Tips Blogging: Memulai Sebuah Blog dan Tetap Konsisten Memproduksi Konten

Related image

Sumber gambar: Barisan.info

Sudah ngeblog selama lebih dari 10 tahun saya sering mendapat banyak pertanyaan. Pertanyaan itu seperti: bosan ngga sih ngeblog selama itu dan akan sampai kapan?

Bila ditanya bosan apa ngga, sejujurnya ada masa saya bosan dan malas menulis. Tapi tidak lama kemudian saya insyaf dan kembali menulis lagi. Sampai kapan? Saya sendiri juga tidak tahu akan sampai kapan. Saya ingin menulis dan berbagi selama mungkin. Selama yang saya bisa.

Tulisan saya kali ini bermaksud untuk menjawab sebuah pertanyaan. Bagaimana untuk memulai ngeblog dan terus konsisten menulis. Saya akan langsung menjawab dalam beberapa point berikut: Baca lebih lanjut

Membuat Viral Content itu Mudah?

Pertanyaan saya di atas bisa dijawab mudah, tidak mudah, atau pun susah. Menurut saya, kalau membuat konten asal viral saja tidaklah begitu sulit. Bisa dibilang mudah. Apalagi bila menghalalkan segala cara.

Membuat konten viral yang mempunyai tujuan jangka panjang yang baik, seperti bertujuan menyampaikan pesan-pesan moral yang bagus untuk masyarakat seperti iklan layanan masyarakat, campaign untuk sebuah brand dan sejenisnya perlu effort yang lebih besar. Tingkatannya menjadi tidak bisa dibilang mudah. Lebih sulit.

12823094_10153958014704655_515473642_o

Saya sendiri pernah dan sampai sekarang  memproduksi konten viral jenis kedua yang saya tulis di paragraf di atas  sesuai kebutuhan.

Tingkatan memproduksi konten viral yang paling sulit, menurut saya adalah bagaimana menulis pengalaman yang kita alami dan temui sehari-hari agar menjadi konten viral. Ini menurut saya sebenarnya yang diperlukan oleh seorang blogger (bukan sekedar publisher) yang akan tetap disebut blogger bila tetap menulis sesuatu secara naratif. Menulis narasi atau story telling. Ini yang ingin saya pelajari.

Bagaimana cara memproduksi viral content yang pertama, bila tertarik, mungkin kita bisa belajar dari fan page seperti Jonru, Portal Piyungan, dan sejenisnya. Di internet produsen konten viral seperti itu ada banyak sekali.

12837391_10153958014489655_636947718_o

 

Memproduksi conten viral dengan lebih mudah dan cara-cara beradab dapat dipelajari dari Workshop” How to Make Viral Content”, yang dibawakan oleh Chief Content Officer Zetta Media yang sekarang tidak lagi berjilbab tetapi tetap cantik, yaitu Ollie Salsabela. Di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Telkom Kotabaru Yogyakarta pada tanggal 9 Maret 2016 lalu.  Baca lebih lanjut

Pakailah Batik Di Mana Mana

“Selamat Hari Batik, Kenakan batikmu hari ini!”

Yah, saya ingat kalau tanggal 2 Oktober ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari batik karena membaca stream di time line twitter. Kalau saya tidak buka twitter ya saya tidak ingat.

Himbauan memakai batik pada tahun ini tidaklah semenggebu – gebu tahun lalu ketika Batik diaku – aku oleh Malaysia. Dulu itu semua orang Indonesia mengaku suka Batik. Cinta Batik. Sehingga berbondong – bondong ikut – ikutan arus agar terlihat gaul, tidak gagap berita dan nasionalis dengan membeli dan mengenakan Batik.

Namun demikian saya percaya bahwa kecintaan semua orang terhadap batik adalah bukan cinta ikut – ikutan saja. Tidak semua cinta adalah cinta satu malam. Foto berikut adalah bukti kecintaan sejati anak manusia akan batik. Gambar ini saya ambil di ladang pertanian pada Minggu pagi yang lalu selepas saya menyelesaikan jogging. Saya yakin pemuda – pemuda setengah baya ini mengenakan batik di tempat kerja tanpa himbauan dari siapapun. Mereka tidak mengikuti trending topic di twitter. Bukan karena tidak mengenakan batik di tempat kerja pada hari Jum’at – Sabtu menyebabkan teguran dari atasan. Salut.

