Ubuntu One Kini Bisa Diinstall Dimana

Bagi yang belum tahu, Ubuntu One adalah layanan penyimpanan file online atau disebut juga cloud drive. Ubuntu One menawarkan layanan penyimpanan data seperti halnya Dropbox, Google Drive, Boxnet, One Drive dan sejenisnya.

Sebenarnya, saya telah lama mendaftar layanan Ubuntu One, namun sampai sekarang belum termanfaatkan. Kenapa? Karena sebelumnya saya telah menggunakan layanan dari Dropbox dan Google Drive yang lebih baik. Lagi pula, pada saat itu baik Dropbox maupun Google Drive menawarkan ruang penyimpan yang lebih lega dan aplikasi klien yang bisa berjalan di berbagai platform OS, baik itu OS Desktop maupun Desktop Mobile.

Saya pagi ini iseng membuka Ubuntu One melalui web karena tadi malam @milisdad beberapa kali menyebutnya di twitter. Dan di dashboard Ubuntu One saya melihat bahwa kini aplikasi klien Ubuntu One bisa diinstall tidak hanya di linux (ubuntu) melainkan telah tersedia di Windows, Mac, Android dan iOS. Ini menarik, pikir saya.

“Don’t put everything in one basket” begitu kata para pendahulu. Benar saja, akan ada banyak alasan kenapa kita sebaiknya tidak menaruh semua barang-barang kita dalam satu keranjang, termasuk file dan data-data penting kita. Itulah alasan kenapa sekarang saya kembali melirik untuk memberdayakan Ubuntu One. 

Sependek yang saya tahu, Ubuntu One mempunyai fitur yang mirip-mirip dengan yang dipunyai dropbox. Kapasitas penyimpanan gratis sebesar 5 GB, aplikasi klien yang tersedia di banyak platform, file sharing, dan lain-lain. Ubuntu One malah mempunyai fitur kontak yang berguna untuk mem-backup data kontak di gadget kita.

Sepintas Ubuntu One terasa lebih baik dari Google Drive karena Google Drive tidak mempunyai aplikasi klien native untuk Linux. Memang ada aplikasi klien Google Drive pihak ketiga seperti lsync, tapi aplikasi itu berbayar dan belum terbukti menerapkan standar keamaan yang terpercaya. Kelebihan Google Drive dibanding Ubuntu One (dan Dropbox) adalah integrasi dengan produk-produk Google yang lain seperti Gmail, Google Doc, Google+ dan lain-lain.

Ubuntu One Desktop dan Mobile

Ubuntu One Desktop dan Mobile

Yuk, mencoba-coba layanan Ubuntu One. Klik: http:/ /goo.gl/o9dSiV

Teknologi Modifikasi Cuaca dan Pawang Hujan

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bukanlah teknologi  yang bisa memindahkan awan hujan dari suatu daerah ke daerah lain. Teknologi ini adalah tentang bagaimana agar suatu daerah yang mempunyai potensi awan hujan yang tinggi tidak terjadi hujan selebat potensi hujan yang sebenarnya,. Teknologi Modifikasi Cuaca akan mengurangi tingginya curah hujan saja.

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)  yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi , berdasarkan apa yang saya baca, menggunakan dua teknik. Pertama: Teknik Powder, yaitu dengan menebar garam di awan sehingga pembentukan awan hujan bisa terjadi lebih cepat. Dengan cara ini diharapkan hujan sudah turun sebelum awan hujan sampai ke suatu tempat. Kedua: Teknik Flair atau Partikel Generator. Teknik kedua ini bertujuan untuk mengganggu pertumbuhan awan hujan. Atau istilahnya dimandulkan. Baca lebih lanjut

#KopdarJanuari, Legend Cafe, JOIN Alumni and School Friends, Kaskus REKBERMU

Aneka Minuman di Legend Cafe

Aneka Minuman di Legend Cafe

Ada banyak gelas minum di meja kami. Lebih banyak dari jumlah orang yang duduk memutari meja itu. Ada Teh Tarik, Orange Joice, Avoccado Juice, Milk Shake Strawberry, Chocolate dan Melon Juice. Rasa minuman di Legend Cafe ini segar-segar. Jadi tak salah bila kami memesan lebih banyak minuman. Satu-satunya yang  tidak segar adalah pelayan-pelayan Legend Cafe yang mentelantarkan pesanan makanan untuk semua orang di meja nomer 6 ini. Dengan cerobohnya mereka melupakan makanan yang sampai pesan. Sampai 2 jam kemudian Mbak Rian memarahi dengan hebat pelayan-pelayan di Legend Cafe ini.

