Jarwadi Blog di Nokia Ovi Store

Akhirnya saya menghadirkan aplikasi di Nokia Ovi Store. Nama aplikasi yang saya pajang di ovi adalah Jarwadi Personal Blog. Sesuai namanya, aplikasi ini berisikan  konten yang terdiri dari blog ini  dan photo blog  saya di sebelah. Hal yang tidak kalah membanggakan selain nama saya bisa nampang di Ovi store adalah aplikasi ini saya buat dengan tangan saya sendiri. 😀

Kok tiba-tiba saya jadi pinter membuat aplikasi di handphone (mobile application)? Sabar. Nanti saya bagi rahasianya. hihi

Sekarang, bila Anda mempunya ponsel Nokia yang tidak jadul-jadul amat, tolong bantu saya test aplikasi ini. Aplikasi bisa di download di:

http://store.ovi.com/content/257500

Sejujurnya, saya membuat aplikasi ini sebatas bertujuan untuk mencoba layanan Nokia Ovi yang berfungsi untuk menfasilitasi agar semua orang, baik itu programer, developer, bukan keduanya, maupun rakyat jelata seperti saya bisa membuat aplikasi yang bermanfaat dengan mudah. Baca lebih lanjut

Ahmad Dhani: Restoe Boemi 2

Saya tadi siang secara kebetulan melihat penampilan Ahmad Dhani di RCTI pada acara Dahsyat. Ahmad Dhani bersama Mahadewa membawakan lagu berjudul Restoe Boemi 2. Kata Restoe Boemi langsung mengingatkan saya dengan judul lagu yang sama yang dibawakan oleh Dewa 19 kala saya masih remaja. Saya memang tumbuh remaja ber-sound track Album Pendawa Lima, Terbaik-Terbaik dan album dari band-band sebaya Dewa 19.

Tentang Dewa 19 dari lahir sampai gede, sila baca di: http://id.wikipedia.org/wiki/Dewa_19 saja.

Jadi ketika Dhani menyebut Restoe Boemi 2, daun telinga saya langsung melebar. Saya pikir Dhani mau mendaur ulang Restoe Boemi yang sepuluh tahun lalu diciptakan oleh Erwin Prast. Ternyata salah. Yang benar lagu ini terinspirasi oleh Restoe Boemi 1. Menurut Dhani, kalau Restoe Boemi bercerita tentang pilihan cinta yang tidak direstui orang tua. Siti Nurbaya banget. 😀 Restoe Boemi 2 bercerita tentang suara-suara sumbang akan orang yang kita cintai.

Saya suka dengan kisah yang diceritakan pada Restoe Boemi 2. Kasus seperti ini sekarang lebih aktual. Mungkin sejak dulu sudah ada, hanya belakangan ramai muncul kepermukaan. Misalnya jadi bahan nyiyir-nyiyiran di twitter. Ya! Yang namanya cinta itu kan tidak peduli apa kata orang. Kalau nyiyir-nyinyir suara sumbang masih mempengaruhi cinta seseorang, menurut saya itu bukan cinta, baru suka. 🙂

Hey! Jangan gara-gara saya membuat posting ini kemudian Anda berprasangka saya sedang menderita deraan suara sumbang karena sebuah pilihan hati. 😀

Mau dengerin? Silakan membeli di toko CD terdekat atau mengunduhnya secara legal ya. Coba cari di Langit Musik atau di Nokia Music Store Indonesia/Nokia Ovi. Atau tengok dulu video di youtube ini: