Nama Domain Baru untuk Blog: jarwadi.me

Jarwadi.me

Jarwadi.me

Mulai kemarin pagi, blog ini bisa diakses dengan mengetikan http://jarwadi.me , menggantikan https://jarwadi.wordpress.com . Percobaan saya kemarin dengan mengakses https://jarwadi.wordpress.com pun tetap bisa masuk ke halaman ini, dengan di-redirect tentu saja.

Ceritanya begini, beberapa waktu yang lalu saya googling untuk mencari reseller/seller Top Level Domain .me. Saya maunya mencari reseller di Indonesia, dan ternyata tidak saya temukan. Googling lagi akhirnya menemukan penjual TLD .me yang berada di Australia, yaitu crazydomains

jarwadi.me ternyata masih available dan bisa dibeli di crazydomains. Permasalahan, saya tidak punya credit card. Maka saya menghubungi seorang teman di Australia, Mas Donny Verdian. Mas Donny malah kemudian membelikan domain name jarwadi.me untuk saya, gratis. Terimakasih Mas DV.

Permasalahan tidak berhenti di situ. Ternyata untuk bisa men-setting NS di WordPress.com untuk blog saya ini tidak bisa langsung. Setelah googling lagi, ternyata saya harus melakukan suatu upgrade untuk bisa men-setting NS, dengan biasa US$ 13. Lagi-lagi US$ 13 ini dibayar dengan CC nya Mas DV. Terimakasih lagi Mas DV.

Sampai akhirnya setting NS untuk http://jarwadi.me pun diselesaikan oleh Mas DV. Lagi-lagi terimakasih Mas DV. 😀

Alih-alih ketika dulu saya pernah kepikiran untuk menggunakan Top Level Domain untuk blog ini, saya pernah mengira akan menurunkan visibility blog ini di mata google, halah, ternyata sampai sekarang kekhawatiran saya itu belum terbukti, atau karena saya tidak tahu cara mengukurnya. Apa yang saya tahu hanya sejak kemarin blog ini tidak mengalami penurunan traffic. Lha traffic nya saja sepi-sepi kok, mau turun kemana lagi. 😀

Recent Stat

Recent Stat

Kepingan Masa Lalu

Dari bongkar-bongkar harddisk yang saya lakukan sampai tengah hari ini. Dan akan saya lanjutkan sampai nanti. Ada beberapa hal yang saya temukan yang kemudian membuat saya nyengir sendiri.

Salah satunya adalah satu lagu yang kami buat dan rekam beberapa tahun lalu, menurut meta data yang tertera, file ini terakhir dimotifikasi pada tanggal 7 Februari 2005. Sudah lama sekali.

Bukan, saya bukan musisi yang menciptakan dan mengarangsemen lagi itu. Lagu itu diciptakan, diaransemen dan dimainkan oleh Slamet Haryanto, sahabat sekaligus tetangga saya. Peran saya saat itu hanya sebagai sound engineer amatiran sekaligus tukang kritik. Kritik untuk menguji seberapa tabah Slamet Haryanto dalam mempertahankan idealismenya dalam bermusik.

7 tahun kemudian ketika saya mendengarkan hasil mixing saya, ternyata kerja saya yang penuh nafsu saat itu sekarang terdengar culun. Tidak apa-apa, hehe. Yang penting sekarang masih ada bekasnya dan bisa saya pamerkan di sini. 😀

Jarwadi Blog di Nokia Ovi Store

Akhirnya saya menghadirkan aplikasi di Nokia Ovi Store. Nama aplikasi yang saya pajang di ovi adalah Jarwadi Personal Blog. Sesuai namanya, aplikasi ini berisikan  konten yang terdiri dari blog ini  dan photo blog  saya di sebelah. Hal yang tidak kalah membanggakan selain nama saya bisa nampang di Ovi store adalah aplikasi ini saya buat dengan tangan saya sendiri. 😀

Kok tiba-tiba saya jadi pinter membuat aplikasi di handphone (mobile application)? Sabar. Nanti saya bagi rahasianya. hihi

Sekarang, bila Anda mempunya ponsel Nokia yang tidak jadul-jadul amat, tolong bantu saya test aplikasi ini. Aplikasi bisa di download di:

http://store.ovi.com/content/257500

Sejujurnya, saya membuat aplikasi ini sebatas bertujuan untuk mencoba layanan Nokia Ovi yang berfungsi untuk menfasilitasi agar semua orang, baik itu programer, developer, bukan keduanya, maupun rakyat jelata seperti saya bisa membuat aplikasi yang bermanfaat dengan mudah. Baca lebih lanjut

