Memberdayakan Handphone Lama Agar Bermanfaat

image

Memperlakukan smartphone yang sudah lama itu susah susah mudah. Bila dipakai untuk kebutuhan sehari-hari jelas sudah tidak mumpuni. Spefisikasinya yang menjadi sangat terbatas menyebabkannya tidak mampu untuk menjalankan aplikasi-aplikasi yang makin lama makin haus RAM, Storage dan Processor.

Bila dijual pun mungkin sudah tidak laku. Bila ada yang mau membelinya pun tentu harganya sudah sangat murah. Bikin makan hati bila membandingkan dengan berapa uang yang digunakan untuk mendapatkannya dulu.

Lagi pula saya merasa sayang dan merasa berdosa bila menjual barang-barang yang pernah saya cintai. Barang-barang yang telah banyak berjasa memudahkan kehidupan sehari-hari agar lebih gaul pada masanya.

Smartphone (sebut saja handphone) saya tersebut adalah LG Optimus L9. Saat itu saya mendapatkannya ketika harganya masih di kisaran 3 jutaan. Jadi pada masanya LG Optimus L9 adalah sebuah handphone Mid End. Bukan handphone low end (entry level).

Bagi yang belum tahu, spec LG Optimus L9 kira-kira adalah: processor dual core 1 Ghz Cortex A9, RAM 1 Gb, Internal Storage 4 GB (ini masih shared dengan OS), Camera 5 MP dan Layar 4.7″ resolusi 540 x 960 pixel dan OS Jelly Bean 4.1.2.

Terhadap handphone kuno yang hampir tidak pernah lagi tersentuh ini, pertama kali yang saya lakukan adalah membersihkannya dari debu-debu dan kotoran lain yang menempel. Ketika tombol power saya tekan, handphone ini tidak mau menyala.

Mungkin karena batere nya kosong. Saya kemudian men-charge batere dengan charger smartphone android saya yang lain. Rupanya di layar LG Optimus L9 masih menunjukkan indikator pengisisan batere. Semoga batere handphone ini masih mau mengisi walaupun saya tidak berharap batere bisa diisi penuh dan awet.

Beberapa jam kemudian saya melihat indikator pengisian batere telah menunjukkan penuh. Saya mencabutnya dari charger. Menyalakannya.

Alhamdulillah, handphone lama ini masih bisa menyala. Saya mematikannya lagi. Saya kemudian memasangkan kartu perdana yang di dalamnya terdapat paket internet.

Setelah berhasil saya nyalakan dengan baik, LG L9 ini meminta saya akan password akun Google saya. Rupanya di smarthone ini masih terpasang banyak aplikasi yang sering saya gunakan dulu.

Mungkin aplikasi-aplikasi ini yang menyebabkan LG Optimus L9 ini sangat lemot ketika saya gunakan. Saya bermaksud me-hard reset handphone ini. Tentunya setelah saya menyalin foto-foto yang pernah saya ambil dengan handphone ini ke komputer.

Saya melakukan hard reset dengan menekan tombol volume rocker minus dan tombol power. Kemudian saya memilih reset dari pop up menu/boot menu yang muncul. Proses hard reset berlangsung beberapa menit sampai saya login ke akun Google saya sebagaimana yang saya lakukan tadi.

Apakah handphone jadul ini kemudian tidak lemot? Ternyata tetep lemot. Beberapa jenak berpikir. Saya kemudian mencoba melepas SD Card yang saya pasang di handphone ini. Barangkali file system atau kualitas SD Card yang sudah buruk yang memperlambat kinerja LG Optimus L9 ini.

Benar. Ketika SD Card sudah saya copot dan LG L9 saya nyalakan lagi, handphone ini bisa digunakan dengan lebih cepat, lebih gesit.

Karena aplikasi-aplikasi memang terhapus ketika saya melakukan hard reset, saya pun ingin mencoba memasang lagi satu aplikasi dari Play Store.

Namun saya gagal melakukannya. LG L9 dengan OS Jelly bean ini kini sudah tidak bisa lagi mengakses Play Store. Saya sedikit putus asa. Mungkin handphone ini seharusnya juga sudah dipensiunkan saja.

Tanpa banyak berharap, saya iseng bermain-main dengan handphone jadul ini. Saya tekan dan ikuti saja tiap kali ada tombol update muncul. Rupanya banyak sekali paket-paket yang minta update di handphone ini. Sampai-sampai saya harus beberapa kali melakukan restart. Biar saja. Toh, saya sedang selo.

Nah, begitu sudah ada banyak paket aplikasi yang saya update dan handphone saya restart, kini LG Optimus L9 bisa mengakses Play Store. Saya sedikit lega. Sekarang mungkin pintu masuk sudah mulai terbuka. Aplikasi yang saya coba install atau restore dari Play Store bisa kelar dan berjalan dengan baik.

Tapi kali ini saya tidak ingin dan tidak mau banyak-banyak memasang aplikasi di LG L9 ini.

Pertanyaan saya kini adalah: LG Optimus L9 ini akan saya pakai untuk apa? Sebelum menjawab pertanyaan ini saya mencoba mengetes/menguji baterenya masih akan bisa bertahan berapa lama, berapa jam. Bila dalam kondisi stand by masih bisa setengah hari atau seharian penuh ya lumayan lah. Dan ternyata daya tahan baterenya masih lumayan.

Pilihannya kemudian adalah apakah Handphone LG L9 ini akan saya gunakan untuk calling phone, handphone yang digunakan sebatas untuk menelepon dan menerima telepon sambil sesekali ber-SMS.

Pilihan yang lain adalah menggunakan handphone ini sebagai Mi-Fi. Memanfaatkannya sebagai portable hot spot. Apa yang menjadi alasan yang terakhir. Adalah dukungan koneksi 3g/HSDPA LG Optimus L9 ini bagus meski belum 4G LTE. LG Optimus L9 juga memiliki tombol cepat (short cut) untuk menyalakan hot spot.

Nah, pilihan terkahir ini yang perlu saya uji lebih lanjut … 🙂

 

Iklan

6 thoughts on “Memberdayakan Handphone Lama Agar Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s