Sebenarnya ini “insiden kecil” saja. Toh dari sekitar 40-an orang yang hadir pada acara Kopdar Januari Komunitas Blogger Jogja kebanyakan mendapatkan makanan sesuai yang mereka pesan. Tida perlu dibesar-besarkan karena keseluruhan acara pada hari Minggu, 26 Januari 2014, berlangsung seru, istimewa dan selalu maksimal.

CAM00152.resized

#KopdarJanuari ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh tim pengembang JOIN Alumni and School Friend (JA&SF). JA&SF merupakan jejaring pertemanan berbasis almamater sekolah, jejaring pertemanan baru di Indonesia yang dikembangkan oleh anak-anak Jogja. Berbicara pada acara #KopdarJanuari KBJ adalah Anggit TP yang kemudian oleh teman-teman blogger lebih akrab dipanggil Mbak JOIN. 🙂

 

Di hadapan sekitar 40an peserta #KopdarJanuari, Mbak JOIN memperkenalkan secara langsung ide dibalik dibuatnya JOIN Alumni and School Friends, Mobile apps (Android apps)nya, fitur-fiturnya, dan lain-lain. Yang paling seru adalah ketika Anggit meminta kepada blogger untuk memberikan kritik saran untuk JA&SF.

Namanya blogger pasti tech savy, early adopter minded dan baik hati. Benar, saya tidak sedang guyon. Teman-teman blogger KBJ beberapa waktu lalu sudah mencoba versi beta JA&SF di Android masing-masing, mengopreknya, sampai melaporkan bug dan menulis review baik di Play Store maupun di blog masing-masing. Pada sesi Mbak Join pun blogger KBJ dengan senang hati memberikan banyak sekali kritik, masukan dan ide-ide pengembangan untuk JA&SF di masa depan. JA&SF yang sukses kelak tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia dan terkhusus lagi Jogja. 🙂

Review lengkap saya tentang JOIN Alumni and School Friends sebelumnya sudah saya tuliskan di sini.

Sesi berikutnya diisi oleh mitra online KBJ yang lain, yaitu Kaskuser Regional Jogja. Baca lebih lanjut

Klinik Kopi, Kopi Wamena, @escoret dan Asam Lambung

Pagi sampai siang sepanjang hari itu mendung. Menyempurnakan keraguan saya untuk mengikuti ajakan teman-teman saya untuk ngopi-ngopi. Namun, sudah kadung janji untuk ikut datang ngopi-ngopi di @klinikkopi dengan teman-teman, dengan @stwn, @tuanpembual, @milisdad, @yanarif dan lain-lain. Saya memastikan (melalui twitter) cuaca Jogja baik-baik saja. Jogja kondusif. Begitu jawab @yanarif singkat. Sekitar pukul 3 sore saya pelan-pelan menuruni Jogja lantai dua. (baca: Gunungkidul)

Pukul 16:30 WIB (kurang lebih) saya sudah tiba di @klinikkopi di Gejayan. Di sana sudah ada @tuanpembual, @stwn dan Fanda. Fanda adalah mahasiswi Atma Jaya yang sedang mengajukan proposal kegiatan kepada @tuanpembual (KPLI Jogja). Ngobrol-ngobrol beberapa lama, akhirnya kami tahu kalau @milisdad sudah ada di lantai 2 @klinikkopi. Kami pun segera naik ke @klinikkopi, tempat dimana @escoret sedang sibuk dengan pasien-pasiennya.

 

Beberapa saat mengamati @escoret melayani pasien-pasiennya, saya menyela. “Kopi apa yang aman untukku? Asam lambung di perutku sangat sensitif” tanya saya pada @escoret. Sebenarnya keraguan saya untuk ikut ngopi bukanlah hujan. Lelaki tidak takut hujan. :p Tetapi takut asam lambung naik. hehe

Sambil ceplas-ceplos @escoret membeberkan macam-macam karakter kopi dari Aceh sampai Wamena, jenis-jenis roasting (penggorengan) kopi dari level 1 sampai 16, cara menggiling kopi, cara menyeduh sampai cara menuang kopi ke dalam cangkir. Menuang kopi harus di pinggir, di bibir, cangkir. Kenapa? Agar warna kopi tidak pecah.

