New Veloz dan Avanza di GIIAS 2015

Ajang pameran mobil dan otomotif yang diselenggarakan di jantung ibu kota, di Jakarta,  membuat saya dan mungkin orang-orang yang tinggal di daerah malas untuk datang melihat-lihat. Bagi orang daerah menembus kemacetan Jakarta adalah petaka yang menakutkan. Untungnya GIIAS 2015 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) suatu ajang pameran mobil dan otomotif terbesar di Asia Tenggara kali ini dihelat di Tangerang. Tepatnya di ICE (International Convention Exibhition) BSD yang beralamat di Jalan BSD Green Boulevard, BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

Bagi saya tidak sulit untuk menuju venue GIIAS 2015 kali ini. Dari tempat tinggal saya di Yogyakarta, saya naik pesawat dan turun di Bandara Sukarno-Hatta. Atas panduan kawan-kawan blogger Tangerang, yaitu Mas Chandra Iman Winata dan Mas Rosid, saya disarankan untuk menuju Tangerang Selatan dengan menggunakan Xtrans yang lebih ekonomis, kemudian turun di ICT BSD dan dilanjutkan malam ini saya naik angkot sekali menuju penginapan saya di Hotel CitiSmart yang terletak bersebelahan dengan Eka Hospital.

Pagi harinya, perjalanan saya menuju International Convention of Exibhition BSD menjadi lebih menyenangkan karena saya berkesempatan berangkat bareng Mas Chandra Iman Winata. Menyenangkan karena perjalanan saya diperlengkap dengan kunjungan ke kantornya di Sinarmas Land Building. Suatu kantor perkantoran yang merupakan salah satu green building yang ada di BSD city. Jarak ke ICE BSD dari Sinarmas Land building cukup ditempuh dengan berkendara dalam belasan menit saja. Yah, pagi  20 Agustus 2015  yang hangat itu jalanan di Bumi Serpong Damai city padat namun tetap lancar.

IMG_6340.resized

Saya masuk melalui pintu utama berbekal tiket VIP & Press Day Invitation. Kira-kira pukul 08:30 pagi gelaran GIIAS 2015 di ICE BSD city belum ramai, masih sepi. Nampak di sana sini panitia dan exhibitor masih sibuk merampungkan persiapan pameran yang sebentar lagi digelar. Penyambutan kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta para menteri kabinet kerja yang akan membuka perhelatan internasional itu menjadi bagian lain dari kesibukan.

Tiba di arena pameran mobil dan otomotif ketika perhelatan itu belum diriuhkan oleh pengunjung yang dipastikan akan membanjir merupakan keuntungan tersendiri bagi saya. Saya dengan santai berjalan dari stand pameran brand satu ke brand berikutnya. Mengulik detil tiap mobil yang dipamerkan. Membandingkan dan memastikan mobil-mobil tersebut dengan spec sheet yang tercantum baik di website maupun di brosur yang dibagikan oleh Exhibitor pun mudah saya lakukan tanpa perasaan terburu-buru. Meski hanya berbekal sebuah iPhone saya merasa senang leluasa memotret mobil-mobil tersebut dari berbagai angel. Ini mungkin tidak akan anda dapatkan bila Anda baru akan datang menonton GIIAS yang tinggal beberapa hari lagi. SPG di tiap brand mobil pada Kamis pagi itu masih terlihat bugar dan cantik dengan make up dan dandan sempurna. Seorang SPG rate A dengan sedikit isyarat saya akan dengan senang hati memberikan banyak pose untuk menambah kesan bagi mobil-mobil yang sudah  wah dan tampil wah.

IMG_7867_1280_853

Arena GIASS 2015 membuat berjalan kaki tidak terasa melelahkan. Untuk diketahui jarak antara satu ujung ICE dengan ujung lainnya kira-kira 1 kilometer. Ini menurut aplikasi Health di iPhone saya. Bila tidak percaya silakan membawa fitness tracker sendiri bila akan ke sana (lagi). Kira-kira setelah berjalan sejauh itu saya sampai ke hall 10 dan menghabiskan waktu paling lama di sana.

Baca lebih lanjut

Iklan

Laptop Terbaik? Seperti Apa?

