Bagaimana Cara Memotret Makanan Enak?

Selama ini saya lebih tertarik untuk memotret obyek yang berwarna mencolok. Kenapa? Ya, karena warna-warna cerah terlihat menarik saja. Permasalahanya muncul ketika saya ingin memotret suatu makanan dan menginginkan potret itu berbicara kalau makanan itu enak, sangat enak. Makanan-makanan yang enak tidak selalu berwarna-warni. Bentuknya pun tidak jarang berantakan.

Soto dan gorengan dalam potret berikut, walaupun bentuk dan warnanya begitu-begitu saja, namun rasanya enak. 😀

Soto Pak Buang

Soto Pak Buang

Gorengan

Gorengan

Ada yang mau berbagi tips trik memotret makanan?

Iklan

Website Pemerintah Hanya Asal Ada

Beberapa waktu lalu, seorang teman saya mengeluhkan kekecewaannya terhadap website-website pemerintah di Gunungkidul. Akses yang lambat, data yang ditampilkan tidak update, navigasi yang tidak instuitif, dan tidak menampilkan informasi-informasi yang banyak dicari masyarakat.

Tujuan pemerintah membuat website itu bukankah sebagai layanan untuk memudahkan masyarakat ketika sedang membutuhkan informasi tertentu secara cepat.

Saya sendiri pagi ini sedang  membuka-buka beberapa website milik dinas dan pemerintah kabupaten Gunungkidul. Tumben. Benar apa yang dikeluhkan teman saya beberapa waktu lalu itu. Akses lambat, data-data banyak yang tidak update, broken link, dan … dari segi desain seolah tidak peduli dengan perkembangan teknologi. Navigasi, Menu dan tampilan yang dipakai masih persis seperti yang saya lihat ketika website itu dulu pertama kali diluncurkan.

Saya tidak tahu apakah hal semacam ini hanya terjadi di website-website di lingkungan pemerintah kabupaten Gunungkidul. Atau permasalahan ini umum terjadi di semua pemerintahan di Rebuplik Indonesia.

Barangkali apa yang perlu dipedulikan adalah: Apa sebenarnya kesulitan pemerintah dalam mengelola website beserta isinya? (data dan informasi yang ada di dalamnya). Apakah:

  1. Dana/Anggaran (tidak dianggarkan atau anggaran yang ada kurang mencukupi)
  2. Kekurangan SDM TI (pemerintah tidak bisa menyerap tenaga kerja yang berkompetensi TI bagus)
  3. Mentalitas (malas, atau begini: kalau mendapatkan data bisa dipersulit kenapa dipermudah)
  4. … (apa lagi)

Perlu Musik Teman Kerja

Untuk menemani saat santai, membaca atau menyelesaikan kerjaan, saya suka mendengarkan musik. Boleh itu musik pop, keroncong, slow rock, heavy metal, blues, jazz, klasikal maupun uyon-uyon gendhing jawa. Asal bukan dangdut dan boyband/girl band kekorea-koreaan.

Bagi saya musik bisa membantu memecahkan kesuntukan ketika kerjaan yang dipikirkan dari pagi hingga siang menemui kebuntuan melulu. Mendengarkan musik bisa membantu mengurangi stres saya ketika otak dituntut untuk memikirkan ini itu. Bisa memperlancar aliran darah di otak dan seolah-olah otak lebih enak dipakai. Ini mungkin mitos karena kecanduan saya akan musik sudah sampai ke urat nadi.

Namun sesuka-sukanya saya dengan musik, siang ini saya merasakan dengan kepala sendiri, tidak semua lagu bagus cocok digunakan teman untuk menyelesaikan kerjaan yang perlu dukungan otak secara intensif. Lagu yang tidak saya cocoki untuk teman kerja kali ini ternyata bukan lagu-lagu yang jelek yang tidak saya suka. Lagu-lagu ini adalah lagu-lagu yang sebenarnya saya suka yang relatif baru dipendengaran. Lagu yang baru pertama kali saya dengar, atau lagu yang baru dua atau tiga kali masuk telinga.