Dipanggil “Pak J”

Pak J. Nama yang sering orang – orang pakai untuk memanggil saya. Terutama orang – orang yang belum berkenalan baik dengan saya. Atau orang – orang yang saya kenal dari Social Media. Jujur, saya terkadang agak risih  dipanggil dengan sebutan “pak”. Apalagi oleh orang – orang yang berusia jauh lebih senior dari saya. Meski lama demi lama saya mulai membiasakan diri dengan panggilan yang belum menjadi hak saya itu.

Celakanya ketika seseorang sudah akrab memanggil saya “pak”, kemudian terpaksa bertemu dengan saya, mereka akan menganulir label ‘pak’ yang dulunya ia sematkan di dada saya. Penganuliran label “pak” ini menjadikan penghiburan tersendiri buat saya. Misalnya, ketika kemarin saya ditugasi oleh kawan – kawan relawan peduli Merapi untuk melakukan fun raising yang mana kepedulian teman – teman social media mendorong mereka untuk menitipkan kedermawanan kepada saya. Sesuatu yang istimewa bagi saya untuk bertemu tatap muka dengan teman – teman social media itu. Sebelumnya, kalau tidak ‘terpaksa’ saya memang enggan untuk kopdaran dengan dalih alasan yang sengaja saya cari – cari.

Sedikit bercerita. Panggilan “Pak J” pertama kali keluar dari rongga mulut teman – teman dekat. Saat itu sekitar tahun 2002 ketika Mas Susilo, Mas Mahmud SB, Mas Puguh, Mas Amri dkk mendirikan start up yang bertempat di Jalan Sumarwi Wonosari. Hari demi hari dengan panggilan “Pak J”. Anehnya, sampai start up yang kami rintis itu jatuh tewas, nama “Pak J” masih melekat pada saya. 😀

Tetapi kenapa tiba – tiba “Pak J” muncul di social media sejak beberapa tahun. Padahal saat itu geng perintis start up itu tak satupun muncul pada senarai teman.

Wallahu alam bisawab! Hanya Allah Yang Maha Mengerti atas segala fenomena alam.

foursquare.com, Apalagi?

Dulu ketika di twitter sedang dipergosipkan, saya pun iseng – iseng ikut membuat account di http://foursquare.com. Entah, tanpa tujuan yang jelas. Sepintas foursquare merupakan situs pertemanan mirip dengan koprol. Sepintas saja loh, dan saya juga tidak yakin.

Entah apa juga manfaatnya bagi saya yang jarang bepergian. Itu bisa dilihat dari status saya yang belum pernah check in kemanapun. Dan bukan masalah saya sok ingin menjaga privacy. Privacy bagi orang tidak terkenal seperti saya memang kedengaran sebagai kata asing saja.

Meskipun saya tidak pernah aktif menggunakan layanan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada teman – teman yang telah meng- add dilayanan 4sq.com ini. Ketidak pernah meneguran saya jangan diartikan sebagai sebuah kesombongan atau kecuekan. Meski sifat dasar saya memang cenderung cuek sih.

Dan tolong bagi teman – teman untuk menunjukan kepada saya bagaimana untuk dapat memanfaatkan dengan baik layanan foursquare.com.

Siapakah jarwadi?

Ternyata di Antara tiga mesin cari terpopuler di internet, bing -lah yang paling baik mengenal saya.

Klik disini untuk mengenal jarwadi versi bing.
Klik disini untuk mengenal jarwadi versi google.
Klik disini untuk mengenal jarwadi versi yahoo.

Bagaimana mereka mengenal anda? Ah tapi jangan SKSD seperti saya. Tidak baik.

Tag line dan Theme Baru

“Menuliskan sebelum terlupakan”

Itulah tag line baru untuk tempat curhat saya ini, yang sebelumnya adalah “Aku Melangkah … “. Bukan berarti saya sudah lelah melangkah dan berjalan seiring bertambahnya usia blog dan usia diri yang menjompo. Saya senantiasa bersemangat melangkah. Bahkan ibarat seekor kuda, saya ingin berderap bahkan berlari lebih kencang.

