Rebutan Sembako

Melihat di beberapa daerah banyak orang berebut sembako sumbangan yang ditayangkan berturut – turut pada beberapa hari terakhir dalam acara berita di televisi, simbok saya jadi terheran-heran sekaligus prihatin. Orang susah ternyata ada dimana – mana. Ada banyak orang yang lebih susah dibandingkan keluarga kami di desa yang hidup pas-pasan.

Saya bertanya pada simbok, apakah bila di balai desa kita ada pembagian sembako, simbok juga akan datang mengantri untuk mendapatkan sembako gratis/murah. Apakah kira-kira para tetangga kita akan berbondong-bondong ke balai desa untuk mengantri untuk mendapatkan sembako gratis/murah?

Berbagi, apalagi itu dilakukan di bulan Ramadhan memang amaliyah mulia. Wujud peri kemanusiaan kita. Tetapi kenapa kita tidak memanfaatkan cara-cara berbagi yang moderen seperti penyelenggara LAZIS dan sejenisnya agar apa yang kita bagikan lebih memberi kontribusi bagi kemaslahatan.

Siapapun tidak ingin menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pameran kemiskinan bangsa. Saya kira …

 

Wajah Wajahku (tidak) Ramah

Suatu kali saya pernah ditegur oleh Simbok Saya. Simbok baru saja rasanan dengan tetangga sebelah. Tetangga bilang sama Simbok, bahwa saya itu oangnya sombong, tidak ramah, dan cueknya minta ampun. Karena ketika anaknya berpapasan dan menyapa saya kok ngga direspon. Waduh. Memang bener seperti itukah saya ya?

Ya, dah ngga pa pa kalau memang seperti itu orang menilai saya. Tetapi biarkan saya seperti saya yang apa adanya. Saya merespon setiap sapaan dan tegur sapa dengan cara saya sendiri. Biasanya, saya akan mengubah perhatian saya ke orang yang menegur saya tersebut dan bila orang yang menyapa saya tersebut masih memperhatikan saya, paling tidak dengan ‘eyes to eyes contact’ maka saya akan membalas sapaan dan tegur sapa tersebut dengan senyum termanis saya. Halaaaaah …

Dalam banyak kasus sering saya mempunyai masalah untuk memilih kata yang pas dalam merespon sapaan dan saya ‘rasa’ ekspresi merupakan bahasa yang universal, manusia yang berbicara dengan bahasa apapun yang berbeda beda akan menterjemahkan dengan sama. Seperti ‘senyum manis’ saya tersebut

Mungkin dalam kasus Anak Tetangga tersebut adalah ketika Dia sudah mengalihkan perhatianya ketika menyapa saya, atau menyapa saya saja tanpa memperhatikan saya sehingga dia kehilangan kesempatan untuk menikmati senyum termanis saya … [ Sok Narsis ] Baca lebih lanjut