedianya akan saya gunakan sebagai pengusir kebosanan dalam latihan marathon yang menjemukan.

Semua bermula ketika saya mencoba beberapa jenis headset yang terpajang di JBL Outlet Ambarukmo Plaza. Berbekal dengan sebuah smartphone Zenfone 5 dan aplikasi Spotify Premium saya mencoba mulai dari JBL Inspire 700, JBL E25BT, JBL Endurance Run, AKG Y10, AKG N20U, AKG N20 NC, AKG N20LT dan beberapa jenis headset in ear lainnya.

Suara vokal Zayn & Sia yang mengalunkan Dusk Till Dawn ke telinga saya melalui AKG N20 membuat saya mulai jatuh hati. Dengan headset ini saya memutar lagu ini sekali lagi, dengan streaming quality saya set: very high. Kali ini telinga saya mendapatkan suara Zayn rasanya terdengar lebih seksi sekaligus greget.

Makin penasaran dengan kemampuan AKG N20 mereproduksi suara vokal, nada-nada menengah yang kaya, nada-data treble yang menurut saya diamond cut precicion, serta nada sub bass yang mendebarkan membuat saya mencoba beberapa lagu seperti Hotel California (Eagle), Black Magic Woman (Santana), My Love is your Love (Whitney Houston), dan Mengapa (Nicky Astria). Baca lebih lanjut

Pentingkah Kita Membeli Nike Zoom Pegasus 36

Sempat galau akankah kali ini saya kembali memilih Pegasus 35 atau mencoba menjatuhkan pilihan kepada Nike Zoom Pegasus 36 yang baru.

Sejatinya tidak ada perbedaan mencolok di antara kedua sepatu lari ini. Setidaknya menurut yang saya baca dari web Nike.com. Nike sebatas memberikan beberapa update minor yang nampaknya tidak akan banyak mempengaruhi keseluruhan pengalaman pengguna. Rumornya update besar-besaran baru akan diberikan untuk edisi tahun depan, yaitu Pegasus 37.

Di pasaran Indonesia, sepasang Pegasus 36 dibanderol dengan harga Rp 1.799.000,-. Sama persis dengan harga baru Nike Zoom Pegasus 35 setahun yang lalu. Sementara saat ini Pegasus 35 di beberapa store sudah dijual dengan harga diskon, menjadi sekitar Rp 1.400.000,-

Bagi pelari rekreasional yang sensitif dengan harga seperti saya, selisih harga hampir Rp 400,000,- inilah yang membuat galau. Saya sempat berpikir bila saya kembali membeli Pegasus 35, maka dengan membelanjakan uang yang sama saya sudah mendapatkan sepasang sepatu daily trainer + sepotong running short, atau sepasang sepatu daily trainer + sepotong running jersey.

Baca lebih lanjut

ASUS Semakin Unstoppable Dengan Sederet Inovasi di Lini Laptop Gaming

Untuk kedua kalinya dalam tahun ini saya dan rekan-rekan BLUS berkesempatan untuk menghadiri 2 event besar yang diselenggarakan oleh ASUS Indonesia. Bertempat di Grand Ballroom Pullman Central Park event yang terselenggara pada tanggal 10 Juli 2019 kali ini bertajuk Be Unstoppable.

Sebagai anggota komunitas Blogger ASUS atau yang keren disebut BLUS tentu saya dan teman – teman sudah mendapatkan beberapa clue mengenai event ini. Be Unstoppable kurang lebih merupakan momentum ASUS untuk menunjukkan sejumlah inovasi yang berhasil diciptakan oleh perusahaan Komputer terkemuka ini di bidang desain Laptop Gaming berteknologi terbaru. Be Unstoppable merupakan tema yang menurut saya berusaha mengirimkan pesan k bahwa tak ada apapun yang bisa menghentikan ASUS dalam berinovasi. Baca lebih lanjut

Fitur-Fitur Baru Garmin FR 45/45s yang Tidak Tersedia di FR 35

Baru-baru ini Garmin mengeluarkan beberapa produk sportwatch terbaru. Sportwatch itu adalah Garmin FR 45, FR 245, dan FR 945 Triathlon edition. Dari ketiga sportwatch baru itu yang bagi saya paling menarik adalah FR 45.

Alasan menarik bagi saya tentu saja sangat subyektif. Dibanderol dengan harga sub US$ 200 bagi saya FR 45 menjadi sportwatch yang affordable bagi kebanyakan pelari hobi.Tepatnya berbanderol US$ 199 praktis sportwatch terbaru ini lebih murah dibandingkan sepasang sepatu lari.

