Taman Tebing Breksi

Senja Taman Tebing Breksi

Senja Taman Tebing Breksi

Saya sudah dua kali mengunjungi Taman Tebing Breksi. Pertama ketika saya mengikuti event Sleman Temple Run 2016. Kunjungan kedua saya ke sana belum lama. Akhir pekan lalu. Mengikuti acara NgabubuTRIP yang diadakan oleh komunitas Gerakan Pesona Indonesia Jogja (GenPI Jogja).

Tebing Breksi atau Taman Tebing Breksi menurut saya hampir sama dengan Telaga Biru di Semin – Gunungkidul yang beberapa waktu lalu pernah ngehit.  Persamaannya adalah keduanya merupakan bekas area tambang batu tradisional yang meninggalkan pemandangan alam yang menjadi daya tarik tersendiri. Tempat-tempat itu akhirnya digarap menjadi suatu destinasi wisata.

Sejujurnya tempat wisata buatan bagi saya tidak menarik. Itulah kenapa meskipun keberadaan Tebing Breksi sudah lama saya dengar dan foto-fotonya pun telah bertebaran di media sosial tidak serta merta menarik saya berkunjung. Andai tidak karena mengikuti Sleman Temple Run atau NgabubuTRIP bisa jadi sampai sekarang saya belum menginjakkan kaki di Taman yang cukup dijangkau satu jam perjalanan dari rumah itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Handy Talky, Salah Satu Jenis Alat Komunikasi Modern Masa Kini

Saat ini komunikasi sudah menjadi bagian dari hidup yang tidak dapat terpisahkan lagi. Dengan adanya teknologi yang berkembang saat ini, komunikasi bahkan bisa dilakukan tanpa memandang tempat dan waktu sehingga jarak yang jauh dengan perbedaan waktu yang besar pun bukan menjadi masalah lagi. Kini alat komunikasi yang paling banyak digunakan dan populer adalah ponsel pintar, namun masih ada juga beberapa profesi pekerjaan yang menggunakan handy talky sebagai alat komunikasi utamanya.

handy talky.jpg

Baca lebih lanjut

Serunya Berpetualang ke Tempat-Tempat Wisata yang Ada di Mesir

cairo landmark giza pyramid.jpg

Berbicara tentang negara yang kaya akan peninggalan sejarah rasanya belum lengkap bila kita tidak menyebut Mesir. Salah satu negara terpopuler di Afrika ini memang punya banyak cerita seputar sejarah kerajaannya. Selain itu, kini banyak objek wisata menarik yang bisa kita kunjungi saat berada di Mesir.

Ketika nanti berkesempatan untuk liburan ke Mesir, pastikan kalau kita tak lupa berkunjung ke beberapa tempat istimewa ini : Baca lebih lanjut

Menikmati Degub Ombak Pantai Buron

Pantai Buron Giri Karto Panggang Gunungkidul

Pantai Buron Panggang Gunungkidul Yogyakarta

Pantai Buron. Bukan Pantai Baron. Begitu saya menegaskan ketika kawan saya mempertumbenkan rencana saya ke pantai itu.

Pantai Baron bagi saya sudah terlalu biasa. Saya sudah ke sana pada tahun 90-an. Sampai sekarang tak terhitung sudah berapa kali saya ke pantai nelayan itu.

Berbeda dengan Buron. Keberadaan Pantai Buron baru saya dengar beberapa waktu. Memang selama ini saya kemana saja. 🙂 Perlu peta untuk secara pasti mengetahui letak pantai itu.

Menurut Google Maps Pantai Buron terletak persis di sebelah barat Pantai Gesing.  Berarti tidak ada masalah bila saya ke sana. Jarak dari rumah saya tidak begitu jauh. Hanya dulu ketika ke Gesing, sebagian jalan menuju pantai memang rusak. Ini juga bukan halangan berarti.

Baca lebih lanjut

Menikmati Mungil Pantai Butuh di Gunungkidul

Pantai Butuh Saptosari Gunungkidul

Pantai Butuh Saptosari Gunungkidul

Beberapa saat saya menahan laju sepeda motor yang saya kendarai. Saya memberikan kesempatan kepada sekawanan kera berekor panjang untuk menyeberang. Saya menunggu 30 sampai 40 -an ekor kera itu sampai semuanya berlalu.
Sekawanan kera yang tiba-tiba menyeberang itu membuat saya tertegun. Baru ketika semuanya benar-benar berlalu ada sedikit sesal. Kenapa saya tadi tidak buru-buru meraih ponsel dan memotret sesuatu yang tidak setiap saat bisa saya saksikan?

Sementara lupakan sekawanan kera yang membawa lari rasa sesal itu. Pelan-pelan saya melanjutkan diri berkendara menyusuri jalan cor blok menuju Pantai Butuh.

Butuh kehati-hatian  berkendara tersendiri di sepanjang jalan menuju pantai. Karena di kiri kanan jalan sepanjang kira-kira 3 km menyajikan pemandangan indah berupa ladang, pepohonan jati dan kandang sapi tradisional milik warga. Pemandangan ini jangan sampai membuat terlena. Sedangkan sepanjang jalan itu berupa cor blok sempit yang sangat mepet bila terpaksa berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tanjakan dan tikungan pun terbilang tidak mudah bagi yang belum terbiasa.

