Mudah Memulai Membangun Smarthome di Rumah Kita

Mengadopsi teknologi smarthome di rumah kita itu mahal. Kita harus membeli perangkat – perangkat pintar, untuk menggantikan perangkat – perangkat lama kita.

Padahal perangkat – perangkat lama kita seperti kulkas, pompa air, heater lama kita masih bagus dan berfungsi normal.

Membangun smarthome di rumah kita itu ribet. Kita harus mendesain ulang dan membangun jaringan listrik yang sepenuhnya baru di rumah kita. Tidak semua orang punya keahlian dan waktu untuk melakukan itu semua. Kita akan membutuhkan tenaga ahli untuk mendesain dan teknisi-teknisi untuk pemasangannya.

Pendapat kebanyakan orang tentang adopsi dan implementasi smarthome di rumah kurang lebih seperti di atas. Pendapat mereka tidak sepenuhnya salah. Membeli perangkat – perangkat rumah tangga yang telah tersemat teknologi smarthome membuat kita bisa menikmati semua fitur – fitur terkini dari suatu smarthome. Pun dengan mendesain dan menyesuaikan ulang semua jaringan listrik di rumah kita.

Baca lebih lanjut

Senang Akhirnya Walk Mode Hadir di Coros Pace 2

Bila ditanya apa saja brand yang bisa mendengarkan keinginan para penggunanya, saya bisa menjawab salah satunya adalah Coros.

Brand sport watch yang sejak awal menawarkan fitur-fitur yang berfokus pada peningkatkan performa competitive athlete (performa minded athlete) ini akhirnya menambahkan fitur “Walk Mode” di beberapa lini sportwatch Coros yang secara hardware memungkinkan.

Penambahan fitur Walk Mode ini dilakukan setelah para pengguna menyampaikan betapa penting fitur ini dalam banyak use case kebanyakan pengguna. Ini menarik dan sangat seru. Saya sejak awal mengikuti perdebatan, baik pro maupun kontra berkaitan dengan penambahan Walk Mode di suatu sport watch yang berfokus utamanya untuk membantu seorang atlit lari mencapai puncak performanya.

Baca lebih lanjut

Sasar Creator Muda, ASUS Bundling VivoBook 14 Pro OLED dengan Adobe Creative Suite

Lagi-lagi ASUS menghadirkan sebuah laptop untuk segmentasi kreator muda. Laptop yang merupakan lini VivoBook tersebut adalah Vivobook Pro 14 OLED (K3400). 

Ada beberapa hal yang saya highlight dari salah satu varian Vivobook ini. 

Layar OLED 14 inch dengan resolusi 2.8K dengan aspect ratio 16 : 10 adalah apa yang bagi saya sangat menarik. Aspect ratio ini menurut saya akan memberikan ruang kontrol yang lebih bagi seorang video creator yang mana mereka akan bekerja dengan kebanyakan video ber-aspect ratio 16:9. 

Resolusi layar adalah hal menarik sekaligus terpenting berikutnya. VivoBook K3400 dibekali dengan layar beresolusi 2.8K (2880×1800). Ini menyediakan ruang extra ketika seorang creator sedang mengolah video full HD 1920×1080.

Beberapa waktu lalu ketika saya mulai menggunakan Adobe Photoshop CC 2021 dengan laptop beresolusi 1920×1080 rupanya saya menemukan sebagaian UI aplikasi photo editing itu terpotong. Rupanya Adobe menuntut standar resolusi baru yang lebih tinggi. 

Untuk diketahui juga bahwa setiap pembelian ASUS VivoBook Pro 14 OLED (K3400) kini menyertakan bundling 3 bulan subscription Adobe Creative Cloud. Paket industry standard bagi content creator yang kita semua tahu, terdiri dari: Premiere, After Effect, Photoshop, Audition, dan beberapa aplikasi pendukung lainnya.

Selengkapnya mengenai VivoBook Pro 14 OLED (K3400) silakan dibaca di press release berikut ini:

Baca lebih lanjut

Mencicipi Coros Training Hub Beta

Melalui halaman Facebook Coros Users Official Group beberapa waktu lalu saya membaca post tentang inovasi baru yang dihadirkan oleh Coros bagi pengguna produk-produknya.

Saat itu salah seorang admin group yang bernama Derek Dalzell mengumumkan bahwa mereka meluncurkan public beta bagi Coros Training Hub. Sebuah platform online berbasis web bagi pengguna produk-produk sportwatch Coros yang ingin mengoptimalisasi program-program latihan untuk mencapai target-target tertentu.

Coros Training Hub disebutkan menyasar baik bagi atlit pengguna sportwatch Coros maupun bagi pelatih / coach yang melatih sejumlah tim atlit yang menggunakan jam olahraga Coros.

