Sudah Dapat Giliran Suntikan Vaksin Booster

Saya mendapat giliran untuk vaksin doses pertama pada tanggal 9 Maret 2021. Dosis kedua pada tanggal 23 Maret 2021. Saya baru mendapatkan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster pada tanggal 11 Februari 2022. Kurang lebih 11 bulan setelah saya mendapatkan vaksin pertama.

Ketiga dosis yang disuntikkan di lengan kiri itu semuanya saya dapatkan di Puskesmas 1 Playen.

Di dalam keluarga, sebenarnya saya bukanlah yang pertama mendapatkan dosis vaksin booster. Beberapa pekan sebelumnya Bapak dan Ibu saya lebih dulu mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga. Di desa dimana saya tinggal, para lansia (masyarakat kelompok umur di atas 60 tahun) merupakan prioritas sasaran vaksin booster. Bapak Ibu saya termasuk para tetangga termasuk di dalam sasaran itu.

Di lingkungan dimana saya tinggal, vaksin dosis ketiga ini cukup membuat heboh. Karena dampak vaksin yang dirasakan lebih hebat dibanding suntikan dosis pertama dan kedua. Bapak saya yang biasanya bakoh menahan rasa sakit saja sampai harus beristirahat beberapa hari. Ibu saya bahkan masih merasakan tubuh yang mudah lelah dan mudah mengantuk sampai lebih dari seminggu setelah suntikan booster.

Lansia para tetangga yang mendapatkan suntikan booster pun hampir semua mengalami efek kurang lebih sama. Sampai-sampai pada malam hari setelah vaksin, kader kesehatan di lingkungan saya tinggal berinisiatif mengundang dokter Puskesmas untuk memberi penanganan warga yang mengalami KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Untuk diketahui, jenis vaksin yang digunakan sebagai booster untuk para lansia di lingkungan dimana saya tinggal, termasuk untuk ibu dan bapak saya, adalah AZ -Astra Zeneca.

Saya, sebagai orang yang dengan jarum suntik saja takut, tentu menjelang suntikan vaksin dosis ketiga merupakan detik-detik penuh kekhawatiran.

Tiba di Puskesmas 1 Playen cukup pagi, di ruang pelayanan saya sudah melihat orang-orang sebagian mengantre, sebagian mengisi formulir screening, dan sebagian lain menjalani pemeriksaan kesehatan. (cek suhu tubuh dan tekanan darah).

Saya memanfaatkan waktu untuk untuk menyela petugas, menanyakan apa jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster pagi ini. Pfizer. Saya mendapatkan jawaban. Konon efek samping Pfizer tidak semenghebohkan AZ dan Moderna. Saya merasa sedikit lega.

Rasa degdegan di dada saya berangsur mereda setelah mendapatkan suntikan yang berlangsung dalam hitungan detik. Saya pun langsung menuju ke ruang observasi. Kurang lebih 15 menit saya menunggu di ruang observasi. Sampai dipanggil petugas yang kemudian menanyakan apakah saya mengalami gejala-gejala yang mengganggu.

Sampai saat itu saya tidak mengalami gejala yang berlebihan kecuali rasa pegal di bekas suntikan di lengan kiri saya. Sambil memberikan 2 butir tablet paracetamol petugas mempersilakan saya meninggalkan ruang observasi sekaligus mewanti-wanti untuk menghubungi petugas kesehatan bila saya mengalami gangguan kesehatan setelahnya.

Sesuai saran teman-teman saya yang sudah mendapatkan suntikan dosis ketiga lebih dulu, saya pun langsung mengurangi aktivitas fisik yang berat. Termasuk saya tidak berolahraga lari yang biasanya saya lakukan setiap sore menempuh jarak sekitar 10 km.

Sambil melakukan aktivitas-aktivitas ringan, saya mengobservasi dir, mengamati apakah gejala-gejala pasca vaksin yang hebat itu juga akan terjadi di tubuh saya.

Sampai sore hari saya tidak merasakan gejala yang berarti. Saat itu akhir pekan, tetapi saya memutuskan untuk tidur lebih awal. Mungkin sekitar tengah malam saya merasakan tubuh saya mulai merasakan gejala. Tubuh saya mulai menggigil. Menjelang subuh saya merasa tidak tahan dengan tubuh yang menggigil. Saya pun mengkonsumsi paracetamol yang diberikan oleh petugas di Puskesmas.

Badan menggigil, demam, dan lemah. Itulah yang benar-benar saya alami sepanjang hari Sabtu. Mungkin seperti ini yang dirasakan oleh Bapak dan Ibu saya setelah suntikan booster beberapa pekan yang lalu. Gejala gejala dan dampak yang rasanya tidak saya alami ketika saya mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama dan kedua pada awal tahun 2021 lalu.

Gejala-gejala ini masih saya rasakan sampai hari Senin. Meskipun dengan intensitas yang terus mereda. Hanya saja, mulai hari Minggu saya merasakan badan saya gatal-gatal. Saya memang biasanya mudah mengalami alergi makanan yang menyebabkan badan gatal-gatal. Tetepi kali ini saya sangat berhati hati dengan makanan, apalagi dengan makanan yang saya tahu menyebabkan alergi. Untuk gatal-gatal kali ini saya tidak langsung meminum obat anti alergi seperti biasa. Saya takut terjadi kontra indikasi mengingat saya baru saja mendapatkan vaksin booster.

Hari berikutnya saya bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan teman-teman saya yang berbarengan mendapatkan suntikan booster. Salah satu teman saya pun menceritakan kalau sehabis suntikan booster ia mengalami gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Jadi gatal-gatal yang saya alami kemungkinan juga merupakan efek dari suntikan vaksin dosis ketiga.

Saat ini –ketika saya menulis blogpost ini– merupakan hari ke-11 setelah saya mendapat suntikan booster. Rasa lemah di tubuh saya berangsur menghilang, rasanya memang belum sepenuhnya pulih, tetapi setidaknya saya sudah bisa kembali berlatih dan telah menyelesaikan 3 kali latihan lari yang diantaranya sejauh 17.02 km pada tanggal 18 Februari yang lalu.

Semoga vaksin dosis ketiga atau booster yang sudah kita jalani dengan penuh pengorbanan ini benar-benar membantu kita untuk mendapatkan tubuh yang lebih tahan terhadap infeksi virus corona.

Aamiiin

2 komentar di “Sudah Dapat Giliran Suntikan Vaksin Booster

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s