@escoret merekomendasikan kepada saya kopi wamena dengan level roasting 16. Makin tinggi level roasting berarti makin lama biji kopi digoreng. Kopi dengan level roasting terendah berkadar asam tinggi. Kopi yang aman bagi penderita asam lambung adalah dengan roasting level 16, yang paling hitam, yang paling lama digoreng.

Menyesap kopi Wamena roasting level 16 rasanya pahit. Memang semua kopi di @klinikkopi tanpa pemanis. Menurut @escoret, pemanis merusak rasa kopi, selain akan menambah kadar asam kopi dan memperberat kerja pankreas karena umumnya orang-orang sekarang telah mengkonsumsi gula dari berbagai sumber makanan secara berlebih.

Sambil menyeduh kopi untuk pasien lain, @escoret memberi tahu, kopi sebaiknya diminum ketika panas. Rasa kopi akan berubah seiring turunnya suhu. Umumnya kopi akan makin asam ketika sudah dingin.

Indonesia merupakan penghasil kopi terbaik di dunia, bodohnya, orang-orang Indonesia sehari-hari menikmati kopi berkualitas rendah atau kopi yang melewati proses yang kurang baik. @escoret membuka satu saset kopi Nescafe classic, menyeduhnya dan menyodorkannya kepada saya. Coba bandingkan kopi Wamena seduhanku dengan Nescafe classic ini. Dari aromanya saja sudah ketahuan mana kopi bagus, mana bukan. Benar saja, menurut hidung saya, aroma Nescafe seperti ada kulit kayunya (kelontong kayu basah) Lidah saya yang lama tidak ngopi pun seketika bisa membedakannya, heuheu.

Ini adalah Kopi Wamena seduhan @escoret Senin tempo hari, hehe. Rasa dan aromanya mantab. Mulai menikmati kopi yang benar-benar kualitas Indonesia. Tapi saya tidak boleh kalap. Saya bersabar untuk menyisakan kopi Wamena itu, memastikan bahwa perut saya benar-benar tidak ngambek.

Sampai saya menulis posting ini. Hampir seminggu kemudian, saya tidak merasakan gejala perut saya ngambek karena kopi Wamena seduhan @escoret. Kalau tahu perut saya berjodoh sama kopi-kopi seduhan @escoret, bisa-bisa saya tidak jadi insyaf dari segala kekhilafan ngopi. 😀

Beberapa saat berada di @klinikkopi milik @escoret ini, saya membaca konsep yang bagus. Pepeng atau beken di twitter dengan nama @escoret membawa konsep berbagi pengalaman menikmati kopi indonesia yang bagus dan berkualitas. Secara “passion” Pepeng memang adalah ngopi, berbagi kepedulian sosial seperti berbagi buku untuk anak-anak Papua, solidaritas untuk korban erupsi Gunung Sinabung, dan lain-lain. @klinikkopi didesain cozy, di tempat yang sejuk dan tenang, tempat yang cocok untuk betah lama-lama belajar, berbagi, ngobrol-ngobrol, tentu saja sambilan ngopi.

Jadi kapan ngopi-ngopi ke @klinikkopi lagi. Lah sekarang malah menantang. … 😀

Khotbah Jum’at: Menunaikan Hak Jalan

Jum’at sudah beberapa hari berlalu. Jumat yang akan datang pun masih lusa. Tetapi kenapa tiba-tiba saya ingin menulis tentang khotbah Jum’at. Biasanya saya menulis isi khotbah Jumat di blog ini setelah saya selesai beribadah Jumat. Tidak lain karena: khotbah yang disampaikan dengan baik akan lebih lama membekas di dalam ingatan dan diri jamaah. Sekarang sudah hari Rabu. Jadi saya akan menulis jejak-jejak khotbah yang masih “nyantol” di dalam kepala saya.

Khotbah pekan lalu membahas tentang: hak-hak jalan yang dijelaskan oleh Rasulullah kepada sahabat-sahabat yang karena suatu hal tidak bisa menghindari duduk-duduk di jalan. Itu saja yang saya ingat. Selebihnya apa yang saya ingat itu saya pakai sebagai key word di google untuk mencari hadits selengkapnya. Hadits itu begini:

“Janganlah kamu duduk-duduk di atas jalan.”
Maka mereka (para sahabat) berkata, “Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.”

Nabi menjawab, “Jika kamu tidak dapat beranjak melainkan perlu duduk-duduk, maka berikanlah hak-hak jalan tersebut.” Mereka bertanya, “Apa hak-hak jalan tersebut wahai Rasulullah?”

