Gaya Hidup Sederhana

Beberapa hari yang lalu ada suatu posting yang terbaca menarik di beranda Facebook saya. Posting ini datang dari teman FB saya yang kebetulan menjadi kepala desa tetangga, tepatnya kepala desa Logandeng. Posting menarik itu adalah foto suatu rapat ibu-ibu PKK yang dijelaskan mengusung tema “Sosialisasi Gaya Hidup Sederhana”.

Hidup Sederhana

Hmm.. sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan “gaya hidup sederhana”?

Berbicara tentang gaya hidup sederhana mengingatkan saya pada pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Di sekolah dasar dulu, saya dan teman-teman oleh ibu guru diajari bahwa hidup sederhana itu sesuai kemampuan, tidak berlebihan, tidak mewah. Ada pengertian lain?

Namun kemudian saya malah berpikir begini: bila gaya hidup sederhana adalah hidup tidak mewah apakah sekarang ini hidup mewah telah menjadi begitu mudahnya sehingga perlu diperangi sampai ke desa-desa? hehe

Selamat Hari Senin man teman 🙂

 

Terlalu Banyak Aplikasi Instant Messaging di Ponsel

Akhir-akhir ini aplikasi Instant Messaging atau lebih dikenali sebagai program untuk chating semakin beragam, makin banyak pilihan dan makin getol bersaing. Terutama aplikasi chating untuk ponsel. Pangsa pasar yang besar yang mereka lihat di Indonesia sampai-sampai berbagai cara mereka gunakan untuk mempromosikan produk instant messaging milik mereka.

Apa yang tidak pernah saya duga beberapa tahun yang lalu adalah akan adanya aplikasi chating yang beriklan di Televisi konvensional, bukan IP TV atau internet TV. Sememasyarakat itu sekarang budaya chating di Indonesia.

Jauh sebelum chating marak, dan iklan chating belum menawarkan dagangan dari segala sisi, saya telah menggunakan aplikasi chating di ponsel. Seingat saya aplikasi instant messaging yang dulu saya pakai adalah Mig33, ebuddy dan shmessenger. Bila ada yang belum saya sebutkan mungkin saya yang lupa. Intinya aplikasi itu dulunya adalah agar saya bisa terkoneksi dengan Yahoo Messenger.

Beberapa waktu kemudian saya mulai menggunakan Blackberry Messenger. Sampai sekarang. Meskipun sekarang saya sudah jarang menggunakan BBM. BBM hanya saya gunakan untuk terkoneksi dengan circle tertentu dari pertemanan saya.

Balik berbicara Mig33, ebuddy, shmessenger sampai Y!M tiny mungkin kini sudah tidak banyak yang tahu. Di ponsel saya sendiri pun aplikasi itu sudah lama saya uninstall. Bukan berarti di ponsel saya sekarang sudah bersih dari aplikasi chating. Di ponsel saya sekarang ada banyak aplikasi chating. Sebut itu adalah Line, Whatsapp, Wechat, Samsung Chat On, Yahoo Messenger, Google Talk. GTalk sebenarnya dari kesemuanya yang paling sering saya pakai karena banyak alasan.

Sementara yang lain memang benar saya pakai. Untuk terkoneksi dengan beberapa teman saya. Ada pula yang saya pakai hanya untuk testing aplikasi, yang dari situ lama-lama juga mendapatkan teman yang lebih nyaman saya hubungi dengan suatu chat apps tertentu.

Banyak aplikasi chating seperti ini bagi saya jelas merepotkan. Saya sering kali sebel berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain. Belum lagi terlalu banyak aplikasi yang terpasang dalam satu ponsel akan menghabiskan banyak sumber daya di ponsel itu. Sumber daya itu bisa memory yang lebih banyak, tenaga komputasi pada ponsel, memboroskan konsumsi batere, sampai memboroskan pemakaian paket data. Sekarang ini operator telekomunikasi kebanyakan memaketkan data dalam paket volume tertentu.

Angan saya adalah andai masing-masing instant messaging service itu saling terkoneksi, sehingga misalnya saya hanya memasang wechat tetapi saya tetap bisa chating dengan pengguna line, whatsapp dan lain-lain. hehe

 

Snapshoot jogging track Pagi ini

Warisan dari Musim Kering

Jogging berkorelasi positif terhadap kesehatan. Bukan kesehatan otot saja, karena dengan jogging otak kita juga mendapatkan nutrisi yang penting untuk menjaga stamina sehingga ia bisa bersinergi dengan dengkul untuk memunculkan karya – karya kreatif dan memecahkan permasalahan yang tidak pernah diketahui dengan pasti ujung habisnya.

[Jujur saya lebih banyak menggunakan dengkul saya untuk berpikir ketimbang yang didalam tulang kepala, mungkin itu yang membuat wajah saya terlehat baby face –karena otak jarang terpakai]

Landscape dalam foto merupakan snap shoot dari jogging track saya pagi tadi. Itu merupakan bonus yang tidak mungkin saya dapatkan bila saya berlatih di sport center indoor.