Baca lebih lanjut

ASUS VivoBook Pro 14X OLED Cocok Bagi Content Creator Gen-Z

A picture containing website

Description automatically generated

Vivobook merupakan lini laptop besutan ASUS yang ditujukan untuk menyasar kawula muda, generasi Z. Vivobook mempunyai amat banyak varian, dari yang entry level, mainstream, sampai jenis-jenis premium.  VivoBook Pro 14X OLED merupakan varian terbaru VivoBook yang dirancang untuk mempunyai performa yang paling gahar di kelasnya.

Dirancang untuk generasi Z yang mempunyai passion di bidang content creator, VivoBook Pro 14X OLED dibekali dengan processer intel core i5 atau i7 yang dibelakangnya berkode H, bukan U sebagaimana Vivobook yang dirancang sebagai jenis thin and light laptop. Tujuannya jelas, untuk memaksimalkan performa laptop ini di sisi content creation.

Di sisi desain, laptop ini dibuat dengan konsep futuristik, bahkan ditambahkan dial di area trackpad yang mempunyai fungsi khusus untuk memaksimalkan kenyamanan untuk penggunaan software software audio/video editing. Layar OLED baru yang dipadankan dengan VivoBook Pro 14X OLED membuat laptop ini menjadi pilihan sempurna untuk keperluan content creation. Layar OLED mempunyai sejumlah kelebihan dibanding pendahulunya, yaitu IPS LCD. Layar OLED mempunyai contrast ratio yang jauh lebih tinggi dan kemampuan untuk menghasilkan cakupan warna yang lebih menyeluruh.

Selengkapnya, silakan baca press release berikut ini: 

Baca lebih lanjut

Livin By Mandiri Warna Biru dan Kuning di Satu Ponsel

Ada 2 aplikasi Livin by Mandiri di ponsel Android yang saya gunakan. Handphone yang saya gunakan adalah Zenfone 5. Satu versi yang berwarna biru yang sudah saya gunakan selama bertahun-tahun. Satu lagi berwarna kuning.

Kedua aplikasi ini terpasang di ponsel saya secara tidak sengaja. Lebih tepatnya adalah yang berwarna kuning. Kenapa?

Kemarin siang saya bermaksud men-top up Go-Pay melalui aplikasi Livin by Mandiri lama yang berwarna biru. Ketika aplikasi terbuka, muncul pop up untuk melakukan update ke aplikasi Livin by Mandiri yang berwarna kuning.

Saya mulanya mengira ini merupakan update reguler. Seperti biasa. Memperbarui aplikasi untuk memperbaiki bug atau penambahan fitur. Sampai saya ketika proses update berlangsung, aplikasi ini meminta saya memasukan nomor kartu debit, memamsukkan bulan tahun kadaluwarsa, memasukkan tanggal lahir, password, PIN, OTP dan beberapa informasi lainnya.

Baca lebih lanjut

Smartfren Unlimited MAXI, Paket Internet Handal dan Hemat di Era New Habit

Bila ditanya apa hal yang dulunya adalah sesuatu biasa saja tetapi dalam dua tahun terakhir ini menjadi kebutuhan yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari, maka jawaban saya adalah koneksi internet yang stabil dan bisa diandalkan sepanjang hari entah apapun kebutuhan kita dan dimanapun kita berada.

Perkembangan dunia digital terus meningkat dan mengubah cara kita berinteraksi, mengubah cara kita bekerja, mengubah cara kita berbelanja, sampai menuntut kita untuk beradaptasi dengan kebiasaan – kebiasaan baru atau new habit agar kita bisa survive di dunia yang serba digital saat ini.

Sebagai seorang pekerja di sektor pendidikan menengah sekaligus sebagai seorang content creator di industri digital lifestyle tentu saya merasakan betul dampak perkembangan dunia digital yang mendorong terciptanya era new habit saat ini.

Sebagai contoh ketika sebelumnya saya bekerja di kantor jam 07.00 wib – 16.00 wib dari Senin sampai Jum’at, dalam masa new normal ini saya lebih banyak Work From Home sebagai kebijakan institusi saya bekerja. Mempunyai privilese Bekerja dari Rumah sepintas terlihat lebih aman dan lebih nyaman.

Bila dianggap lebih aman dan nyaman mungkin memang benar. Tetapi di sisi lain tantangan-tantangan baru menanti.

Diantaranya adalah jam kerja dan hari kerja dengan ritme yang semakin kabur. Misal rapat-rapat yang sebelumnya dimulai setidaknya pada jam 8 pagi, kini bisa tiba-tiba pimpinan mengundang rapat melalui Google Meet atau Zoom pada akhir pekan atau membahas hal-hal penting melalui grup Whatsapp kantor pada jam 6 pagi. Betul, saya tidak sedang bergurau. Tidak jarang di tempat saya bekerja saat ini jam 6 pagi di grup Whatsapp sudah banyak bahasan penting yang harus diselesaikan dengan solusi seketika.