Nabi menjawab, “Menundukkan pandangan, tidak mengganggu (atau menyakiti) orang, menjawab salam, dan memerintahkan kepada yang ma’ruf serta mencegah dari kemungkaran.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, 8/351, no. 2285)

Ini penjelasan penting bagi saya sendiri. Karena duduk-duduk di jalan termasuk yang sulit saya hindari. Setiap hari saya banyak menghabiskan waktu untuk menunggu angkot. (Sebenarnya saya tidak duduk-duduk di jalan, tetapi di tepi jalan ya)

Menunaikan hak-hak jalan itu sulit. Menundukan pandangan bagi saya sulit. Terlalu banyak ragam orang yang menjadi pemandangan menarik untuk sebentar-sebentar mengangkat pandangan. Tidak mengganggu orang? Rasanya ini pernah saya lakukan, tetapi relatif jarang. Menjawab salam. Untungnya di jalanan di sini jarang-jarang orang mengucapkan salam. Paling-paling menyapa. Jadi saya terbebas dari kewajiban ini

Yang terberat adalah: Memerintahkan kepada yang ma’ruf serta mencegah kemungkaran…

Gula Aren, Nikmati Manisnya Dapatkan Sehatnya

Wedang Sereh di Raminten House Yogyakarta

Wedang Sereh di Raminten House Resto Yogyakarta

Membaca-baca daftar menu makanan dan minuman di Raminten House Resto di Yogyakarta membuat saya  bingung sendiri. Semua makanan di daftar menu itu pasti enak yang khas. Memilih makanan yang paling enak dari banyak sekali makanan enak itu sulit. Apalagi memilih minuman yang jenisnya banyak sekali itu. Agak berbeda memang, memilih minuman dengan memilih makanan, dalam memilih minuman saya mengutamakan memilih jenis minuman yang aman untuk tenggorokan. Karena entah kenapa banyak jenis minuman berasa manis yang mudah membuat saya menderita radang tenggorokan (sore throat).

Saat itu saya memilih jenis minuman: Wedang Sereh. Memang bukan pilihan yang berdasar, melainkan pilihan naluriah saja. hehe. Sementara Mas Karmin Winata, seleb blogger dari Jakarta yang saya temani di Raminten, memesan jenis minuman: Jamu Godogan.

Tidak terlalu lama  pesanan Wedang Sereh saya datang. Namanya Wedang pasti rasanya manis, dan hangat. Rasa khawatir radang tenggorokan kambuh pasti ada. Tapi  saya segera menyeruput Wedang pesanan saya ini. Rasa manisnya khas. Tidak terasa lekat di lidah maupun di rongga mulut. Begitu pun aroma serehnya, membuat penasaran.

Ketika pelayan datang lagi mengantarkan Jamu Godogan dan pesanan makanan kami, saya pun bertanya kepada pelayan itu. Apa bahan-bahan untuk membuat Wedang Sereh yang khas ini. Wedang Sereh di Raminten House berbahan Batang Sereh saja. Pemanisnya adalah Gula Aren saja. Tanpa pemanis lain. Begitu jawab mas (atau mbak?) pelayan Raminten yang terkenal Semua Luar Biasa.

Siang sampai sore itu saya memang menikmati semua makanan dan minuman yang saya pesan di Raminten, tetapi kekhawatiran akan radang tenggorokan setelah meminum minuman manis menyelimuti sampai esok harinya. Baca lebih lanjut

Bekerja Dengan Passion dan Tanpa Passion

Seorang teman kampung saya telah lama merantau ke Jakarta. Teman saya di Jakarta menekuni pekerjaan di bidang pengerjaan plafon. Ia menekuni pekerjaannya mulai dari sebagai pembantu tukang, menjadi seorang tukang, sampai sekarang menjadi seorang pemborong. Tepatnya pemborong pengerjaan plafon yang merupakan sub dari suatu kontraktor bangunan yang lebih besar.

Pekerjaan teman saya ini makin lama semakin banyak. Seiring dengan track record bagus yang dibuatnya dan semakin bagusnya relasi yang berhasil dia bangun. Dengan reputasi yang berhasil ia bangun, pekerjaannya sekarang makin luas, bukan hanya di Jakarta saja. Ia mulai mendapat pekerjaan di daerah-daerah.

