Gadget untuk kepuasan atau produktifitas

Lebih banyak orang membeli smartphone atau gadget sebagai pemenuhan kepuasan dibanding untuk peningkatan produktifitas kerja. Eh, jangan cepat – cepat dipercaya. Itu kesimpulan yang saya buat dengan se-ngawur – ngawurnya.

Melanjutkan kengawuran saya, biasanya early adopter untuk gadget, smartphone dan smart device sejenis adalah geek, atau freak, baru kemudian mereka yang suka buat gaya – gayaan dan terakhir adalah mereka yang benar – benar memerlukan. Tapi barangkali dua yang terakhir bisa dibalik urutannya.

Pengamatan saya dari milis milis, seperti Android user, Blackberry User, Apple iphone dan lain – lain terutama akan membuat saya semakin pede dengan kengawuran ini. Banyak sekali diskusi tentang bagaimana mereka meng upgrade system operasi, menambahkan update dengan rajin, membuat modifikasi, jail – breaking dan lain – lain. Entah berapa kali dalam setahun mereka melakukan melakukanya. Malah barangkali ada yang dua kali atau lebih dalam satu bulan.

Bagaimana dengan anda?

[Posting ini saya buat sambil menunggu download Operating System buat gadget tercinta]

update :

Nah sekarang saya sudah selesai upgrade blackberry jadul yang saya pakai sehari – hari dengan Willy Boy 7.2 dan sedang ingin merasakan apa perbedaan dengan OS 5.0.0.822 official

Gempa masih terjadi

Seperti apa yang saya tulis pada status facebook saya tadi malam bahwa gempa masih saja terjadi di daerah tempat tinggal kami. Walaupun apa yang terjadi pada lepas tengah malam tidak besar dan bisa dikategorikan gempa dengan skala kecil tetap saja itu membuat saya terkejut dan berjaga – jaga.

Apa yang menimpa pada beberapa tahun yang lalu belum terlupakan. Banyak yang belum terpulihkan. Dan banyak yang tidak bisa dipulihkan. Hanya, sebagai tindakan peringatan dini, bahwa apa apa sebagai tanda tanda setiap kejadian harus disikapi dengan bijak, waspada dan hati – hati.

Semoga tidak ada gempa besar yang merusak meluluh lantakan peradapan seperti beberapa tahun silam. Amiiin…

Sudah pagi ya …. Jogging time ….

Musim Dingin Musim Produktif

Kalau ditanya suka ngga dengan musim dingin. Biasanya saya menjawab SUKA. Karena biasanya saya lebih produktif dalam menetaskan ide malah ketika hawa dingin datang. Kebiasaan yang aneh. Suatu keanehan karena bertentangan dengan kebiasaan makhluk lainya he he he

Maksudnya?

Bukankah ayam mengerami telurnya dengan kehangatan supaya telur telur tersebut bisa menetas, juga burung dan unggas yang lain. Memangnya saya burung? Baca lebih lanjut

Siapa yang mau mengorbankan kesehatan demi …

Awalnya orang mengorbankan kesehatan demi uang

Akhirnnya mereka mengorbankan uang demi (mendapatkan kembali) kesehatan

Anehnya, trus apa untungnya. Malah rugi ya.

Kira kira menguntungkan mana, jogging satu atau dua kali seminggu plus refreshing dengan mengejar uang dengan overtime di akhir pekan? Biasanya tawaran yang menggiurkan untuk pekerjaan ekstra di hari libur atau akhir pekan membuat kita lupa. Bahwa ada kesehatan yang perlu dijaga.

Apakah anda termasuk yang mau mengorbankan kesehatan demi uang? Saya pasti tidak mau

Rasanan Pendidikan Moral (Anak)

Pagi ini saya rasanan dengan simbok saya, tentang kurangnya kesempatan anak anak jaman sekarang untuk mendapat piwulang moral (didikan moral dan tata krama) dari orang tua. Kalau jaman kecilnya simbok saya, bisa menikmati 24 jam sehari bersama orang tuanya. Tetapi bukan untuk (hak) anak anak jaman sekarang. Ketika saya mendebat simbok saya tentang bagaimana pentingnya peranan orang tua terhadap pendidikan anak anaknya. Simbok saya pun tak mau kalah.

