Bapak Hadi Suwarno berpulang ke rahmatullah

Lagi – lagi masih melanjutkan cerita tentang senang dan susah. Bersama kesenangan bisa jadi tiba – tiba muncul kesusahan.

Menurut perhitungan hari Jawa. Jum’at kemarin disebut Jemuah Legi. Kebetulan Hari Jemuah Legi kemarin, di desa dimana saya tinggal sedang dilangsungkan acara Bersih Dusun, atau disebut Juga dengan Rasulan, atau disebut juga dengan Merti Bumi. Inti dari Acara Upacara ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat agraris atas limpahan rahmat Tuhan sehingga warga petani dapat menuai panen untuk dilumbungkan sebagai songsongan musim kemarau yang mana pada saat ini sudah mulai menyapa.

Semua orang bersuka cita.

Orang bijak mungkin sering mengatakan agar kita tidak berlebihan bila sedang mendapat nikmat dan jangan terlalu mendalam berduka bila sedang diujikan musibah. Seolah kata – kata itu menemukan pembuktiannya sendiri.

Pagi hari kemarin, Jum’at 2 Juli 2010. Bapak Hadi Suwarno. Mantan Kepala Desa Grogol yang menjabat pada masa kecil saya ditimbali Gusti Allah untuk berpulang menghadap setelah menunaikan darma baktinya di bumi Desa Grogol. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Menurut saya sendiri beliau merupakan tokoh klasik sekaligus karismatis di desa ini. Apa yang saya ingat adalah pagelaran wayang kulit yang senantiasa dilangsungkan di Joglo kediaman beliau, spel klenengan yang mana simbok saya juga rajin berlatih bersama sampai pohon Asem yang sering saya balangi sepulang dari bersekolah di SD Karangmojo itu.

Sudahlah. Akan terlalu panjang bila saya tuliskan disini. Semoga amal perbuatan beliau diperhitungkan sebagai amal shaleh dan ampulan dilimpahkan oleh Allah terhadap khilaf manusia.

8 komentar di “Bapak Hadi Suwarno berpulang ke rahmatullah

  1. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…
    turut berduka cita atas berpulangnya Bp Hadi Suwarno semoga diterima amal ibadahnya, dan diampuni segala kesalahannya…serta diberikan kekuatan iman kepada keluarga yang ditinggalkanya..amiin.

    salam hangat sll buat mas Jarwadi.

  2. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…
    Semoga Gusti Allah Mengampuni kesalahan2 beliau dan memberikan tempat yang baik di sisi-Nya, amiiin.Di mata saya beliau adalah seorang seniman klasik yang mumpuni, menjujung pakem demi menjaga kemurnian atau keaslian sebuah seni budaya. Ya betul mas Sujar, masih begitu jelas di ingatan, wayang kulit di joglonya, sepel klenengan, wayang uwong dll begitu indah bilang di kenang. Tahun 99 saya sempat sowan kerumahnya dan berbincang2 dengan beliau seputar seni budaya.Rupanya itu saat terakhir perbincangan kami, selamat jalan mbah Hadi……

  3. Iya begitulah mas. Suka-duka itu ibaratnya cuma dipisahkan oleh segaris kecil dan tipis. Semoga yang meninggal mendapat tempat yang baik sesuai perbuatannya, dan yang ditinggalkan iklas melepasnya.

  4. wonten tradisi ngoten nggih mas, nggen kula mboten onten… 😐

    innalilahi wr…. semoga amal ibadahny diterima disisNya, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s