Pastikan Pipa Air di Rumah Kita Higienis dengan Pipa Air Standar SNI Rucika

Merenovasi rumah merupakan pekerjaan yang bisa dibilang gampang, yang penting segera dilakukan sesuai kebutuhan, sekaligus bisa disebut rumit. Menurut saya sendiri, merenovasi rumah merupakan pekerjaan yang rumit. Banyak hal yang perlu sangat diperhatikan baik – baik dan dengan teliti. Mulai dari pertimbangan fungsi, aestetik, anggaran, manfaat, sampai aspek kenyamanan dan kesehatan jangka panjang para penghuninya. Pendapat pribadi ini berdasarkan pengalaman kami merenovasi rumah keluarga sejak kira – kira dua tahun lalu. Ketika kami melakukannya mulai dari membuat desain utama sampai sedetil memilih pipa SNI untuk menjaga higienitas distribusi air di dalam rumah.

Sejujurnya, sejak awal, dalam merenovasi rumah, kami hanya fokus memikirkan hal – hal utamanya saja. Seperti bentuk jadi rumah seharusnya, pondasi yang kokoh, tiang yang kuat, atap yang tahan air, dan pembagian kamar, dan aestetik.

Setelah proses di atas berjalan, pelan – pelan kami baru sadar bahwa sirkulasi udara, pengaturan akses pencahayaan alami, penataan jaringan listrik, pengaturan sanitasi, dan yang sebenarnya sangat esensial adalah akses sumber air bersih beserta bagaimana mendistribusikannya secara sehat dan aman sesuai kebutuhan rumah tangga pada umumnya.

Dalam blog post kali ini saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana solusi air bersih untuk kebutuhan rumah tangga di keluarga kami.

Untuk diketahui rumah kami yang saya diceritakan direnovasi sejak 2 tahun yang lalu terletak di daerah pedesaan.

Di desa kami ada dua pilihan untuk pemenuhan sumber air bersih. Pertama adalah mengambil air sumur sebagai sumber air. Pilihan kedua adalah berlangganan air bersih dari PAM Des (Perusahaan Air Minum Desa) yang memang sudah mulai beroperasi di desa dimana kami tinggal.

Menggunakan PAM Des sebagai sumber air bersih nampak sebagai pilihan yang paling praktis. Kami tinggal menyambungkan jaringan pipa di rumah kami dengan jaringan pipa milik PAM Des. Kenyataannya tidak semudah itu. Sampai saat ini kualitas air layanan PAM Des belum begitu bagus, baik dari sisi higienitasnya maupun ketersediaannya. Pada bulan – bulan tertentu, para tetangga yang sudah berlangganan lebih dulu sering mengeluhkan aliran air PAM Des macet. Sehingga mereka harus menyediakan tampungan besar untuk diisi pada jam – jam tertentu bahkan pada tengah malam ketika tidak banyak pelanggan lain yang mengalirkan air.

Karenanya pilihan kami untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah pilihan pertama: air sumur sebagai sumber air.

Konsekuensinya kami harus mau untuk membayar ketikdakpraktisan pada awalnya. Dengan membangun sendiri instalasi jaringan air dari sumur yang letaknya berjarak dari rumah sampai jaringan pipa air di dalam rumah (indoor) maupun di luar rumah (outdoor). Kami harus mempersiapkan mulai dari pipa air hisap, pompa air bertenaga listrik, jaringan listrik dan kendali, bak penampungan air, menara bak penampungan air, dan instalasi pipa air untuk mendistribusikan air bersis sesuai kebutuhan.

Para pembaca tahu bahwa air bersih ini akan digunakan tidak hanya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya. Air bersih ini mempunyai fungsi vital sebagai sumber air minum dan untuk semua kebutuhan memasak. Jadi kebersihan dan higienitas air adalah harga mati, sesuatu yang tidak bisa ditawar.

Jadi kami harus memastikan betul bahwa dari pipa hisap, pompa air, bak tampungan air, sambungan pipa, pipa distribusi, sampai kran air harus benar – benar menenuhi standar kesehatan, harus menenuhi standar nasional ( SNI )

Sebagai seorang yang tidak bergelut dibidang plumbing, kontruksi, atau teknik sipil tentu saja saya tidak tahu, pipa SNI itu yang seperti apa dan apa saja standar yang diatur. Penggelut profesi teknologi informasi seperti saya untungnya mudah menemukan standar ini dengan sedikit googling.

Akhirnya saya menemukan dokumen SNI 06-0084-2002, dokumen yang mengatur tentang standar pipa air di Indonesia. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Standar Pipa Air Bersih itu meliputi diantaranya sebagai berikut:

  • Bahan utama untuk pembuatan pipa PVC adalah polivynil klorida tanpa plastisizer dengan kandungan PVC minimum 92,5%. Produk harus sama, tahan terhadap air, dan tidak terektrasi oleh air dan tidak mengandung bahan beracun (non toksik).
  • Tidak boleh terdeteksi adanya zat/proses plastisizer.
  • Standar Ekstraksi timbal (Pb) dan timah (5n) sebagai berikut: a. Ekstraksi timbal (Pb) : sesudah ekstraksi pertama maksimum 1,0 mg/liter; sesudah ekstraksi ketiga maksimum 0,3 mg/liter. b. Ekstraksi timah (Sn) : sesudah ekstraksi ketiga maksimum 0,02 mg/liter.
  • Tidak terdeteksi bau dan rasa.
  • Mempunyai ketahanan terhadap metilena kiorida dengan Benda uji tidak boleh terjadi pengelupasan(delaminasi) dan pelepuhan(disintegrasi) pada bagian luar,bagian dalam dan penampang pada suhu 16°C selama 20 menit.
  • Tahan terhadap perubahan pembalik arah panjang. Perubahan pembalik arah panjang pipa PVC setelah pemanasan dalam waktu tertentu tidak boleh lebih dari 5%

Standar nasional pipa air untuk memastikan keamanan dan kesehatannya sudah tahu. Berikutnya adalah mencari tahu pipa air merk apa yang telah mengantongi SNI 06-0084-2002. Ini bisa dilakukan dengan lagi-lagi googling dulu atau langsung menuju toko bangunan terdekat.

Ada beberapa produk pipa air yang menklaim keamanan dan higienitasnya. Namun dari membaca-baca di sana sini, Rucika merupakan produk pipa air nasional yang telah comply dengan SNI pipa air. Untungnya Rucika juga sangat mudah ditemukan di toko – toko bahan bangunan di daerah dimana saya tinggal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s