Apa yang saya ceritakan di atas baru perubahan di dalam saya bekerja sehari-hari. Belum bagaimana keluarga yang terus beradaptasi dengan new habit Belajar di Rumah, tele medicine, berbelanja online, dan lain sebagainya.

Semua hal yang, sekali lagi, tidak bisa kita lakukan tanpa koneksi internet yang selalu bisa diandalkan. Tidak sekedar bisa diandalkan sebenarnya, tetapi juga harus mempunyai skema tarif yang terjangkau dan transparan. Karena meskipun kebutuhan koneksi internet di masa new habit semakin penting dan semakin banyak tetapi tidak semua dari kita mendapatkan sekedar subsidi koneksi internet dari kantor atau bahkan kenaikan gaji. 🙂

Baca lebih lanjut

Dukung Program Belajar di Rumah, ASUS Luncurkan Laptop Chromebook

Beberapa waktu yang lalu Kemdikbud mendistribusikan akun belajar.id kepada seluruh siswa siswi, guru, dan tenaga kependidikan di Indonesia. Salah salah satu fasilitas yang bisa diakses menggunakan akun belajar.id adalah semua fitur layanan Google for Education.

Sebagai salah satu admin akun belajar.id di tingkat sekolah, saya pun mempelajari dan mencoba-coba fitur-fitur Google for Education yang bisa saya akses dengan akun ini. Sungguh sangat menarik. 

Dengan akun belajar.id saya bisa mendapatkan akses Google Drive dengan kapasitas storage yang tidak dibatasi. Ini saja menurut saya sangat berharga. Saya sampai membandingkan dengan akun Google Workspace yang biaya langganannya harus saya bayarkan setiap bulan saja mempunyai kapasitas tidak sampai 1 TB. 

Selain kapasitas Google Drive yang fantastis dengan akun belajar.id, menggunakan Google for Education mempunyai semua fitur Google Doc, Google Sheet, Google Meet dengan kemampuan maksimal dan lain sebagainya. 

Tujuan pemerintah memberikan akses belajar.id untuk menggenjot kemudahan pembelajaran online pada masa pandemi dan pada masa-masa yang akan datang tidak berhenti di sini saja. Pemerintah melanjutkannya dengan kebijakan mendistribusikan laptop pembejaran ke sekolah-sekolah. Sebuah langkah yang sangat maju. 

Meski kemampuan pemerintah dalam menyediakan laptop masih terbatas, tetapi ini harus kita apreasiasi dan kita dukung. Dukungan kepada pemerintah dalam pensuksesan belajar di rumah selama pandemi ini pun mendapat sambutan dan dukungan yang luas dari berbagai pihak. 

Baca lebih lanjut

Susul AMD Ryzen Kini Intel Core Processor Hadir di Jajaran Laptop ROG Terbaru

Dengan Processor terbaru Ryzen akhir-akhir ini AMD mengukuhkan diri sebagai processor papan patas dengan kualitas performa dan efisiensi energi, dan juga kecepatannya dalam menjangkau pasar atau Time to Market, jadi tidak mengherankan bila brand-brand PC /Laptop berlomba – lomba untuk menghadirkan processor ini di produk – produk terbaru mereka.

Namun demikian Intel yang memang selama ini masih menjadi penguasa pasar processor untuk personal komputer tentu tidak mau ketinggalan terlalu jauh. Dengan produk terbaru mereka yaitu Intel Core gen 11, pemimpin di industri processor PC ini kembali menggebrak dengan menawarkan sejumlah perbaikan baik di sisi performa maupun efisiensi energi.

Harus diakui perjalanan panjang dan kredibilitas Intel tetap menjadi jaminan kepercayaan bagi banyak orang. Itulah kenapa bulan ini Asus memperkenalkan produk Laptop Gaming mereka dengan processor terbaru dari Intel Core gen 11.

Selengkapnya silakan simak press release berikut ini:

ASUS ROG Perkenalkan Laptop Gaming dengan Prosesor Intel Core Terbaru

ASUS ROG memperkenalkan Zephyrus M16 dan Zephyrus S17 yang ditenagai 

prosesor 11th Gen Intel Core terbaru

ASUS Republic of Gamers (ROG) hari ini resmi memperkenalkan Zephyrus M16 dan Zephyrus S17 dalam acara peluncuran virtual bertajuk For Those Who Dare: Unleash the Tiger Inside. Keduanya merupakan laptop ROG pertama yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core™ 11th Gen H-series. Tidak hanya itu, ASUS ROG juga memperkenalkan jajaran aksesori baru bernama ROG Slash yang informasinya dapat dilihat melalui aplikasi ROG Citadel XV bersama dengan Zephyrus M16 dan Zephyrus S17 terbaru. ROG Citadel XV telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis melalui Steam untuk platform PC.

