Dilema Menggunakan Kendaraan Pribadi

Beberapa bulan terakhir ini, saya menjadi lebih sering menggunakan cara yang tidak saya suka untuk bepergian ke suatu tempat. Yaitu lebih banyak menggunakan sepeda motor untuk mencapai suatu tempat. Tidak hanya mencapai tempat-tempat yang terbilang dekat misalnya ke pasar terdekat, ambil cucian di laundry atau kemana, bahkan ke kota Jogja yang berjarak 40-an km pun mulai saya tempuh dengan sepeda motor.

Saya terpaksa. Kendaraan umum akhir-akhir ini semakin susah di dapat, hanya beroperasi pada jam-jam tertentu dan waktu tempuhnya terasa semakin lama. Tidak handal.

Kendaraan umum makin jarang dan hanya beroperasi pada jam-jam tertentu karena orang-orang sekarang entah kenapa semakin malas menggunakannya, karena tidak handal? Waktu tempuh menjadi makin lama karena jalanan sekarang makin dipadati dengan kendaraan pribadi dan sepeda motor yang menyesakan jalan sampai bikin macet. Oh iya, menggunakan kendaraan umum memang menjadi boros.

Jauh lebih cepat dan murah menggunakan sepeda motor. Sebagai misal dari rumah sampai suatu venue di kota Jogja saya hanya membutuhkan waktu kurang-lebih 90 menit dengan sepeda motor. Baca lebih lanjut

Siyono (juga) Macet

Bukan kabar baru kalau kemacetan telah  menjadi ciri khas dan bagian dari ke-Indonesia-an, terutama di kota Рkota besar. Kalau belum macet, tentulah kita belum berada di kota Рkota Indonesia.

Ceritanya dua pagi hari terakhir saya berangkat kerja agak siang, kira – kira menjelang jam tujuh. Ini Hebat, pikir saya. Suatu kemajuan pesat terjadi di bundaran siyono. Tidak beda dengan apa yang sering saya temui di Jakarta, pagi ini kemacetan menjadi pemandangan sekaligus pengalaman menarik. Sekarang ini Siyono pagi hari sudah bisa disamakan dengan kota kota besar Indonesia yang lain.

Sopir angkutan umum yang saya tumpangi yang seenaknya mengklakson dengan suara menyalak, telah membuat lengkap sudah.

**Mudah mudah proses download yang saat ini mencapai 94% tidak ikutan macet. Amiin