Jauhkan Anak – Anak dari Topeng Monyet!

Saya tidak suka dengan atraksi Topeng Monyet. Ā Kenapa? Orang yang mengeksploitasi monyet untuk mengais recehan, menurut saya tidak berperi-kehewanan. Mereka merampas hak dan kemerdekaan monyet untuk hidup nyaman dan berkembang biak dengan bahagia di habitat aslinya. Monyet – monyet yang sudah ditopeng-monyetkan seperti ini tidak mudah/hampir mustahil untuk bisa dikembalikan untuk hidup normal di habitat asli mereka.

Lebih biadab lagi, atraksi topeng monyet ini lebih sering disajikan sebagai tontoanan anak – anak kecil. Artinya secara tidak langsung, tetapi efektif untuk mendidik anak – anak kita untuk memperlakukan binatang sebagai barang mainan semata. Bukan sebagai makhluk yang mempunyai hak untuk hidup damai dan berbiak dengan bahagia. Atraksi topeng monyet seperti ini beberapa waktu lalu membuat saya merasa berang dan mengumpat dalam hati, “Rasain kalau si Abang Topeng Monyet itu diculik Alien dan ditopeng-monyetkan di galaxy antah barantah” šŸ˜¦

Gambar dipungut dari sini

Rasanan Pendidikan Moral (Anak)

Pagi ini saya rasanan dengan simbok saya, tentang kurangnya kesempatan anak anak jaman sekarang untuk mendapat piwulang moral (didikan moral dan tata krama) dari orang tua. Kalau jaman kecilnya simbok saya, bisa menikmati 24 jam sehari bersama orang tuanya. Tetapi bukan untuk (hak) anak anak jaman sekarang. Ketika saya mendebat simbok saya tentang bagaimana pentingnya peranan orang tua terhadap pendidikan anak anaknya. Simbok saya pun tak mau kalah.

Sekarang itu, terkait mau menjadi anak baikĀ  atau tidak baik, orang tua hanya bisa pasrah dan menyerahkan pada faktor keberuntungan. Coba kamu lihat, teman teman kamu yang bekerja di pabrik, jam 5:30 sudah meninggalkan rumah, pulang bisa sampai jam 22:OO. Bagaimana bisa mendidik anak. Kalau (mereka) yang bekerja salah satu saja (bapak/ibunya saja) entar tidak cukup untuk menafkahi dan membiayai sekolah. Kira kira bisa memilih ngga, tinggal dirumah dan mendidik anak dan tidak cukup makan, tidak cukup biaya pendidikan atau bekerja meninggalkan rumah dan bisa membeli susu dan perlengkapan sekolah.

Baca lebih lanjut