Earphone atau Enakan Headphone

Earphone kesayangan saya siang tadi rusak. Salah satu Earpiece -nya tidak bunyi. Kabelnya terputus. Penyebabnya adalah karena tidak sengaja tertarik paksa. Saya begitu saja beranjak dari tempat duduk lupa kalau di telinga saya terpasang earphone yang tersambung ke komputer. 😦 Biasanya saya memang menggunakan headset bluethooth untuk mendengarkan musik yang diputar di laptop yang saya bawa. Bukan PC seperti pada tadi pagi.

Sebenarnya di PC yang saya pakai tadi pagi sudah disediakan headphone bertipe close air yang teorinya lebih nyaman digunakan untuk mendengarkan musik karena suara-suara lain direduksi secara maksimal. Tapi entah kenapa saya merasa tidak nyaman. Daun telinga saya terasa sakit terjepit oleh headset. Musik yang lebih barsih tidak mengkompensasi sakit daun telinga.

Entahlah, saya yang lebih nyaman menggunakan earphone daripada headphone ini karena faktor kebiasaan atau memang headset yang sering saya coba kebetulan bukan tipe yang sesuai dengan anatomi kepala dan telinga saya. Oh iya, earphone saya yang rusak merupakan bawaan dari blackberry bold. Earphone yang bertahun-tahun terasa nyaman cocok di telinga. hehehehe

Iklan

Perlu Musik Teman Kerja

Untuk menemani saat santai, membaca atau menyelesaikan kerjaan, saya suka mendengarkan musik. Boleh itu musik pop, keroncong, slow rock, heavy metal, blues, jazz, klasikal maupun uyon-uyon gendhing jawa. Asal bukan dangdut dan boyband/girl band kekorea-koreaan.

Bagi saya musik bisa membantu memecahkan kesuntukan ketika kerjaan yang dipikirkan dari pagi hingga siang menemui kebuntuan melulu. Mendengarkan musik bisa membantu mengurangi stres saya ketika otak dituntut untuk memikirkan ini itu. Bisa memperlancar aliran darah di otak dan seolah-olah otak lebih enak dipakai. Ini mungkin mitos karena kecanduan saya akan musik sudah sampai ke urat nadi.

Namun sesuka-sukanya saya dengan musik, siang ini saya merasakan dengan kepala sendiri, tidak semua lagu bagus cocok digunakan teman untuk menyelesaikan kerjaan yang perlu dukungan otak secara intensif. Lagu yang tidak saya cocoki untuk teman kerja kali ini ternyata bukan lagu-lagu yang jelek yang tidak saya suka. Lagu-lagu ini adalah lagu-lagu yang sebenarnya saya suka yang relatif baru dipendengaran. Lagu yang baru pertama kali saya dengar, atau lagu yang baru dua atau tiga kali masuk telinga.

Alih-alih saya memikirkan kerjaan, malah perhatian otak saya terbagi, terdistraksi, sebagian otak tersandera oleh lagu baru yang harusnya hanya menjadi sound track kisah kerja. Barangkali ini kenapa radio yang membidik pendengar bekerja memilih memutar lagu-lagu jadul pada jam kerja. 😀

Nah, setelah saya jeda sebentar dan menyelingi siang dengan menulis posting ini, saya akan segera mengganti playlist di media player dengan lagu-lagunya Norah Jones dan Beyonce saja.

Lagu siapa saja yang Anda suka sebagai musik teman kerja? 😉

 

Headset Terendam Air

Saya lebih suka menggunakan head set untuk mendengarkan musik sambil menyelesaikan kerjaan dengan Laptop. Membaca ebook, browsing, mengetik dan sejenisnya saya anggap sebagai kerjaan lhooo. 😀

Sayangnya tadi pagi headset yang paling saya suka tidak saya temukan di meja dimana saya menaruh gadget dan laptop. Diingat-ingat terakhir kali saya memakai headset itu pada hari Sabtu ketika saya sedang bepergian. Diingat-ingat lagi ternyata kemarin saya menaruhnya di saku celana. Diingat-ingat lagi, celana yang saya pakai pada hari Sabtu saya cuci pada sore harinya. Benar dugaan saya. Saya lupa tidak mengambil head set pada saat mencuci. Head set itu tadi saya temukan di celana yang ada di gantungan pengeringan.

Alamat head set  akan tidak bisa dipakai lagi. Head set itu sebenarnya adalah bawaan dari Blackberry lama saja. Saya memakai head set itu tidak hanya untuk blackberry karena menurut saya suara head set itu lebih bagus untuk mendengarkan musik dibanding beberapa head set lain yang saya beli terpisah.

Tanpa pikir panjang, saya segera mencolok headset saya itu pada handset blackberry. Masih keluar suara dari head set itu. Namun suaranya jelek. Seperti suara orang kumur-kumur atau seolah telinga saya sedang kemasukan air.

Saya segera melepas head set dari blackberry. Melepas karet pada masing-masing ear piece, mengelap semua bagian head set termasuk kabel sampai konektor, kemudian mencoba mengeringkan ear piece dengan hair drier selama beberapa menit. Saya mendekatkan pemanas har dryer beberapa centimeter, tidak terlalu dekat dengan ear piece.

