Kopdar KBJ dan QwordsRoadshow Berlangsung Maksimal

Komunitas Blogger Jogja (KBJ) menyelenggarakan acara kopdar rutin setiap hari Rabu malam. Yang ngetren disebut Raul, atau Rabu Gaul. Namun berbeda dari biasanya, pada penghujung tahun 2013 ini, kopdar rutin KBJ diadakan pada hari Kamis, 26 Desember 2013, bertempat di Angkringan Galau (Joglo Panunggalan) Yogyakarta. Kopdar KBJ kali ini tidak hanya berbeda pada hari penyelenggarannya, lebih dari itu kopdar kali ini menjadi istimewa karena dipadukan dengan acara #QwordsRoadshow. Acara Roadshow 5 kota program dari perusahaan web hosting terkemuka di Indonesia, Qwords.com.

Saya pun sejak awal meniatkan diri untuk menghadiri acara ini. Hari Kamis pukul 5 sore, saya berangkat dari rumah saya di Gunungkidul dengan mengendarai sepeda motor. Saya bermaksud berangkat awal agar bisa tiba tepat waktu di Angkringan Galau. Namun malang tidak bisa ditolak. Kecelakaan sepeda motor yang menimpa saya terjadi di Jalan Wonosari – Jogja di sekitar kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul membuat saya tidak bisa datang tepat waktu. Terjatuh dari sepeda motor, meski tidak sampai menyebabkan luka-luka memar di tubuh membuat saya memilih melanjutkan perjalanan dengan kecepatan hati-hati. Pelan-pelan saja.

Hampir pukul 7 malam saya tiba di Angkringan Galau. Di sana saya mendapati teman-teman komunitas sudah banyak yang berkumpul dan menikmati makam malam. Saya pun tidak mau ketinggalan. Segera mengisi registrasi di meja panitia dan segera mengambil makan malam khas Angkriangan Galau yang tersaji melimpah dan kelihatan enak-enak semua.

Mba Mini GK (member Komunitas Blogger Jogja) MC acara Kopdar KBJ dan #QwordsRoadshow

Mba Mini GK (member Komunitas Blogger Jogja) MC acara Kopdar KBJ dan #QwordsRoadshow

Belum selesai menikmati makan malam, saya mendengar suara khas Mbak Mini GK berbicara di mic. Berarti acara akan segera dimulai. Saya pun buru-buru menyelesaikan makan malam saya untuk menyimak dan me-live tweet jalannya acara. Sulit bukan, bila saya menyimak dan me- live tweet jalannya acara sekaligus sambil makan.

Mba Abel (Tim #QwordsRoadshow) pemandu acara #QwordsRoadshow goes to Jogja

Mba Abel (Tim #QwordsRoadshow) pemandu acara #QwordsRoadshow goes to Jogja

Acara pertama adalah sharing tentang Web Hosting dan Qwords.com. Disampaikan oleh Mas Berry di depan sekitar 60-an blogger Jogja yang sangat antusias. Saya pun khusuk menyimak sharing dari Mas Berry ini. Sebagai seorang blogger yang dari pertama kali nge-blog sampai sekarang masih mengandalkan layanan gratis dari penyedia layanan blogging seperti WordPress.com, Blogspot.com, Tumblr.com dan lain-lain tentu saya penasaran dengan kelebihan, keuntungan dan kekurangan nge-blog dengan hosting sendiri. (self hosted) Pikir saya: siapa tahu suatu saat nanti saya bisa nge-blog secara serius dengan blog yang self hosted dan tidak lagi nebeng layanan blogspot, wordpress, tumblr dan sejenisnya. Syukur-syukur bisa membuat dan mengelola blog/web/portal yang profesional suatu saat nanti. Baca lebih lanjut

Iklan

Nasi Bakar, Bagaimana Cara Me-Review-nya?

Nasi Bakar Madam Tan

Nasi Bakar Madam Tan

Es  Madam Tan

Es Madam Tan

Foto diambil dari post di akun Google+ saya di sini.

Saya tidak tahu apakah jenis makanan dan minuman yang saya pesan pas. Dalam arti Nasi Bakar dan Es Campur itu merupakan perpaduan yang sesuai, match untuk dinikmati begitu. Entahlah. Baca lebih lanjut

Cara Kita Merayakan Hari Raya?

Hari Raya Natal pada tahun ini jatuh pada tanggal 25 Desember.  iya kali sejak jaman dulu juga pada tanggal segitu. 😀 Tepatnya hari Rabu. Kemarin. Jadi hari ini pun di banyak tempat masih dalam suasana merayakan Natal. Selamat Hari Raya Natal bagi teman-teman yang merayakan.

