Suhu Gerah, kenapa mengeluh?

Beberapa Minggu terakhir, di daerah tinggal saya semakin terasa panas dan gerah. Dampak kemarau yang panjang. Biarlah, sudah banyak orang yang mengeluh kesahkannya.

Daripada ikut – ikutan mengeluhkan keadaan yang mana hanya memperkeruh keadaan dan mood, bagi saya kok lebih baik untuk mencari hikmahnya saja. Menggeser pandangan ke sudut yang berbeda bukan dari jendela saja.

Hal positif menguntungkan apa yang bisa saya rasakan dengan meningkatnya temperatur antara lain adalah, saya tidak perlu berolah raga keras untuk mendapatkan keringat, saya cukup sedikit berjalan maka keringat sudah deras mengucur. Makan siang pun kini cukup untuk memeras keringat. Bila sedang malas mandi, saya juga tidak perlu memanaskan air, suatu efisiensi waktu dan bahan bakar.

Hal negatif, mengapa mesti di cari cari kalaupun memang banyak 😀

Iklan

Temperatur yang Kontras : Tantangan Kebugaran

Beberapa Minggu ini, cuaca malam di desa saya menjadi sangat dingin. Sementara di siang harinya Temperatur kembali menukik. Ini merupakan tantangan bagi kebugaran tubuh. Terutama tubuh yang kemampuan adaptive nya tidak maksimal seperti tubuh saya.

Bila cuaca boleh dikambing hitamkan, maka paling tidak perubahan temperatur yang kontras antara siang dan malam telah menyakiti kesehatan saya sehingga terpuruk meler selama seminggu. Tetapi, alhamdulillah, mulai saya menulis posting ini, tanda tanda perbaikan kesehatan telah mulai terasa.

Kemudian seiring memasuki lebih jauh musim kemarau, tantangan kesehatan yang tidak kalah ganasnya adalah debu musim kemarau yang menyertai musim kering berangin. Ini merupakan signal intelegen yang harus dapat saya terjemahkan menjadi sesuatu yang kongkrit berupa tindakan antisipasi agar kesehatan dan aktifitas saya tidak sampai terganggu dan melumpuh 😀

Sumber :

http://bmg.go.id
http://weather.com

Menjaga tetap Semangat di cuaca Buruk

Hi Semangat Pagi …

Akhir – akhir ini cuaca buruk lumayan mengganggu kesehatan saya. Mungkin adalah pergantian musim, ke benar benar musim kering. Saya merasakan cuaca yang memburuk dan kesehatan saya sejak Minggu malam. Saya sengaja  menahan diri untuk tidak menuliskanya di awal Pekan. Salah – salah saya dibilang “Jarwadi hates Monday”. Engga lah. Jarwadi sih truely love Monday.

Cuaca memburuk adalah hal yang biasa di sini. Dengan hawa dingin sebenarnya enjoy saja, tetapi ketika ditambah angin kencang dan debu debu batu kapur. Seperti inilah yang tidak diterima oleh sistem kekebalan tubuh saya. Terutama tenggorokan dan Sistem pernafasan. Mencoba survive dengan berbagai cara adalah pilihan saya. Mengurangi waktu diluar ruangan, walaupun sepenuhnya sangat sulit. Tidak begadang, apalagi ini, karena biasanya saya hanya tidur sekitar 4 sampai 5 jam setiap malamnya. Tetap Olah Raga untuk menjada stamina.

Yah, semua yang telah saya lalukan, tetap saja sekarang spa (sistem pernafasan saya terganggu), sedikit serak serak. Mudah mudahan saja bukan gejala ISPA. Untuk tetap menjada stamina kemarin saya sudah mulai memakai Protecal defence, mengurangi minuman yang banyak bergula dan kopi [walaupun sulit], menghindarkan diri dari makanan yang berminyak tinggi dll

Keep Survive Man, There so many datelines deadlines wait a head

Mendung ing Mongso Ketigo

Tidak seperti biasanya. Mendung meliputi langit Wonosari. Apa gerangan yang terjadi? Adakah maksud sang Pencipta di balik mendung siang ini?

Maksud (tulisan)nya?

Mendung beneran kok. Memang agak aneh. Hawa panas musim kemarau yang menyengat agak terkurangi hari ini. Syukur – syukur kalau memang benar benar menjadi hujan. Paling tidak akan membantu saya berjalan pulang dengan volume debu yang terhisap ke paru paru berkurang. Dan mata mata merah karena alergi debu tidak terjadi lagi

Selamat Siang ya [ Asal nulis saja kok ]

( Top Rate Album : Temperature Rising by Tata Young => kan sound track harus match dengan sikon  )

Musim Dingin Musim Produktif

Kalau ditanya suka ngga dengan musim dingin. Biasanya saya menjawab SUKA. Karena biasanya saya lebih produktif dalam menetaskan ide malah ketika hawa dingin datang. Kebiasaan yang aneh. Suatu keanehan karena bertentangan dengan kebiasaan makhluk lainya he he he

Maksudnya?

Bukankah ayam mengerami telurnya dengan kehangatan supaya telur telur tersebut bisa menetas, juga burung dan unggas yang lain. Memangnya saya burung? Baca lebih lanjut