Paliyan: Data Asal Asalan Untuk e-KTP

Kali ini saya bermaksud membagikan pengalaman saya sendiri mengikuti proses pembuatan e-KTP di kecamatan Paliyan kabupaten Gunungkidul.

Undangan untuk foto e-KTP, pemindaian sidik jari, pemindaian retina mata dan pemindaian tanda tangan atas nama KK ayah saya kami terima kemarin sore. Sesuai undangan kami sekeluarga dan warga dusun Karangmojo B lainnya sampai di kator kecamatan Paliyan pada kira-kira pukul 8 pagi.

Antrian Pembuatan eKTP di Paliyan

Di kantor kecamatan Paliyan rupanya para tetangga saya sudah mengantri. Karena antrian yang panjang dan satu  dari dua set alat pembuatan eKTP rusak, maka sampai pada kira-kira jam 13:00 WIB baru sampai pada giliran keluarga saya -saya dan adik- untuk mengikuti rangkaian pengambilan vas foto, pemindaian sidik jari dan retina serta pengambilan tanda tangan.

Proses itu kami lalui dengan cepat dan lancar. Alhamdulillah jari-jari tangan saya tidak terhambat kapalen dan mata tidak punya masalah katarak. 😀

Selain satu set alat pembuatan eKTP yang rusak ada masalah lain yang tidak kalah penting. Masalah itu adalah banyak data individu pada undangan eKTP yang salah. Kesalahan itu diantaranya adalah tanggal lahir, alamat dan bahkan jenis kelamin. Hesti, cewe tetangga saya terpaksa harus pulang karena didata berkelamin laki-laki. Baca lebih lanjut

Desa Grogol : Pajak Bumi Bangunan Masih Amburadul

Masih ingat dengan apa yang saya tulis mengenai carut marut Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Grogol pada beberapa bulan yang lalu di https://jarwadi.wordpress.com/2011/04/27/desa-grogol-pajak-bumi-dan-bangunan-bermasalah/ ?

Pada siang tadi lembar tagihan Pajak Bumi dan Bangunan untuk warga di desa Grogol sudah keluar lagi. Persis dengan apa yang terjadi pada lembar tagihan yang diterima oleh keluarga saya pada beberapa bulan yang lalu, Pajak Bumi untuk kali ini masih amburadul jauh dari beres.

Kenapa? Kasusnya masih sama dengan lembar tagihan untuk tahun 2010. Dalam semua lembar tagihan, semua tanah masih atas nama kakek – kakek saya. Padahal semua tanah itu sudah bersertifikat atas nama ayah saya.

Kemudian besarnya tagihan per bidang tanah. Untuk tanah-tanah kami dengan luas dan letak yang berbeda-beda dikenakan pajak dengan nilai yang sama. Kalau tidak hanya mengarang atau mengambil data dari langit, darimana bisa didapat besaran pajak yang sama untuk semua tanah-tanah itu. Bukankah pajak dihitung dari estimasi harga masing-masing bidang tanah. 😀

Persoalan ketidak beresan pajak yang terjadi sejak jaman dulu kala ternyata sampai sekarang belum terlihat ada upaya penyelesaian. Memang seperti itukah mentalitas dan kinerja aparat desa, aparat pertanahan dan aparat perpajakan?

Untuk kasus ini sebenarnya saya ingin melihat peran aktif dari pemerintah desa Grogol. Rasanya aneh kalau mereka tidak mengetahui aneka kejanggalan terkait Pajak Bumi dan Bangunan. Atau mereka tahu tetapi cuek saja? :p

Iedul Fitri di Lapangan Desa Grogol

Iedul Fitri 1432 H

Alhamdulillah, pagi ini kami, warga Desa Grogol telah menyelenggarakan shalat Iedul Fitri di bawah cuaca yang sangat bagus, khusuk sekaligus meriah. Hanya ucapan Mohon Maaf Lahir Batin yang bisa saya tuliskan dan foto – foto yang dapat saya bagikan. Untuk foto – foto lebih banyak, silakan click thumb nail di atas.

Preview nya satu foto saja ya, hehe

Dari Iedul Fitri 1432 H

Slamet, Pengusaha Kampung yang Melek Teknologi

Slamet. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang tangguh, ulet dan pantang menyerah. Dia adalah salah satu pemuda di desa dimana saya tinggal yang memutuskan untuk tidak merantau. Slamet lebih memilih menjadi juragan bagi dirinya sendiri. Juragan yang memberi manfaat bagi lingkungan tinggalnya.