Perayaan Hari Natal di Indonesia pada tahun ini, sepanjang yang saya tahu berlangsung damai, lancar dan semarak. Saya bisa mengatakan demikian karena sampai hari ini saya belum membaca atau mendengar kabar ada insiden keamanan yang terjadi sejak menjelang hari raya Natal sampai sekarang. Saya mengatakan Hari Natal kali ini semarak karena ya memang semarak.

Jauh-jauh hari di dunia maya dan dunia nyata sudah ada kesemarakan menyambut Hari Raya Natal. Di Facebook dan di Twitter meriah. Dari jalan-jalan protokol sampai jalan kampung pun tidak kalah meriah. Ada banyak sepanduk ucapan Natal dan pesan damai yang terpajang lebar-lebar.

Menurut saya ucapan dan sambutan Natal dari berbagai pihak dimana-mana itu bagus dimana di negara yang berketuhanan ini.

Yang menjadi sedikit catatan saya adalah bahwa tiap Hari Natal dari tahun ke tahun selain ada banyak ungkapan sambutan Hari Raya Natal ada makin banyak pula yang mendompleng atau bisa dikatakan mengkomersialisasikan hari raya keagamaan itu. Yang saya maksudkan adalah spanduk-spanduk promosi yang menggunakan momentum hari raya. Misalnya: Diskon Natal dan Tahun Baru up to 70%. Nah

Sebenarnya ini tidak hanya terjadi pada Hari Raya Natal saja. Pada Hari Raya Iedul Fitri juga. Pada hari raya agama lain mungkin juga sama semaraknya. Saya sampai menjadi khawatir fenomena komersialisasi hari raya keagamaan ini makin kelewatan, meski ini tidak terjadi di Indonesia saja. Bayangkan bila sampai kebablasan dengan spanduk promosi begini: Menyambut Hari Raya Nyepi, Supermarket X menggelar diskon sampai 80%. Mari Ramaikan Hari Raya Nyepi.

Piye Jal.

Dilema Menggunakan Kendaraan Pribadi

Beberapa bulan terakhir ini, saya menjadi lebih sering menggunakan cara yang tidak saya suka untuk bepergian ke suatu tempat. Yaitu lebih banyak menggunakan sepeda motor untuk mencapai suatu tempat. Tidak hanya mencapai tempat-tempat yang terbilang dekat misalnya ke pasar terdekat, ambil cucian di laundry atau kemana, bahkan ke kota Jogja yang berjarak 40-an km pun mulai saya tempuh dengan sepeda motor.

Saya terpaksa. Kendaraan umum akhir-akhir ini semakin susah di dapat, hanya beroperasi pada jam-jam tertentu dan waktu tempuhnya terasa semakin lama. Tidak handal.

Kendaraan umum makin jarang dan hanya beroperasi pada jam-jam tertentu karena orang-orang sekarang entah kenapa semakin malas menggunakannya, karena tidak handal? Waktu tempuh menjadi makin lama karena jalanan sekarang makin dipadati dengan kendaraan pribadi dan sepeda motor yang menyesakan jalan sampai bikin macet. Oh iya, menggunakan kendaraan umum memang menjadi boros.

Jauh lebih cepat dan murah menggunakan sepeda motor. Sebagai misal dari rumah sampai suatu venue di kota Jogja saya hanya membutuhkan waktu kurang-lebih 90 menit dengan sepeda motor. Baca lebih lanjut

Perlu Belajar Membuat Infographic

Infographic itu apa? Coba lihat yang di bawah ini:

Perlu Belajar Membuat Infographic

Infographic of Infographic. Infographic ini saya ambil dari sini

Sering, bukan, kita menemukan gambar semacam ini di banyak website dan blog yang kita baca. Tiap hari keberadaan infographic makin mudah kita temukan. Semakin banyak.

Infographic apabila dijelaskan dalam bentuk Infographic (silakan ambil nafas dulu bila membaca kalimat ini malah terasa mbulet. hehe) akan menjadi seperti infographic di atas.

Infographic bila dijelaskan dalam sebuah kalimat singkat begini:

Statistical graphics of complex ideas communicated with clarity, precision and efficiency –Edward F Tufte (“The Leonardo Da Vinci Data” The Newyork Times)

Bagaimana? Mudah mana memahami infographic dengan infographic dibanding memahami infographic dengan kalimat/teks definisi?

