Sunlife Future Plan: Wujudkan Liburan Terbaikmu

Mr Kaiser Simanungkalit Menjelaskan Website Sunlife Bright Advisor

Mr Kaiser Simanungkalit Menjelaskan Website Sunlife Bright Advisor

Bagi orang kurang piknik seperti saya, acara blogger dan media gathering yang bertajuk “Sunlife Future Plan: Wujudkan Liburan Terbaikmu” yang diselenggaraan oleh Sunlife Indonesia di House of Balcony Ambarukmo Plaza sangatlah menarik. Apalagi pembicaranya adalah travel blogger kondang yang namanya sudah tidak asing di kalangan traveller dan tulisan-tulisan di blog mereka telah lama saya ikuti. Ia adalah Donna Imelda dan Atanasia Rian.

Tak ingin menyiakan kesempatan melepaskan diri dari kekangan sekaligus kutukan kurang piknik, Minggu siang (24/09) saya melaju menembus hujan dari pelosok Gunungkidul ke kota Yogyakarta. Dengan banyak harap saya mendapatkan resep rahasia untuk mengolah hidup yang lebih baik. Bisa piknik, bisa liburan, bisa jalan-jalan, bisa hidup lebih baik dan lebih bahagia seperti orang-orang.

Tiba di House of Balcony kira-kira setengah jam sebelum acara dimulai memberi saya kesempatan leluasa untuk menikmati makan siang enak sambil ngobrol dengan teman-teman blogger lain yang sama antusiasnya mengikuti acara ini. Saya malah berkesempatan sedikit ngobrol dengan Ibu Atanasia Rian dan Ibu Imeda secara tatap muka. Mengobrol dengan keduanya barangkali merupakan kesempatan yang tak tentu terulang dalam hitungan tahun.

Mengobrol atau menyimak paparan orang-orang yang telah menginjakkan kaki dan menjelajah sudut-sudut negeri  bahkan manca negara sangatlah menarik. Pengalaman yang mereka kumpulkan sepanjang traveling terangkai menjadi kisah yang renyah untuk dinikmati. Ini semakin membuat saya berandai. Mungkinkah saya menapak tilas jejak-jejak mereka? Baca lebih lanjut

Ulang Tahun ke-8 Wonosari.com: Semoga Makin Berjaya di Udara di Darat Berkarya Nyata

tumpeng ulang tahun ke-8 wonosaridotcomUlang tahun Wonosari.com (FKOG) yang ke-8 adalah salah satu ulang tahun yang saya tunggu-tunggu. Saya menunggu momen ulang tahun ini dengan harap-harap cemas. Sejak beberapa tahun yang lalu.

Kenapa?

Karena setelah melangsungkan ulang tahun yang ke-8 artinya Wonosari.com  yang didirikan pada tanggal 28 Februari 2006 ini telah melewati masa-masa monumental bagi sebuah komunitas.

Masa monumental yang pertama adalah ketika Wonosari.com atau Forum Komunikasi Online Gunungkidul (FKOG) berhasil melewati tahun ke-3. Ini pencapaian penting bagi sebuah komunitas. Mengingat di Indonesia, usia rata-rata komunitas adalah 3 tahun. Merayakan Ulang Tahun yang ke-8 berarti Wonosari.com telah berusia hampir 3x usia harapan hidup komunitas-komunitas yang ada di Indonesia.

Masa monumental yang kedua baru saja dirayakan kemarin, Minggu Legi, 27 Maret 2016 di Green Village, Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul. Apa yang membuat ulang tahun ke-8 Wonosari.com sebagai peristiwa monumental adalah suatu pendapat bahwa sebuah start up/rintisan komunitas akan teruji kemapanannya bila telah berusia lebih dari 8 tahun.

Ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sekaligus sebuah tantangan. Untuk bisa membuktikan diri ke depan dengan ulang tahun ke-9, ke-10 dan seterusnya. Alangkah elok bila kelak Wonosari.com bisa merasakan Ulang Tahun Emas Wonosari.com, atau Ultah ke-50. Ini tidak mustahil dan sekaligus tidak mudah.

Ini saya pikir akan meneguhkan slogan (semboyan) Wonosari.com. Berjaya di Udara. Berkarya di Nyata. Dengan ini saya pun berdoa: Semoga Makin Jaya di Udara dan di Darat Berkarya Nyata.