Sekarang itu, terkait mau menjadi anak baik  atau tidak baik, orang tua hanya bisa pasrah dan menyerahkan pada faktor keberuntungan. Coba kamu lihat, teman teman kamu yang bekerja di pabrik, jam 5:30 sudah meninggalkan rumah, pulang bisa sampai jam 22:OO. Bagaimana bisa mendidik anak. Kalau (mereka) yang bekerja salah satu saja (bapak/ibunya saja) entar tidak cukup untuk menafkahi dan membiayai sekolah. Kira kira bisa memilih ngga, tinggal dirumah dan mendidik anak dan tidak cukup makan, tidak cukup biaya pendidikan atau bekerja meninggalkan rumah dan bisa membeli susu dan perlengkapan sekolah.

Baca lebih lanjut

Boso Jowo ngeBLOG

Siang meniko cethanipun kulo nembe ‘blog flying’. Tetembungan menopo meniko ‘blog flying’. Nggih meniko mlampah mlampah saking setunggal blog teng blog sanesipun. Siang meniko sajak benten.

Sepisan

kulo maggih blog engkang edi, sae sanget tumprap kulo. Wonten ing saklebeting jagat pe blog an

( duka menika tembungipun leres mepopo luput, menawi tembung lingga dalang robah dados pedalangan kulo njajal menawi tembung lingga blog kulo robah dados pe blog an, he he he malah damel gumujeng, ananging kulo malah lingsem, moso lare jawi kok matur ngagem bahasa ibu malah ‘angel’)

Wonten satunggaling blog ingkang kaserat mawi Basa Jawa, Basa Kramo, Basa Ingkang Santun. Baca lebih lanjut

Kemampuan mendengarkan (dengan …

Opo wis arep wur uwur?

[Apakah akan sudah mulai menaman?]

Arep neng sepat

[ Mau (pergi) ke Sepat ]

Bagaimana anda memahami potongan dialog diatas ngga nyambung ya. Begitulah ketika tiba saatnya manusia menjadi tua. Mungkin suatu saat giliran kita juga akan tiba. Nikmat pendengaran yang diberikan oleh Allah dikurangi sedikit demi sedikit.

Semakin tua, umumnya pendengaran manusia berkurang kemampuanya. Begitu juga ‘pendengaran’ dalam arti yang ‘lain’. Baca lebih lanjut

Jadi Saksi ( Ogah Ach)

Sedah dua minggu kasus mutilasi yang menimpa Eka Putri (Bekasi) belum juga mendapatkan titik terang tentang siapa pelakunya. Meninggalnya Eka tak hanya hanya meninggalkan duka bagi keluarga tetapi juga keprihatinan semua masyarakat yang memiliki budaya kemanusiaan. Dan meninggalkan tuntutan dan sorotan atas kinerja kepolisian selama ini.

Saya semalam sempt nonton kupasan acara ini di TV One Baca lebih lanjut

BBM, mau naik,naik saja

Kenaikan haraga BBM memang menjadi pilihan pahit bagi pemerintahan SBY JK, tetapi (menurut saya) adalah terbaik. Kalau memang mau dinaikan segera dinaikan saja. Jangan malah ditunda tunda karena toh isunya sudah beberapa hari menjadi kabar di masyarakat dan sepertinya pemerintah juga tidak akan punya banyak pilihan dengan keputusan harga BBM ini mengingat harga minyak internasional yang sangat tinggi diatas 100 USD per barel.

Kemarin teman saya membeli bensin eceran di kampung (sudah) seharga Rp 6.000 per liter nya Baca lebih lanjut