Begini, harga sepasang sepatu lari berkisar antara US$ 100 – 250, dengan pemakaian ala saya bisa dipakai sampai 6 bulan. Sebuah sportwatch entry level dengan harga sub US$ masih bisa dipakai dengan baik sampai 24 bulan atau 2 tahun atau lebih. Baca lebih lanjut

Grab Berkomitmen Mengantar Indonesia dengan Kekuatan Teknologi Ekonomi Digital

Terlepas dari sejumlah solusi yang ditawarkan kepada masyarakat, kehadiran platform aplikasi pemesanan kendaraan tidak serta merta diterima oleh segenap lapisan masyarakat dengan baik.

Hal itu bisa dilihat sejumlah penolakan yang dilakukan oleh ojek-ojek pangkalan di berbagai tempat. Sejumlah pihak pun mulanya menyangsikan banyak hal seperti keamanan, keselamatan, dampak sosial, persaingan yang tidak sehat dengan penyedia transportasi konvensional, dan lain – lain.

Pun ketika Presiden Joko Widodo sejak awal telah menyambut baik kehadiran industri kreatif berbasis digital dan industri 4.0. Pihak pemerintah tidak serta merta menindak lanjuti sambutan baik Presiden dengan menyiapkan perangkat regulasi dan peraturan mengenai platform aplikasi pemesanan kendaraan secara daring.

Memang, saat itu banyak orang -termasuk saya- masih gagap melihat kemana industri dan platform transportasi online mengarah.

Meskipun kehadirannya mendapat sambutan meriah di berbagai kota, belum banyak orang yang bisa memprediksi masa depan industri ini. Banyak orang masih menganggap antusiasme terhadap moda transportasi online bagaikan buble. Baca lebih lanjut

Sleman Temple Run 2019, Mau Ikut Kategori Apa?

Sleman Temple Run 2019 (STR 2019) akan kembali diselenggarakan pada pertengahan bulan depan. Event yang akan dilaksanakan pada Minggu, 14 Juli 2019 ini akan menjadi gelaran Sleman Temple Run untuk yang ke-5 kalinya.

Saya sendiri pernah mencicipi event lomba lari semi trail yang mengambil rute di wilayah timur Yogyakarta itu pada Sleman Temple Run 2016. Pada Sleman Temple Run 2017 saya tidak bisa berpartisipasi. Sedangkan pada Sleman Temple Run 2018 saya memilih untuk menjadi penonton, menyemangati kawan-kawan saya dari berbagai komunitas yang berpartisipasi dengan cheering di finish line.

Telah diselenggarakan untuk kesekian kalinya saya melihat Sleman Temple Run sudah banyak berubah dibandingkan ketika saya berpartisipasi. Perubahan itu bisa dilihat mulai dari perpindahan race village dari kompleks Taman Tebing Breksi ke Kawasan Candi Banyunibo. Kategori lomba yang dulu hanya tersedia kategori 8K kini telah memperlombakan kategori 7K, 13K dan 25K. Kategori lomba yang beragam dimaksudkan untuk mengakomodasi kebutuhan pelari yang baru berkenalan dengan trail sampai dengan para pelari berpengalaman yang menginginkan perlombaan yang lebih menantang. Baca lebih lanjut

Asus Zenfone 6 2019 Resmi Meluncur, Apa Menariknya?

Gearbest-Asus-Zenfone-6-Special

Saya sudah sering mengatakan: smartphone flagship selalu asyik untuk diperbincangkan dan dikuliti tetapi belum tentu bisa dibeli dengan menyenangkan. Smartphone flagship tentu saja sangat asyik untuk dimiliki, apalagi bila kita bisa memilikinya tanpa membelinya.

Asus Zenfone merupakan produk favorit yang saya kompilasikan dalam tulisan saya di my-best.id di artikel: 9 Produk Pendukung untuk Pelari Pemula.

Asus telah secara resmi meluncurkan sebuah smartphone flagship, Asus Zenfone 6, pada tanggal 16 Mei 2019, di kota Valencia, Spanyol. Sayang sekali acara peluncurannya kebetulan tengah malam waktu Indonesia. Sehinga saya tidak bisa menonton acara launching tersebut secara live. Saya baru menonton video peluncuran Zenfone 6 2019 keesokan harinya melalui youtube.

