Gedung Serbaguna di Siyono. Sudah Jadikah?

Gedung Serbaguna

Gedung Serbaguna

Gedung Serbaguna. Begitu bangunan gagah berwarna hijau ini dinamai. Terletak di Siyono – Gunungkidul. Tempat yang dulunya merupakan pasar hewan legendaris, Pasar Hewan Siyono.

Bangunan ini mulai dibuat sejak tahun 2011. Saya pernah mempostingnya di sini. Dari gedung yang kelihatan masih baru, gedung yang direncanakan akan dipergunakan sebagai Sentra Kerajinan Gunungkidul  ini muncul pertanyaan: Sudah jadikah?

Iklan

Denah Sentra Kerajinan Gunungkidul di Siyono

Setelah Pasar Hewan yang tersohor di seantero Gunungkidul itu dipindahkan ke tempat baru di Logandeng, kini kawasan di sekitar Bundaran Siyono hampir tidak pernah dijumpai kerumunan yang njawani seperti dulu.

Tapi jangan salah. Di lokasi yang telah ditinggalkan para blanthik itu kini sedang dibangun Sentra Kerajinan Gunungkidul. Infrastruktur kawasan Siyono yang terbilang bagus saat ini dipandang cocok untuk men-display karya tangan-tangan terampil bakat-bakat Gunungkidul. Baca lebih lanjut

RM Padang Siyono – Gunungkidul, Ramah Murah Meriah

Menu Murah Meriah RM Padang Giwangan

Menu Murah Meriah RM Padang Giwangan

“Dimana – mana orang Indonesia pengin makan, yang dicari pasti masakan padang” kata Gayus Tambunan ketika dipulangkan dari pelariannya di Singapura oleh Denny Indrayana dan Mas Ahmad Sentosa.

Saya tidak sedang ingin mengobrol tentang pat gulipat mafia pajak Gayus Tambunan yang penuh kebohongan sulit dipercaya itu. Barangkali satu – satunya ucapan Gayus yang bisa dipercaya hanya yang saya kutip di atas. Susah untuk menyangkal kalau kebanyakan orang Indonesia suka masakan Padang. Termasuk saya yang orang Jawa tulen dan tinggal di pelosok Gunungkidul. Kabupaten yang berjarak, barangkali, lebih 1.000 km dari kota Padang. Termasuk orang – orang di lingkungan dimana saya tinggal pun menyukai cita rasa Padang. Buktinya setiap ada Rumah Makan Padang baik di Wonosari maupun kota – kota kecil sekitarnya, umumnya ramai orang makan. Baca lebih lanjut

Trotoar Bermetamorfose (jadi Pasar)

Gerobak Nasi Uduk

Saya tidak sedang ingin membeli Nasi Uduk. Melainkan saya terpaksa berjalanan di aspalan karena jatah  trotoar buat pejalan kaki diserobot oleh ulah pedagang nasi uduk. Jadinya saya juga tanpa permisi mengurangi jatah bagi pengendara mobil dan motor.

Penjual Nasi Uduk dengan gerobak biru itu bukanlah satu satunya yang nekad semena – mena terhadap fasititas umum. Foto – foto berikut ini adalah bentuk kekerasan terhadap trotoar yang saya temua sepanjang perjalanan  kaki saya dari makan siang. 😀 Baca lebih lanjut

He is Human too

Berbagi itu mulia. Semua pasti setuju. Meski kata betapa mulia berbagi itu selalu kedengaran indah tetapi membagikan apa-apa yang kita anggap hak tidak selamanya mudah. Manusia sering kali merasa yang lebih berhak dari manusia lainnya.

Suatu saat, saya sedang duduk-duduk ditempat pemberhentian angkutan umum dimana kemudian dihampiri seorang pria bertubuh gempal, berambut gimbal dan pakaian lusuh asal melekati tubuh. Tangan dan kaki kotor tak terawat tanpa alas kaki. Pria itu tanpa basa basi duduk di sebelah saya. Berbagi tempat duduk berbentuk bangku panjang. Perasaan was-was bercampur takut, bercampur risih, bercampur “malu” juga kemudian menghampiri diri ini. Oleh orang-orang di sekitar pasar Siyono, orang ini diketahui sebagai orang gila. Saya pun sering melihatnya berjalan mondar-mandir tak jelas apa yang dicari. Sesekali duduk dan memandang dan tiba-tiba melangkah.

Baca lebih lanjut

Bunderan Siyono

Bunderan Siyono

Foto ini, saya ambil di suatu pagi pada bulan Ramadhan yang lalu. Meski lengang di waktu pagi, jalan ini sangat ramai di siang hari. Jalan ini merupakan penghubung utama kota Wonosari ke ibukota propinsi.

Bundaran ini, sepengetahuan saya, sudah dua kali di pugar/dibangun. Bundaran yang pertama di bangun, kelihatannya di danai oleh APBD. Mungkin karena keterbatasan dana waktu itu sehingga bangunan kurang sreg di pandang, juga tidak ada air mancur nya. Maka banguna kedua ini kelihatan lebih adem di mata, ada air mancur dan dengan arsitektur yang lebih ciamikk. Itu ada tulisan BPD karena sepertinya bangunan bundaran itu memang merupakan sumbangan dari Bank BPD.

 

Siyono (juga) Macet

Bukan kabar baru kalau kemacetan telah  menjadi ciri khas dan bagian dari ke-Indonesia-an, terutama di kota – kota besar. Kalau belum macet, tentulah kita belum berada di kota – kota Indonesia.

Ceritanya dua pagi hari terakhir saya berangkat kerja agak siang, kira – kira menjelang jam tujuh. Ini Hebat, pikir saya. Suatu kemajuan pesat terjadi di bundaran siyono. Tidak beda dengan apa yang sering saya temui di Jakarta, pagi ini kemacetan menjadi pemandangan sekaligus pengalaman menarik. Sekarang ini Siyono pagi hari sudah bisa disamakan dengan kota kota besar Indonesia yang lain.

Sopir angkutan umum yang saya tumpangi yang seenaknya mengklakson dengan suara menyalak, telah membuat lengkap sudah.

**Mudah mudah proses download yang saat ini mencapai 94% tidak ikutan macet. Amiin