Harga Waktu Pagi Hari di Rumah

Dalam satu bulan, rata – rata berapa hari yang anda habiskan dirumah dan di lingkungan dimana anda tinggal. Dari hari di rumah itu berapa jumlah waktu pagi yang benar – benar bisa digunakan untuk memperhatikan sekeliling.

Mungkin sebagian orang meluangkan hari – hari di rumah bukan masalah. Mereka bisa menghabiskan waktu dan melakukan apa saja sepanjang mereka suka. Bagi saya sendiri mempunyai rutinitas yang membosankan, meski kadang menyenangkan dan menantang juga, menunaikan kewajiban meninggalkan rumah di awal pagi dan baru kembali pulang setelah lewat tengah hari. Kadang sampai sore dan malam. Menghabiskan waktu pagi di rumah di setiap bulanya tidak pernah melebihi hitungan jari. Itu saja masih harus mengerjakan ini itu.

Benar – benar!

Posting ini saya buat di hari yang istimewa dimana saya bisa meluangkan waktu pagi di rumah. Entah alasan apa tadi yang saya buat. 😀 Beruntung pula dari balik jendela kayu ini, saya bisa melihat langit biru. Jadi, berapa ya estimasi nilai pagi hari ini? Bagaimana dengan pagi Anda?

Selamat Akhir Pekan bagi anda yang menunaikan!

Iklan

#365shots http://jarwadi.posterous.com

Gambar dibawah adalah potret kepusingan saya pada suatu sore. Suatu pusing yang di picu karena menjelang petang saya belum mendapat gambar apapun untuk dapat di pajang di etalase kepribadian saya yang lain yang melengkapi kegilaan saya karena ikut – ikutan arus membuat project #365shots. Project memposting satu topic foto perhari atau 365 shot dalam setahun. Oh iya lapak tersebut beralamat di http://jarwadi.posterous.com.

Mengamati orang – orang yang memproyek #365shots seperti nya mereka sangat asik. Dan maka saya mencobalah setelah melihat bagaimana orang – orang menampilkan sudut pandang nya yang kreatif dan inspiratif.

Saya akui, saya terlambat mengikuti #365shots ini. Jadi mungkin untuk bulan Januari dan awal Februari mendatang saya harus kerja lembur untuk mengikuti ketertinggalan itu.

Gambar di ambil dari : http://jarwadi.posterous.com/misc-in-the-evening .

Unsubscribe Maillist, Kenapa?

Baru saja dan sejak beberapa hari yang lalu di inbox saya mendapati email berupa notifikasi dari maillist tentang beberapa orang yang unsubscribe dari keanggotaan maillist itu. Saya tidak tahu pasti apa alasan mereka. Mungkin alasan mereka adalah sudah tidak memerlukan lagi, sudah tidak merasa mendapatkan keuntungan dari keanggotaannya.

Alasan lain bisa saja teknis. Misal, inbox menjadi cepat penuh, tetapi yang ini saya ragu karena banyak email gratisan yang menawarkan kapasitas yang besar seperti gmal yang seukuran lebih dari 7 giga dan yahoo mail bahkan menawarkan unlimited storage. (loh). Alasan teknis lain bisa jadi si empunya inbox merasa terlalu lelah mendapatkan email beruntun dari maillist, sedangkan dia rasa ada banyak email yang sifatnya lebih penting yang prioritas untuk di respon. Nah ini mungkin masalahnya, karena saya sendiri kadang males juga.

Tetapi sebenarnya ini bisa dicoba dengan mengakali dengan membuat account tersendiri untuk mail list yang dipisahkan dari account untuk pekerjaan, pribadi, account untuk keperluan khusus, dll. Mungkin orang yang unsubscribe mail list tadi juga berpikiran untuk mengganti account yang diikutkan mail list 🙂 Tetapi ini cukup merepotkan juga ya, masa dalam sekali waktu membuka beberapa browser dengan account email yang berbeda beda terbuka.

Coba bila di inbox suatu email ada fasilitas untuk mengkategorikan. Maksud saya semisal kita mendapat email dari pengirim – pengirim tertentu langsung dimasukan ke dalam folder tertentu dalam inbox. Syukur – syukur bisa ditambahkan tag bagi email – email tertentu sehingga kelak akan memudahkan pencarian ketika diperlukan lagi.

Sudah ya saya menghayalnya. Selamat Pagi

File yang terkubur lama dalam Hardisk

Data adalah aset penting bagi manusia masa kini. Banyak cara yang telah dilakukan dan dioptimalisasikan untuk mengakomodasi kerakusan manusia untuk menyimpan semakin banyak data. Teknologi digital lah akhirnya yang menjawab kerakusan itu. Teknologi digital berkembang sampai saat dimana dimungkinkan dikemas serba portable, dapat di cari dengan cepat dan dapat di proses secara instan. Dan yang lebih penting lagi, terutama bagi saya, semakin murah seiring waktu.

Biaya yang relatif murah untuk suatu sistem penyimpanan digital seperti beberapa hard disk yang saya miliki di rumah telah sejak lama, kira kira 8 tahun yang lalu, telah menjadikan lupa diri dan keserakahan menjadi – jadi. Saya tidak pernah berfikir dua kali untuk menyimpan berbagai macam file, baik itu teks, gambar, musik atau video. Terlalu banyaknya sehingga saya telah lupa apa saja yang telah saya comot dan tumpuk di gudang penyimpan itu. Apalagi nama file, tanggal penyimpanan, properti dan meta data yang lain. Entah berapa persisnya, tetapi saya tidak yakin untuk mengingat 1 atau 2 persen saja apa yang telah saya gudangkan selama 8 tahun.

