Refleksi Post A Day 2011

Karena detik ini sudah berada pada penghujung tahun 2011, kiranya tidak berlebihan bila saya untuk sejenak melihat ke bagian agak belakang dari blog ini.

Pada tanggal 31 Mei 2011, saya mulai menaruh tag postaday2011 sebagai partisipasi saya dalam gerakan membuat satu publikasi/posting dalam sehari di blog ini. Saya tahu saya sudah terlambat ketika mulai bergabung dalam gerakan post a day 2011. Saya tidak akan pernah bisa membuat masing-masing 1 post dalam 365 hari di tahun 2011. Oh iya, posting pertama kali saya adalah One Post A Day.

Tetapi apa yang menurut saya penting ketika memutuskan bergabung dalam post a day 2011 adalah semangat berbagi setiap hari. Menurut saya ini adalah gerakan yang punya semangat mulia sekaligus menantang komitmen dan konsistensi untuk senantiasa mengasah kreatifitas dan menemukan ide. Yang mudah-mudahan bermanfaat buat orang lain.

Pertanyaan untuk diri saya sendiri: Apakah Sukses dengan One Post A Day?

Jawab saya: Saya tidak merasa gagal. hihi Ini jelas jawaban ngotot. πŸ˜€ Tidak setiap hari saya bisa membuat posting terhitung mulai 31 Mei 2011 – 31 Desember 2011. Tapi bila ditelisik tentu saja keberhasilan saya itu mencapai lebih dari 80%. Tidak cukup membanggakan memang. Sekaligus bukan beban berat bila saya berpartisipasi dalam One Post A Day 2011. Bisa dibayangkan betapa berat beban mentalnya bila sekarang keberhasilan saya sudah 98%. Post A Day 2012 akan tidak memalukan bila keberhasilan saya minimal 99%. πŸ˜€

Sebagai penyemangat, WordPress.com membagikan untuk kita Kick Off Post A Day 2012 di:Β http://en.blog.wordpress.com/2011/12/27/project-365/

 

Iklan

Nuntius, Theme Baru di WordPress.com

Nuntius

Nuntius

Nuntius, theme baru di WordPress.com ini menurut saya keren sekali. Bagi pelaku jurnalisme warga yang tidak ingin dibuat ribet oleh hal-hal teknis, menurut saya bisa langsung membuat blog wordpress dan membeli domain sesuai kebutuhan. Kalau kebutuhan kemudian dirasa berkembang tinggal pada saatnya membeli account premium yang tidak mahal. Jadi seorang jurnalis warga bisa langsung menulis berita.

Tampilan ini menurut saya sudah cukup enak bagi pembaca berita. Bahkan lebih enak dari beberapa website berita lokal.

Keterangan lebih lengkap bisa dibaca di:Β http://theme.wordpress.com/themes/nuntius/

 

Sarapan

Umumnya saya menunaikan ibadah sarapan pada sekitar jam setengah enam, jam 05:30 wib. Baru kemudian mandi alakadarnya, ganti pakaian dan meninggalkan rumah pada sekitar jam enam lebih sedikit. Kalau lagi males ya paling-paling sehabis makan pagi, terus cuci muka, berpakaian dan meninggalkan rumah.

Mengenai sarapan ini, saya berusaha rutin melakukannya, meski tetep ada tapi ketika saya tidak bisa sarapan pagi. Misalnya itu ketika ada kerjaan yang harus saya selesaikan pagi-pagi dan membuat saya terpaksa menunda sarapan. Umumnya karena lupa waktu. Kalau sarapan sudah ditunda, artinya saya tidak bisa sarapan di rumah. Artinya saya harus sarapan di mana saja. πŸ˜€

Tapi yang lain adalah ketika saya merasa sedang liburan. Kalau sedang merasa perlu istirahat libur biasanya saya akan sarapan semaunya. Lebih ngaret dari biasanya. πŸ˜€

Bila saya masih beruntung bisa sarapan di rumah, biasanya saya akan bersarapan dengan makanan yang mengandung karbo dan protein. Tetapi yang terpenting adalah jenis makanan yang mudah dicerna. Makanan yang saya hindari adalah makanan pedas, terlalu manis, berlemak tinggi, berasam, dan sejenisnya. Saya merasa perlu berhati-hati dengan makan pagi ini sebenarnya setelah saya terkena maag beberapa tahun lalu dan sampai sekarang terkadang masih menggejala.

Karena maag itu pula saya sekarang sudah tidak minum susu berlemak, teh, kopi dan sejenisnya berbarengan dengan waktu sarapan. Saya mengganti semuanya dengan air jernih saja.