Semakin banyak saya melangkah   dan semakin banyak jejak jejak hidup yang saya tinggalkan dimana ruang di dalam kepala saya tidak akan cukup untuk menampung semuanya, –lebih tepatnya tempurung di dengkul saya–, menyimpan semua screen shot dari tiap tiap tick clock adalah beban baru dari system ber prosessor low end seorang jarwadi.

Dan, jadilah blog ini sebagai tempat untuk mengurangi beban kerja ingatan saya.

Juga, mumpung sempat, theme dari blog saya ganti agar paling tidak membuat diri tidak bosan. Meski saya tidak pernah bosan dengan nasi sebagai makan pokok utama. Theme ini saya pilih karena tampilan yang sederhana, tidak crowded, dan yang terpenting karena desainnya tidak sangat berbeda dengan theme saya terdahulu. Hal yang paling membuat bete bagi saya setiap ingin mengganti theme adalah kekhawatiran akan rusak/hilangnya widget yang terpasang pada visual blog dimana memperbaikinya bisa menguras tenaga dan kesabaran.

Gambar banner pada theme baru ini juga belum saya ganti, karena belum mendapatkan ide untuk memasang apa gambar yang tepat dan sesuai selera.

Semoga dengan tag line dan theme baru, seorang Jarwadi akan tetap bersemangat nge blog sampai usia jompo. Amiiin

Internet menyimpan Reputasi Anda?

“Think twice before putting your personal information online”

Kemudahan yang ditawarkan oleh pencapaian mesin pencari pada saat ini memudahkan bagi seseorang untuk melacak apapun, sekecil apa jejak, entah itu baik ataupun buruk yang pernah ditinggalkan seseorang di internet. Dua tiga kata komentar yang saat ini kita lemparkan di internet bisa jadi 100 tahun yang akan datang akan mudah ditampilkan oleh penguasa search engine pada masa itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah ditanya oleh teman online saya, “Apa kamu kenal dengan ‘anak ini’; kamu kan pernah comment comment di blog nya?” lohhhh

Saya sendiri, juga sering mengetikan nickname atau apa saja yang berkaitan dengan seorang baru di mesin cari untuk lebih mengerti. Tidak jarang mesin cari telah menyimpan blackbox atau track record tentang seseorang dan dengan suka rela akan memberikan kepada siapa saja yang meminta tanpa menutup nutupi. Meski saya juga tidak selalu tahu apa artinya apabila ada nick nick yang ditinggalkan sebagai bagian dari comment comment di suatu porn site.

Mungkin bagi orang yang sejak dini telah menyadari akan akibat dari apa jejak yang ia tinggalkan di internet akan tidak sembarang bercuap cuap atau asal sign up di suatu online service. Atau menggunakan nickname lain yang berbeda dengan identitas pribadi mereka, meski apabila suatu nickname sering dipakai berulang juga akan bisa ditelisik siapa sebenarnya si empunya.

Saya pribadi telah lupa, apa saja dan seberapa banyak jejak dan comment yang saya tinggalkan dengan saya labeli “jarwadi” atau “jarwadiku”. Jadi, apabila anda ingin mengukur reputasi saya di internet silahkan menggunakan kata kunci itu di mesin pencarian. Atau bisa silahkan dengan mengetikan phrasa yang anda pikir mempunyai relevansi dengan saya.

Anda juga bisa mengetikan nick anda di google atau bing. Jangan – jangan ada orang lain yang menggunakan Nama atau Nick yang mirip dengan milik Anda di internet secara tidak baik baik.

PS :

Posting ini terinspirasi oleh blog official nya Paman Google di :

http://googleblog.blogspot.com/2009/10/managing-your-reputation-through-search.html

Tren “batuk”, “pilek”, “radang tenggorokan” versi Paman Google

Derita yang tersering yang saya keluh kesahkan di blog ini adalah flu. Flu memang sering mendera saya. Dalam satu tahun,  gangguan jasmani ini bisa menyerang hingga lebih dari 3 kali. Suatu jumlah yang benar benar tidak mengenakan. Meski gangguan ini tidak sampai merembet ke tingkat gangguan Jiwa, tapi kadang mempengaruhi produktifitas kerja dan kualitas hidup pribadi seorang saya.