A picture containing text

Description automatically generated

ROG Citadel XV kini telah diperbarui dengan berbagai konten terkini, termasuk penjelasan teknis mengenai ROG Zpehyrus M16, Zephyrus S17, serta ROG Slash. Sebuah game dengan genre tower defense kini dapat dinikmati oleh para gamer untuk bersaing dan menorehkan namanya menjadi yang paling teratas. ROG akan terus berinovasi melalui teknologi terkini untuk mengembangkan ekosistem serta membuat pengalaman gaming semakin baik.

Baca lebih lanjut

Menikmati Buka Bersama Bareng Anak Yatim Bersama Qwords Hosting Indonesia

Sampai penghujung Ramadan 1442 H ini, saya baru turut berbuka puasa di tempat publik sebanyak 3 kali. Pada hari pertama puasa saya ikut berbuka di Ibis Kitchen. Buka bersama kedua saya pada pertengahan Ramadan mengikuti acara kantor. Terakhir adalah memunuhi undangan buka bersama anak yatim yang diselenggarakan oleh PT Qwords Company International. Selebihnya saya berbuka puasa di rumah atau satu rangkaian dengan keluarga kami.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, saya memang sangat membatasi berbuka bersama di tempat-tempat publik. Alasannya adalah karena Covid-19 belum usai. Meski saya sudah menjalani vaksin dosis kedua, namun kehati-hatian adalah hal yang paling utama.

Baca lebih lanjut

#BornToSlash Laptop ROG Terbaru Semakin Powerful dan Stylish

Senjata terbaru dan tercanggih merupakan kunci penting dalam memenangkan setiap pertandingan. Bagi seorang gamer, baik itu casual maupun profesional tidaklah mungkin memenangkan sebuah permainan dengan armor dan gear seadanya. Apalagi hanya bertanding dengan bersenjatakan ‘bambu runcing’.

Itulah mengapa setiap gamer selalu ingin menjadi yang pertama dan terdepan dalam mengadopsi setiap teknologi gaming. Laptop gaming terbaru yang powerful, ASUS ROG tahu bahwa itu adalah yang dinanti nanti dan diimpikan oleh setiap gamer. Itulah mengapa pekan lalu ROG meluncurkan produk-produk terbarunya di lini Laptop Gaming. 

Peluncuran lini Laptop Gaming kali ini, meski ditengah situasi pandemi, tetap dihelat besar-besaran. Rangkaian peluncuran itu di mulai dengan event #BornChampions dimana bila pembaca juga mengikuti akun instagram saya akan mendapatkan petunjuk-petunjuk mengenainya.

Untuk lebih detil mengenai lini laptop ASUS ROG terbaru tersebut silakan mengikuti press release yang saya sertakan berikut ini: 

#BornToSlash Laptop ROG Terbaru Semakin Powerful dan Stylish

ASUS ROG Zephyrus G15 dan Zephyrus G14 merupakan laptop gaming paling stylish dan powerful

ASUS kembali menghadirkan jajaran laptop gaming terbaru yang tidak hanya powerful tetapi juga stylish. Dua laptop gaming dengan desain kontemporer yang dihadirkan oleh ASUS di acara peluncuran bertajuk “ROG Born Champions” tersebut adalah ROG Zephyrus G15 dan Zephyrus G14. Keduanya hadir sebagai laptop gaming super ringkas, super ringan, dan hadir dengan desain yang lebih stylish dari laptop gaming di kelasnya.

“Gaming bukan hanya sekadar kegiatan bermain, tetapi sudah menjadi budaya modern. Budaya gaming pun kini telah merambat ke bidang lain, termasuk fashion,” ujar Jimmy Lin, ASUS Regional Director Southeast Asia. “ROG Zephyrus G15 dan Zephyrus G14 hadir dengan tagline #BornToSlash yang berarti keduanya adalah pendobrak serta merupakan pelopor bahwa laptop gaming dapat tampil powerful sekaligus stylish.”

Baca lebih lanjut

Laptop Stylish ASUS VivoBook, Kini Makin Powerful dengan Processor 11th Gen Intel Core

Asus kembali me-refresh jajaran laptop stylish lini Vivobook mereka pada tahun 2021 ini.  Refresh yang menurut saya merupakan update sangat penting. Laptop yang menyasar kawula muda ini mendapatkan update bukan di sisi aestetik saja, melainkan di sisi internal atau jerohannya. Hasilnya adalah sebuah laptop penuh gaya dengan performa semakin gahar untuk menjawab dunia Generasi Z yang semakin menantang.