Bagi yang sampai saat ini belum sempat menonton, jangan khawatir, Anda masih bisa menontonnya dalam video youtube berikut:

Batere Berkapasitas 5.000 mAh dan Camera Flip On 48 MP

Menggunakan SoC Qualcomn Snadragon SD 855 dan RAM setidaknya 6 GB, Asus Zenfone 6 tidak membuat saya terkejut. Karena saya yakin itu merupakan standard setiap smartphone high end yang dirilis pada tahun ini. Kecuali iPhone bisa dipastikan semua flagship dari merk lain akan menggunakan SoC terbaru dari Snapdragon ini dan menggunakan RAM dengan besaran yang kurang lebih sama, antara 6 GB sampai 12 GB. Baca lebih lanjut

Borobudur Marathon 2019 Perkenalkan Sistem Ballot, Apa saja yang perlu diketahui?

Menjelang perlombataan Borobudur Marathon 2018 pada tahun lalu saya pernah menuliskan beberapa fakta baru yang perlu diketahui di event marathon yang menjadi impian banyak orang itu.

Mumpung sedang hangat – hangatnya kali ini saya akan menuliskan satu lagi fakta mengenai Borobudur Marathon. Fakta baru itu adalah penggunaan ballot atau undian di Borobudur Marathon 2019.

Mulai menerapkan ballot pada tahun 2019, Borobudur Marathon beranjak menyejajarkan diri dengan perlombaan – perlombaan marathon besar dunia dan merupakan yang pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ini.

Menurut race director Borobudur Marathon, Andreas Kansil, alasan penerapan ballot atau undian adalah antusiasme masyarakat pelari yang amat besar untuk berpartisipasi dalam event marathon di Jawa Tengah ini. Sedangkan di sisi lain dengan pertimbangan kapasitas kompleks Candi Borobudur, jalan – jalan yang digunakan sebagai rute di sekitar Borobudur dan infrastruktur pendukungnya hanya cukup untuk 10.000 pelari. Memaksakan untuk menambah jumlah peserta bisa berakibat kepada kenyamanan pelari dan penurunan kualitas lomba secara keseluruhan.

Sistem ballot diharapkan memberikan kesempatan yang sama kepada semua pendaftar Borobudur Marathon 2019. Setiap calon pendaftar Borobudur Marathon tidak perlu saling berebut dan beradu cepat dalam mendaftar. Selama mematuhi semua peraturan dan mendaftar pada jadwal yang telah ditentukan semua akan mendapatkan peluang dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan slot Borobudur Marathon 2019.

Berikut ini beberapa hal penting yang perlu diketahui mengenai sistem ballot Borobudur Marathon 2019: Baca lebih lanjut

Review Mandiri Jogja Marathon 2019, Lebih Baik Namun Belum Baik

Sebetulnya kali ini saya tidak cukup ‘eligible’ untuk mereview perhelatan marathon Mandiri Jogja Marathon 2019. Karena berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya yang mana saya selalu ikut kategori marathon, kali ini saya turun di kategori half marathon. Jadi dalam tulisan ini saya akan lebih banyak menceritakan tentang pengalaman saya mengikuti event yang selalu dihelat pada bulan April setiap tahunnya ini.

Lomba pada tanggal 28 April 2019 pekan lalu di Mandiri Jogja Marathon 2019 merupakan half marathon kedua saya. Half pertama dimana saya memerawani ketegori lomba ini terjadi pada 3 tahun lalu di Jakarta Marathon 2016. Menuntaskan perlombaan pada pekan lalu membuat saya bisa merasakan perbedaan antara dua half marathon yang pernah saya ikuti.

Pada half marathon pertama, saya merasakan betapa diri ini begitu larut dalam euforia lomba. Berlari sepenuhnya mengandalkan andrenalin tanpa didukung oleh strategi lomba dan program latihan yang terstruktur.

Meskipun sama – sama tidak didukung dengan program latihan yang terstruktur, half marathon kedua bisa saya bawakan dengan rileks. Karena sejak awal saya memang sama sekali tidak membebani lomba kali ini dengan target apapun. Tidak ada misi pemecahan personal best seperti ketika saya mengikuti full marathon di Jakarta Marathon 2017, Jogja Marathon 2018 dan Borobudur Marathon 2019. Keinginan saya sepenuhnya ingin menikmati sepanjang lomba. Baca lebih lanjut

5 Alasan Untuk Mengikuti Jakarta Marathon 2019

Foto diambil dari FP Jakarta Marathon

Ada semacam pameo: Jakarta Marathon, lomba lari yang banyak dicaci sekaligus banyak dinanti.