Permasalahan saya dalam mencari sebuah laptop terbaik sebenarnya hanya satu saja: budget yang terbatas. Mungkin ini ada benarnya. Bila mempunyai budget tanpa batas saya akan leluasa memilih sebuah laptop yang persis seperti yang saya inginkan, sesuai yang saya impikan.

Benar bila punya data yang banyak akan mudah memilih sebuah laptop yang akan dipakai dimana-mana setiap hari?

Sebenarnya laptop terbaik itu yang seperti apa sih? Bila pertanyaan seperti ini ditanyakan maka kebanyakan orang akan menjawab itu adalah laptop yang sesuai kebutuhan.

Laptop yang diperlukan oleh seorang pekerja kantoran yang kebanyakan pekerjaannya adalah menyiapkan dokumen, mengolah data, menyiapkan presentasi, berkorespondensi melalui email dan sedikit entertainment di sela-sela bekerja akan berbeda dengan kebutuhan laptop seorang fotografer dan videografer, berbeda dengan seorang desainer sekaligus web developer, berbeda dengan seorang blogger sekaligus pelaku jurnalisme warga.

Muncul pertanyaan. Apakah laptop yang cocok untuk seorang videografer tidak bisa digunakan oleh seorang pekerja kantoran dan seorang blogger. Jawabnya tentu saja bisa, meski tidak berlaku sebaliknya.

Fotografer dan Videografer membutuhkan sebuah laptop dengan performa tinggi, kapasitas media penyimpanan yang besar, dan layar premium berukuran besar, berdaya batere yang besar pula. Tak heran bila laptop ini akan berukuran besar, berat secara fisik dan berat di sisi budget. Seorang blogger tentu tidak perlu laptop setangguh milik seorang videografer. Laptop yang lebih tipis, lebih ringan dan daya tahan batere sehari penuh pasti akan lebih ia sukai.

Saya sendiri lebih suka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti menyunting foto dan video di rumah dengan menggunakan PC Desktop ketimbang laptop. Untuk sebuah laptop berikut ini yang akan membuat saya suka:

Bobot yang lebih ringan, desain yang tipis, simpel dan tentu saja modern

Bobot yang ringan ini penting mengingat laptop akan lebih banyak saya gunakan pada berbagai kesempatan dan tempat. Ketika bepergian tas saya akan berisi sebuah laptop, dua ponsel, mungkin sebuah tablet, power bank, charger dan lain-lain. Saya ingin sebuah laptop yang tidak membuat tas penuh dan tidak menambah beban tersendiri bagi punggung.

Layar

Dalam bekerja sehari-hari saya lebih banyak menghabiskan waktu menatap monitor, layar komputer. Saya menginginkan sebuah laptop dengan layar yang mampu menghadirkan detil, kecerahan yang cukup dan warna-warna yang segar. Dengan demikian semoga mata tidak lekas bosan dan lelah. Semenjak kehadiran teknologi high dpt/retina display pada layar ponsel, mata saya pun makin manja dengan meningkatkan standarnya. Mata saya makin kurang toleran dengan pixel-pixel yang nampak pada layar konvensional dan merasa cape dengan warna-warna pucat.

Keyboard dan Touchpad

Papan yang tiap hari saya andalkan untuk berinteraksi dengan laptop atau komputer. Keyboard dan touch pad mempunyai peran langsung bagi produktifitas saya dalam bekerja. Saya punya pengalaman menarik. Beberapa tahun yang lalu ketika bersama rekan mengerjakan sebuah proyek, saya dibelikan sebuah laptop dengan spefisikasi mumpuni pada masanya. Laptop yang berprosesor Intel core i5, RAM 4 GB, GPU nVidia GeForce dan HD 500 GB. Sayang laptop itu tidak berhasil meningkatkan produktifitas karena keyboard dan touchpad nya yang kurang bagus. Tidak nyaman untuk mengetik dan touch pad sering tersentuh secara tidak sengaja oleh telapak tangan yang mengakibatkan frustasi karena cursor loncat-loncat kemana-mana.

Daya Tahan Batere

Apa yang membedakan PC dan laptop adalah kemampuannya untuk bekerja jauh dari colokan listrik. Makin lama sebuah laptop mampu bekerja tanpa colokan listrik makin bagus. Bagi saya laptop yang mampu bertahan 6 sampai 12 jam tanpa dicolokan ke sumber listrik akan menjadi pilihan terbaik.