Penggunaan prosesor 11th Gen Intel Core di edisi VivoBook 2021 untuk menggantikan prosesor 10th Gen Intel Core pada generasi sebelumnya menurut saya adalah poin penting dari update kali ini. Mengapa?

Baik prosesor 11th Gen Intel Core maupun prosesor 10th Gen Intel Core keduanya memang masih dibuat dengan lithography 10nm. Yang membedakan adalah prosesor 11th Gen Intel Core sudah dibuat dengan teknologi Super FIN. Merupakan kependekan dari SuperMIM + Redefined FinFET. Lebih jelasnya, prosesor yang dibuat dengan proses manufaktur 10 nanometer SuperFin dibuat dengan proses manufaktur 10 nanometer dengan menggunakan desain FinFET baru yang mampu meningkatkan performa Fin dan juga menggunakan desain kapasitor SuperMIM (Metal-Insulator-Metal) baru. Hasilnya adalah sebuah processor yang bisa digenjot untuk bekerja pada frekuensi yang lebih tinggi sekaligus dengan thermal yang lebih terkendali. Baca lebih lanjut

ROG Pimpin Teknologi Layar pada Laptop Gaming di Tahun 2021

Jajaran layar dengan panel 4K 120Hz, WQHD 165Hz, dan FHD 300Hz kini hadir di jajaranlaptop gaming ROG terbaru

ASUS mengumumkan jajaran laptop ROG terbaru yang hadir dengan teknologi layar terkini, mulai dari layar dengan panel 4K 120Hz, WQHD 165Hz, dan FHD 360Hz. Pertama kali diperkenalkan di ajang CES 2021, jajaran laptop dengan layar paling canggih di dunia tersebut hadir untuk memenuhi sekaligus memanjakan gamer.

Laptop gaming ROG yang menggunakan layar berteknologi terkini di antaranya adalah ROG Strix SCAR 17 yang tampil dengan panel 360Hz / 3ms untuk para gamer esports profesional, serta laptop gaming layar ganda ROG Zephyrus Duo 15 SE yang mengusung panel 4K 120Hz. Semenntara varian laptop gaming ROG lainnya akan tampil dengan variasi panel WQHD 165Hz yang mampu menampilkan konten grafis lebih tajam dan lebih baik dari panel beresolusi FHD. Baca lebih lanjut

ASUS VivoBook 14 (A416) Laptop Berfitur Moderen Berentang Harga 5 – 10 Jutaan

Beberapa waktu lalu saya menerima pesan Whatsapp berisi pertanyaan ini :

Budget 7jt
Laptop terbaik apa ya? Yg wajib adalah sudah ssd. Dan prosesor yg nanti kuat untuk 4-5th kedepan.

Tidak mudah untuk bisa langsung menjawab pertanyaan ini. Saat ini di pasaran ada banyak sekali laptop dengan kisaran harga Rp 7 juta. Demikian pula yang sudah menggunakan SSD. SSD saat ini telah menjadi penyimpanan standar di hampir semua jenis laptop di rentang harga ini. Apa yang sebenarnya membuat saya saat itu sulit untuk langsung menjawab adalah: Dan prosesor yg nanti kuat untuk 4-5th kedepan.

Saya tahu maksud dari pertanyaan itu adalah agar laptop yang ia beli dengan anggaran sekitar 7 juta rupiah bisa digunakan sampai 4 – 5 tahun ke depan.

Baca lebih lanjut

Mulai Membangun Smart Home Sulit? Coba Gunakan Produk Produk Bardi Smart Home

Impian saya untuk mengotomatisasi sistem di rumah saya sudah ada sejak lama. Jauh sebelum saya mengikuti presentasi Social Web of Things yang secara singkat terjelaskan dalam video di atas. Bagi saya video di atas memberi gambaran tentang bagaimana teknologi IoT (Internet of the Things) seharusnya memudahkan kehidupan manusia.

Saya saat itu yakin bahwa suatu saat nanti saya pasti akan mengadopsi teknologi otomatisasi pintar berbasis Internet of Things. Suatu saat nanti. Karena saat itu IoT dan Social Web of Things masih terbilang baru, tentu saja penerapannya tidak mudah. Kendala pasti bermacam – macam.

Kendala-kendala itu sebut saja koneksi internet yang belum stabil, belum cepat, dan belum bisa diandalkan. Permasalahan berikutnya adalah ekosistem yang masih terbatas, baik itu ketersediaan aplikasi,  infrastruktur, knowlegde, dan juga pabrikan yang menjual consumer product IoT nampaknya belum banyak.

