Stimuno Forte, Untuk Membentengi Kebugaran Diri Setiap Hari

Tahun ini saya memutuskan untuk mengikuti 2 event lomba lari Marathon sekaligus. Mandiri Jogja Maraton yang akan berlangsung pada tanggal 23 April 2017 dan Jakarta Maraton yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober 2017. Saya sudah mendaftar dan membayar untuk keduanya.

Menjadi penamat Maraton memang impian saya, namun keputusan saya untuk mengikuti dua lomba sekaligus membuat saya cemas, bimbang dan galau. Karena untuk bisa menamatkan lomba lari sejauh 42.2 km itu membutuhkan persiapan untuk menggembleng diri agar mempunyai mental dan fisik yang sehat dan kuat. Artinya agar bisa mengikuti program latihan dengan baik saya gak boleh sakit dan harus berusaha agar selalu #Sehat365Hari. Satu hari saja jatuh sakit, apalagi pada masa peak training, bisa mengancam program latihan yang disusun secara matang. Baca lebih lanjut

Iklan

Kegiatan Tanoto Foundation Lahirkan Pemuda Peduli Masyarakat

tanoto-peduli-masyarakat

Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu. Quote dari Presiden Amerika Serikat tahun 1961-1963 ini seharusnya terpatri di benak setiap warga dunia. Menuntut memang lebih gampang, namun apa kontribusi yang telah diberikan oleh setiap individu untuk membangun negaranya menjadi lebih baik?

Tanoto Foundation yang kegiatannya dimulai oleh Sukanto Tanoto dan istrinya Tinah Bingei Tanoto sejak tahun 1981 ini didirikan demi mendukung upaya mengentaskan kemiskinan dari Indonesia. Hingga kini, Tanoto Foundation selalu konsisten menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. Baca lebih lanjut

Dilarang Menembak atau Berburu Burung dan Hewan Liar

Dilarang Menembak/Berburu Burung dan Hewan Liar di Desa Grogol

Dilarang Menembak/Berburu Burung dan Hewan Liar di Desa Grogol

Di desa kamiĀ sampai sekarang masih ada saja orang yang seenaknya sendiri menembak/berburu burung-burung liar. Kebanyakan dari pemburu liar itu bukan penduduk di desa kami. Memang ada juga penembak liar yang merupakan tetangga kami sendiri.

Saya sendiri tidak habis pikir kenapa orang-orang masih nekad menembaki burung-burung liar yang masih tersisa. Padahal populasi burung liar di lingkungan desa dimana kami tinggal makin berkurang. Bisa dikatakan sudah berkurang drastis. Apalagi bila dibandingkan dengan populasi dan keragaman burung-burung di alam pada jaman saya kecil dulu, pada tahun 1980-an.

Seberapa enaknya daging burung yang tidak seberapa dibanding nikmatnya alam lestari, dibanding kicau-kicau burung yang membawa kesan asri pada pagi hari. Kicau burung, sesuatu yang sekarang mungkin biasa-biasa saja, namun akan sangat dirindukan kelak. Kelak suatu ketika bisa jadi orang-orang tidak mendengarkan kicau yang sebenarnya, melainkan rekaman kicauan burung atau suara-suara sintetis elektronis.

Tiap kali saya mengetahui ada orang yang menembak burung-burung liar di lingkungan dimana saya tinggal, saya selalu berusaha mengingatkan dan menegur mereka. Tidak jarang maksud baik saya ini berakhir dengan adu mulut. Tidak apa-apa. Bagi saya lebih baik adu mulut daripada satu nyawa burung melayang.

Dilarang Menembak/Berburu Burung dan Hewan Liar di Desa Grogol

Dilarang Menembak/Berburu Burung dan Hewan Liar di Desa Grogol

Namun, bila dipikir-pikir, mengingatkan atau menegur tiap kali ada penembak ini tidak efektif. Hanya sesuatu yang lebih baik daripada tidak melakukan apapun.