Agar aman bebas dari rasa was-was kendaraan sebaiknya dititipkan. Ada semacam tempat parkir di sana yang dijaga oleh Pak Sutimin. Kalau saya, tadi pagi membawa motor sampai ke bibir pantai, tidak saya titipkan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pantai Butuh, seperti nampak dalam foto merupakan pantai berpasir putih khas Gunungkidul. Pantai yang tidak luas, yang merupakan cekungan yang diapit oleh perbukitan di sisi kanan kirinya.

Bila berkunjung ke pantai ini pada pagi hari, yang akan kita dapati barangkali adalah pantai yang kalem. Semakin siang ombak biasanya semakin garang. Segarang yang menyambut saya siang tadi. Begitu besarnya ombak sampai-sampai hamparan pasir putih yang seyogyanya bisa dipakai duduk-duduk tersapu.

Baca lebih lanjut

Hand On Asus Zenfone Zoom S

Smartphone yang menfiturkan kemampuan fotografi yang tangguh selalu menarik bagi saya. Tak terkecuali produk terbaru dari Asus: Zenfone Zoom S. Itulah kenapa di ruang eksibisi Zenfinity Event di Pullman Central Park, Zoom S ini yang paling lama saya kulik dan coba-coba.

Unit Zoom S yang sama coba berwarna hitam. Hitam yang terasa legam sekaligus memberikan kesan elegan, maco dan seolah bilang “jangan main-main”.

Smartphone ini menurut saya terasa solid di dalam genggaman. Layarnya yang berukuran 5.5” memancarkan tampilan yang amat cerah, warna-warna yang mentereng dan memberikan kesan yang lega.

Sekilas Zenfone Zoom S terlihat sebuah smartphone yang bongsor. Memang smartphone ini lebih tebal sekaligus berpenampang lebih luas dibanding Zenfone 3 yang saya gunakan sehari-hari. Dimensinya kira-kira setara dengan Zenfone 3 Max yang mulai saya gunakan beberapa pekan terakhir. Baca lebih lanjut

Sunday Morning Runcation to Wanagama

Sunday Morning Runcation Wanagama15

Berlari di alam bebas merupakan sesuatu yang baru bagi saya. Sesuatu yang seumur-umur belum pernah saya coba. Selama ini berlari di jalan raya saya anggap cukup dan menyenangkan.

Sampai pekan lalu, dengan perasaan enggan saya mengiyakan ajakan dari teman-teman Playon Jogja (Indorunner Jogja) untuk nge-trail di Hutan Edukasi Wanagama. Sebenarnya saat itu saya mengiyakan karena: Hutan Edukasi Wanagama dekat dengan tempat tinggal saya dan kapan lagi saya bisa membantu komunias. Masa iya saya ikut bersenang-senang menikmati event melulu, hahaha.

Sehari sebelumnya saya melakukan survey lokasi secara ala kadarnya. Setidaknya saya mencari tempat yang paling nyaman untuk memarkir kendaraan kami. Dan tak kalah penting adalah menyampaikan pemberitahuan kepada pihak pengelola akan kedatangan dan maksud kami.

Hutan Edukasi Wanagama yang terletak di Playen – Gunungkidul merupakan tempat yang nampak asyik untuk  Trail Runcation. Aneka rute bisa dibuat sesuai tujuan Runcation, bisa disesuaikan dengan kesulitan dan tantangannya, dari yang mudah dan fun sampai yang benar-benar mentally challenging. Contoh yang challenging adalah menyusuri bantaran sungai sampai di Desa Wisata Jelok.

Akan tetapi Sunday Morning Runcation (20 Mei 2016) itu tidak menantang dengan rute menyisir bantaran sungai Oya sampai Desa Wisata Jelok yang terkenal eksotis itu. Pertimbangannya karena saat itu kemampuan peserta Runcation beragam. Kemudian dipilihlah rute yang paling menyenangkan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Rute Sunday Morning Runcation Wanagama yang kami pilih mengambil start di Asrama 1 Hutan Edukasi Wanagama, berlari turun melalui petak 4 hutan, melewati air terjun, mampir berendam di kesegaran air sungai oya, melewati Museum Kayu Wanagama, melewati Rest Area Bunder, menyisir pinggir Oya arah Bumi Perkemahan Kalingga, naik melewati Pabrik Penyulingan Kayu Putih, Penangkaran Rusa, Taman Hutan Raya dan melewati perempatan Gading dan Banaran kembali menuju tempat dimana kami mengambil mula.

Total jarak yang kami tempuh sekiar 16 km. Lumayan jauh dan cape juga berlari sepanjang ini dibawah paparan matahari jam 9 pagi. Ngga terbayang capenya bila di dekat Penangkaran Rusa kami jadi belok kiri agar bisa berlari melewati Lapangan Udara TNI AU Pangkalan Gading – Playen.  haha

Lelah, cape ditampar matahari memang pedih, tapi percayalah, sepadan dengan keasyikan dan kebahagian yang kami dapatkan.

Sunday Morning Runcation Wanagama Finish01

Sunday Morning Runcation Wanagama tidak berakhir di sini. Rute Runcation dilanjutkan dengan berburu kuliner. Target berburu kali ini adalah Soto Tan Proyek yang kemungkinan  sudah habis. Alternatifnya adalah Soto Batas Kota. Soto Tan Proyek benar-benar habis begitu kami tiba di sana. Soto Batas Kota malah tidak buka. Akhirnya adalah Plan C, yaitu Soto dan Baso Pak Wariyun di Taman Parkir Wonosari.

Sunday Morning Runcation Wanagama Finish02Sunday Morning Runcation Wanagama Finish03

Entah karena memang enak atau karena kami sudah kelaparan, Baso dan Soto Pak Wariyun semua terasa enak, haha.