Baca lebih lanjut

VivoBook Ultra K413 Pilihan Laptop Baru untuk Generasi Z

Dalam satu tahun ini Asus telah meluncurkan 3 varian laptop yang ditujukan untuk generasi – Z. Peluncuran pertama pada awal tahun, yaitu dengan diluncurkannya varian VivoBook S14 433. Menyusul kemudian adalah VivoBook S14 M433 yang ditenagai oleh processor AMD Ryzen 4000 series. Dan terakhir adalah yang diluncurkan pada akhir September 2020.

VivoBook tersebut disebut dengan VivoBook Ultra 14 (K413). Sama – sama ditujukan untuk Generasi-Z, VivoBook Ultra 14 (K413) jenis laptop ini mengusung desain kekinian yang berwarna-warni. Kali ini warna yang diusung adalah Transparent Silver, Indie Black, Hearty Gold.

Mempelajari beberapa bacaan dan press release mengenai VivoBook baik S433, M33 maupun K413 apa yang saya lihat berbeda adalah penggunaan Chip Grafis MX350. Mengenai penggunaan processor, untuk varian tertinggi masih sama-sama menggunakan Intel Core i7 1050, menyusul varian dibawahnya adalah intel Core i5 1020, dan varian entry level menggunakan processor intel core i3. Kesemuanya merupakan intel Core Gen-10.

Selebihnya tidak ada perbedaan yang cukup mencolok. Baik fitur maupun desain tidak ada perbedaan yang cukup signifikan. Saya pikir inilah kenapa harga Asus VivoBook Ultra K413 lebih efisien dibandingkan dengan Asus VivoBook S14 433. Bahkan untuk seri ini mempunyai varian harga dengan lebih banyak pilihan. Ini tentu menjadi pilihan bagi Generasi Z yang ingin menjadi kreatif, tampil berbeda, dan kekinian. Baca lebih lanjut

Zenbook UM425 Laptop Premium Gesit dengan Processor AMD Ryzen 4000

Tidak lama berselang setelah meluncurkan produk Zenbook terbarunya, yaitu Zenbook UX325 dan UX345, Asus pada pekan lalu kembali meluncurkan lagi varian terbaru lini laptop ultra portable mereka yaitu ASUS Zenbook UM425.

Asus Zenbook UM425 merupakan sebuah ultra portable laptop berlayar 14”. Secara fisik jenis laptop ini mengusung konsep desain dan built yang persis sama dengan Zenbook UX425. Apa yang membedakan keduanya terletak di jantung pemrosesan yang digunakan. Zenbook UM425 menggunakan processor mobile terbaru dari AMD, yaitu AMD Ryzen 4000 series.

Membandingkan kedua laptop ini, yaitu antara UX425 dan UM425 saya menemukan banyak hal menarik yang saya kira cukup memikat bagi para pengguna lini laptop Zenbook. Zenbook UM425 menurut saya mempunyai banyak kelebihan dan fitur yang tidak dipunyai oleh saudaranya yaitu UX425 yang menggunakan processor Intel Core 10th Gen. Bukan berarti UM 425 tidak mempunyai kekurangan dibandingkan Zenbook UX425. Kekurangannya tentu saja ada, yang kemudian akan saya tuliskan di bagian lain dari blogpost ini. Baca lebih lanjut

Secanggih Apa Ultrabook Ringkas ASUS ZenBook 13 (UX325)

Sebagai pengguna ultrabook, kehadiran varian terbaru dari lini laptop ini selalu menarik perhatian saya. Apalagi ketika pekan lalu Asus meluncurkan varian terbarunya, yaitu Zenbook 13 dan Zenbook 14. Masing – masing adalah UX 325 untuk versi 13 inci dan UX 425 untuk versi 14 inci.

Baca lebih lanjut

ASUS ExpertBook B9450, Senjata Untuk Menangkan Setiap Kompetisi dan Percaturan Bisnis

Menurut saya laptop terbaik adalah semua varian Asus Zenbook. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada jenis laptop ini di acara Zenvolution di Nusa Dua – Bali pada tahun 2016. Kemudian saya memutuskan untuk meminang Zenbook pertama saya pada bulan Agustus pada tahun yang sama. Zenbook pertama saya adalah Asus Zenbook UX303U. Saya membelinya tunai di ELS Computer – Yogyakarta.

Baca lebih lanjut

Tips Praktis Tingkatkan Self-Esteem Dengan Berolahraga

Apakah kalian punya persepsi positif tentang diri dan kemampuan kalian? Riset telah menunjukkan dengan jelas adanya hubungan kuat antara positif self-esteem dengan kesehatan fisik dan mental. Sayangnya, banyak anak-anak, remaja, dan dewasa yang mempunyai self-esteem yang rendah. Adalah fakta bahwa saat ini individu yang mengalami masalah self-esteem jauh lebih tinggi dari yang pernah terjadi sebelumnya. Dan kabar baiknya riset juga menunjukkan ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk memerangi masalah self-esteem yang rendah.