Performa Pemrosesan (Processing Power)

Ini ditentukan utamanya oleh chip processor, RAM, GPU, internal storage dan komponen-komponen lainnya yang terpasang pada logic board. Saat ini teknologi sudah memungkinkan akan hadirnya sebuah processor yang berkinerja canggih. Tinggal bagaimana pabrikan laptop pintar-pintar memilihnya ketika satu sisi menginginkan performa maksimal sementara di sisi lainnya daya tahan batere beserta desain yang tipis dan ringan menjadi premium.

Konektifitas

Laptop untuk bekerja tidak boleh individualis. Ia akan terkoneksi dengan perangkat lain seperti printer, scanner, headset, komputer lain dalam jaringan lokal dan internet. Rasanya saat ini hampir semua laptop mempunyai sebuah wireless ethernet interface, bahkan dengan teknologi wifi terkini: 802:11 AC Wireless Networking. Keberadaan konektifitas bluethooth 4.0 bagi saya tidak bisa ditawar-tawar.

Storage/Media Penyimpanan

Harddisk sebagai media penyimpanan dalam sebuah laptop saat ini sudah tidak jaman. Harddisk berkecepatan terbatas, haus daya batere, dan akan mengalami bad sector dengan sedikit saja benturan. Solid State Drive atau SSD telah menjadi standar bagi perangkat mobile ini. Kapasitas sebesar 256 GB barangkali mencukupi. Saya sendiri lebih akan memilih yang 512 GB. SSD berkapasitas 1 TB saat ini masih cukup mahal.

Sudah tahu apa Laptop baru yang saya impikan? 🙂

Hati-Hati Ketika Update iOS 8.3 di iPhone

Alasan saya untuk segera memperbarui firmware di iPhone 5s saya ke iOS 8.3 (dari sebelumnya adalah 8.2) adalah karena iOS 8.3 ini menjanjikan perbaikan performa pada App Launch dan App Responsiveness. Ada satu aplikasi yang saya pasang di iPhone yang saya rasa sangat tidak responsif. Aplikasi itu adalah Nike Running+ yang saya pergunakan sehari-hari sebagai teman berlatih lari.

Terkait apa saja yang dijanjikan Apple diperbaiki di iOS 8.3 ini bisa dibaca di: sini.

Karena keterbatasan ruang kosong di memory internal iPhone, saya pun memilih untuk melakukan update kali ini dengan menggunakan iTune di Laptop Windows 7. Dengan menghubungkan iPhone ke laptop dengan kabel lightning maka iTune akan segera mendeteksi keberadaan iPhone, versi firmware yang terinstall dan update terbaru yang bisa di-download. Perlu waktu sekitar 30 menit untuk mendownload iOS 8.3 yang berukuran sekitar 1.7 GB melalui jaringan speedy gold saya.

Selesai iOS 8.3 terdownload saya pun segera mengikuti update software di wizard di iTunes. Nah, sambil menunggu proses update ini di Apple Software Update memberikan pop up tentang beberapa update yang diberlakukan untuk iTunes. Saya pun menekan tombol update tanpa berpikir panjang.

Proses update software iTune ini lah yang menjadi masalah bagi saya. Proses update software ini memaksa iTune untuk restart dan restart Laptop sehingga proses update iOS 8.3 untuk iPhone 5s saya pun terhenti. Proses update iOS yang terhenti ini rupanya tidak sukses berlanjut ketika iTunes saya nyalakan lagi setelah komputer restart. Notifikasi gagal menghubungi update software server.

Saya pun kemudian menghentikan proses update iOS yang terhenti ini. Kemudian melepas dan menancapkan ulang iPhone. Di iTunes muncul beberapa pilihan. Karena update saya coba sekali lagi gagal, saya pun memilih restore and update.

Proses ini berjalan lancar. Pada set up yang ditawarkan di layar demi layar iPhone, kemudian saya ditanya apakah akan di set up sebagai iPhone baru atau mengembalikan data iPhone dari backup yang telah pernah dibuat dengan iTunes di komputer. Saya memilih yang terakhir. Proses ini juga lancar meski saya duga akan ada beberapa hal yang kurang selengkap yang saya inginkan.