Oxygen Generator

Pemandangan dikiri kanan sepanjang jogging track, pasti merupakan jaminan kalau udara disini pasti lebih sehat dari Sudirman atau Gatot Subroto Downtown.

Puslatpur Paliyan

Ternyata kaki ini sudah melintas sejauh lebih dari 4 km, dan saya sudah sampai pada ujung lintasan jogging

Selain pemandangan segar dikiri kanan jalan, ada sesuatu yang sama pentingnya. Sound track. Musik ber beat cepat yang mengalir ke telinga melalui head set dari ponsel, beresonansi dengan detak jantung yang berderap cepat. Dan play list pagi tadi didominasi oleh Simple Plan dan Limp Biskit.

Welcome Morning SUN

Welcome Morning SUN

Sepertinya foto ini cocok sebagai penutup posting ini.

PS : Semua gambar diambil dengan Sony Ericsson K810i dengan bantuan Photoshop untuk resizing dan retouching ringan

Reload : jogging@sunday.morning

Minggu kemarin saya mencoba me reload aplikasi ritual saya yang sempat pause selama hampir dua bulan. Dua bulan itulah saya meninggalkan Sunday Morning Ritual. Sebulan karena bulan Ramadhan dan saya memang sedang berpuasa. Bulan kedua adalah karena infeksi kemalasan yang menyerang tubuh dan jiwa saya. Kemalasan ini yang rasanya perlu penanganan medis secara serius. [ … dan sampai sekarang belum menemukan semacam terapi yang tepat]

Dua bulan meninggalkan dan me restart lagi rasanya seolah memulai sesuatu yang baru. Saya tahu bahwa saya harus memulainya secara bertahab dan memang benar. Berlari sepanjang satu kilo meter lebih sedikit sudah cukup membuat nafas ini ngos ngosan terengah engah walaupun keringat tidak mengucur deras tetapi jantung yang berdetak cepat merupakan indikasi yang perlu didengarkan dan direspon secara cepat

Seperti biasa, kebiasaan lama maksudnya, saya menonton adik adik yang berlatih basket dilapangan SMP Paliyan. Hitung hitung dengan melihat mereka berolah raga dan bermain, akan turut mendongkrak semangat berolah raga saya lagi. Sebagai penyegaran lah ….

Bangun tidur ini dan bersamaan saya mengetik untuk posting ini. Kebugaran saya sedikit ter refresh. Lega dan Nyaman bin Segar. BRAVO Olah Raga … DAN … MAJU TERUS UNTUK MINGGU DEPAN

reArrange my To Do List

Ini adalah tulisan saya ke empat berturut turut berkaitan dengan pemadaman listrik bergilir. Pemadaman bergilir yang terus menerus terjadi dan tidak diketahui kapan akan berakhir membuat saya memilih untuk melakukan adaptasi. Saya harus memikirkan ulang semuanya dan menyesuaikan dengan karakteristik lingkungan kerja. Penjadwalan Ulang terhadap semua aktivitas saya.

Kalau dulunya saya mengelompokan pekerjaan sebelum membuat to do list berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya, maka sekarang saya menambah lagi kategori: bisa dikerjakan secara off line atau bisa dikerjakan secara on line, apakah melibatkan jaringan menengah (jaringan lokal seperti printer, storage di PC lain, server server dalam LAN) atau tidak, apakah melibatkan internet atau tidak. Baca lebih lanjut

Permainan Mencoretkan sesuatu

Saya berusaha konsisten dengan ritual mingguan saya, lari sepanjang 3 km dan melepaskan semua yang menyesaki ruangan dalam dengkul saya, maksud saya dalam otak saya. Sehabis itu, melihat adik adik latihan basket. Kadang kadang saya mencoba juga untuk ikut bermain atau sekedar mencoba untuk melakukan shot shot yang ngga mutu. Maksudnya dari sekian banyak shot yang saya lakukan lebih banyak gagalnya. Mencoba bermain pernah juga. Dalam permainan saya paling banyak memberi kontribusi terhadap kekalahan tim dimana saya ikut atau paling tidak menunda kemenangan tim apabila saya bergabung dengan mereka yang bermain bagus.

[Secara … , maksudnya : ini adalah alasan yang paling diterima mengapa saya lebih memilih olah raga individual seperti jogging atau aerobik]

Biarpun saya tidak bisa bermain bagus tetapi saya mencoretkan beberapa catatan menarik dari (permainan) bola basket

[Makanya banyak foto fot basket di album picasa saya] Baca lebih lanjut

Siapa yang mau mengorbankan kesehatan demi …

Awalnya orang mengorbankan kesehatan demi uang

Akhirnnya mereka mengorbankan uang demi (mendapatkan kembali) kesehatan

Anehnya, trus apa untungnya. Malah rugi ya.

Kira kira menguntungkan mana, jogging satu atau dua kali seminggu plus refreshing dengan mengejar uang dengan overtime di akhir pekan? Biasanya tawaran yang menggiurkan untuk pekerjaan ekstra di hari libur atau akhir pekan membuat kita lupa. Bahwa ada kesehatan yang perlu dijaga.

Apakah anda termasuk yang mau mengorbankan kesehatan demi uang? Saya pasti tidak mau