Saya pertama kali mengikuti Jakarta Marathon pada tahun 2016. Saat itu saya mengikuti kategori Half Marathon. Tahun berikutnya saya mencoba naik kelas dengan mengikuti kategori full marathon di Jakarta Marathon 2017.

Pengalaman saya mengikuti Jakarta Marathon tidak semuanya manis. Memang saya berhasil mencetak Personal Best di kategori half pada Jakarta Marathon 2016 (1.42) dan memperbaiki catatan waktu marathon pada percobaan saya di Jakarta Marathon 2017 (4.27). Namun ada beberapa hal yang membuat hati saya jengkel ketika turun di event marathon di ibukota itu. Hal-hal menjengkelkan seperti tersesat/salah jalur di suatu persimpangan yang tidak dijaga marshal (Jakarta Marathon 2016), antrian toilet dan drop bag yang mengular di race central, rute yang tidak steril, dan yang paling menyakitkan adalah saya terlambat start marathon karena waktu start kategori marathon diajukan 10 menit lebih cepat dari jadwal (Jakarta Marathon 2017). Baca lebih lanjut

Membangun Running Endurance Bagi Pelari Pemula

Mendapat pertanyaan bagaimana cara melatih daya tahan berlari atau running endurance membuat saya bingung. Saya memang sudah menyelesaikan beberapa kali marathon, namun sampai sekarang saya belum merasa mempunyai cukup daya tahan atau endurance yang baik. Saya selalu terngiang betapa lelah lahir batin campur aduk di sepanjang sepertiga terakhir lintasan perlombaan demi sekeping finisher medal.

Mundur ke belakang, kira-kira ke 5 tahun yang lalu, tepatnya September 2014, ketika saya mencoba untuk memulai berolah raga lari. Menyelesaikan sebuah marathon, berlari sejauh 42,2 km, sama sekali bukan cita-cita saya. Terlintas dalam mimpi pun tidak pernah. Tujuan saya berlari sangat sederhana. Berlari adalah pilihan olah raga yang saat itu saya pikir paling mudah dilakukan dibanding jenis olah raga lainnya. Tujuan berolah raga supaya hidup lebih sehat. Supaya saya bisa mengurangi anggaran untuk ke dokter.

Untungnya saat itu saya sudah mengenal aplikasi Nike+ Running, aplikasi yang sekarang berganti nama menjadi Nike Running Club. Dengan Nike+ Running yang saya gunakan saat itu (dan sampai sekarang masih saya gunakan) saya bisa dengan mudah menengok lari pertama saya dan memperhatikan lagi setapak demi sejangkah perkembangan saya.

Baca lebih lanjut

Zenbook UX333 Laptop 13″ Ultra Portable Terkecil di Dunia Kalahkan Macbook Air 2018

Sebuah laptop bagi saya bukan hanya tentang performa. Tidak sebatas seberapa cepat suatu laptop membantu saya menyelesaikan tugas, pekerjaan dan rutinitas.

Bagi saya laptop merupakan bagian dari gaya hidup. Bagian untuk mengekspresikan siapa diri kita sebenarnya. Untuk itu sebuah laptop yang baik harus didesain agar sesuai dengan kepribadian, jati diri dan sekaligus menjadi sumber inspirasi untuk mewujudkan visi yang lebih besar.

Itulah mengapa bagi saya selalu menarik untuk mengamati arah dan perkembangan teknologi laptop. Sebagai blogger sekaligus pekerja kreatif dengan mobilitas tinggi tentu saja mata saya selalu tertuju kepada sebuah laptop baru yang menawarkan tren estetik, portabilitas, inovasi dan kebaruan teknologi.

Zenbook UX333 yang diperkenalkan di main Ballroom Pullman Central Park pada hari Kamis, 17 Januari 2018 merupakan laptop yang berhasil menarik perhatian saya. Betapa tidak? Baca lebih lanjut

Review Borobudur Marathon 2018, Tanjakan Bukan Penghalang Finish FM Sub 4

Perlu waktu sampai menjelang ganti tahun menunggu foto di garis finish diunggah oleh rungrapher ke fan page Borobudur Marathon. Saya hampir frustasi dibuatnya. Meski foto finish saya biasa-biasa saja dibanding foto pelari lain yang bagus-bagus saya urung menulis review negatif even marathon ini. 😀

Menembus batas waktu 4 jam dalam berlomba lari marathon barangkali merupakan perjalanan yang paling lucu dalam hidup saya.