Keprihatinan akan populasi burung ini rupanya bukan saya saja yang mengalami. Keprihatinan serupa datang dari teman-teman kami satu desa. Kami diantaranya adalah: Heri, Suhar, Mas Nur, Agung, saya dan lain-lain. Mereka ini berinisiatif untuk memasang papan-papan/plakat peringatan larangan menembak burung. Semoga cara ini lebih efektif mengurangi kasus penembakan liar di desa kami.

Langkah kami berikutnya adalah melobi pemerintah desa itu membuat Perdes (Peraturan Desa) Larangan menembak/berburu burung dan hewan liar lainnya. Maksud baik seperti ini bagaimanapun perlu payung hukum. Terciptanya Perdes ini bukan sesuatu yang mudah. Ini mengingat kualitas Lurah Desa dan Perangkat Desa Grogol kami yang kurang baik. Padahal desa-desa lain seperti Desa Pampang, Perdes semacam ini sudah lebih dulu ada.

Berikut ini adalah rekaman betapa asrinya suara-suara kicau burung yang saya rekam di depan rumah saya di Desa Grogol. Saya merekamnya dengan peralatan sederhana pada tahun 2010 kalau bukan 2011. Saya lupa persisnya.

Semoga suara-suara asri seperti ini tetap lestari sehingga anak cucu kita bisa turut menikmati. šŸ™‚

Mencuci Helm

Helmetologi, Tempat Cuci Helm di Ambarukmo Plaza Yogyakarta

Helmetologi, Tempat Cuci Helm di Ambarukmo Plaza Yogyakarta

Helm apabila sudah dipakai dalam waktu cukup lama akan kotor. Bila sudah kotor tidak nyaman dipakai.

Apa masalahnya? Bukankah ini normal. Kalau helm sudah kotor dan tidak enak dipakai yang tinggal dicuci.

Masalahnya terletak di sini. Di “mencuci” nya. Tanpa malu-malu saya akui bahwa mencuci adalah hal terberat dalam hidup saya. Saya malas untuk mencuci. Mencuci pakaian saja saya serahkan kepada pihak ketiga, ke tempat laundry, apalagi ini mencuci helm yang nampak kesulitannya lebih tinggi. Baca lebih lanjut

Pilkada 2015: Kali Ini Saya Nyoblos

Apa yang saya pikirkan ketika tadi berangkat menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06 di Balai Dusun Karangmojo B sederhana saja. Saya akan mencoblos Calon Bupati pilihan saya. Calon bupati yang tidak terlalu jelek dari calon yang jelek-jelek lainnya. hihi. Ini subyektif banget ya. Masa iya ngga ada bagus-bagusnya.

Pastinya mereka adalah pribadi-pribadi terbaik di Kab. Gunungkidul yang dengan gagah berani mencalonkan diri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur pemerintahan.

Urusan saya memang sebatas mencoblos saja. Ā Sebatas memberikan suara/aspirasi saya. Menang kalah itu urusan lain dimana saya tidak akan terlalu masuk ke wilayah itu.

Jadi jangan khawatir. Bila Calon Kepala Daerah yang saya jagokan kalah, bisa dipastikan saya tidak akan nyinyir di belakang. Saya tidak ingin cari-cari perkara. Saya tidak mau menderita sakit gagal move on. Hihi.

Saya menuju TPS 06 di Balai Dusun Karangmojo B kira-kira pukul 10:00. Beberapa saat setelah memberikan undangan mencoblos, saya pun segera dipanggil dan diberikan Kartu Suara. Ketika saya datang tadi di TPS memang sepi. Tidak ada antrian.

image

image

image

image

Di bilik suara saya pun menggunakan hak pilih saya. Kemudian memasukkan kartu suara ke dalam kotak suara, mencelupkan jari kelingking ke tempat tinta dan keluar dari TPS. Tidak lupa tentu saja. Saya motret-motret terlebih dulu di sekitar TPS. Mengabadikan momen Pilkada yang berlangsung sekali dalam 5 tahun. Baca lebih lanjut

Musim Panen, dan Itu …

IMG_2421Musim panen di desa dimana saya tinggal belum benar-benar selesai. Musim panen yang sudah dimulai sekitar dua pekan yang lalu mungkin baru akan benar-benar selesai satu sampai dua minggu lagi. Saat ini keluarga saya sendiri baru menyelesaikan memanen padi di sawah. Selanjutnya proses pemanenan masih dilanjutkan dengan mengeringkan gabah, menggiling menjadi padi dan pekerjaan pasca panen lainnya. Kesemuanya itu harus disegerakan agar bisa segera menanam lagi. Menanam lagi ini segera, bila berlambat-lambat tidakĀ segera maka hukum alam yang akan menjawab. Kedatangan musim kemarau tidak bisa ditawar agar ditunda.