Sepanjang pengamatan saya, baik dirumah, di lingkungan tempat saya tinggal, maupun di komunitas tempat saya bekerja, flu dapat dikatakan sebagai penyakit yang sering diderita oleh orang kebanyakan. Flu bisa jadi merupakan derita sejuta umat. Flu merupakan penyakit bangsa.

Benar. Saya tidak sedang bergurau. Paling tidak hal ini disaksikan oleh graphic yang ditunjukan oleh google trend. Silahkan graphic berikut anda pahami dengan cara masing – masing.

 

Anda pun dapat menengok graphic seperti screenshot di atas secara real time di :

http://www.google.com/trends?q=batuk%2C+pilek%2C+%22radang+tenggorokan%22&ctab=0&geo=all&date=all&sort=1

Graphic tersebut memang bukanlah potret  tanpa distorsi akan suatu fenomena yang sedang nge-trend, tetapi berdasarkan sebuah tulisan dari Official Blog nya Paman Gugel disini, bahwa trending keingin tahuan akan sebuah penyakit mempunyai banyak relevansi dengan apa yang sedang terjadi. Google pernah membandingkan dengan dataOfficial yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika pada suatu saat.

Loh, itukan di Amerika dimana teledensitas penggunaan internet sangat tinggi. Ini Indonesia. Diakui bahwa dari sekitar 237,5 juta penduduk Indonesia, jumlah pengguna Internet nya adalah 10 % saja atau sekitar 25 juta. Yang mana merupakan jumlah terbanyak peringkat tiga di Asia setelah China dan India. Dan angka ini terus berkembang pesat. ( Sumber dari sini ).

Ok … bila kita masih ragu untuk menggunakan google trend untuk menggambar realita yang sebenarnya tentang suatu hal, dalam hal ini saya gunakan untuk membingkai derita flu bagi saya dan lingkungan, maka paling tidak graphic ini dapat kita gunakan dalam konteks yang lebih sempit, untuk melihat  tren flu bagi pengguna Internet Indonesia. Saya kan termasuk pengguna internet aktif dalam beberapa tahun ini. Dan mudah mudahan kedepan saya tidak akan kehilangan akses ke internet.

17 an : Indie Video kami, bikin kangen saja

http://www.facebook.com/v/1224719225439

Video ini kami buat kira kira pada bulan Juli – Agustus 2003. Dengan segenap semangat penuh dan peralatan seadanya. Keinginan tok dan sedikit kreatifitaslah satu satunya modal kami saat itu.

Semangat kami yang menggebu, rupanya cukup untuk meyakinkan semua aktor dan semua pihak yang berada dibelakang layar untuk memberikan apa yang terbaik tanpa bayaran sepeserpun. Termasuk kontribusi Bapak Kepala Dukuh, Adiwono yang menggerakan semua warga untuk berpartisipasi dan tidak mempersulit bilamana kami perlu melakukan take di tempat – tempat umum.

Film ini, setelah dengan banyak cucuran keringat, pada malam pemutaran dengan Digital Viewer di Balai Dusun Karangmojo B, cukup memenuhi ekspektasi banyak orang yang terlibat dan para penonton. Mampu tampil sebagai hiburan yang belum pernah disuguhkan di Desa kami sebelumnya. Dan bertahan menjadi gosib gosib pasca pemutaran di Balai Dusun. Bahkan warga antusias untuk mendapatkan copy dalam bentuk VCD untuk dibagikan dengan famili dan kerabatnya.

Menampilkan video ini di internet bagi saya juga bukan hal mudah, karena mungkin saya yang hanya mengandalkan hosting video gratisan. Mulanya saya ingin meng upload foto ini di youtube, namun karena batasan durasi, dimana youtube hanya mengijinkan durasi 10 menit untuk tiap video. Tentu akan mengurangi sensasi menonton bilamana saya membagi film ini menjadi beberapa potongan. Untungnya facebook mengijinkan untuk meng host video sepanjang 20 menit, syukur demikian. Menyusul permasalahan selanjutnya adalah bandwidh upload internet saya. Saya gagal beberapa kali dalam mengunggah video ini melalui layanan speedy. Tidak mau menyerah, setelah beberapa kali mencoba, tadi pagi saya berhasil mengunggah file sebesar 160 MB ini dengan telkomsel flash selama kira kira 2 jam.

Silahkan menonton bagi yang suka dan mengerti bahasa jawa, eh bila tidak mengertipun tidak apa, hehe …