Percobaan pertama bermarathon sub4 saya lakukan pada bulan Oktober 2017 di Jakarta Marathon. Hasilnya jauh panggang dari api. Dengan alasan – alasan yang seharusnya tidak perlu. Saat itu saya hanya mencapai finish 04:36:21 (gun time) atau 04:27:25 (nett time).

Bulan April 2018 saya melakukan percobaan yang kedua, di Mandiri Jogja Marathon. Hasilnya? Sama – sama gagal. Meskipun percobaan kali ini tidak begitu jauh meleset. Di Jogja Marathon saya bisa finish 4:05:50. Meleset sekitar 6 menit dari target sub4.

Mengikuti kegagalan percobaan bermarathon sub4 untuk yang kesekian kalinya sederet kata – kata penghiburan terucap manis dari mulut teman – teman saya.

Mas, latihan dan usahamu kali ini tidak sia – sia. Gagal marathon sub4 bukan akhir segalanya. Apalagi “hanya” meleset 5 menitan. Next marathon pasti bisa sub4”.

Selamat atas PB marathonmu mas. Luar biasa lho bisa memperbaiki catatan waktu sampai 30 menit. Apalagi di Jogmar yang tanjakannya sepanjang aduhai”, hibur teman saya yang lain.

Mulanya saya sempat merasa terhibur dengan kata-kata semacam itu. Sampai ketika teman – teman saya menanyakan kapan akan membalas kegagalan marathon sub4 dan saya menjawabnya di Borobudur Marathon 2018.

Di Borobudur Marathon? Ah yang bener saja?”, begitu umumnya secara spontan teman – teman saya merespon misi balas dendam ini. Suatu respon yang menyadarkan saya bahwa segala puja dan puji yang mereka ucapkan sebelumnya sebatas pemanis bibir. Baca lebih lanjut

CTC Night Trail Ultra 2019 Hadir Lagi Tawarkan Trail Race Run Bercita Rasa Jogja

“Apakah di sepanjang rute CTC ini aman?” tanya seorang kawan saya ketika akan mengikuti CTC Night Ultra 2017.

Ketika saya menjawab aman, teman saya berusaha meyakinkan dengan mempertegas pertanyaannya lagi. Rupanya yang dimaksud aman bukanlah tidak adanya ancaman orang – orang jahat, melainkan aman dari penampakan makhluk ghoib.

“Seingat saya mulai pertama kali event ini digelar sampai sekarang belum pernah mendengar kabar ada pelari yang kesurupan atau pernah dijumpai makhluk halus. Bila ternyata besok (pada CTC Night Ultra 2017) ada yang disambangi dedemit berarti itu akan menjadi yang pertama kali 😀 “. Begitu saya menambahkan sambil berkelakar.

Baca lebih lanjut

Zenfone Max Pro M2, Smartphone Gaming dengan Camera Mumpuni

Awal tahun ini kita dikejutkan dengan kehadiran Zenfone Max Pro M1 di lini smartphone Asus. Smartphone yang di satu sisi merupakan penerus varian Zenfone Max yang mengandalkan ketahanan daya batere yang handal sekaligus membawa bendera gaming di sisi yang lain.

Bendera gaming itu ditopang dengan kecadasan SoC Qualcomn Snapdragon 636 dengan GPU Adreno 509, RAM 3-6 GB, 18:9 screen IPS LCD dengan resolusi 1080 x 2160 pixel dan pure Android 8.0 Oreo.

Dengan spec cukup mumpuni tak heran kebanyakan game 3D yang cukup berat bisa dimainkan dengan mulus. Kapasitas batere sebesar 5.000 mAH menjadikan mungkin memainkan game-game tersebut dalam waktu yang relatif lama.

Tanpa dinyana, pada penghujung tahun yang sama lagi-lagi pabrikan smartphone asal Taiwan ini membawa kejutan untuk yang kedua kalinya. Kejutan itu berupa Zenfone Max Pro M2 yang dihadirkan kurang dari 12 bulan setelah Zenfone Max Pro M1 mendapat sambutan hangat dari pasar Indonesia. Baca lebih lanjut

Kembali Berlatih Pasca Berlomba Marathon

Kita mengenal recovery run sebagai lari dalam easy pace untuk menempuh jarak yang tidak jauh. Recovery run umumnya dilakukan setelah seorang pelari menjalani sesi yang berat seperti interval, fartlek atau long run pada hari sebelumnya. Dalam sebuah program latihan, recovery run diletakan bertujuan membantu tubuh melakukan fungsi pemulihan, menjaga kemampuan aerobik dan menyiapkan tubuh untuk menghadapi sesi latihan berikutnya.