Baca lebih lanjut

Review Nike Air Zoom Pegasus 37

Nike Air Zoom Pegasus 37 ini sudah saya miliki selama kurang lebih satu bulan. Saya telah menggunakannya untuk berlari kurang lebih 150 km. Dengan jarak terjauh 28 km.

Kini saatnya untuk menulis review singkat sepatu yang tahun ini kehadirannya saya tunggu-tunggu. Persis seperti ketika saya menunggu setiap edisi baru Pegasus setiap tahunnya. Baca lebih lanjut

Menghubungkan Garmin Connect Dengan Strava dan Endomondo

Selama beberapa hari server Garmin Connect mengalami gangguan. Olahragawan yang menggunakan semua jenis sportwatch buatan Garmin berteriak mengeluh. Mereka tidak bisa mengunggah data – data latihan mereka ke aplikasi Garmin Connect yang berbasis web. Baik menggunakan smartphone app maupun web app mereka tidak bisa menggunakan aplikasi ini. Baca lebih lanjut

Benarkah Olahraga Lari Bisa Membakar Lemak Daging Korban

P_20191109_071149_050.jpg

Jum’at pekan depan ( 31 Juli 2020 ), umat Islam di seluruh penjuru dunia akan merayakan Hari Raya Idhul Adha atau Hari Korban. Hari raya ketika umat Islam memotong hewan – hewan korban sebagai peringatan terhadap ketaatan Ibrahim akan perintah Allah SWT untuk berkorban. Baca lebih lanjut

7 Hal Menarik di Sepatu Adidas Adizero Adios Pro ini

Perjalanan saya dengan brand tiga garis sejujurnya belum bisa dianggap sebagai sebuah perjalanan panjang. Apalagi bila dibandingkan dengan perjalanan saya dengan merk sebelah, brand contreng. Tetapi namanya juga perjalanan, baik itu panjang atau pendek bisa saja meninggalkan kesan dan kisah manis tersendiri.

Adidas Adizero Adios Boost 3 adalah satu-satunya produk tiga garis yang saya pakai. Mulanya karena coba-coba setelah seorang kawan menawarkannya dengan harga diskon yang amat seksi.

Tidak perlu waktu lama bagi saya untuk jatuh hati dengan bobot sepatu yang ringan dan karakter sepatu yang responsif ketika dipacu namun mempunyai ground feel yang terasa amat natural sehingga kaki tetap stabil meskipun sudah berlari dalam waktu cukup lama. Baca lebih lanjut

Review Audio Technica ANC500BT, Bluethooth Headset 1,5 jutaan dengan Fitur ANC

 ATH-ANC500BT on Zenbook UX481FL

ATH-ANC500BT on Zenbook UX481FL

Ketersediaan anggaran yang nanggung membuat kali ini saya merasa bingung dalam memilih headset yang ingin segera saya beli.

Ketika saya mengulik suatu headset dengan spesifikasi yang mengedepankan kualitas suara, alih-alih saya malah tergoda dengan headset-headset yang mengedepankan fitur.

Ketika saya menelisik sejumlah headset dengan fitur yang sepertinya menarik, rupanya ada kualitas yang dikorbankan di headset-headset yang masuk dalam rentang anggaran saya yang nanggung. Baca lebih lanjut

Panduan Menggunakan Strava untuk Olahraga Lari dan Sepeda

Berkembangnya teknologi dan aplikasi smartphone turut membuat olahraga menjadi aktivitas yang menyenangkan. Apabila 6 atau 7 tahun yang lalu saya tidak mengenal aplikasi untuk pelari di iPhone mungkin saya tidak akan begitu bersemangat aktivitas menjalani olahraga lari hingga betah sampai sekarang.

Ada banyak sekali aplikasi di smartphone yang populer di kalangan olahragawan lari dan sepada. Sebut saja Nike Running Club, Endomondo, Track My Run, Puma Track, Strava, dan masih banyak lagi sampai susah dihafal semuanya.

Kali ini saya akan menulis tentang Strava. Alasannya karena saya sudah pernah menulis tentang Nike Running Club, Puma Track, Endomondo, dan sejenisnya. Strava menjadi topik yang saya pilih karena aplikasi ini sangat populer di kalangan pelari dan pesepeda. Baca lebih lanjut

ROG Phone 5s Series Hadir dengan Processor Snapdragon 8888 plus dan RAM 18 GB

C:\Users\afifn\Downloads\ROG_Phone_5_Scenario_photo_Product2_Social_post\ROG Phone 5_Scenario photo_Product2_Social post\1200x628\IMG_12965.jpg

Processor tercepat untuk suatu smartphone Android, kita semua sudah tahu, yaitu: Snapdragon 888 plus. Namun berapa besar RAM dalam sebuah smartphone gaming, saya kira kita semua akan terkejut, saat ini ROG Phone 5s hadir dengan RAM 18 GB. Suatu besaran RAM yang lebih besar bahkan dari laptop yang saat ini sedang saya gunakan untuk menulis blogpost ini, yaitu 16 GB.

