Mencoba Antivirus: Norton 360 Multi Device

Norton 360 Multi Device CD

Norton 360 Multi Device CD

Beberapa pekan yang lalu, kiriman CD Norton 360 Multi Device dari PT Symantec Indonesia sampai ke meja. Membaca-baca sampul CD ini, rupanya Norton 360 Multi Device merupakan produk Anti virus dan Security yang bisa di-install baik di PC Windows, di iOS devices dan di Android. Satu produk Norton 360 Multi Device bisa dipasang untuk maksimal 5 perangkat.

Symantec telah lama dikenal dengan produk anti virus-nya yang tangguh, Norton Anti Virus. Namun karena bisa dibilang saya hampir tidak memerlukan Anti Virus di laptop yang sehari-hari saya gunakan untuk bekerja (Laptop bersisop Linux Ubuntu), Norton 360 Multi Device ini adalah produk anti virus berbayar yang akan menjadi yang pertama kali saya gunakan. Selama ini bila saya terpaksa menggunakan Anti Virus, maka yang selalu menjadi pilihan adalah produk-produk Anti Virus gratisan. 😀

Karena saya tidak mempunyai Komputer pribadi yang bersisop Windows, maka saya menunggu hari berikutnya untuk mencoba memasang Norton 360 Multi Device di laptop dan komputer milik pabrik.

Norton 360 Multi Device pertama kali saya pasang di Laptop dengan sisop Windows 7

Begitu CD saya masukkan, Norton 360 Multi Device Autorun menawari saya apakah akan meneruskan instalasi dari CD atau dari internet. Di sini instalasi disarankan dari internet. Saya pun menuruti rekomendasi ini. Dengan koneksi internet 3 Mbps, proses instalasi berlangsung beberapa menit saja. Kurang dari 15 menit.

Proses berikutnya yang harus saya ikuti adalah membuat akun Norton 360 Multi Device dan mengaktivasi produk dari Symantec ini. Cara mengaktivasinya adalah dengan memasukkan produk key yang terdapat di bagian dalam sampul CD. Proses aktivasi dan pembuatan akun Norton berjalan tanpa kendala.

Saya pun mencoba menjalankan Norton 360 Multi Device yang baru saja saya install di Laptop Windows 7 ini. Saya menjalankan pemeriksaan virus dengan Norton Anti Virus ini sambil mencoba-coba fitur-fitur Norton 360 yang lain. Beberapa menit kemudian proses virus scanning selesai tanpa diketemukan adanya virus. Di Laptop ini memang sebelumnya tidak terlihat ada tanda-tanda keberadaan virus.

Norton 360 Multi Device di Desktop Windows 8

Di pabrik kebetulan ada satu komputer yang ditengarai menjadi sarang virus dan malware. Pikir saya ini kesempatan untuk menjajal kehebatan Norton 360 Multi Device.

Bila di Laptop Windows 7 saya memilih instalasi dari internet, kali ini saya mencoba memasangnya dari CD saja. Proses instalasi dari CD Norton 360 Multi Device berjalan lancar dengan menawari saya untuk uninstall Anti Virus lain (AFG Free) yang telah saya pasang sebelumnya, namun proses harus dilanjutkan dengan pemutakhiran (update) data base virus dari internet. Norton 360 dalam proses ini perlu mengunduh file pemutakhiran sebesar lebih dari 200 MB. Suatu ukuran yang besar dan bila dipikir-pikir akan lebih efektif dan efisien memasang Norton 360 Multi Device dari internet saja. Dan bila dipikir-pikir lagi, CD ini tidak terlalu bermanfaat, kecuali produk key untuk proses aktivasi. 😀

Karena sebelumnya saya sudah melakukan aktivasi produk dan mendaftar akun Norton, maka setelah instalasi selesai saya cukup login saja dengan akun yang sudah saya buat. Norton 360 Multi Device pun siap digunakan.

Pertanyaan: Apakah Norton 360 Multi Device sanggup menjinakan virus-virus yang bersarang di komputer ini. Jawabnya silakan lihat tangkapan layar berikut: Baca lebih lanjut

Sharing Internet pada Windows 7

Ceritanya begini, beberapa komputer di kantor teman saya cukup berjarak dengan Acces Point sehingga kesulitan untuk menerima sinyal wi fi dan terhubung ke internet. Untungnya teman saya tadi cukup kreatif dengan mencoba meletakan antena wlan di tempat yang sekiranya terjangkai sinyal AP. Antara WLAN card dan Antena di hubungkan dengan kabel RG 58. Apa yang dia lakukan ternyata memang membawa hasil. Satu komputer dapat terhubung ke Acces Point.

Tantangan berikutnya adalah menghubungkan komputer – komputer lain dalam ruangan itu ke internet. Tentu saja tidak praktis bila ke semua komputer itu dipasangi antena eksternal masing – masing dengan belitan kabel RG 58. Selain pasti biaya untuk beli kabel yang tidak mudah.

Solusi yang tadi kami coba adalah dengan memanfaatkan Komputer yang telah terhubung ke internet sebagai gateway. Untuk berbagi pakai wlan dengan komputer yang bersebelahan. Komputer itu bersistem operasi Windows 7. Kalau menggunakan XP sebagai Internet Connection Sharing sih mudah mudah saja. Saya sudah beberapa kali mengaturnya. Hanya karena ini adalah 7, saya curiga jangan – jangan fitur ICS sudah di hilangkan karena berdasar yang saya baca – baca, terdapat banyak restriksi jaringan yang dikenakan pada 7. Mungkin maksud Microsoft agar membeli produk Windows Server mereka.

Saya sendiri memang belum cukup familier dengan 7. Susunan dan pengelompokan menu saja sudah cucup membuat pusing. Untungnya fasilitas pencarian pada 7 berkerja baik membantu. Saya cukup mengetikan beberapa kata dan Windows menawarkan beberapa suggestion. Misal saya ingin mengatur ethernet, ya tinggal ketik ethernet untuk kemudian meng klik tawaran yang relevan.

Dan benar. Di 7 kami berhasil membuat koneksi internet bisa dibagi pakai. Tidak banyak yang perlu diatur. Hanya memberikan alamat IP Static baik pada wlan (ke gateway yang lebih atas/internet), mengisikan alamat gateway dan DNS, menonaktifkan windows firewall (untuk keamanan bisa di set kemudian), dan memberi centang pada wlan agar bisa dibagi pakai bersama.

Uniknya, Windows 7 memaksa kita untuk menggunakan alamat IP 192.168.137.1 untuk wired ethernet. Entah apa maksudnya. Padahal ketika di XP kita bisa menentukan alamat IP semaunya.

Ya, semudah itu dan tinggal menyesuaikan alamat IP untuk masing – masing client saja.