Oh, iya, iPhone juga meminta saya agar memindai ulang sidik jari saya untuk keperluan keamanan. Proses ini saya lewati dengan lancar dengan memasukan pemindaian beberapa jari saya baik jari tangan kanan maupun jari tangan kiri.

iPhone telah selesai direstore dan disetting-setting. Melalui memory usage saya lihat ada ruang kosong yang bertambah banyak. Saya mulai mengecek kontak di iPhone. Jangan-jangan hilang. Yang alhamdulillah -nya semua nya masih lengkap. Begitu pula dengan iMessage, SMS dan email yang tetap baik-baik saja.

Apa yang saya ketahui hilang adalah beberapa aplikasi yang baru saya install beberapa hari belakang. Ini tidak aneh karena saya termasuk jarang melakukan backup bagi iPhone 5s ini. Apa yang saya ketahui hilang dari iPhone saya lagi adalah beberapa lagu dan eBook dan file-file PDF. Untuk lagu-lagu yang hilang sebenarnya mudah saja. Tinggal disinkronisasi lagi dengan iTunes. Yang menjadi masalah adalah beberapa buku, manual dan panduan yang berformat pdf yang jumlahnya tidak sedikit. Karena saya sudah lupa darimana mendapatkan file-file itu.

Mengenai review dari iOS 8.3 sendiri mungkin akan saya tuliskan suatu saat. Yang jelas Nike Running Plus tidak mengalami perbaikan performa dengan update kali ini.

Memperbaruhi Perlengkapan Jaringan dengan Mikrotik Routerboard

Merasa kebutuhan jaringan komputer dan internet di pabrik makin berkembang, saya pun mulai memikirkan bagaimana caranya agar managemen jaringan bisa dilakukan dengan mudah dan efisien, syukur-syukur keandalannya juga meningkat. Untuk itu beberapa hal yang bisa segera saya lakukan adalah:

Meningkatkan bandwidth koneksi internet. Ini saya lakukan dengan mengganti koneksi internet yang dulunya menggunakan koneksi kabel tembaga dengan fiber optik. Sebenarnya tidak mengganti, saya menambahkan koneksi internet dengan FO sementara koneksi internet yang lama masih dipertahankan.

Mulai menggunakan router baru. Mikrotik RB 1100 AHx2 menjadi pilihan. Pilihan routerboard jenis ini adalah berdasarkan pertimbangan akan kebutuhan jaringan di pabrik dalam beberapa waktu (mungkin tahun) ke depan. Saat ini RB 1100 AHx2 sudah saya konfigurasikan untuk routing, bandwidh manager, user manager dan firewall.

mikrotik

Belum banyak fungsi, fitur dan setting yang saya oprek di RB 1100 AHx2 ini. Karena saya sendiri sudah cukup lama tidak mengoprek router/server/mikrotik. Rupanya sudah banyak hal yang tercecer dari ingatan dan jari-jari saya terkait hal pengoprekan ini.

Tidak apa-apa. Yang penting kali ini saya tahu apa yang saya maui bisa dilakukan oleh jaringan internet dan komputer di pabrik. Dengan sedikit pengetahuan dasar jaringan dan googling sana-sini, akhirnya semua fungsi yang saya inginkan bisa juga berjalan secara semestinya. Mission Completed. Ngoprek-ngoprek-nya pasti segera menyusul. Bila sudah sempat. 🙂

Memasang beberapa Access Point tambahan. Saya tidak punya preferensi tertentu dalam memilih perangkat AP. Saya hanya mengandalkan review yang ditulis orang-orang diinternet. Sepanjang review AP itu baik dan harganya sesuai budget, itu yang saya beli. Sampai saya membeli beberapa jenis router dari pabrikan/merk yang berbeda.

Perangkat AP yang berbeda-beda ini saya tahu akan agak merepotkan pada awal saya men-setting-nya. Bekal saya hanya percaya ini tidak akan terlalu susah. Kelebihannya adalah …., adalah saya akan bisa mereview beberapa jenis perangkat AP itu, dan siapa tahu kelak sempat menuliskannya di blog ini.

Dari beberapa hal itu ada satu yang baru saya coba pertama kali. Itu adalah menghubungkan perangkat jaringan dengan kabel UTP yang lebih panjang dari 130 m. Mulanya saya sempat ragu, mengingat berdasar apa yang saya baca, jenis kabel UTP yang bagus hanya cukup efektif bila digunakan sampai panjang 100 m saja. Kenyataannya, salah satu perangkat AP yang terhubung ke routerboard dengan kabel sejauh lebih dari 130 m bisa berjalan dengan baik. Ini membuat saya senang. Perjuangan saya memanjat dinding, mengulur kabel dan memasangnya dengan klem terbayarkan.