Baca lebih lanjut

Ulang Tahun ke-6 Wonosari.com: Sugeng Ambal Warsa

Kira-kira untuk yang ke-6 kalinya saya kemarin berbicara memperkenalkan diri di hadapan anggota forum masyarakat pengguna internet di Gunungkidul. Saling memperkenalkan diri, begitulah ritual yang dilangsungkan tiap kali acara ulang tahun forum ini dirayakan. Benar, Minggu, 9 Maret 2014, forum masyarakat pengguna internet di Gunungkidul yang bernama Wonosari.com (Forum Komunikasi Online Gunungkidul/FKOG) merayakan Ulang Tahun yang ke-6 bertempat di Pendopo Embung Langgeran, Patuk, Gunungkidul.

Mungkin ada pertanyaan, apa saya tidak bosan tiap tahun memperkenalkan diri, kenyatannya toh tahun depan bila berjumpa lagi sudah tidak akan banyak yang mengenalnya. Ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab, namun saya akan menjawab: TIDAK BOSAN. Di satu sisi pasti teman-teman sekaliber saya yang terlibat dalam jatuh bangun merintis Wonosari.com akan “tersenyum”, di sisi lain kehadiran member-member baru yang kebanyakan belum saya kenal adalah indikator dari dinamika komunitas. Dimana anggota-anggota baru datang meneruskan partisipasi member-member lama yang karena satu dan lain hal harus memilih berjuang dengan tingkat kebutuhan dan tanggung jawab usia dewasanya masing-masing.

Enam tahun bagi perjalanan sebuah komunitas bukanlah waktu yang singkat. Dalam konteks komunitas, usia 6 tahun adalah usia di atas rata-rata sebuah komunitas. Usia harapan hidup komunitas di Indonesia, menurut salah satu pakar sosial media, yaitu Mas Enda Nasution, adalah 3 tahun. Banyak komunitas yang telah meninggal dunia setelah berusia 3 tahun. Dengan demikian Wonosari.com yang menginjak 6 tahun adalah prestasi tersendiri yang layak dipertahankan. Namun tidak juga boleh disikapi secara berlebihan. Mengutip pendapat pakar start up yang lain, sebuah organisasi akan teruji kemapananya setelah berusia 8 tahun. Bila perpegang pendapat yang terakhir, para pegiat Wonosari.com saat ini harus berjuang lebih keras lagi dalam waktu 2 tahun ke depan. Buktikan Wonosari.com adalah sebuah komunitas yang tangguh teruji waktu, mapan diterpa perubahan jaman.

Baca juga tulisan tentang Ulang Tahun Wonosari.com sebelumnya di:

Banyaknya usulan dan masukan dalam sesi diskusi yang dipandu oleh kang Ragil Sakino Pamungkas kemarin siang membuat saya optimis. Optimis tahun depan Wonosari.com akan merayakan Ulang Tahun ke-7 dan Ulang Tahun ke-8 pada tahun 2016 akan diselenggarakan dengan cara yang jauh lebih berarti bagi bumi Dhaksinarga, Gunungkidul Handayani.

Selama 6 tahun berkiprah, kontribusi yang diberikan oleh Wonosari.com menurut saya luar biasa. Kebanyakan kontribusi yang diberikan adalah kontribusi online, sesuai namanya Forum Komunikasi Online Gunungkidul. Bentuk kontribusi online itu bisa kita lihat dari makin tingginya pengguna internet masyarakat Gunungkidul dan konten-konten positif di internet yang diproduksi oleh masyarakat. Di sini saya tidak bisa menampilkan angka statistik, karena saya bukan peneliti di bidang ini. Namun hanya dengan sedikit saja googling, saya kira Anda semua akan bisa membandingkan. Atau bila sudah aktif menggunakan internet sejak sebelum tahun 2005 akan mudah sekali merasakannya. Wonosari.com yang dulunya adalah berbentuk forum dipercaya menginspirasi tumbuhnya banyak blog, website, jejaring sosial dan layanan internet lain bagi masyarakat di Gunungkidul.