Sampai kemudian ia menerima pekerjaan borongan plafon di kota Yogya dan Solo. Kota yang tidak jauh dari desa dimana kami dilahirkan. Alasan dia untuk menerima pekerjaan di Yogya dan Solo bukan uang semata, lebih jauh ia berpikir untuk memberdayakan pemuda-pemuda teman-teman sekampung agar bisa turut bekerja. Agar tidak menganggur. Ini sesuatu yang mulia, pikir saya.

passioned and unpasionned

passioned and unpasionned. picture was grabbed from here

 

Salah satu pekerjaannya yang mempekerjakan teman-teman sekampungnya adalah memasang plafon untuk suatu hotel di Jogja. Waktu pengerjaan sekitar 18 bulan. Teman saya ini sudah membuat hitung-hitungan untung rugi mengerjakan proyek yang tidak kecil ini. Sampai akhirnya ketika waktu pembayaran tiba, keuntungan yang ia peroleh dari proyek ini diluar perhitungan. Bisa dikatakan hanya impas. Kenapa? Kok bisa.. Baca lebih lanjut

Wisata Jogja: Grebeg Muludan, Puncak Acara Sekaten

Pemuda dalam foto, yang belakangan saya ketahui berasal dari daerah Wonosobo – Jawa Tengah masih terlihat gemetaran menggenggam benda-benda yang berhasil ia perebutkan dengan ribuan orang lainnya di halaman Masjid Gege Kauman di Yogyakarta. Pemuda asal Wonosobo ini berniat jauh-jauh datang ke Jogja untuk ikut berebut Gunungan Grebeg Mulud pada puncak acara Sekaten yang berlangsung kemarin. (Selasa, 14 Januari 2014/Selasa, 12 Rabiul Awwal 1435 H ) Pemuda ini dan ribuan orang lainnya rela berdesakan untuk berebut Gunungan di bawah terik siang hari karena sebuah kepercayaan. Kepercayaan bahwa apa yang mereka dapatkan dari berebut Gunungan akan membawa berkah. Sehingga mendapatkan kehidupan yang lebih baik, lebih bahagia atau terkabul cita-citanya.

Ini masalah kepercayaan. Tidak perlu dipertentangkan. Anda boleh tidak percaya atau Anda boleh mencobanya.

Grebeg Mulud sebagai Puncak Perayaan Sekaten di Yogyakarta selalu menjadi magnet kuat pariwisata Jogja. Dari tahun ke tahun, acara rutin tahunan yang diselenggarakan di Kraton Yogyakarta-Alun Alun Utara-Masjid Gede Kauman ini, selalu dibanjiri wisatawan yang jumlahnya makin banyak saja. Grebeg Mulud bukan hanya menjadi daya tarik untuk wisatawan lokal, bahkan Grebeg telah lama menjadi destinasi wisatawan asing dari seluruh dunia. Kemarin, saya menjadi “one day tour guide” untuk seorang teman blogger dari Jakarta yang datang ke Jogja untuk membuktikan hebohnya Grebegan ini.

Kata orang, ke Alun-Alun Utara Jogja belum lengkap kalau belum mencicipi Nasi Gurih. Nasi Gurih adalah makanan khas yang banyak dijual di sekitar Alun-Alun dan daerah Kauman. Saya mengajak wisatawan blogger ini untuk sarapan Nasi Gurih Bu Pah di Jalan Kauman sebelah barat Alun-alun. Warung Makan Bu Pah saya pilih karena terkenal enak dan tempatnya nyaman. Harga pun tidak mahal. Harga 2 porsi Nasi Gurih ditambah 2 paha ayam jawa adalah Rp 45.000,- Porsi Nasi Gurih ini saya pikir akan cukup menjadi bahan bakar untuk sepanjang hari berdiri, berdesakan dan berlari-lari di sepanjang acara Grebeg Mulud.

Selesai sarapan, kami segera berjalan kaki menuju sebelah selatan Alun-Alun. Tepatnya di pintu utara Pagelaran Kraton Yogyakarta, tempat dimana acara festival Grebeg dimulai. Sebenarnya saya ingin mengajak kawan saya untuk masuk Kraton, sayang karena tiket sudah ludes terjual, kami memilih untuk berdiri menunggu jalannya festival yang akan dimulai pukul 10:30 WIB.

