Mendengarkan itu sulit. Saya setuju dengan kalimat pernyataan ini. Meskipun dalam praktisnya saya butuh untuk lebih banyak mendengarkan dari pada berbicara. Dan, memang, saya juga tidak banyak berbicara.
Saya harus melakukan usaha lebih keras untuk menyerap informasi melalui mendengarkan. Usaha yang lebih lebih itu sering terjadi ketika saya mendengarkan ceramah atau pidato panjang dengan materi yang rumit.
Kecuali yang sedang khotbah adalah Obama.
Karena kesulitan itu sampai jatuh pada kesimpulan (yang tidak berdasar) bahwa melewatkan waktu untuk mendengarkan pidato itu tidak efeksif jauh dari efisien. Jujur saya lebih suka meng input informasi dengan membaca.
Sederhananya, saya dapat mengatur sendiri kecepatan saya menyerap informasi. Dipercepat atau diperlambat sesuai kebutuhan. Dengan membaca saya juga bisa mengulang bagian bagian dimana saya kurang paham. Atau dibantu dengan banyak ilustrasi berupa penebalan, format, warna, grafik, chart, dan lain – lain. Atau berhenti kapan saja sesuka hati. Apalagi dengan kehadiran internet, website dan blog, saya menjadi bisa berinteraksi dengan penulis dan pembaca pembaca lainnya.
Kelebih mudahan saya dalam memahami bacaan dari ceramah mungkin karena setiap harinya saya melewatkan waktu lebih banyak untuk membaca dibanding mendengarkan. –Saya lebih suka mendengarkan musik dari pada ceramah. Saya serius berusaha mendengarkan dengan khusuk hanya setiap khotbah di hari Jum at sekali sepekan, selebihnya sangat jarang.
Atau kenapa ya? Hihihi 😀
Gambar di pinjam dari sini :
http://www.seruyange.com/metadeveloper/ComputerBooks.jpg
.
enak mendengar loh apa lagi membaca cz mbaca bkin ngantuk,huehehehe