Mencoba Nokia Android, Nokia X

Sejak akhir tahun 2013 sudah santer beredar gosip tentang Nokia Normandy. Sebuah proyek Android yang secara diam-diam dikembangkan oleh Nokia. Ini ย terdengar ganjil mengingat pada tahun yang sama Nokia diakuisisi oleh Microsoft, pemabrik Windows Phone 8.

Awal tahun 2014 ini, tepatnya di Mobile World Congress di Barcelona, Nokia mengkonfirmasi kebenaran gosip ini. Nokia benar-benar mengumumkan secara resmi produk Androidnya, yaitu Nokia X, Nokia X+ dan Nokia XL.

Mengikuti diumumkannya secara resmi Nokia Android, Nokia pun segera mensosialisasikan environment baru ini kepada developer mobile apps di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk mensosialisasikan environment baru ini Nokia menggelar acara yang disebutnya DVLUP di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

Sabtu siang, 1 Maret 2014, saya pun menyempatkan diri menghadiri acara DVLUP ini di Hotel Cokro Yogyakarta. Di sana oleh pihak Nokia dijelaskan secara gamblang spesifikasi teknis, fitur dan panduan pengembangan aplikasi untuk jajaran Nokia X. Termasuk di dalamnya bagaimana melakukan porting aplikasi Android, khususnya Jelly Bean agar berjalan lancar di lingkungan Nokia X.

Karena Nokia X itu sendiri tidak sepenuhnya ‘Android’. Nokia X dibangun di atas Android Open Source Project dengan menghilangkan layanan-layanan utama Google dan menggantinya dengan produk-produk sejenis yang dikembangkan oleh Microsoft dan Nokia. Misalnya Google Map diganti dengan Here Map, Play Store diganti dengan Nokia Store, Google Drive diganti dengan One Drive, Hangout diganti dengan Skype. Bahkan User Interface nya pun didesain menyerupai apa yang ada di Nokia Lumia. UI untuk Nokia X itu sendiri disebutnya sebagai Flatlane.

Di acara ini pun saya berkesempatan menjajal secara langsung Nokia X (prototipe). Saya mencobanya untuk menavigasi menu demi menu yang ada di dalam ponsel ini, mencoba memutar musik, mengambil foto, melihat-lihat di dalam foto geleri, mencoba pesan singkat dan telepon, dan lain-lain.

Apa yang menurut saya paling menarik dari seri Nokia X ini adalah Flatlane UI-nya yang mirip dengan apa yang dipunyai seri Lumia. Selama ini saya memang belum pernah mempunyai ponsel Lumia atau ponsel ber-OS Windows Phone yang lain, namun beberapa menit menggunakannya saya mengakui kalau UI ini memang instuitif. Benar-benar terasa memudahkan saya menemukan suatu item tertentu, selain tampilan tiles ini memang enak di mata.ย Apa yang membuat saya kagok adalah tombol back/home. Ini sebenarnya hanya perlu pembiasaan, karena saya sendiri sudah lama ter-Samsung dan ter-iPhone.

Desain Body dari Nokia X ini menurut saya juga terasa solid dalam genggaman. Meskipun body yang cukup tebal awalnya terasa seperti memegang batu bata. Warna-warni khas Lumia yang diadopsi seri X ini bisa menjadi kompensi dari body tebal itu saya rasa. Berpose foto dengan Nokia X warna merah maron membuat saya merasa lebih muda. ๐Ÿ˜€

Bagaimana dengan performa?

Saya belum bisa menulis banyak tentang performa seri Nokia X. Di sini saya hanya akan menceritakan sedikit pengalaman menggunakan ponsel beresolusi 480 x 800 pixel, processor 1 Ghz dual core, memory internal 4 GB dan RAM 512 MB ini.

Apa yang paling terasa begitu mencoba mengoperasikan Nokia X adalah papan touch screen yang menurut saya kurang licin dan kurang responsif. Bila benar Noxia X akan dijual di pasar dengan harga 1,5 jutaan, maka untuk urusan kenyamanan papan touch screen ini jelas akan kalah dengan Samsung Galaxy Young. Namun perpindahan antar aplikasi saya rasakan bisa berjalan lebih baik di Nokia X yang saya coba.

Tampilan Home Screen Flatlane UI di Nokia X saya akui memang bagus, tetapi menu-menu didalamnya saya rasakan tidak sebagus apa yang saya lihat di halaman muka. Menu text di Nokia X ini didesain secara kurang menarik dan kelihatan tidak ada perbaikan yang signifikan dari apa yang terdapat di seri Nokia lama.