Bagi saya sendiri, informasi dalam bentuk infographic jauh lebih mudah dicerna dalam waktu singkat dibanding informasi yang disampaikan dalam bentuk lain, misalnya dalam bentuk tulisan narasi apalagi dibandingkan dengan ceramah ala pak lurah. Saya kira Anda dan kebanyakan orang pun kali ini akan setuju dengan saya.

Kemudah diserapan informasi yang disajikan dalam bentuk infographic ini saya yakini akan semakin populer. Mengingat semakin sekarang dan semakin besok, orang selalu serakah ingin mengkonsumsi makin banyak informasi. Sedangkan waktunya selamanya tidak berubah. Sampai kiamat tidak akan ada jam ke-25 dalam sehari. 🙂

Infographic lebih enak dinikmati, lebih jauh mudah dicerna dalam waktu singkat namun memerlukan waktu lebih lama untuk membuat sajian Infographic. Setidaknya bila kita ingin membuat infographic yang benar-benar infographic, tidak asal-asalan. Membuat Infographic membutuhkan keterampilan dan pengetahuan baru. Langsung jadi teringat dengan buku Envisioning Information, oleh penulis yang kutipannya telah saya tempel di atas, Edward F Tufte, hihi

Nah, untuk bersiap-siap belajar membuat Infographic ini, sambil menulis posting ini saya meng-install Inkscape di Ubuntu saya, untuk melengkapi Gimp yang sehari-hari telah sedikit saya gunakan untuk mempermanis foto-foto saya. Menggunakan Inkscape dan GIMP itu sendiri saya belum pintar, masih perlu banyak belajar. Mengingat latar belakang belajar olah graphic saya dulu di Sisop tetangga. hehe.

Sebenarnya untuk membuat Infographic telah ada tool/layanan online. Salah satunya adalah Infogr.am. Saya belum banyak mengeksplorasinya. Namun saya pikir ini bagus sebagai awal untuk memula membuat Infographic.

Jadi kapan kita akan mulai belajar. Harusnya kamarin, sekarang apa besok? 😀

Coast by Opera: A Brand New Tablet Browser?

Membaca di timeline Twitter –lagi-lagi bacaan saya adalah timeline twitter, tidak mengapa, toh begini nasib menjadi bagian dari generasi menunduk– bahwa Ngonoo.com dan Opera akan mengadakan meet up yang bertempat di University Club Universitas Gajah Mada. Waktunya hari Rabu, tanggal 18 Desember 2013, atau persisnya kemarin petang. Acara itu sendiri sekaligus bermaksud memperkenalkan browser baru besutan Opera yang diperuntukan bagi Tablet, khususnya iPad. Tablet browser itu, begitu kemudian saya menyebutnya, adalah Coast by Opera.

Opera adalah web browser yang sudah lama saya kenal. Di lingkungan desktop saya mengenalnya sebagai browser yang ringan, yang ramah dengan sumber daya komputer yang pas-pasan. Jadi tidak heran bila di tiap komputer yang saya pakai selalu ada Opera terpasang di dalamnya. Di lingkungan ponsel apalagi. Malah saya sejak lama menggunakan Opera sebagai web browser utama saya. Saat itu ketika saya mempunyai ponsel Sony Ericsson W200i tidak saya ketahui ada mobile browser yang lebih baik dibanding Opera Mini. Opera Mobile dan Opera Mini kemudian selalu menjadi mobile browser wajib untuk ponsel saya berikutnya. Opera Mobile pun terpasang di Blackberry dan Android yang saya pakai sekarang ini. Namun Coast by Opera adalah nama baru bagi saya.

Coast by Opera saja tidak tahu. Bagaimana saya sebagai seorang yang mengaku blogger tidak merasa gagal? Tidak merasa gaptek? hehe. Untungnya bacaan tentang Coast by Opera sudah terpampang secara gamblang di situs Anti Gaptek NGONOO.com. Bagi yang merasa gaptek Coast by Opera seperti saya silakan membaca artikel: Yuk Kenalan Sama Coast, Browser Baru dari Opera dan: Cost dari Opera, Lebih Ramping dan Lebih Cepat.

Membaca-baca kedua artikel di situs Anti Gaptek Ngonoo.com bukannya membuat saya puas, melainkan membuat penasaran saya menjadi-jadi. Saya pun googling sana sini mencari bacaan terkait Coast by Opera. Offial web dan Official Blog Coast by Opera yang saya ketemukan pun akhirnya kemarin saya tweet:

Belum juga puas dengan membaca, kemudian saya memutuskan untuk mendengar langsung apa kata Huib Kleinhout (Head of Coast by Opera Software) yang akan sharing tentang pengalaman dan inspirasinya selama mengembangkan tablet browser yang disebut-sebut revolusioner ini.