Saya mencoba lagi memasang di Laptop untuk mendengarkan musik. Kali ini suara head set lebih baik. Walau menurut saya belum seperti sedia kala. Saya melepas karet di ujung ear piece. Ternyata masih ada air mengembun. Pikir saya harus dikeringkan lagi selama beberapa menit. Dan kali ini suara head set sudah saya anggap normal.

Jadi kepingin beli Head set Sennheiser HD 595 H. Hanya harganya yang belum cukup wajar untuk saya beli. 😀

Radio dan Lagu Baru

Saat ini saya sedang mendengarkan Radio. Sambilan mengetik posting ini. Radio yang saya pilih saya dengarkan online melalui jogjastreamers pada pagi  ini adalah Radio Geronimo FM. Radio wajib saya mulai jaman SMA pada tahun 95-an. Radio ‘sunah’ nya adalah Yasika, RB, EMC, dan beberapa lainnya. 😀 Kali saya mendengarkan radio sampai medio 2000-an. Habis itu saya makin jarang mendengarkan Radio.

Iya, saya sudah lama  tidak mendengarkan lagi radio Geronimo. Tidak ada lagu yang saya kenal yang diputar Geronimo pada acara CITRAKOTA pada pagi ini. Telinga saya tidak mudah menikmati. Perut saya belum bisa mencerna lagu-lagu macam ini. Memang sih acara ini memutar lagu-lagu fresh Indonesia.

Kali ini saya tetap stay tune. Sejak awal tadi saya hanya ingin mendengarkan radio. Agar sedikit-sedikit tahu, paling tidak sekali-kali dengar lagu-lagu Indonesia baru. Siapa tahu ada yang suka. Maklum database lagu di otak nafsu saya lama tidak update. hehe Namun antusiasme saya akan lagu baru ternyata tidak sekuat jaman saya masih muda dulu. 😀 Dulu saya seolah berdosa bila sampai ketinggalan tahu ada lagu baru. Takut dibilang ngga gaul.

Jadi sedikit ingat tentang antusiasme dan penasaran lagu baru saya itu mulai berhenti sebelum tahun 2000-an. Seingat saya masuk jaman SMP – SMA saya selalu suka menikmati lagu-lagu baru. Lagu-lagu baru keren-keren. Memasuki tahun 2000-an selera musik saya berbalik. Saya mulai menikmati musik era 90-an, 80-an, 70-an.

Gambar diambil dari sini. Tentu saja radio saya saat itu tidak secanggih ini. Saya mendengarkan radio dari Radio yang saya rakit pada jaman SMP. 😀

Sampai saya menemukan banyak sekali lagu-lagu yang saya golongkan klasik menurut selera saya yang release dari tahun 60-an sampai 90-an. Lagu-lagu “klasik” itulah yang menghiasi ruang dengar saya paling tidak dalam 10 tahun terakhir dan hanya menyisihkan ruang sempit untuk lagu-lagu fresh. Jadi tahu kan, kenapa selera musik saya ngga update, ngga compatible dengan kebanyakan lagu baru. 😀

Coba lihat akan seberapa betah pagi ini saya pantengin radio Geronimo! 😀

Susah itu yang bikin Enak

Siang ini saya sedang menyimak lagu – lagu yang saya suka pada tahun 1995 – 1998. Yang entah kenapa, beberapa lagu – lagu yang saya suka pada tahun itu senantiasa ingin saya dengar berulang – ulang. Beda dengan lagu yang hit setelah tahun 2003. Hit setelah 2003 rasanya berdaur lebih pendek.

Ketidakmudahan untuk setiap saat memperdengarkan untuk saya, lagu yang sangat disuka pada tahun sebelum tahun 2000 bisa jadi merupakan alasan penting. Mengapa? Harga kaset atau CD pada tahun itu tentu saja sangat mahal untuk kantong ukuran pelajar dari keluarga pas – pasan seperti saya. Beda dengan era sekarang yang kalau mau beli sudah sedikit – sedikit bisa mengumpulkan uang. Atau kalau mau bisa – bisa saja mengunduh dari internet sepuasnya. 😀

Masih kuat diingatan saya, bagaimana semalaman mantengin lagu – lagu di radio. Dan sekali – kali berharap kebaikan hati penyiar radio untuk memutar lagu – lagu yang di request. Pernah suatu kali jadi pusing kepala gara – gara kaset pita pinjaman jadi kusut karena mekanik tape yang tidak beres.

Sudahlah, saya dengerin lagu – lagu ini dulu! :). #nowplaying MLTR Nothing to Loose

Here by(I hope you’re doing fine out there without) me

I hope you’re doing fine out there without me
‘Cause I’m not doing so good without you
The things I thought you’d never know about me
Were the things I guess you always understood
So how could I have been so blind for all these years
I guess I only see the truth through all this fear of living without you

Lagu ini sering mengalir lirih dibelakang saya atau di ponsel saya (maksudnya apa ya). It performed ‘by’ 3 doors down. Ehm …
Baca lebih lanjut