Rebutan Sembako

Melihat di beberapa daerah banyak orang berebut sembako sumbangan yang ditayangkan berturut – turut pada beberapa hari terakhir dalam acara berita di televisi, simbok saya jadi terheran-heran sekaligus prihatin. Orang susah ternyata ada dimana – mana. Ada banyak orang yang lebih susah dibandingkan keluarga kami di desa yang hidup pas-pasan.

Saya bertanya pada simbok, apakah bila di balai desa kita ada pembagian sembako, simbok juga akan datang mengantri untuk mendapatkan sembako gratis/murah. Apakah kira-kira para tetangga kita akan berbondong-bondong ke balai desa untuk mengantri untuk mendapatkan sembako gratis/murah?

Berbagi, apalagi itu dilakukan di bulan Ramadhan memang amaliyah mulia. Wujud peri kemanusiaan kita. Tetapi kenapa kita tidak memanfaatkan cara-cara berbagi yang moderen seperti penyelenggara LAZIS dan sejenisnya agar apa yang kita bagikan lebih memberi kontribusi bagi kemaslahatan.

Siapapun tidak ingin menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pameran kemiskinan bangsa. Saya kira …

 

Iklan

6 thoughts on “Rebutan Sembako

  1. Saya terkadang ngga suka melihat pembagian dan penjualan sembako murah, memang terlihat sekali bahwa kita seperti sedang memamerkan kemiskinan, apalagi sampai diliput media. Menyedihkan…. 😦

  2. sebuah ironi, namun bukan hanya terjadi di bulan Ramadhan ini, di luar juga saat pembagian jatah raskin, semua mengaku miskin. Ketika didata BPS mereka tidak mau mengaku miskin. Akhirnya statistik negara ini kadang kacau.

  3. Alhamdulillah simbok saya termasuk orang yang malu untuk rebutan jatah-jatah seperti itu, macam BLT, daging kurban, sembako murah, dsb.
    Entah kenapa mereka rela menyebut diri termasuk “orang miskin” hingga harus berebutan.
    Perlu ditanamkan rasa malu pada bangsa ini, “tontonan” seperti itu kok tidak membuat bangsa ini terlecut untuk berubah menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s