Kemudian apa saja yang telah dilakukan di ranah offline? Sebut saja bakti sosial yang diselenggarakan tiap kali dilangsungkan acara syawalan dan ulang tahun, begitu pula dengan penggalangan kepedulian tiap kali bencana alam terjadi seperti erupsi merapi, bencana gunung kelud, bencana kekeringan, bencana tanah longsor dan lain-lain.

Di sisi jejaring, Wonosari.com telah banyak membantu silaturahmi antara warga Gunungkidul yang telah lama merantau menjadi pengembara dan musafir dengan handai taulan dan orang-orang tercinta di kampung halaman. Banyak kemitraan bisnis yang terjalin antar sesama member wonosari.com. Bahkan tidak satu dua saja silaturahmi antar member yang meningkat ke “jenjang yang lebih serius”. Video berikut adalah salah satu kemaslahatan yang dibawa Wonosari.com bagi umatnya:

Tulisan terkait Wonosari.com

Heboh Ketinggalan Pesawat itu …(2)

Tanpa malu-malu mengatakan bahwa bagian terheboh dari cerita perjalanan saya mengikuti event Ulang Tahun ke-3 Telkomsel Blackberry Community yang diselenggarakan di Bandung Super Mall sebenarnya malah terjadi setelah saya usai larut dalam hingar bingar acara puncak, yaitu dalam perjalanan saya pulang balik ke Yogyakarta.

Betapa tidak. Demi penerbangan jam enam petang di Sukarno-Hatta, saya rela dengan berat hati berpamitan bos Arif Setyawiyoga dkk untuk meninggalkan venue pada jam dua siang lebih sedikit meski acara terus berlangsung hingar. Saya rela dengan tidak sopan mem-BBM bos Budi Setyawan agar mempercepat makan siang bareng anak istri. Bos Buset, demikian beliau akrab disapa, adalah satu-satunya tamu kehormatan dari Surabaya yang semobil dengan saya menuju Bandara. Pikir saya ini agar punya waktu cukup longgar untuk mencapai bandara.

Mobil Blackbull Innova yang dikendarai Mang Ujang berjalan dengan kecepatan kura-kura menembus kemacetan Jalan Gatot Subroto sampai pintu tol Buah Batu. Kemacetan memang tidak aneh saya lihat di televisi, tetapi menjadi bagian kemacetan adalah sakit kepala tersendiri. Kali ini saya tidak bisa menjadi teman ngobrol Bos Buset. Saya hanya bisa diam meletakan kepala pada sandaran jok mobil berharap deraan cenat cenut ini sedikit reda.

Laju di Tol Cipularang yang relatif lancar ternyata tidak serta merta meredakan kepala nyut-nyutan pening tujuh keliling ini. Di Rest Area km … kami istirahat untuk mencari toilet. Namun sebenarnya apa yang paling saya butuhkan di Rest Area bukan tempat buang hajat. Saya ingin membeli Paracetamol. Dengan berang saya bilang dalam hati, dua butir tablet paracetamol pasti cukup.

Hal menggelikan terjadi. Keluar dari pertokoan di Rest Area, saya malah bingung mencari dimana Mang Ujang memarkir mobil. Mondar-mandir mencari kok rasanya seperti keliling arena lingkaran setan. Haaduuuh! Telpon-telponan dengan Mang Ujang pun tidak bisa mengembalikan orientasi saya. Baca lebih lanjut

Mengapa suatu berita penting dibaca?

Di keseharian, kita tinggal dan hidup bersamaan dengan arus informasi yang sangat deras dan cepat. Bagi saya tidak mudah untuk dapat senantiasa mengikuti aliran informasi itu, meskipun saya tahu, bahwa sangat penting untuk senantiasa update. Membaca media berita, bagi saya adalah penting untuk menjadi tidak kuper dan membuka diri.

Meski rasanya juga tidak mudah untuk membaca semua kabar yang ada di media. Sekarang ini, pilihan media ada terlalu banyak. Dan tidak jarang dari banyak media itu, saya tidak menemukan informasi yang saya cari. Atau informasi yang tepat untuk suatu kebutuhan.