Sejak pekan lalu di media sosial kita melihat teman-teman kita yang pada pertengahan bulan ini menyelesaikan lomba Borobudur Marathon mengunggah aktivitas lari mereka dengan diberi tajuk recovery run.

Kita bisa memahami maksud mereka melakukan recovery run. Mulai ingin membantu tubuh melakukan fungsi pemulihan sampai keinginan untuk menjawab kekhawatiran kehilangan kualitas aerobik bila latihan berhenti pasca berlomba marathon.

Menemukan “sweet spot” antara memberi kesempatan tubuh untuk melakukan fungsi pemulihan dengan optimal dan kekhawatiran akan menurunnya kapasitas aerobik yang sudah kita bangun berbulan-bulan pada periode latihan memang tidak mudah, tricky dan sangat personal. Baca lebih lanjut

League Overcloud, Running at Your Comfort Zone

 

Running at your comfort zone. Berlarilah di zona nyamanmu. Saya suka sekali dengan tagline sepatu baru buatan League ini. Dalam berlari, baik itu pelari pemula maupun pelari kompetitif, seharusnya kita memang lebih banyak berlari di dalam zona nyaman kita. Dalam kepelatihan moderen bahkan para pelari harus menempatkan latihan dengan intensitas berat/vigorius training secara berhati-hati dan sangat proporsional.

Sabtu, 10 November 2018, bertempat di League Hub Jogja komunitas lari di kota jogja dan kota-kota sekitarnya berkesempatan untuk menjajal sepatu terbaru buatan League. Sepatu terbaru itu adalah League Overcloud.

Dalam kesempatan shoes testing itu para pelari dari berbagai komunitas mendapatkan kesempatan untuk masing-masing menjajal sepasang sepatu League Overcloud.

Baca lebih lanjut

Memasuki Minggu Tapering untuk Program Persiapan Marathon

18 hari menuju hari besar itu. Perhelatan Bank Jateng Borobudur Marathon 2018 akan segera tiba.

Bagi pelari – pelari yang bersungguh – sungguh mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan marathon itu kemungkinan pekan ini akan melewati masa – masa sulit berupa peak training berupa speed session yang gigih dan long run terjauh. Sebagian pelari bisa jadi masa – masa sulit itu sudah terlewati, tergantung susunan program latihan yang tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan masing – masing individu.

Tapering umumnya membutuhkan waktu antara 4 minggu sampai 2 minggu, tergantung kemampuan adaptasi masing-masing pelari dan tentu saja dipengaruhi oleh pertimbangan personal masing-masing.

Pertimbangan personal itu bisa jadi berupa kondisi dan perubahan cuaca, dimana saat ini di sebagian wilayah Indonesia sedang memasuki transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Musim hujan bagi sebagaian pelari mungkin bukan waktu yang baik untuk menunaikan peak training berupa long run yang panjang sehingga mereka menjadwal ulang beberapa minggu lebih awal.

40578948185_af78fed743_o

Para atlit dengan kebugaran yang bagus umumnya membutuhkan waktu recovery 10 hari saja setelah melewati program latihan yang keras dan padat. Pelari non atlit umumnya mengambil aman dengan menyiapkan masa taper sebanyak 14 – 21 hari. Sementara pelari – pelari kasual, pelari kantoran dan pelari hore secara konservatif mengantisipasi dengan waktu lebih lama, sampai 4 minggu.

Karena beberapa pertimbangan seperti antisipasi perubahan cuaca, antisipasi distribusi beban pekerjaan dan kemampuan adaptasi fisiologis, saya melakukan beberapa pengaturan dalam program latihan yang telah saya siapkan beberapa bulan yang lalu.

Pengaturan – pengaturan itu adalah pemisahan antara pekan long run, pekan speed session dan pekan race pace adaptation. Peak Long Run sejauh 32 km saya akhirnya terlaksana pada pekan terakhir bulan September. 2 pekan bulan oktober saya gunakan untuk menempatkan beberapa fast session dan akhir Oktober saya gunakan untuk melakukan beberapa penyesuaian yang didalamnya berisi hill training dan race pace adaptation.