Bila dilihat dari hasil panen padi di lingkungan dimana saya tinggal, maka bisa dipastikanĀ untuk desa saya swasembada beras sudah tercapai. Betapa tidak, hampir semua keluarga bertani padi, hasil panen padi pun bagus-bagus, lahan yang ditanami padi pun juga lebih banyak karena lahan yang dulunya ditanami jagung dan kedelai kini dialih fungsi sebagai lahan padi.

Saya dan Adik saya suatu kali berkelakar. Bila beras hasil panen ini dikonsumsi untuk keluarga sendiri, maka panen pada musim ini cukup untuk kebutuhan makan nasi selama 2 sampai 3 tahun. Ini tidak berlebihan. Bila keluarga saya yang terdiri 4 orang dalam satu hari menghabiskan beras 1.5 kg, dalam satu tahun hanya akan habis 540 kg saja. Panenan beras 2 ton akan cukup sampai 3 tahun. Hasil panen para tetangga tidak jauh berbeda. Bahkan yangĀ panen lebih banyak ada banyak.

Baca lebih lanjut

Masuk Angin

Entah karena tidur dengan posisi miring, karena masuk angin, terlalu banyak duduk atau karena sebab lain pundak sebelah kanan saya sakit. Untuk menengok kekiri sulit. Kaku. Gejala seperti ini, atau bapak saya menyebutnya denganĀ istilah “tengeng” dalam beberapa bulan terakhir ini beberapa kali saya alami. Umumnya gejala seperti ini akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Sekitar 3 hari.

Untuk meringankannya biasanya saya menggosoknya dengan minyak urut atau balsem. Ayah saya terkadang menyarankan saya agar kerokan. Karena bila ia mengalami hal sama, kerokan baginya sangat membantu meringankan rasa sakit tengeng ini. Saya sendiri tidak suka dengan solusi kerokan. Kerokan ini rasanya sakit dan bekas-bekas merahnya itu terlihat ngeri. Merusak permukaan kulit, saya pikir.

Bila saya duduk sakit pundak sebelah kiri saya kali ini kumat. Bila saya berdiri dan berjalan-jalan sakit pundaknya berkurang drastis. Ini menyebalkan. Masa iya saya harus berdiri dan berjalan-jalan terus menerus biar sakit pundak tidak menggejala. Kebanyakan pekerjaan saya minta dikerjakan sambil duduk. Mengetik di laptop tidak bisa dikerjakan sambil berdiri. Membaca-baca dan mengetik akan aneh dan bisa menjadi bahan tertawaan teman-teman bila saya lakukan sambil berdiri atau berjalan-jalan. Kalau sambil tiduran? Entar tidak jadi mengerjakan melainkan kebablasan jadi tidur beneran.

Kali ini saya mencoba menggunakan koyo. Ada yang tidak tahu koyo? Saya tadi membeli koyo Cabe di minimarket sebelah, kemudian meminta teman saya menempelkan di pundak dan di punggung. Dalam beberapa menit tempelan koyo ini mulai memberi rasa hangat, dan makin hangat. Apalagi setelah saya jalan ke dan dari tempat makan siang. Efeknya jadi makin gerah dan berkeringat. Rasa sakit pundak saya sekarang pun berangsur berkurang. Ini buktinya. Saya bisa mengetik posting ini. Padahal tadi menulis komentar di facebook saja tidak nyaman. šŸ˜€

Saya tidak tahu apakah setelah efek hangat tempelan koyo hilang sakit pundak saya akan kambuh atau sembuh. Adakah yang punya pengalaman jitu menyembuhkan sakit pundak seperti yang saya derita ini?