Review saya akan Mikrotik RB 1100AHx2, perangkat AP, dan oprekan-oprekan saya mungkin akan saya tuliskan sebagai posting di blog ini pada waktunya kelak. 🙂

Upgrade iOS 8 di iPhone 5s dan Sedikit Review

Perlu waktu 2 jam lebih untuk mendownload iOS 8 untuk iPhone 5s dengan koneksi Telkom Speedy yang saya gunakan. Mendownload file sebesar 1.92 GB saja memerlukan waktu selama ini benar-benar sebuah uji kesabaran. Nah, buat yang nanya apa gunanya internet cepat. :_D Kalau bukan karena Apple yang membuat saya penasaran habis dengan fitur-fitur baru yang ditawarkan pada OS ini, pasti saya sudah cancel download yang mengeong ini.

Setelah firmware iOS 8 untuk iPhone 5s siap, proses instalasinya sendiri terbilang cepat. Kurang dari 30 menit saya rasa.

Home Screen iOS 8 on iPhone 5s

Home Screen iOS 8 on iPhone 5s

Untuk upgrade OS ini saya tidak melakukannya secara OTA (over the air). Saya memilih memanfaatkan bantuan iTunes. Karena meski dari info upgrade di iPhone menunjukan perlu mendownload file sebesar 1.2 GB saja, tetap saja diperlukan free space selega 5 GB -an di iPhone. Saya tahu ini karena sebelumnya saya search “iOS 8” di twitter sebelumnya. 😀 Saran saya bagi yang baru akan melakukan upgrade, gunakan saja bantuan iTunes. Ini sangat membantu bagi pemilik iPhone yang memory internalnya 16 GB dan males menghapus-hapus konten. Bagi pemilik iPhone 32 GB ke atas dengan memory yang lega melakukannya secara OTA saya kira tidak masalah.

Seingat saya ada 2 kali proses restart sampai dilayar iPhone muncul tulisan “Hello” kemudian saya hanya perlu menekan beberapa kali tombol next saja sampai saya mendapatkan Tampilan Home Screen seperti di bawah. Oh, iya, diantara beberapa kali menekan tombol next ada tawaran apakah ingin meng-upgrade iCloud. Kali ini saya menjawa “Tidak” dulu, karena toh file yang ada di iCloud baru bisa dibaca nanti setelah ada OS X Yosemite. Sekarang belum bisa.

Apa yang pertama kali terlihat berbeda dari tampilan iOS 8 ini adalah gambar hati (icon aplikasi Health), gambar buku (icon aplikasi iBook) dan Control Center dengan tampilan yang berbeda. Tidak ada fungsi baru dalam Control Center dengan tampilan barunya yang menurut saya tidak sebagus yang di iOS 7.

Health App di iOS 8

Health App di iOS 8

Aplikasi yang pertama kali saya coba adalah Health. Begitu aplikasi Health terbuka, saya tidak punya ide tentang apa saja yang ditampilkan aplikasi ini. Saya hanya melihat-lihat setting dan menu tanpa tahu pasti apa yang perlu saya lakukan, hehe. Hal yang bisa saya lakukan sebatas memasukkan data tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, tanggal lahir dan jenis golongan darah. Pagi ini, selang sehari saya menggunakan iOS 8, yang sudah bisa saya baca di Health adalah seberapa jauh saya sudah berjalan dari kemarin siang sampai pagi ini. Tentu ini jarak berjalan yang diukur ketika saya membawa iPhone.

Kamera adalah aplikasi yang paling saya gunakan di iPhone. Seharusnya memang saya segera mencobanya.

Kamera di iOS 8 ini mempunyai beberapa fitur yang bisa langsung digunakan. Fitur-fitur itu adalah: timer, manual exposure dan time lapse. Timer ini bisa digunakan untuk kamera depan dan kamera belakang iPhone dan mempunyai dua pilihan waktu yaitu 3 dan 10 detik. Bila mengambil gambar dengan fitur timer, maka kamera akan mengambil 10 foto secara sekaligus (burst). Kita bisa menyimpannya semua atau langsung memilih yang terbaik. Fitur timer ini pun dilengkapi dengan suara beep dan bila yang digunakan adalah kamera depan, maka LED Flash akan flashing beberapa kali sampai Kamera mengambil gambar. Btw fitur ini akan bermanfaat bagi yang suka selfie berjamaah atau welfie. Kehadiran fitur timer di Kamera iOS 8 membuat beberapa aplikasi Timer Kamera di iPhone menjadi tidak berguna. Sekarang aplikasi-aplikasi Timer itu sudah saya hapus.