Tidak mudahnya mencari informasi yang sesuai itu telah sepertinya sejak lama di sadari banyak orang sehingga telah ada banyak mekanisme untuk mengelombokan suatu berita dalam genre genre tertentu. Benar ngga ya saya memakai istilah genre? Ngga pa pa tidak masalah. Itu adalah pilihan kata saya. hehehe

Mekanisme umum yang saya gunakan untuk membedakan penting dan tidak layaknya suatu berita diikuti memang dengan memilih kategori atau genre nya, kemudian dari headline, top news, de el el. Namun lama kelamaan saya pikir itu tidak cukup.

Harus ada mekanisme yang lebih personal dan cocok dengan pilihan kepribadian dan kultur sosial dimana saya berinteraksi. Saat ini, rasanya saya lebih sesuai memanfaatkan rekomendasi dari orang – orang di sekitar saya yang saya percaya.

Rekomendasi saat ini bagi saya sudah menggantikan online. Itulah mengapa saya saat ini lebih dulu men skim, posting di twitter dan umpan berita (RSS) yang di share oleh teman teman saya.

Pemblokiran Situs Porno; TIDAK Setuju!

Lagi – lagi wacana untuk penyensoran internet dilontarkan. Terutama penyensoran ini ditujukan untuk konten – konten porno di internet. Kemunculan kembali wacana untuk menyensor informasi pornografi di Internet setelah selama beberapa tahun tenggelam saya ketahui beberapa hari yang lalu ketika mendapatkan invitasi melalui facebook untuk bergabung dalam suatu group yang dinamai 1 JUTA FACEBOOKER DORONG BUNG TIFATUL UNTUK BLOKIR SITUS PORNO !!!!. Saya pikir pendiri group menaruh harapan besar kepada Menkominfo yang baru, Tifatul Sembiring, yang ia nilai membunyai kecakapan karakter dan peduli dengan keberadaan moral bangsa.

Saya TIDAK SETUJU dan saya TIDAK akan bergabung dengan group itu.

Saya tidak suka dengan pornografi tetapi saya juga tidak suka menggunakan jalan pintas pemberangusan semacam ini. Baca lebih lanjut

17 an : Indie Video kami, bikin kangen saja

http://www.facebook.com/v/1224719225439

Video ini kami buat kira kira pada bulan Juli – Agustus 2003. Dengan segenap semangat penuh dan peralatan seadanya. Keinginan tok dan sedikit kreatifitaslah satu satunya modal kami saat itu.

Semangat kami yang menggebu, rupanya cukup untuk meyakinkan semua aktor dan semua pihak yang berada dibelakang layar untuk memberikan apa yang terbaik tanpa bayaran sepeserpun. Termasuk kontribusi Bapak Kepala Dukuh, Adiwono yang menggerakan semua warga untuk berpartisipasi dan tidak mempersulit bilamana kami perlu melakukan take di tempat – tempat umum.

Film ini, setelah dengan banyak cucuran keringat, pada malam pemutaran dengan Digital Viewer di Balai Dusun Karangmojo B, cukup memenuhi ekspektasi banyak orang yang terlibat dan para penonton. Mampu tampil sebagai hiburan yang belum pernah disuguhkan di Desa kami sebelumnya. Dan bertahan menjadi gosib gosib pasca pemutaran di Balai Dusun. Bahkan warga antusias untuk mendapatkan copy dalam bentuk VCD untuk dibagikan dengan famili dan kerabatnya.

Menampilkan video ini di internet bagi saya juga bukan hal mudah, karena mungkin saya yang hanya mengandalkan hosting video gratisan. Mulanya saya ingin meng upload foto ini di youtube, namun karena batasan durasi, dimana youtube hanya mengijinkan durasi 10 menit untuk tiap video. Tentu akan mengurangi sensasi menonton bilamana saya membagi film ini menjadi beberapa potongan. Untungnya facebook mengijinkan untuk meng host video sepanjang 20 menit, syukur demikian. Menyusul permasalahan selanjutnya adalah bandwidh upload internet saya. Saya gagal beberapa kali dalam mengunggah video ini melalui layanan speedy. Tidak mau menyerah, setelah beberapa kali mencoba, tadi pagi saya berhasil mengunggah file sebesar 160 MB ini dengan telkomsel flash selama kira kira 2 jam.

Silahkan menonton bagi yang suka dan mengerti bahasa jawa, eh bila tidak mengertipun tidak apa, hehe …