Kira – kira sudah 10 tahun ia membuka usaha potong rambut di Desa Grogol. Sebagai pengusaha potong rambut satu satunya di desa, tentu warga desa tidak punya pilihan lain untuk merapikan rambutnya agar tampil ganteng ganteng cakep – cakep. Saya bergurau. Tentu saja Slamet mempunyai banyak pesaing. Di jaman yang mana transportasi tidak jadi masalah sekarang ini, orang bisa memilih jasa potong rambut di desa tetangga atau di kecamatan tetangga. Tentu saja sense dan pelayanan Slamet yang membuat ia bisa mengikat banyak pelanggan setia. 😀 Baca lebih lanjut

Grogol Paliyan, Google Makin Tahu Saja

Grogol adalah desa dimana saya tinggal. Sedangkan Paliyan adalah Kecamatan dimana desa dimana saya tinggal berada. Tanpa banyak tanya pun pasti sudah pada tahu kalau desa ini sangatlah pelosok 😀

Saya pertama kali mengecek eksistensi desa dimana saya tinggal pada tanggal 6 Juli 2008 dan google tanpa malu – malu menunjukan angka 905 item yang berkaitan. Lumayan. Tidak amat teramat sangat katrok. Dulu pencarian saya itu saya posting di sini :  https://jarwadi.wordpress.com/2008/06/06/grogol-paliyan/

Dan pada hari ini, saya mengetikan kata kunci yang sama pada google dan mendapatkan sodoran :

Desa Grogol Menurut Google

Desa Grogol Menurut Google

Nah, kalau anda ingin mengecek sendiri silakan klik :

http://www.google.com/search?client=ubuntu&channel=fs&q=grogol+paliyan&ie=utf-8&oe=utf-8

Mau, spesifik dusun dimana saya tinggal :

Karangmojo b Menurut Google

Karangmojo b Menurut Google

Bakso Markatam : Ikon Lebaran di Kampung

t KuBagi yang besar di kampung dimana saya dibesarkan dan bertempat tinggal sampai saat ini, terutama mereka – mereka yang seusia sebaya dengan saya, pasti tidak akan asing lagi dengan Bakso Pak Markatam. Bakso Pak Markatam sudah tersohor di seantero kampung kira – kira sejak tahun 90 an, saat itu saya masih SD /SMP.

Pada masa beheula itu, bakso merupakan makanan favorite di seantero kampung yang bernilai gengsi tinggi. Kalau jaman sekarang saya kira tidak akan kalah moncer dengan produk warung kapilatis seperti KFC, Mac D, HokBen, dll

Sampai saat ini, meski harus berkelahi habis – habisan dengan moderisme, aroma sedap dan rasa gurih bakso Markatam masih mempunyai tempat tersendiri di lidah para penggemar, utamanya penduduk dusun Gerjo, Karangmojo B dan sekitarnya.

Bila anda sedang mudik dan belum sempat halal bihalal dan bernostalgila dengan cita rasa bakso Markatam dipersilakan. Mumpung belum habis.

Sebenarnya ada satu lagi legenda bakso di kampung sini, yaitu Bakso Bapak Saekat. Sayang saya belum sempat mencicipi. 🙂

Bapak Hadi Suwarno berpulang ke rahmatullah

Lagi – lagi masih melanjutkan cerita tentang senang dan susah. Bersama kesenangan bisa jadi tiba – tiba muncul kesusahan.

Menurut perhitungan hari Jawa. Jum’at kemarin disebut Jemuah Legi. Kebetulan Hari Jemuah Legi kemarin, di desa dimana saya tinggal sedang dilangsungkan acara Bersih Dusun, atau disebut Juga dengan Rasulan, atau disebut juga dengan Merti Bumi. Inti dari Acara Upacara ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat agraris atas limpahan rahmat Tuhan sehingga warga petani dapat menuai panen untuk dilumbungkan sebagai songsongan musim kemarau yang mana pada saat ini sudah mulai menyapa.

Semua orang bersuka cita.

Orang bijak mungkin sering mengatakan agar kita tidak berlebihan bila sedang mendapat nikmat dan jangan terlalu mendalam berduka bila sedang diujikan musibah. Seolah kata – kata itu menemukan pembuktiannya sendiri.

Pagi hari kemarin, Jum’at 2 Juli 2010. Bapak Hadi Suwarno. Mantan Kepala Desa Grogol yang menjabat pada masa kecil saya ditimbali Gusti Allah untuk berpulang menghadap setelah menunaikan darma baktinya di bumi Desa Grogol. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Menurut saya sendiri beliau merupakan tokoh klasik sekaligus karismatis di desa ini. Apa yang saya ingat adalah pagelaran wayang kulit yang senantiasa dilangsungkan di Joglo kediaman beliau, spel klenengan yang mana simbok saya juga rajin berlatih bersama sampai pohon Asem yang sering saya balangi sepulang dari bersekolah di SD Karangmojo itu.

Sudahlah. Akan terlalu panjang bila saya tuliskan disini. Semoga amal perbuatan beliau diperhitungkan sebagai amal shaleh dan ampulan dilimpahkan oleh Allah terhadap khilaf manusia.