Manual Exposure di Kamera iOS 8 tidak langsung kelihatan begitu kamera dijalankan. Tap to fucus dimanapun di tampilan view finder kamera, bila kemudian muncul icon bergambar matahari berarti Exposure siap diatur-atur manual. Geser slider ke atas dan kanan untuk menaikan exposure atau ke bawah dan kiri bila menginginkan hasil foto lebih gelap. Time Lapse di Kamera iOS 8 belum sempat saya coba. Bukan karena tidak tertarik, tetapi karena belum sempat saja, dan belum punya Tripod khusus untuk iPhone agar video time lapse yang dibuat bisa leluasa mengkomposisikannya.

Dibandingkan Android dan Blackberry (entah bila di Windows Phone karena saya belum pernah punya), iPhone jauh ketinggalan dalam hal kemudahan untuk mengetik. Untuk itulah barangkali Quick Type dihadirkan di iOS 8 ini. Di keyboard iPhone 5s saya sebelumnya membuat 3 setting bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, US English dan Emoji. Pada mode US English, fitur Quick Type berjalan bagus. Kabar buruknya adalah begitu saya berpindah ke input Bahasa Indonesia. Quick Type nya iOS 8 tidak bisa banyak membantu mengetik dalam Bahasa Indonesia. Padahal ini adalah bahasa yang sering saya gunakan.

Sedikit obat kecewa dari ketidak mampuan Quick Type di iOS 8 membantu memperlancar mengetik dalam Bahasa Indonesia, fitur dictation yang baru ada ditambahkan di keyboard bahasa Indonesia hampir bisa mengerti semua kata-kata yang saya ucapkan. Kesalahan yang terjadi bisa dibilang sedikit. Misalnya ketika saya mengucapkan “Suro Efendi”, maka iOS 8 selalu gagal dan mengetiknya sebagai: Saran Effendi. hihi

Interactive Notification. Sebagai mantan pengguna Blackberry, tentu Interactive Notification merupakan fitur yang saya tunggu-tunggu. Saya membayangkan membalas semua pesan baik mail, messenger, social media dll melalui satu tempat sebagaimana yang bisa dilakukan melalui Blackberry Hub. Sayangnya fitur Interactive Notification bahkan sepertinya belum jalan di iPhone 5s saya. Semua notifikasi sepertinya masih seperti apa yang ada di iOS 7. Saat ini saya masih mencari apa masalahnya atau dimana saya bisa men-setting Interactive Notification.

Sementara ini dulu yang saya tuliskan dari pengalaman saya meng-upgrade iPhone 5s ke iOS 8. Saya akan tambahkan atau membuat post blog baru seiring saya menggunakan sistem operasi mobile dari Cupertino ini. 😀

Mencoba Antivirus: Norton 360 Multi Device

Norton 360 Multi Device CD

Norton 360 Multi Device CD

Beberapa pekan yang lalu, kiriman CD Norton 360 Multi Device dari PT Symantec Indonesia sampai ke meja. Membaca-baca sampul CD ini, rupanya Norton 360 Multi Device merupakan produk Anti virus dan Security yang bisa di-install baik di PC Windows, di iOS devices dan di Android. Satu produk Norton 360 Multi Device bisa dipasang untuk maksimal 5 perangkat.

Symantec telah lama dikenal dengan produk anti virus-nya yang tangguh, Norton Anti Virus. Namun karena bisa dibilang saya hampir tidak memerlukan Anti Virus di laptop yang sehari-hari saya gunakan untuk bekerja (Laptop bersisop Linux Ubuntu), Norton 360 Multi Device ini adalah produk anti virus berbayar yang akan menjadi yang pertama kali saya gunakan. Selama ini bila saya terpaksa menggunakan Anti Virus, maka yang selalu menjadi pilihan adalah produk-produk Anti Virus gratisan. 😀

Karena saya tidak mempunyai Komputer pribadi yang bersisop Windows, maka saya menunggu hari berikutnya untuk mencoba memasang Norton 360 Multi Device di laptop dan komputer milik pabrik.