Mulai pekan ini praktisnya saya sudah mulai menurunkan volume dan intensitas latihan atau memasuki Tapering Periode. Baca lebih lanjut

Mencegah Cidera Dalam Berlari

Foto milik: Daily Burn

Running Injury atau cidera dalam berlari bisa terjadi kepada siapa saja. Baik pelari hore seperti saya maupun para pelari profesional semua bisa terkena cidera.

Penyebab cidera dalam berlari bisa bermacam-macam. Mulai dari kecelakaan tak tersengaja seperti menginjak batu di jalan yang kita lalui, tidak cocok dengan sepatu yang digunakan, ukuran sepatu yang tidak pas, teknik berlari yang tidak tepat, dan lain sebagainya.

Akan tetapi kebanyakan cidera lari pada pelari hore adalah karena terlalu banyak “too”. Apa yang saya maksud dengan “too” di sini adalah: too soon, too much, too fast, too hard, dan too too lainnya. Baca lebih lanjut

Long Run dan Peak Training untuk Persiapan Borobudur Marathon 2018

Bagi saya long run berarti berlari secara terus menerus (continuous run) selama lebih dari 80 menit terlepas berapapun jarak yang didapatkan. Karena long run memang mempunyai tujuan spesifik untuk melatih daya tahan (endurance) dan kekuatan mental (mental strength) bukan untuk melatih kecepatan.

Dalam melakukan long run umumnya saya menjaga intensitas berlari dalam comfortable pace. Saya berusaha berlari dengan nyaman, menjaga nafas tidak terengah, menggunakan pola nafas satu tarikan untuk 2 sampai 3 langkah kaki, mampu mengontrol ayunan lengan dengan rileks, mampu menjaga legs swing dan foot strike dengan sebaik yang bisa saya lakukan.

Indikator comfortable pace adalah bila saya masih bisa ngobrol-ngobrol selama berlari. Itu bila saya berlari dalam sebuah running group atau berlari dengan ada yang menemani. Hal yang tentu tidak mudah dilakukan bila saya berlari seorang diri. Kecuali saya mau ngomong sendiri dan orang-orang yang berpapasan di sepanjang jalan akan menganggap saya orang gila. Indikator lainnya adalah dengan memperhatikan pembacaan detak jantung/heart rate di sportwatch yang saya pakai. Berdasarkan detak jantung bagi saya comfortable long run akan berada di bawah nilai maximum aerobic function (MAF). Angka yang bagi saya adalah di bawah 145 bpm. Umumnya ketika melakukan long run saya akan memilih average HR lebih rendah dari 140 bpm.

Long Run sebagai Peak Training (peak long run) untuk program latihan menuju Borobudur Marathon 2018 saya seharusnya jatuh pada tanggal 3 Nopember 2018. Namun karena beberapa alasan maka Peak Long Run sejauh 32 km itu saya jadwalkan ulang maju menjadi tanggal 30 September 2018. Maju kurang lebih 1 bulan.

Ada beberapa alasan mengapa saya menjadwalkan ulang Peak Long Run yang merupakan bagian terpenting dari sebuah program marathon. Baca lebih lanjut

Pelari Pemula, Bercengkrama dengan Cadence dan Stride Length

null16.jpeg

 

Catatan:

Saya tahu tulisan blog ini meskipun amat panjang namun banyak kurang di sana sini, belum sebaik yang saya inginkan. Akan tetapi daripada kelamaan ngendon sebagai draft, saya memilih untuk di-publish saja. Dengan di-publish siapa tahu ada pembaca yang berkenan menambahkan atau mengoreksi. Dan syukur-syukur bila tulisan ini sedikit-sedikit bisa menambah insight dan wawasan kita sebagai pelari pemula kasual.

VO2max bisa jadi merupakan faktor penting penentu performa berlari. Kita melihat ada banyak menu penguatan kapasitas aerobic dan unaerobic dalam banyak program latihan. Menu penguatan kapasitas itu berupa: easy run, tempo run, long run, fartlek, high intensity interval training, strength and flexibility, dan sebagainya.

Peningkatan VO2max pun banyak digunakan sebagai salah satu indikator evaluasi sebuah program latihan. Bila pada awal program seorang pelari terukur mempunyai VO2max 56. Ia akan dinilai lebih siap berlomba ketika pada akhir program mengalami peningkatan VO2 max, misalnya menjadi 62.