Ketika saya mencoba memutar file musik yang ada di ponsel ini, speaker internal Nokia X lumayan bagus mereproduksi suara musik. Harapan saya Nokia X bisa menunjukan kualitas audio yang lebih baik bila diperdengarkan melalui headset.

Kamera. Harapan saya akan Nokia menyematkan kamera sebagus apa yang ada di Lumia ternyata harus menemui kenyataan pupus. Nokia X mengecewakan saya dalam urusan mengambil foto. Saya mencobanya memang di dalam ruangan hotel ketika mendapatkan foto yang gelap dan warna yang pucat ketika memotret dengan Nokia X ini. Saya tidak habis pikir kenapa Nokia malah memasang kamera 3,2 MP fix focus bila memang ingin merebut hati pasar Android.

Nokia X di mata developer?

Ada 3 seri Nokia Android ini. Yaitu Nokia X, Nokia X+ dan Nokia XL. Ketiganya mempunyai spefisikasi yang hampir serupa. Ukuran layar, processor, memory internal dan kompenen lain sama. Bedanya adalah pada RAM. Nokia X ber-RAM 512 MB sedangkan X+ dan XL adalah 768 MB. Beda yang lain adalah Nokia XL mempunyai kamera depan 2 MP dan kamera belakang 5MP autofocus. Sementara X dan X+ tidak punya kamera depan dan hanya menggunakan kamera belakang 3,2 MP fix focus.

Ukuran layar yang sama tentu akan mempermudah developer dalam mendesain User Interface suatu aplikasi. Begitu pula kemampuan processor dan memory akan memberikan batasan yang jelas akan seperti apa aplikasi yang ingin dibuat oleh developer.

Bagi pengembang aplikasi Android, Nokia X juga cukup menyenangkan. Konon 75% aplikasi yang berjalan di Jelly Bean bisa berjalan baik di Nokia X. Selebihnya adalah yang menggunakan service Google seperti Google Map, Play Store dan sejenisnya yang perlu diporting dan disesuaikan dengan layanan sejenis yang dibawa oleh Microsoft dan Nokia.

Nokia X membenamkan Nokia Store sebagai substitusi Google Playstore. Ini juga menyenangkan bagi developer yang ingin menjual aplikasinya. Menjembatani kesulitan developer Android selama ini yang kesulitan menjual produknya di Indonesia. In Apps Purchase dengan sistem carrier billing yang dikembangkan Nokia selama ini dipercaya mempunyai nilai konversi 10x dibanding mekanisme pembelian menggunakan kartu kredit yang selama ini digunakan oleh Play Store. ๐Ÿ™‚

Foto-foto Nokia X lebih banyak silakan dilihat di akun Google+ saya di SINI.

Iklan

34 thoughts on “Mencoba Nokia Android, Nokia X

  1. Seri Nokia X ini seperti proyek jalan tengah gitu ya, dari tampilannya sudah terlihat setengah android dan setengah lumia. Kalau harganya bersaing sih, pasar Indonesia sudah siap menyambut kebangkitan nokia, hehehe

  2. ahihihihi prototype mas? kalo sama sony music experia pernah make belom mas? kecil ya sayang nya itu android jadi jadian buahahaha dual core 1 Ghz < udah kek netbook ku. Harusnya kenceng nie kalo untuk HP masalah program"nya

  3. kalo pake banyak andro dibanding microsoft apa bisa jalan baik di ram 512 ya mas? soalnya di andro kalo 512 kan kerasa dikit bgt sementara kalo di lumia segitu ud cukup banget.

  4. bobot body yang terlalu berat, performa kamera yang biasa saja sudah membuatku tidak menoleh mas. Ya, walaupun desain UI itu keren tapi ya kekurangannya terlalu banyak ๐Ÿ˜€

  5. “In Apps Purchase dengan sistem carrier billing yang dikembangkan Nokia selama ini dipercaya mempunyai nilai konversi 10x dibanding mekanisme pembelian menggunakan kartu kredit yang selama ini digunakan oleh Play Store”
    mohon bisa dijelaskan lagi bagian tersebut di atas mas?

  6. tadinya saya pikir bakal tertarik nyobain seri X ini dan bisa jadi ini awal kembalinya Nokia, tapi dari review awal ini kok kayanya setengah-setengah gitu yaah..

  7. Jujur saja sebenarnya saya itu penggemar Nokia dr jaman kuliah…terakhir saya pakai seri N63..Namun semenjak keluarga pakai smartphone dan BBM..mau tidak mau saya harus menyesuaikan..dan yg saya sayangkan nokia waktu itu tidak mengikuti pasar, malah dr symbian pindah ke windows. Coba kalau dr awal Nokia pakai OS android, mungkin samsung ngak akan sesukses skrg hehe..Smoga Nokia seri X nya sukses dipsaran..:D

  8. touchscreen nokia x kurang responsif ya? jadi ragu mau beli nokia x kalau udah ada. kalau sensitifitas touch screen nokia x & lumia bagus mana ya?