Norton 360 Multi Device pertama kali saya pasang di Laptop dengan sisop Windows 7

Begitu CD saya masukkan, Norton 360 Multi Device Autorun menawari saya apakah akan meneruskan instalasi dari CD atau dari internet. Di sini instalasi disarankan dari internet. Saya pun menuruti rekomendasi ini. Dengan koneksi internet 3 Mbps, proses instalasi berlangsung beberapa menit saja. Kurang dari 15 menit.

Proses berikutnya yang harus saya ikuti adalah membuat akun Norton 360 Multi Device dan mengaktivasi produk dari Symantec ini. Cara mengaktivasinya adalah dengan memasukkan produk key yang terdapat di bagian dalam sampul CD. Proses aktivasi dan pembuatan akun Norton berjalan tanpa kendala.

Saya pun mencoba menjalankan Norton 360 Multi Device yang baru saja saya install di Laptop Windows 7 ini. Saya menjalankan pemeriksaan virus dengan Norton Anti Virus ini sambil mencoba-coba fitur-fitur Norton 360 yang lain. Beberapa menit kemudian proses virus scanning selesai tanpa diketemukan adanya virus. Di Laptop ini memang sebelumnya tidak terlihat ada tanda-tanda keberadaan virus.

Norton 360 Multi Device di Desktop Windows 8

Di pabrik kebetulan ada satu komputer yang ditengarai menjadi sarang virus dan malware. Pikir saya ini kesempatan untuk menjajal kehebatan Norton 360 Multi Device.

Bila di Laptop Windows 7 saya memilih instalasi dari internet, kali ini saya mencoba memasangnya dari CD saja. Proses instalasi dari CD Norton 360 Multi Device berjalan lancar dengan menawari saya untuk uninstall Anti Virus lain (AFG Free) yang telah saya pasang sebelumnya, namun proses harus dilanjutkan dengan pemutakhiran (update) data base virus dari internet. Norton 360 dalam proses ini perlu mengunduh file pemutakhiran sebesar lebih dari 200 MB. Suatu ukuran yang besar dan bila dipikir-pikir akan lebih efektif dan efisien memasang Norton 360 Multi Device dari internet saja. Dan bila dipikir-pikir lagi, CD ini tidak terlalu bermanfaat, kecuali produk key untuk proses aktivasi. 😀

Karena sebelumnya saya sudah melakukan aktivasi produk dan mendaftar akun Norton, maka setelah instalasi selesai saya cukup login saja dengan akun yang sudah saya buat. Norton 360 Multi Device pun siap digunakan.

Pertanyaan: Apakah Norton 360 Multi Device sanggup menjinakan virus-virus yang bersarang di komputer ini. Jawabnya silakan lihat tangkapan layar berikut: Baca lebih lanjut

Mencoba Nokia Android, Nokia X

Sejak akhir tahun 2013 sudah santer beredar gosip tentang Nokia Normandy. Sebuah proyek Android yang secara diam-diam dikembangkan oleh Nokia. Ini  terdengar ganjil mengingat pada tahun yang sama Nokia diakuisisi oleh Microsoft, pemabrik Windows Phone 8.

Awal tahun 2014 ini, tepatnya di Mobile World Congress di Barcelona, Nokia mengkonfirmasi kebenaran gosip ini. Nokia benar-benar mengumumkan secara resmi produk Androidnya, yaitu Nokia X, Nokia X+ dan Nokia XL.

Mengikuti diumumkannya secara resmi Nokia Android, Nokia pun segera mensosialisasikan environment baru ini kepada developer mobile apps di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk mensosialisasikan environment baru ini Nokia menggelar acara yang disebutnya DVLUP di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

Sabtu siang, 1 Maret 2014, saya pun menyempatkan diri menghadiri acara DVLUP ini di Hotel Cokro Yogyakarta. Di sana oleh pihak Nokia dijelaskan secara gamblang spesifikasi teknis, fitur dan panduan pengembangan aplikasi untuk jajaran Nokia X. Termasuk di dalamnya bagaimana melakukan porting aplikasi Android, khususnya Jelly Bean agar berjalan lancar di lingkungan Nokia X. Baca lebih lanjut