Dengan RAM 18 GB, kita semua bisa membayangkan berapa banyak aplikasi Android yang bisa dijalankan bersamaan tanpa lag ataupun seberapa besar aplikasi game yang sedang kita mainkan.

Di sisi jaringan, tentu saja ROG Phone 5s sudah dilengkapi dengan kemampuan jaringan 5G yang sudah digelar di kota-kota besar di Jakarta. Namun bagi kita yang lebih suka mengandalkan bermain di jaringan Wi-Fi, ROG Phone 5s pun dilengkapi dengan fitur Wi-Fi 6E berkecepatan multigibabit. Tentu fitur ini hanya bisa digunakan bila kita menggunakan Wi-Fi Router yang menyediakan kemampuan setera. Misalnya bila kita sudah menggunakan ASUS ROG Rapture RT AX 110000.

Bukan dua fitur unggulan yang sayas sebutkan di atas saja yang membuat smartphone gaming para sultan ini berbeda dengan versi smartphone ASUS ROG Phone 5 standar yang sudah diedarkan di Indonesia sejak beberapa waktu yang lalu.

Selengkapnya silakan baca Press Release dari Asus Indonesia berikut ini:

Baca lebih lanjut

Zenfone 8 Mini, Smartphone Sub 6″ Untuk Kita Coba

Apa yang orang-orang sekarang inginkan akan sebuah smartphone? Dalam beberapa tahun terakhir smartphone yang bagus menurut kebanyakan orang harus mempunyai kriteria berikut ini. Batere yang tahan lama. Layar atau screen yang bagus di berbagai situasi pencahayaan. Kamera baik depan maupun belakang yang mampu menghasilkan foto-foto yang ciamik. Dan tentu saja performa harus gesit dan tangguh. 

Mengenai kriteria-kriteria di atas menurut sepengetahuan saya amat jarang yang menyanksikannya. Menurut saya pun smartphone yang bagus harus mempunyai kriteria-kriteria seperti yang diinginkan kebanyakan orang tersebut.

Muncul pertanyaan lain lagi. Mengenai ukuran smartphone yang ideal. Berbicara tentang ideal tentu saja merupakan ukuran terkecil sekaligus teringan namun mempunyai layar yang paling luas sekaligus batere terbesar yang bisa ditampung sehingga smartphone tersebut dapat bekerja selama mungkin tanpa dicolokkan ke charger.

Itulah mengapa pabrikan smartphone berlomba-lomba untuk memangkas ukuran bezel smartphone dan bahkan sampai ada yang mempromosikan teknologi smartphone bezel-less alias hampir tanpa bezel. Mendesain front camera sebentuk pinch hole sampai menghilangkan finger print sensor di bagian bawah batang smartphone dan mengembangkan teknologi in-screen finger print reader. 

Bisa dibilang teknologi batere adalah salah satu komponen smartphone yang belum berkembang secepat tuntutan pengguna smartphone. Untuk mendapatkan kapasitas tenaga yang baik saat ini belum bisa dicapai dengan memangkas ukuran batere. Sehingga apa yang dilakukan oleh pengembang smartphone adalah dengan memangkas ukuran komponen lain/main board sehingga smartphone bisa diisi dengan batere yang sama atau bahkan batere dengan volume yang lebih besar.

Baca lebih lanjut

ASUS ExpertBook B1400 Laptop Powerful dan Scalable untuk UMKM

Kalau kita sedang mempertimbangkan untuk membeli laptop untuk UMKM kira-kira apa yang akan kita pikirkan?

Bila pertanyaan seperti ini ditanyakan kepada saya tentu saya akan menjawab bahwa laptop untuk UMKM adalah sebagaimana sebuah laptop bisnis. Laptop yang tentu saja harus menjawab kebutuhan para pengusaha dan pebisnis. Bukankah UMKM pun merupakan sebuah bisnis.

Dimana dalam sebuah bisnis kita akan membutuhkan performa tanpa kompromi, keandalan, ketahanan dalam segala situasi, kebandelan, dan kemampuan untuk melindungi data-data bisnis penting kita yang teramat rahasia.

Namun UMKM tentu saja berbeda dengan corporate yang sudah mapan. UMKM mempunyai keterbatasan anggaran. Namun di sisi sebaliknya UMKM mempunyai potensi pertumbuhan yang amat cepat. UMKM membutuhkan skalabilitas.

Baca lebih lanjut