Terkait dengan waktu sarapan, pagi ini saya menyempatkan googling. Saya penasaran sebenarnya kapan waktu yang baik untuk sarapan. Walaupun saya tetap mengira kalau waktu terbaik sarapan itu personal, tergantung kebiasaan, mungkin. Ada teman-teman saya yang terbiasa sarapan pada jam sembilan sampai sepuluh pagi. Namun dari beberapa bacaan di internet pagi ini saya mendapatkan waktu sarapan itu seyogyanya pada satu jam setelah bangun tidur.

 

 

MUI: Hukum Mengucapkan Selamat Natal

Pada posting kali ini saya hanya menuliskan kembali serial tweet oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tertanggal 24 Desember 2011. Agar mudah dibaca, untuk urutan tweet ini saya tuliskan kembali dengan urutan mulai dari twit yang terdahulu.

Saya menuliskan kembali serial tweet dari Majelis Ulama Indonesia ini dengan maksud agar isi dari tweet tersebut mudah ditemukan kembali di kemudian hari karena seperti yang kita tahu keberadaan suatu tweets tidak akan mudah lagi ditemukan ketika sudah berusia beberapa waktu. Saya tidak tahu persis seberapa lama twitter menjaga suatu konten agar mudah ditemukan pembaca di internet.

Dan posting ini tanpa saya maksudkan sebagai pembelaan diri karena selama ini saya sering mendapatkan kritik baik secara langsung maupun no mention ketika saya sendiri memilih untuk memberikan/menyampaikan/mengatakan Selamat Natal. Urusan dosa dan tidak dosa saya yakini sebagai otoritas Tuhan sebagai satu-satunya Yang Maha Menentukan.

Dan bila ada yang tidak setuju atau kurang setuju dengan pendapat MUI, silakan langsung menyampaikan kepada Majelis Ulama Indonesia melalui account twitter @tweet_MUI atau channel komunikasi yang lain. Saya tidak cukup punya kapasitas untuk membahas dan memperdebatkan topik-topik diluar bidang keilmuan yang saya tekuni sehari-hari. πŸ™‚

 

 

 

 

 

Masing-masing tweet di atas saya berikan link langsung agar mudah diverifikasi.

Kenapa Website Terasa Menyebalkan?

Apa yang membuat seseorang lekas meninggalkan sebuah website?

Melalui account twitter UbuntuID saya menemukan sebuah info graphic menarik di sini, yang menjelaskan secara visual kenapa seseorang yang sampai kepada suatu website namun segera bergegas meninggalkan website itu. Barangkali Anda pun pernah bergegas menutup sebuah page yang baru saja Anda klik. Demikian pula saya.

Biasanya kita sampai kepada sebuah website atas rekomendasi Google atau search engine yang lain, referral link, Β suatu rekomendasi, dan lain-lain. Saya sendiri lebih sering tiba di sebuah website baru berawal dari key word yang saya ketikan di Google.

Nah setibanya suatu website ini saya seringkali harus mengambil keputusan. Memutuskan untuk mendapatkan informasi yang saya cari di website itu atau berpindah ke website lain. Biasanya saya akan meneruskan mencari informasi di website itu bila kenal dengan pemilik atau pengisi konten di web. (kredibilitas)

Kemudian kenapa saya bergegas meninggalkan suatu web dimana saya baru saja tiba?

Iklan. Sejujurnya, iklan adalah parameter penting saya untuk menilai sebuah website. Website saya anggap tidak kredibel bila memuat iklan secara berlebihan, iklan-iklan yang memperberat bandwidth internet saya. Website dengan iklan-iklan mesum dan terkesan tipu-tipu pasti akan segera saya abaikan. Iklan berbau mesum bagi saya adalah indikator si owner website bukanlah seorang yang punya idealisme. πŸ˜€ Ini adalah hal ke-2 yang dimuat dalam kissmetrics.com yang malah saya nomor satukan.

Registrasi. Saya akan langsung meninggalkan sebuah web kalau hanya untuk mencari informasi yang belum tentu saya dapatkan saja sudah meminta syarat registrasi. Jangan-jangan ini identity theft site. 😦 Ini adalah hal kelima menurut kissmetrics.com

Penggunaan Audio dan Video yang berlebihan. Saya tidak mau bandwidth internet saya terbuang sia-sia untuk sesuatu yang belum jelas. Saya pernah punya pengalaman menyebalkan, ketika malam-malam khusuk sepi sendiri ada interupsi musik/suara antah barantah dari suatu web. Teriring kaget saya akan segera menekan tompol X pada web browser saya. Ini adalah hal keempat menurut kissmetrics.com

Ada 8 butir What not to do dalam mendesain sebuah website atau blog agar tidak membuat pengunjung sebal bebal dan segera angkat kaki hengkang meninggalkan yang selengkapnya bisa Anda baca sendiri di:

http://blog.kissmetrics.com/leave-a-website/?wide=1