Janjian dengan Paman Jauhari untuk turun gunung dari Yogyakarta lantai 2  selepas waktu Ashar membuat saya tidak khawatir terlambat mengikuti event ini. Saya bahkan merasa beruntung karena sebelum menuju ke University Club UGM, saya terlebih dulu diajak Paman Jauhari jalan-jalan ke Head Quarter NgonooCom. Orang-orang kreatif dan suasana kerja di HQ NgonooCom saya lihat tidak kalah menyenangkan dibandingkan dengan kantor Google. 🙂

Menjelang maghrib saya kemudian dibawa Paman Jauhari meluncur ke UC UGM. Di Ruang Yustisia lantai 2 University Club saat itu saya lihat tim Ngonoo dan tim Opera sedang mempersiapkan acara sampai beberapa saat kemudian peserta meet up mulai berdatangan. Acara pun segera dimulai begitu peserta Meet Up melakukan registrasi dan makan malam.

Rupanya sharing dengan Mr Huib Kleinhout jatuh pada sesi kedua. Sesi yang pertama diisi oleh Paman Irwan Kartadipura. Beliau adalah founder dari IndoCPA Network. Topik yang dibawakannya adalah bagaimana menghasilkan uang dengan perangkat bergerak yang tiap hari kita gunakan. Sebuah topik menarik yang mungkin akan saya tulis dalam posting terpisah. Fokus saya kali ini adalah Mr Huib yang ganteng. 😉

Yang saya tunggu-tunggu pun tiba. Seorang Huib yang semangatnya berapi-api pun segera mempresentasikan apa yang ia sebut future mobile browser, apa yang ke depan ia inginkan bisa dilakukan oleh mobile/tablet browser dan pengalaman pengguna seperti apa yang ia mimpikan. Sampai hadirlah apa yang dibawa sekarang. Yaitu Coast atau Coast by Opera. Sebuah tablet browser yang sekarang dikhusukan untuk iPad.

Tweet di atas merupakan apa yang saya tangkap dari apa yang dipresentasikan oleh Huib dan beberapa saat melihat Coast by Opera yang didemokan.

Designed for touch. Menurut Huib, terlalu banyak mengetikan input dalam berinternet itu sudah tidak jaman. Membosankan. Kita sekarang sudah bukan jaman hidup di era DOS yang mana segala sesuatunya harus diketikan pada command prompt. Itulah kenapa Coast menawarkan bookmark yang lebih baik, dihilangkannya tab, tombol back dan forward, address bar, dan lain-lain. Coast by Opera menggantikanya dengan Swipe and Gesture.

Simplicity. Kesederhanaan user interface pada Coast dengan dihilangkannya beberapa element yang umum ditemukan pada web browser kebanyakan seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

Apps like experience. Coast mengajak pengguna untuk merasakan pengalaman baru dalam berinternet. Sudah saatnya setiap website diperlakukan seperti halnya aplikasi secara terpisah. Bayangkan bila anda sedang membaca sebuah portal berita dan disaat bersamaan anda ingin mendengarkan music streaming dari suatu web. Susah ya bila hanya dibayangkan. Makanya segera install Coast by Opera di iPad Anda, hehehe

Versi saat ini Coast by Opera bisa dipasang pada semua iPad kecuali iPad generasi pertama. Coast by Opera bisa diunduh dari App Store dan digunakan secara gratis.

Ada banyak sekali pertanyaan yang dilayangkan oleh peserta yang menyesaki Ruang Yustisia kepada Mr Huib pada sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang bagi saya menarik adalah:

Pertanyaan Mas Sandalian: What is the running engine behind Coast  by Opera? Is it Presto, the same engine used on Opera Desktop? Jawabnya, ternyata Coast by Opera menggunakan Webkit yang telah di-open source-kan oleh Apple.