Akan tetapi kali ini saya mengajak untuk melihat lebih detil. Lari adalah tentang cara tercepat dengan menggunakan kaki dan tubuh untuk berpindah dari satu titik ke titik berikutnya. Seberapa cepat berlari bila dilihat lebih detil akan dipengaruhi 2 hal: seberapa cepat langkah kaki (cadence) (1), dan seberapa panjang jangkah kaki tersebut (stride length) (2). Baca lebih lanjut

Bareng Komunitas ke Subaya, Naik Kereta Api Sancaka Saja

Ternyata bisa naik kereta api Sancaka. Begitu kegirangan kami mendapatkan alternatif transportasi ketika awal bulan Agustus lalu dihadapkan dengan kenyataan berupa harga tiket pesawat yang mahal pada akhir pekan. Untuk keberangkatan kami ke Surabaya mengikuti event Samsung Surabaya Marathon pada tanggal 4 Agustus 2019.

Harga tiket pesawat yang mahal tak tahu kira – kira akhir – akhir ini, apalagi pada akhir pekan, sempat hampir mematahkan semangat kami yang telah berlatih berbulan – bulan mempersiapkan perlombaan lari marathon. Total biaya perjalanan yang harus kami keluarkan setelah dihitung – hitung ternyata melambung tinggi dibanding biaya perjalanan yang sama pada tahun lalu membuat kami hampir urung ke surabaya.

Memang harga tiket pesawat Yogya – Surabaya hanya sekitar satu jutaan, atau dua jutaan untuk biaya pulang pergi. Masalahnya kali ini bukan hanya tentang keberangkatan satu atau dua orang. Kami memberangkatkan sebuah komunitas yang mana selalin membutuhkan biaya untuk membayar transportasi, juga biaya menginap, makan, dan biaya – biaya akomodasi lainnya.

Tetapi kami tak mau serapuh itu, semudah itu patah semangat. Meskipun kami hanya sekelompok pelari kasual, pelari hobi, pelari rekreasi, pelari hore atau apapun sebutannya, tentang ketangguhan mental selalu tak mau kalah diadu. Semangat dan sikap mental inilah yang membuat kami terus berhitung dan memikirkan sejumlah alternatif.

Baca lebih lanjut

Tips Aman Beli Asuransi Kesehatan Online

Transaksi jual-beli online identik dengan kemudahan dan kenyamanan. Tapi selalu ada kekhawatiran soal keamanan. Itu termasuk saat beli asuransi kesehatan online.

Saat ini bukan hanya baju dan kaus kaki yang bisa dibeli online. Asuransi kesehatan pun bisa didapatkan via Internet. Demikian juga jenis asuransi lain, seperti asuransi jiwa dan asuransi kendaraan.

Tak pelak lagi, masalah keamanan transaksi turut menjadi perhatian saat hendak beli asuransi kesehatan online. Risiko keamanan itu mencakup:

– Kerahasiaan identitas pribadi

– Kerahasiaan akses pembayaran digital (kartu kredit atau debit)

– Keterbukaan informasi layanan asuransi yang dibeli

Kejahatan siber memang tak mengenal batas. Siapa pun yang bertransaksi online bisa menjadi korban. Tapi ada cara untuk lebih memastikan keamanan transaksi online, termasuk saat beli asuransi kesehatan. Berikut ini di antaranya: Baca lebih lanjut

Mencicipi Cita Rasa Bogor Dalam Sehari

Berbicara tentang jalan – jalan ke Bogor kemungkinan yang pertama terbersit di benak kita adalah Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Gunung Salak atau landscape, city scape dan landmark lainnya. Akan tetapi berwisata ke Bogor tentu belum lengkap bila tidak disempurnakan dengan menjajal kuliner – kuliner yang ada di sana.

Jangan salah, kota Bogor merupakan sebuah kota yang memendam segala cita rasa yang lidah kita wajib mencicipinya. Tentu saja mengecap rasa Bogor tidak akan kelar dalam sehari bahkan sebulan. Namun kali ini saya saya akan menyarankan beberapa kuliner yang akan menyempurnakan pengalaman menikmati kota hujan ini dalam satu hari saja.

1. RM Sahabat (YunSin)

Rumah Makan yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Waktu ada larangan penggunaan bahasa asing untuk nama-nama tempat usaha, YunSin pun berubah menjadi RM Sahabat. Yang dijual di sini adalah bermacam-macam chinese food. Tapi yang paling terkenal adalah mie yamin (mie ayam). Bisa pilih, mau yang asin atau yang manis. Jangan lupa coba juga sambel andalan yang mereka sediakan. Sambelnya warna coklat, mirip sambel kacang.

Baca lebih lanjut