Grebeg Mulud Festivel

Saya agak khawatir dengan stamina teman saya. Berdiri di bawah terik siang hari sambil berdesakan dan saling injak kaki di tengah ribuan macam bau keringat pasti bukan hal yang mudah. Untungnya kekhawatiran saya tidak terbukti. Pengalaman menonton Grebeg Mulud ternyata memberikan sensasi tersendiri. Apalagi kami mendapat tempat berdiri paling depan di antara penonton Grebeg yang lain. Meski tidak mudah, kami lebih leluasa untuk memotret event Grebeg Mulud yang tersohor ini:

Parade Marching Band dari berbagai jenis berbaga prajurit kraton, yang diantaranya adalah Bergada Patang Puluhan, Bergada Lombok Abang, Bergada Lombok Ijo dan lain-lain sangatlah menarik. Ini bagian dari sejarah kejayaan kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat yang masih bisa kita saksikan sekarang.

Gunungan adalah puncak acara yang ditunggu-tunggu. Ada beberapa Gunungan yang dibawa oleh abdi dalem kraton/prajurit dalam puncak Grebeg Mulud ini. Gunungan-Gunungan itu akan dibagi-bagi di Kepatihan, di Pakualaman dan di halaman Masjid Kauman.

Begitu berjalan Gunungan terakhir, saya segera menarik tangan teman saya untuk segera mengikuti dari belakangan. Mengajaknya bagaimana merasakan sensasi menjadi bagian dari arakan masyarakat yang ingin berebut. Namun di tengah jalan arakan menuju Kepatihan ini saya mengajak teman saya untuk keluar dari arak-arakan ini.

Baca lebih lanjut

Arisan Batuk Pilek

Musim penghujan seperti sekarang merupakan musim dimana batuk, pilek dan semua gejala flu mudah menyerang kita. Batuk dan pilek mudah sekali menular dan bisa dengan mudah menyebar. Penyebaran virus flu bisa melalui kontak langsung maupun tak langsung.

Untuk membatasi penyebaran virus flu seseorang yang sedang menderita gejala flu akan lebih baik bila membatasi interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya orang-orang sehat pun harus berusaha menjaga diri dari tertularnya virus flu. Misalnya dengan senantiasa menjaga kebiasaan higienis. Tidak melakukan kontak langsung seperti jabat tangan, berpelukan, berciuman dengan penderita flu. Menghindari kontak tak langsung dengan penderita flu seperti berbagi pakai ponsel, tablet, keyboard computer, handuk, sapu tangan, dan lain-lain. Berdekatan dengan seorang penderita flu pun sangat tidak disarankan karena virus flu bisa menular melalui perantara udara.

Tidak kalah pentingnya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Menjaga daya tahan tubuh bisa dilakukan dengan memperbaiki pola makan, gizi makanan seimbang, mengurangi junk food, berolah raga teratur, tidak hujan-hujanan, mengurangi lembur dan begadang berlebihan dan lain-lain.

Bagi sebagian orang berusaha menjaga daya tahan tubuh saya kira bisa dilakukan. Asal ada cukup kemauan. Baca lebih lanjut

Jogging dan Trekking

Hujan di penghujung tahun 2013 sampai awal Januari 2014 ini membuat saya lama tidak lagi jogging tiap minggu pagi. Ini alasan. Alasan yang tidak akan lari bila dicari, hehe. Sebenarnya saya sudah lama tidak jogging karena masalah komitmen. Itu saja.

Menyadari makin lama tidak jogging akan berakibat makin buruk bagi diri saya sendiri, tadi pagi saya memulainya. Cuaca pagi yang cerah merupakan berkah. Teman yang mau menemani jogging adalah berkah yang satunya lagi. Kalau ini sekaligus musibah pula.

Betapa tidak, kalau jogging sendirian saya akan dengan mudah menempuh jarak beberapa kilometer, dengan teman saya harus menyesuaikan dengan kemampuan fisiknya. Menyesuaikan ritme maupun jarak tempuh jogging. Saya harus menurunkan idealisme (baca: ego) dengan berhenti jogging pada kilometer pertama. Kilometer-kilometer berikutnya dilanjutkan dengan walking. Jalan kaki saja.

Jalan kaki juga olah raga bukan, bisa membakar kalori. Jalan kaki tidak sendirian ternyata asyik juga, ada teman ngobrol, sampai tanpa disadari jarak tempuh jalan kakinya sendiri mencapai 7 kilometer-an. Ini selain terbantu ada temannya, pemandangan di kiri kanan jalan yang banyak dihiasi pohonan dan hamparan kebun jagung yang berbunga-bunga menjadi energi tersendiri.

Merasa ada sisa tenaga, kami memutuskan untuk trekking. Baca lebih lanjut