Dengan berbekal fasilitas pencarian bawaan sistem operasi dimana gudang data itu terpasang, saya sering kali berusaha mencari cari suatu data bila sedang merasa membutuhkan. Untuk mencari koleksi lagu atau video, umumnya tidaklah terlalu sulit, karena biasanya saya masih sedikit ingat kapan kira – kira suatu album di realese. Hal ini berbeda dengan mencari sebuah file teks data yang berisi pekerjaan atau suatu informasi atau tutorial yang pernah saya simpan. Meskipun saya merasa yakin pernah menyimpan, tetapi kalau pencarian sudah mentok, saya lebih suka mencari di internet dimana google menawarkan fasilitas pencarian yang mumpuni.

Sementara, sebatas kemampuan sistem pencarian bawaan sistem operasi hanya bisa mencari berdasarkan nama file, ekstensi, tanggal, user, dan sedikit informasi yang lain. Pencarian berdasarkan konten, sepanjang yang saya tahu, masih susah dimungkinkan dan belum cukup handal. Tertemukanya file html tentang penyuntingan video yang terkubur dalam di hard disk dan yang sudah beberapa hari saya telisik memang rasanya suatu keberuntungan. Teknologi pencarian di komputer saya masih perlu di upgrade secara ngongso dalam beberapa tingkatan.

Andai dikomputer saya ada sofware search engine yang lebih hebat atau setara google. Tag yang sangat diperlukan dalam pencarian pun baru saya kenal kira kira 4 tahun pun baru kadang – kadang saja saya berikan untuk beberapa file video avi, mp3, aac, mp4 dangambar jpg, raw. Sementara untuk dokumen teks belum. Entahlah. Mungkin masih harus menunggu saat.

[tag search engine, storage, digital, google, local file]

Haus (jadi engga) Baca

Gara – gara kerongkongan mengering, rasanya IQ membaca saya menjadi jongkok. Saya sudah mencoba membaca dan hasilnya nihil. Mengulang membaca lagi tetep tidak menjadi mudeng. Bacaan – bacaan favorit  rupanya tidak lekas merangsang syaraf  – syaraf baca. Padahal di RSS Reader saya sudah setumpuk bacaan menarik menunggu.

Yay

Ini merupakan firasat kalau Lik Prapto sedang kangen dengan saya. Dengan soto ayam khas dan wedang teh kental yang bikin ketagihan itu.

Saya perlu membuktikan akankah kecerdasan saya pulih sedia kala setelah wedangan dan sarapan!

Patokan Waktu Masuk Isya’

Di daerah dimana saya tinggal, orang – orang secara umum menerima bahwa jam 19:00 WIB adalah sudah memasuki waktu shalat Isya’. Padahal menurut jadwal baik yang dikeluarkan oleh Depag maupun Ormas – ormas Islam tidaklah selalu tepat 19:00 WIB. Waktu bisa jam 19:00 WIB kurang atau lebih. Tergantung posisi matahari pada bulan – bulan yang berjalan.

Seperti pada saat sekarang ini, kira – kira waktu masuk Shalat Isya’, kalau tidak salah, pukul 19:20 WIB. Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa remaja di masjid di tegur oleh seorang Ustadz. Beliau mengatakan bahwa di masjid lain saja sudah beberapa saat Iqamah, tetapi di sini adzan belum berkumandang dan malah remajanya masih enak – enak ngobrol di serambi masjid. Loh Pak, berdasar jadwal, masih beberapa menit ke depan memasuki waktu shalat Isya’

Memajukan waktu shalat itu sepengetahuan kami termasuk hal yang di larang. Apalagi mengumandangkannya dengan ber- adzan. Tetapi, wallahu alam, kalau mungkin karena ketidak tahuan. Mungkin kalau belum tahu, Allah masih bermurah memberi maaf. Masalahnya sebagian besar dari kita itu enggan mencari tahu atau mempertanyakan akan hal hal.

Kalau memang memajukan waktu itu dilarang, bagaimana bila terlambat. Karena sepertinya juga tidak mudah bila waktunya di buat plek sama persis dalam hitungan. Padahal, pada jaman Nabi dahulu belum ada jam dan ahli astronomi untuk menghitung waktu sampai akurasi dalam menit atau detik. Pada jaman itu masih berlaku ilmu kira – kira bila hari sedang tidak cerah atau menggunakan ukuran bayangan (tongkat) untuk memastikan waktu memasuki shalat.

Lagi – lagi install browser : Firefox 3.6 #firefox3.6

Selain dikenal sebagai perambah laman kode sumber terbuka yang paling banyak di pakai di dunia maya. Firefox juga dikenal sebagai perangkat lunak perambah yang paling rajin menerbitkan pembaruan dan versi – versi yang baru. Rasanya baru beberapa bulan berselang setelah 3.5 diluncurkan dengan pembaruan yang dilakukan semerta, kini semua orang di seluruh dunia boleh dan gratis memasang dan menggunakannya di komputer mereka.

Bagi saya sendiri, rasanya gatal tiap – tiap keluaran baru diterbitkan untuk tidak mencoba. Mungkin karena penasaran dengan fitur – fitur baru yang diusung. Untuk ubuntu Karmic, saya tadi mengunduh file instalasi di :

http://www.mozilla.com/en-US/firefox/3.6/releasenotes/

Posting ini saya buat dari jendela Firefox 3.6 dengan penyunting tek gmail.