Pertanyaan menarik berikutnya adalah: Kapan Coast by Opera tersedia bagi platform OS yang lain. Jawabnya: tunggu saja. 🙂 Saya sendiri kemarin mempunyai sebuah pertanyaan yang saya tweetkan, hehe

Tahu apa jawabnya? Jawabnya: Tunggu saja versi Coast by Opera berikutnya. Saat ini usia Coast baru beberapa bulan saja. Tapi mengingat antusiasme pengguna yang sangat tinggi dari seluruh dunia, saat ini Coast telah menjadi aplikasi popular di Appstore, penambahan fitur sesuai kebutuhan pengguna tentu adalah masukan berarti. 😀

Acara yang sangat meriah ini tambah meriah dengan dibagikannya goody bag dan doorprize. Ada banyak souvenir yang dibagikan kepada penanya, kepada partisipant dan kepada siapa saja yang beruntung melalui mekanisme pengundian. Saya pun turut kebagian keberuntungan. Tweet saya rupanya menarik perhatian tim Meet Up Opera dan NgonooCom sampai saya diberikan sebuah kaos eksklusif NgonooCom. Meski ukuran kaos untuk saya itu tidak cukup compatible alias kedodoran dengan tubuh saya yang portable. Saya dapat kaos ukuran L, harusnya M. Tubuh saya itu melalui proses yang sama yang digunakan processor Intel Hashwell, teknologi 22 nano, hehehe. Terimakasih kaos nya ya 🙂

Ooiya, karena tulisan saya sudah terlalu panjang, sudah adzan maghrib pula, lesson learned/hikmah yang ingin saya sampaikan adalah:

1. Rajin-rajinlah membuka website NgonooCom agar Anda tidak gaptek dan selalu update. Ketidak tahuan saya akan Coast by Opera agar jangan sampai terulang.

2. Untuk merasakan user experience yang ditawarkan Coast by Opera adalah dengan memasang Coast by Opera di iPad Anda sendiri. Bila belum punya segera beli. Kecuali Pak Nugrahadi yang kemarin mendapatkan doorprize iPad Mini. Titik

Twitter Akan Hadirkan Fitur Edit Tweet?

Pagi ini di linimasa,  sepintas saya membaca pro dan kontra akan fitur baru yang sedang digarap oleh Twitter. Fitur baru yang dimaksud adalah fitur: Edit tweet. Melihat tanggapan-tanggapan yang berkembang banyak ngebanyolnya, mulanya fitur penyuntingan (edit) tweet itu saya pikir merupakan guyonan pagi saja. Sampai rasa penasaran membuat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak mengetikan kata kunci “twitter’s new features edit tweet”

Hasil googling dengan kata kunci pagi ini bisa ditengok di sini. Kemudian dari beberapa media online terpercaya, sedang digarapnya fitur baru: edit tweet itu bukanlah gosip semata. Menurut yang diantaranya saya baca di halaman berita Foxnews di sini, saya menangkap beberapa hal.

Benar bahwa twitter sedang menggarap fitur baru edit tweet namun belum dipastikan kapan fitur ini akan diluncurkan ke semua pengguna twitter.

Tujuan dari peluncuran fitur ini untuk membantu pengguna memperbaiki salah ketik yang mungkin terjadi, dan mengurangi atau menambahkan karakter tertentu dalam suatu tweet.

Tweet hanya bisa diedit (disunting) dalam jangka waktu tertentu. Berapa lama jangka suatu tweet bisa diedit ini belum dijelaskan. Namun sepertinya tidak bisa untuk tweet-tweet kita yang sudah berselang hari. 🙂

Kemungkinan suatu tweet hanya bisa diedit satu kali saja. Sampai tweet ini akan muncul seperti yang telah diedit. Sampai sekarang saya belum membaca apakah tweet yang telah diedit akan ditandai, diembel-embeli keterangan bahwa suatu tweet pernah diedit. Kalau ada keterangan suatu tweet telah diedit atau belum berarti ini akan sama dengan fitur yang sama di Google+ dan Facebook.

Nah, setelah fitur edit tweet ini selesai digarap, benar-benar siap digunakan oleh semua pengguna, dan telah benar-benar diputuskan oleh Twitter untuk diluncurkan, twitter akan menguji cobakan fitur baru ini ke beberapa selebtwit terpilih, akun twitter official situs berita, dan akun twitter terverifikasi lainnya. Bila Anda merasa selebtwit atau admin akun twitter yang terverifikasi, kemungkinan Anda akan menjadi yang pertama menjajal fitur baru ini.

Penasaran ya? Saya sendiri juga penasaran. Apakah tweet “Aku Cinta Kamu cc @gadis_ayu” bisa disunting menjadi “Aku Sayang Kamu saja kok @gadis_ayu” bila belakangan tidak direspon atau celakanya ditolak. 😀

Ngomong-ngomong apakah Anda setuju dengan rencana penambahan fitur baru: Edit Tweet ini? Apa alasanmu?