  9. Betul, touchscreen nokia x kurang responsif saya dah coba di stan Nokia, kurang nyaman sebelumnya saya nyoba tablet advan punya anak saya padahal spec sama.

  10. info seminar dan lainnya dapet dari mana sih mas kayak seminar di hotel condong catur dan lainnya.. memang benar banget kalau Nokia X juga ingin sebesar android yang sekarang ini merajai dunia Ponsel

  11. ya memang benar, touchscreenx kdang2 kurang responsif. kekurnganx jg pda bateraix klo main game ato browsing daya baterai lbih cpat habis n terasa hangat dbagian casing dket baterai. apa klo pke android itu memg bgitu ya, soalx bru pertama kali pke hp smartphone, n menentukn pilihan pd nokia x ini. yg sbelumx sbenarx ingin beli asus zenfone 4 tapi syang brgx belum ada (sulit bnget nyarix brew…) hehhee
    1 lg kekurganx, dnger music pke headset ori dari nokiax kurang mantap gan, tpi klo lewat speaker menurut saya sudah bgus. memang dari headsetx brangx kualitasx kurg mantap untuk hp sekelas nokia. saya coba pke headset hp LG punya adik saya, lbih enak dngerix.
    yaa saya tukar dah ma punya adik, berhubung jg warna headseat nokia x semuax warna pink.,

    untuk tampilan menu dan gambarx sudah bgus. mrip windows phones n bisa diatur warnax n tampilan menu/aplikasi bisa di atur menjadi seperti folder mirip pada PC. jadi misal untuk aplikasi game bisa dijdikn 1 folder ato untuk apl. yg sosial media

  12. ya memang benar, touchscreenx kdang2 kurang responsif. kekurnganx jg pda bateraix klo main game ato browsing daya baterai lbih cpat habis n terasa hangat dbagian casing dket baterai. apa klo pke android itu memg bgitu ya, soalx bru pertama kali pke hp smartphone, n menentukn pilihan pd nokia x ini. yg sbelumx sbenarx ingin beli asus zenfone 4 tapi syang brgx belum ada (sulit bnget nyarix brew…) hehhee
    1 lg kekurganx, dnger music pke headset ori dari nokiax kurang mantap gan, tpi klo lewat speaker menurut saya sudah bgus. memang dari headsetx brangx kualitasx kurg mantap untuk hp sekelas nokia. saya coba pke headset hp LG punya adik saya, lbih enak dngerix.
    yaa saya tukar dah ma punya adik, berhubung jg warna headseat nokia x semuax warna pink.,

    untuk tampilan menu dan gambarx sudah bgus. mrip windows phones n bisa diatur warnax n tampilan menu/aplikasi bisa di atur menjadi seperti folder mirip pada PC. jadi misal untuk aplikasi game bisa dijdikn 1 folder ato untuk apl. yg sosial mediax.

    sekian review dari saya, semoga bermanfaat.. ๐Ÿ™‚

  13. gan saya punya masalah dengan Nokia X bru saya, tidak bisa merekam video??? gma caranya supaya bisa mutar video dan biasanya pemutar video itu menyatu dengan kamera tp d HP Nokia X saya gak bisa, saya udah beberapa kali cari di internet belum nemu juga… oy gan Kamera yg Saya gunakan d HP Nokia X nya Camera360….Gmn gan minta solusi pemecahan masalahnya…Trmksh

  14. gan saya punya masalah dengan Nokia X bru saya, tidak bisa merekam video??? gma caranya supaya bisa MEREKAM video dan biasanya pemutar video itu menyatu dengan kamera tp d HP Nokia X saya gak bisa, saya udah beberapa kali cari di internet belum nemu juga… oy gan Kamera yg Saya gunakan d HP Nokia X nya Camera360….Gmn gan minta solusi pemecahan masalahnya…Trmksh

  15. Pas awal rumor kemunculannya sempet kepikiran membelinya, tapi ternyata pas bener2 rilis, spec & harganya sangat tidak menggoda… hhe
    akhirnya, dengan harga segitu mending ke merek2 cina dg spec yg lebih baik dan harga yg ada kembaliannya… ๐Ÿ˜€

  16. Ada kehebatan nokia xl yg saya rasa tidak ada pada android lain saya coba pakai samsung dan dari androi cina gampang sekali di susupi malware tetapi tidak untuk nokia malware dari google sementara ini blm bisa nembus nokia managemen daya juga lebih bagus dari android lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s