Desa Grogol : Pajak Bumi Bangunan Masih Amburadul

Masih ingat dengan apa yang saya tulis mengenai carut marut Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Grogol pada beberapa bulan yang lalu di https://jarwadi.wordpress.com/2011/04/27/desa-grogol-pajak-bumi-dan-bangunan-bermasalah/ ?

Pada siang tadi lembar tagihan Pajak Bumi dan Bangunan untuk warga di desa Grogol sudah keluar lagi. Persis dengan apa yang terjadi pada lembar tagihan yang diterima oleh keluarga saya pada beberapa bulan yang lalu, Pajak Bumi untuk kali ini masih amburadul jauh dari beres.

Kenapa? Kasusnya masih sama dengan lembar tagihan untuk tahun 2010. Dalam semua lembar tagihan, semua tanah masih atas nama kakek – kakek saya. Padahal semua tanah itu sudah bersertifikat atas nama ayah saya.

Kemudian besarnya tagihan per bidang tanah. Untuk tanah-tanah kami dengan luas dan letak yang berbeda-beda dikenakan pajak dengan nilai yang sama. Kalau tidak hanya mengarang atau mengambil data dari langit, darimana bisa didapat besaran pajak yang sama untuk semua tanah-tanah itu. Bukankah pajak dihitung dari estimasi harga masing-masing bidang tanah. 😀

Persoalan ketidak beresan pajak yang terjadi sejak jaman dulu kala ternyata sampai sekarang belum terlihat ada upaya penyelesaian. Memang seperti itukah mentalitas dan kinerja aparat desa, aparat pertanahan dan aparat perpajakan?

Untuk kasus ini sebenarnya saya ingin melihat peran aktif dari pemerintah desa Grogol. Rasanya aneh kalau mereka tidak mengetahui aneka kejanggalan terkait Pajak Bumi dan Bangunan. Atau mereka tahu tetapi cuek saja? :p

Iklan

11 thoughts on “Desa Grogol : Pajak Bumi Bangunan Masih Amburadul

  1. Baca ini saya jadi ingat belum bayar PBB rumah saya, Mas. Jatuh temponya 30 September.

    Hem, berbicara masalah keanehan, saya juga. Waktu kemarin mau bayar PBB rumah saya yang disini (Jogja) lewat KlikBCA, eh yang muncul di layar kok justru rumah saya di Tanggulangin yang sekarang sudah terbenam lumpur. Padahal data-datanya yang saya input sudah benar. Aneh?

  2. wah parah sekali kalau hal seperti itu terjadi.
    Tentu hal seperti ini perlu tindak lanjut oleh para aparat terkait. Kelihatan sekali jika mereka tidak pernah mengupdate data-data yang ada disana.

  3. hahahaha
    pajak pajak…. owalah…….
    berarti nek ora bayar rapopo kui dab, hahahahaha
    btw setahuku untuk harga tanah yg digunakan sebagai patokan nilai pajak memang diturunkan untuk menurunkan besaran pajak yg harus dibayarkan kita.
    *klo mau adil sih mungkin pajak tanah ditentukan berdasar nilai yang dihasilkan dari tanah itu selama 1 th ya?

  4. Ping-balik: Kesadaran Pensertifikatan Tanah Rendah? « Menuliskan Sebelum Terlupakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s