Alih-alih saya memikirkan kerjaan, malah perhatian otak saya terbagi, terdistraksi, sebagian otak tersandera oleh lagu baru yang harusnya hanya menjadi sound track kisah kerja. Barangkali ini kenapa radio yang membidik pendengar bekerja memilih memutar lagu-lagu jadul pada jam kerja. 😀

Nah, setelah saya jeda sebentar dan menyelingi siang dengan menulis posting ini, saya akan segera mengganti playlist di media player dengan lagu-lagunya Norah Jones dan Beyonce saja.

Lagu siapa saja yang Anda suka sebagai musik teman kerja? 😉

 

Fitur Unggulan Windows 8, Apa?

Windows 7 sebentar lagi akan menjadi usang. Akhir Februari ini pengembangan Windows 8 akan sudah memasuki fase beta. Dan kabar-kabarnya akan release pada musim gugur tahun ini. Sebagai sistem operasi yang paling banyak dipakai sampai penjuru planet, tentu saja banyak orang menguping akan apa saja yang akan diunggulkan Microsoft di Windows 8 ini.

PC World telah membuat ringkasan Windows 8: 13 features worth knowing about, ada paling tidak 13 hal baru yang akan dihadirkan, yaitu:

  • Metro Interface
  • Fast Boot Up
  • Reset and Refresh
  • Windows To Go
  • The Windows Store
  • The Ribbon Interface
  • Wi-fi Direct Support
  • NFC Support
  • Native ISO image support
  • Side by side apps on tablets
  • ARM processor support
  • Windows Live Skydrive integration
  • Hyper-V
  • A Beefed-up Task Manager

Kemudian apa untungnya buat seorang pengguna anak turun Unix seperti saya? Saya untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari kalau tidak menggunakan Mac OS ya tidak lain menggunakan Linux Ubuntu. Hanya kalau sangat terpaksa sekali saya menggunakan Windows. Misalnya di lingkungan kerja dimana tidak ada banyak pilihan.

Baiklah meskipun Metro User Interface yang dibangun di atas HTML 5 dan CSS 3 yang banyak dibicarakan banyak orang. Namun saya mempertebal Reset and Refresh. Reset and Refresh adalah kabar bagus bagi saya.Kenapa? Baca lebih lanjut

Membaca Proposal

Dalam catatan sejarah, bangsa Indonesia secara legal formal telah merdeka lebih dari setengah abad. Pada bulan Agustus 2011, Indonesia telah memasuki usia kemerdekaanya yang ke-66 tahun. Dalam usia tersebut, rupanya kemiskinan masih menjadi permasalahan dan isu terpenting bangsa kepulauan ini. Beraneka program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, bantuan-bantuan sosial, dana insentif, hibah, penguatan modal, maupun pinjaman telah digulirkan di negeri ini, tetapi masih saja banyak daerah dan desa yang tertinggal pada berbagai aspek. Pembangunan dan program-program strategis masih terfokus di pulau Jawa, sedangkan pulau-pulau di luar Jawa masih banyak yang belum tersentuh pembangunan dengan ideal dan merata.

***

Seseorang yang ditugasi untuk membaca dan menilai proposal untuk suatu tujuan tertentu mungkin pernah mendapatkan bagian pembukaan proposal yang mirip-mirip antara proposal yang satu dengan yang lain. Seolah para pembuat proposal itu menggunakan template yang terjatuh dari langit. Mungkin template tiban itu juga dipakai untuk bagian-bagian lain sepanjang proposal.

Bila sudah membaca beberapa proposal dengan bab pembukaan yang sangat mirip, apakah umumnya si pembaca masalah akan merasa jemu membaca semua bagian pada proposal dan melompat ke bagian bahasan inti permasalahan? Atau apakah seorang pembaca/penilai proposal yang baik dan bertanggung jawab akan berusaha untuk adil membaca semua proposal dari lembar judul sampai lembar penutup?

