TemanDev dan Peluang Bisnis di Era Digital

Om @BabadDito sedang mempresentasikan TemanDev di Telkom JDV

Om @BabadDito sedang mempresentasikan TemanDev di Telkom JDV

Acara  di Telkom Jogja Digital Valley ( @Telkom_JDV) sebenarnya sudah dilangsungkan pada beberapa pekan lalu. Tetapi saya tidak akan merasa terlambat untuk mempostingya di sini. Karena sesuai tagline dari blog ini “Menuliskan Sebelum Terlupakan”, jadi tidak ada kata terlambat terlambat sepanjang saya masih ingin mengingat apa saja yang ingin saya ingat. hehe

Saat itu saya memang ingin meluangkan waktu untuk mengikuti acara yang akan dihadiri oleh banyak teman developer aplikasi mobile di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Dan syukurlan keinginan saya itu kesampaian. Sesampainya di Gedung Telkom JDV saya langsung bertemu dan bisa ngobrol-ngobrol santai dengan beberapa teman developer mobile, yang kebanyakan adalah pengembang mobile game. Apa yang paling menarik dalam ngobrol-ngobrol dengan developer game adalah ide-ide mereka yang kreatif, hehe.

Tidak lama berselang, setelah berkumpul kira-kira 50an yang hadir, acara yang diisi dengan presentasi teman saya, @Bababdito pun segera dimulai. Seperti yang sudah-sudah Om @Bababdito selalu membawakan presentasi secara menarik. Presentasi yang terlihat sangat memberikan inspirasi bagi teman-teman developer yang muda-muda ini untuk mulai melihat peluang dari hobby yang mereka tekuni.

Seperti kita  tahu,  programmer/developer adalah orang mengerjakan passion mereka. Seolah berbeda tipis dengan orang-orang yang bermain-main dengan hobby mereka. Mereka tidak akan pelit dengan waktu untuk katakanlah mengembangkan aplikasi mereka. Pertanyaannya: Bagaimana melihatnya sebagai Potensi Bisnis di Era Digital.

Om @Bababdito mempresentasikan dengan gamblang bahwa “potensi” ini terbuka lebar. Tidak hanya menjelaskan dengan berandai-andai, lebih lanjut Om @Bababdito yang notabene adalah: Manager Mobile Apps Developer Community Telkomsel ini menjelaskan Program dari Telkomsel untuk bermitra dengan Developer Lokal dalam suatu model bisnis yang baik. Yaitu: TemanDev

Untuk lebih jelasnya silakan lihat presentasi Om @Bababdito di slide berikut:

atau bisa didownload si sini.
Singkatnya apa saja sih keuntungan teman-teman bila bermitra dengan TemanDev?
Keuntungan Bermitra TemanDev

Keuntungan Bermitra TemanDev

Bagi teman-teman developer yang ingin mendaftar tergabung dengan TemanDEV bisa langsung mendaftar online di:

Banyak Pilihan Emoticon, Bingung atau Suka?

SC20121215-073850 SC20121215-073641

Saya mengenal dan pertama kali menggunakan Emoticon pada aplikasi chatting di PC. Di antara emoticon yang saya kenal pada saat itu hanya beberapa saja yang saya gunakan. Dan yang paling sering saya gunakan itu adalah 🙂 😉 😦 😐 dan 😀

Dalam perkembangannya, Emoticon tersedia makin beragam. Orang-orang mempunyai makin banyak pilihan emoticon untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Saya tidak tahu siapa saja yang mengembangkan emoticon menjadi sangat ekspresif (tersedia banyak sekali pilihan emoticon), tetapi saya kira orang-orang akan menunjuk Blackbery (Blackberry Messenger) lah salah satu yang mendorong kesangat populeran emoticon warna warni bermacam ragam.

Tak ayal, mengikuti kesuksesan Blackberry Messenger, kini banyak aplikasi chatting, terutama aplikasi chatting mobile yang ter-BBM. Aplikasi-aplikasi chatting yang berjalan di mobile device (cell phone/tablet dan lain-lain) kini berlomba-lomba untuk menawarkan lebih banyak, lebih beragam dan desain emoticon yang lebih beda dan lebih kreatif. Seperti yang saya contohkan di atas adalah pilihan emoticon pada Whatsapp dan WeChat Messenger.

Kemarin sore, ketika di group Wechat, Indonesian Wechat Blogger, sedang asyik mendiskusikan fitur emoticon yang dikembangkan WeChat, alih-alih mengomentari emoticon-emoticon tertentu –saya memang tidak suka emoticon– tetapi saya malah nyeletuk.

Kira-kira celetukan saya begini.

Me : I still don’t get it why people do like to put emoticon in the message, since I do not! 😀

Friend : i like to share the cute emoticon

Me : haha, for me emoticon is meaningless, maybe I am too straight forward. I think that why my ex-girlfriend said  that I am not a romantic guy at all.

Friend : then broke up? 

Me : LoL

Friend : it is a good chance to meet a better one lol

Mencari Aplikasi Mobile Untuk Belajar Baca Qur’an

Belakangan ini, menjelang datangnya bulan Ramadhan, saya melihat ada banyak tawaran aplikasi (mobile apps) untuk membantu ibadah Ramadhan. Isi dari aplikasi itu pun sudah sangat beragam. Mulai dari jadwal imsakiyah, kumpulan doa, belajar baca Al Qur’an, tip sehat berpuasa sampai belanja lebaran, dan sebagainya.

Namun dari sekian banyak aplikasi itu saya belum menemukan aplikasi yang dilengkapi dengan fitur belajar membaca Al Qur’an yang sesuai keinginan saya. Saya ingin di mobile apps itu dilengkapi dengan speech recognition untuk membantu pembelajar untuk membantu belajar tajwid, maad dan qalqalah.

Gambaran saya akan peran technology speech recognition itu begini:

Orang yang sedang belajar Al Qur’an mengikuti suatu petunjuk/cara baca. Kemudian pembelajar itu mengucapkan apa yang dibaca itu di dekat perangkat mobile device, mobile device bisa berupa smart phone, tablet, atau syukur-syukur fitur phone yang tidak terlalu canggih, nah kemudian aplikasi itu menilai pengucapan/pelafalan dari si orang yang sedang belajar apakah sudah betul, 80%betul, kurang betul atau sama sekali salah. Agar si pembelajar terus menerus berlatih sampai mendapatkan pengucapan/pelafalan yang sesuai.

Saya sendiri bukan seorang developer, tetapi saya kira aplikasi impian saya itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dibuat dengan teknologi saat ini. Ingat sudah berapa lama kita mengenal SIRI atau google voice. Sebenarnya teknologi untuk menilai pengucapan/pelafalan ini sudah saya lihat sejak lama. Kalau tidak salah sudah lama digunakan oleh Tell Me More. Program bantu belajar bahasa yang berjalan di PC. 🙂

Bagaimana, ada yang tertarik mengembangkan ide ini?