Nah, saya ingin melihat wearpack/pakaian kerja di pabrik atau dibengkel yang bermotif batik. Ada yang bisa membantu menunjukan?

Jogging Restarted, Alhamdulillah

Boleh dikatakan, pagi hari tadi memberikan restu kepada saya untuk memulai lagi ritual minggu pagi yang telah dengan sengaja saya hentikan selama hampir dua bulan. Satu bulan penuh suspended jog itu memang agar saya dapat dengan nyaman menunaikan puasa Ramadhan, sedang hampir sebulan berikutnya adalah karena saya dihadang oleh duet maut antara kemalasan diri dan hujan yang mengguyur tak kenal musim. Menurut perhitungan cuaca dan pranata mangsa –BMG -nya orang Jawa kuno– ini merupakan bulan yang mana seharusnya tidak banyak curah hujan atau dalam bahasa Jawa disebut mongso ketigo.

Memulai atau memulai kembali itu saya yakini sebagai perbuatan yang tidak mudah. Selain dengan membulat tekad, sejak minggu kemarin, saya sudah membuat beberapa persiapan. Menyiapkan sepatu jogging dan kaos kaki yang sudah lama teronggok di kolong. Kaos dan celana yang ringan, nyaman dan warna sesuai mood juga tinggal pakai. Tidak boleh ada alasan takut hitam, lebih hitam karena memang sudah hitam :), SPF 24 sunblock sudah saya beli dari mini market sebelah tempat kerja. Gear yang tidak boleh tidak siap adalah ponsel music + bluetooth headset. Kalau guru IPA sekolah menengah saya dulu bilang sumber energi itu adalah Karbohidrat, Protein, Lemak + vitamin pembantu maka saat ini saya bisa bilang itu kurang lengkap. Hard beat music nyata – nyata membuat saya lebih energik dan bersemangat.

Kesegaran jalan Karangmojo – Paliyan yang segar tadi pagi, alhamdulillah bisa saya tempuh sampai km 4. Sampai di depan Puslatpur Paliyan. Target saya, jog kedua minggu depan bisa menambah coverage distance. Syukur – syukur sampai bukit Sodong.

Selesai jogging, tentu saja fitur cooling down pada ponsel saya manfaatkan. Fitur cooling down itu adalah Camera 3.2 MP Autofocus. Mainan ini dalam sekejab menghilangkan rasa terengah dan kaki pegal – pegal.

Agar apa yang saya tuliskan tidak dibilang hoax, biarlah foto ini menjadi saksi bahwa saya telah menginjakan kaki di jalan arah bukit Sodong. Bagi yang sering mengunjungi blog ini mungkin akan menuduh bahwa ini foto – foto lama yang di re-post. Silahkan anda mengecek metadata di account flicker saya.

Beberapa foto – foto amatir saya yang lain bisa ditengok di http://twitter.com/jarwadi , http://facebook.com/jarwadi atau di http://jarwadi.posterous.com

Posted with WordPress for BlackBerry 1.4.3

m.ping.fm sedang sakit

Sejak beberapa hari ini plurk dan twitter saya tidak update. Kalau tidak salah sudah 3 hari. Biasanya saya malas membuat posting dari masing – masing baik plurk maupun twitter. Saya mempercayakan ping.fm agar bisa membuat posting yang kembar sama persis untuk keduanya. Untuk memastikan bahwa microblog post itu fresh dan instant, m ping fm adalah senjata andalan yang praktis digunakan darimana saja dan bersahabat dengan koneksi gprs.

Memang sejak lama saya menyadari bahwa masih ada beberapa ketidakberesan yang mungkin masih dikerjakan tim ping.fm dibelakang layar sebagai PR. Fitur yang saya coba yang kadang jalan kadang tidak adalah posting ping pong melalui YM. Sementara fasilitas untuk memposting tulisan ke WordPress belum pernah sukses saya coba.

Kapan ya kira kira saya dapat mem ping pong posting dan status update dari ponsel saya melalui m ping fm?