Termasuk kreatifitas membuat sampul, pembukaan, inti masalah, tawaran solusi dan penutup semua mempunyai andil untuk menentukan nilai akhir. Ada teman saya yang menghakimi suatu proposal dengan melihat sampul dan kata pendahuluan pengantar. Dari pendahuluan itu teman saya memutuskan untuk terus membaca proposal atau segera menutup kembali proposal itu untuk tidak akan pernah ia baca lagi. 😀

 

Pernah Belajar Gitar

Ini adalah satu-satunya lagu yang pernah ada di dunia yang chord gitarnya pernah saya hafal di luar kepala. Sekarang lyric dan chord lagu ini sudah sangat jauh di luar kepala. (baca: makin banyak yang lupa)

Foto Bagong ini diambil pada tahun 2004 ketika kami sedang ‘serius’ membahas bikin film Indie.

Adalah  Bagong, yang dulu tidak pernah jemu mengajari saya meletakan jari-jari tangan kiri pada grip-grip gitar, berpindah posisi jari tiap berganti chord dan jari-jari tangan kanan memetik gitar selayaknya orang gitaran. Belajar bermain gitar beberapa waktu membuat saya tahu, bahwa memainkan gitar itu tidak semudah saya waktu itu menyuruh-nyuruh Bagong memainkan  Metalica, Scorpion, Gun&Roses dan aneka classic rock dan menikmatinya sampai larut malam di perempatan tongkrongan tidak peduli tetangga kiri kanan yang mau tidur terganggu. Baca lebih lanjut

Elektronika Tidak Populer di Mata Anak Sekarang?

Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol-ngobrol dengan teman-teman yang bekerja di suatu Sekolah Kejuruan di Gunungkidul. Ngobrol-ngobrol itu kemudian mengarah pada diskusi tentang minat masyarakat, dalam hal ini pelajar di Gunungkidul yang rendah terhadap Program Keahlian Elektronika di SMK. Program Keahlian Otomotif dan Teknik Informatika (software) saat ini menjadi pilihan utama bagi siswa siswi yang bersekolah SMK. Elektronika secara popularitas dan minat sedang telak kalah tertinggal. Kursi-kursi di kelas Elektronika di SMK banyak lowong.

Jaman saya muda, hehe, Elektronika adalah idola yang banyak digadang-gadang agar kelak menjadi bidang yang bisa siswa siswi pelajari. Jaman itu, Elektronika adalah program studi bergengsi yang kelasnya diperebutkan oleh teman-teman yang memilih bersekolah kejuruan. Seleksi alam pada masa itu hanya memungkinkan siswa yang tergolong cerdas di atas rata-rata yang bisa masuk diterima di kelas-kelas Elektronika.

Diskusi oleh teman-teman yang notabene adalah guru-guru program keahlian elektronika itu kemudian berlanjut untuk menemukan cara mendongkrak minat masyarakat pelajar akan keahlian Elektronika yang sedang turun kasta.

Sebenarnya seperti apa sih elektonika di mata pelajar saat ini?

Menurut diskusi itu dapat ditangkap banyak persepsi tentang elektronika yang berkembang di kalangan pelajar. Diantaranya elektronika itu identik dengan hitung-hitungan matematis yang njlimet. Gambaran semacam ini mungkin mereka dapatkan dari pelajaran Fisika di SMP. 😀 Elektronika tidak keren. Menyolder kalah keren dengan meng-over size seker motor untuk adu balap. 😀 Setelah lulus SMK, kalau bekerja di Jakarta yang mereka dengar keren di telinga masyarakat adalah bekerja di Astra, YAMAHA, SUZUKI dan sejenisnya. Apalagi sekarang ini sedang gencar diberitakan mobil Esemka yang dijadikan mobil dinas oleh walikota Solo, Pak Joko Widodo 😀

Banyak sekali ya tantangan untuk mendongkrak minat siswa akan kelas elektronika. Sebagai sesama orang yang sebagian jalan hidupnya ditopang oleh elektronika tentu saja saya merasa terpanggil untuk turut bersumbang sih, paling tidak menyumbang ide, untuk mendorong minat anak-anak pelajar untuk menyukai program keahlian elektronika.

Namun caranya bagaimana, kami masih terus berpikir. Barangkali Anda yang punya ide cerdas untuk disedekahkan di sini? 🙂