Harga Pertamax Turun, Senang?

pertamaxSebenarnya saya ingin menulis tentang penurunan harga Pertamax beberapa waktu yang lalu ketika penurunannya berbarengan dengan turunnya harga premium dan solar. Saat itu harga Pertamax turun menjadi Rp 8.600,-. Sedangkan harga Premium di arena Yogyakarta dan sekitarnya turun menjadi Rp 7.050,- Harga Solar subsidi turun menjadi Rp 5.650,-. Namun karena rasanya saat itu ada banyak yang harus saya kerjakan dan banyak yang ingin saya tuliskan di blog menjadikan saya lupa melakukannya sampai kemarin siang ketika saya membeli Pertamax di SPBU saya mendapatkan harga Pertamax turun lagi. Harga Pertamax terbaru per 21 Januari 2016 menjadi Rp 8.450,-.

“Pertamax turun lagi ya, mbak?” tanya saya kepada petugas SPBU yang melayani saya.

“Iya, sejak kemarin malam”

IMG_8346

Harga Pertamax Per 21 Januari 2016 Rp 8.450,-

Jadi setelah kira-kira 5 bulan saya rajin membeli Pertamax, kemarin adalah harga terendah Pertamax yang pernah saya beli untuk sepeda motor yang saya gunakan sehari-hari. Saya tidak tahu apakah harga Pertamax masih akan terus turun atau akan naik lagi. Memang, oleh Pertamina, harga Bahan Bakar Minyak Ron 92 (disebut dengan Pertamax) dipatok secara fluktuatif, mengikuti harga pasar. Sebagai BBM yang sejak awal memang non subsidi, harganya di tingkat konsumen tidak diatur oleh pemerintah. Jadi tiap harga Pertamax akan naik atau pun diturunkan tidak pernah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ketika harga Pertamax tahun lalu mencapai Rp 9.950,- pun semua anteng-anteng saja.

Memang kenapa kalau harga BBM turun. Solar Subsidi, Premium, Pertalite (produk baru Pertamina) dan Pertamax turun? Apa masalahnya dengan penurunan harga bahan bakar yang paling dikonsumsi masyarakat banyak ini, toh siapa pun akan suka dengan harga yang lebih murah. Meskipun di televisi tetap ada saja yang mempermasalahkan keputusan pemerintah kenapa harga BBM ‘hanya turun segitu saja’.

Saya sendiri pada pagi hari ini membuat posting tentang Harga Pertamax turun adalah sebagai pengingat agar: meskipun harga BBM turun akan tetapi saya tetap tidak boleh boros membakar bahan bakar fosil yang tidak terbarukan ini. Bagi saya sendiri rasanya penurunannya tidak begitu banyak. Namun secara psikologis tetap mempunyai arti tersendiri. Lihat sedikit hitungan sederhananya. Pada titik harga Pertamax tertinggi untuk mengisi BBM full tank saya perlu merogoh kocek hampir Rp 42.000,-. Kini cukup Rp 35.000 untuk volume yang sama. Artinya untuk menempuh jarak yang sama (bila kira-kira 200 km) saya sekarang akan menemukan lebih irit sekitar Rp 7.000,-.

Nah, yang ini mungkin akan terdengar terlalu mengawang-awang. Karenanya biar nanti tulisan saya yang ini saya masukkan dalam kategori Curhat Lagit.

 

Saya tidak akan memperdebatkan dampak penurunan dan kenaikan harga bahan bakar minyak dalam perspektif ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Sepintas angan saya, harga BBM fosil yang murah sedikit banyak akan mempengaruhi penelitian dan produksi bahan bakar baru dan terbarukan. Saya khawatir ini menurunkan semangat kawan-kawan saya yang saat ini mengkampanyekan dan menggerakan, meneliti dan memproduksi energi bersih. Apa yang mereka lakukan ini mau tidak mau akan sangat penting bagi kita di masa depan. Apalagi ketika tiba masa dimana sumber energi fosil di dunia benar-benar menipis.

Kaitannya dengan Preminum dan Solar yang penentuan harganya masih diatur pemerintah, kekhawatirannya adalah bila suatu saat nanti harga minyak dunia naik lagi dan pemerintah terpaksa mengumumkan kenaikkan harga Premium dan Solar akan menimbulkan kegaduhan seperti halnya biasa terjadi tiap kali ada kenaikan harga BBM.

Dari sinilah beberapa waktu lalu saya berusaha memahami keputusan pemerintah mengumumkan penurunan harga BBM (premium dan solar) yang terasa seolah ‘setengah hati’. Dilematis memang ketika: Pemerintah membiarkan harga BBM lebih mahal dari harga keekonomian akan inkonstitusional. Masa iya pemerintah mengambil untung dari selisih harga komoditi yang merupakan hajat hidup orang banyak. Di sisi lain pemerintah rasanya khawatir dengan harga minyak dunia yang bisa saja tiba-tiba naik yang bilamana pemerintah mempertimbangkan dampak sosialnya bila kelak harus menaikkan lagi harga Premium dan Solar.

Curhat saya kali ini random banget ya.

Apapun, Selamat berakhir pekan dengan tetap bijak dalam mengkonsumsi Bahan Bakar Fosil baik yang subsidi maupun non subsidi.

Iklan

5 thoughts on “Harga Pertamax Turun, Senang?

  1. Dari awal boleh naik motor, sekira tahun 2003an, sampai sekarang. saya jarang banget ngisi pertamax.. jadi malah ngga begitu tahu mas update perubahan harga pertamax dari dulu sampai sekarang.. hehehe.. kalau sekarang selisihnya sama premium ngga terlalu banyak, emang mending pakai pertamax ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s