Radio dan Lagu Baru

Saat ini saya sedang mendengarkan Radio. Sambilan mengetik posting ini. Radio yang saya pilih saya dengarkan online melalui jogjastreamers pada pagi ย ini adalah Radio Geronimo FM. Radio wajib saya mulai jaman SMA pada tahun 95-an. Radio ‘sunah’ nya adalah Yasika, RB, EMC, dan beberapa lainnya. ๐Ÿ˜€ Kali saya mendengarkan radio sampai medio 2000-an. Habis itu saya makin jarang mendengarkan Radio.

Iya, saya sudah lama ย tidak mendengarkan lagi radio Geronimo. Tidak ada lagu yang saya kenal yang diputar Geronimo pada acara CITRAKOTA pada pagi ini. Telinga saya tidak mudah menikmati. Perut saya belum bisa mencerna lagu-lagu macam ini.ย Memang sih acara ini memutar lagu-lagu fresh Indonesia.

Kali ini saya tetap stay tune. Sejak awal tadi saya hanya ingin mendengarkan radio. Agar sedikit-sedikit tahu, paling tidak sekali-kali dengar lagu-lagu Indonesia baru. Siapa tahu ada yang suka. Maklum database lagu di otak nafsu saya lama tidak update. heheย Namun antusiasme saya akan lagu baru ternyata tidak sekuat jaman saya masih muda dulu. ๐Ÿ˜€ Dulu saya seolah berdosa bila sampai ketinggalan tahu ada lagu baru. Takut dibilang ngga gaul.

Jadi sedikit ingat tentang antusiasme dan penasaran lagu baru saya itu mulai berhenti sebelum tahun 2000-an. Seingat saya masuk jaman SMP – SMA saya selalu suka menikmati lagu-lagu baru. Lagu-lagu baru keren-keren. Memasuki tahun 2000-an selera musik saya berbalik. Saya mulai menikmati musik era 90-an, 80-an, 70-an.

Gambar diambil dari sini. Tentu saja radio saya saat itu tidak secanggih ini. Saya mendengarkan radio dari Radio yang saya rakit pada jaman SMP. ๐Ÿ˜€

Sampai saya menemukan banyak sekali lagu-lagu yang saya golongkan klasik menurut selera saya yang release dari tahun 60-an sampai 90-an. Lagu-lagu “klasik” itulah yang menghiasi ruang dengar saya paling tidak dalam 10 tahun terakhir dan hanya menyisihkan ruang sempit untuk lagu-lagu fresh. Jadi tahu kan, kenapa selera musik saya ngga update, ngga compatible dengan kebanyakan lagu baru. ๐Ÿ˜€

Coba lihat akan seberapa betah pagi ini saya pantengin radio Geronimo! ๐Ÿ˜€

Radio Teflon @radioteflon

Radio Teflon on Rhythm Music Player

Radio Teflon on Rhythm Music Player

Ini dia Radio yang sejak beberapa hari mewarnai timeline twitter saya. Radio milik teman – teman cahandong yang kira – kira baru seumuran satu minggu lebih sedikit.

Sebuah radio yang bisa membuat saya tersenyum manis atau pada malam – malam memaksa saya tertakwa seorangan. Radio online ini cukup enteng diputar via BlackBerry. Dan enteng di siang hari disetel dari pabrik teman saya bekerja. Jadi ditengah – tengah bekerja menjadi kuli pabrik, saya tidak hanya bisa sambilan main twitter dan fb, tetapi juga beradio teflonan. ย  Asyik kan.

Susah itu yang bikin Enak

Siang ini saya sedang menyimak lagu โ€“ lagu yang saya suka pada tahun 1995 โ€“ 1998. Yang entah kenapa, beberapa lagu โ€“ lagu yang saya suka pada tahun itu senantiasa ingin saya dengar berulang โ€“ ulang. Beda dengan lagu yang hit setelah tahun 2003. Hit setelah 2003 rasanya berdaur lebih pendek.

Ketidakmudahan untuk setiap saat memperdengarkan untuk saya, lagu yang sangat disuka pada tahun sebelum tahun 2000 bisa jadi merupakan alasan penting. Mengapa? Harga kaset atau CD pada tahun itu tentu saja sangat mahal untuk kantong ukuran pelajar dari keluarga pas โ€“ pasan seperti saya. Beda dengan era sekarang yang kalau mau beli sudah sedikit โ€“ sedikit bisa mengumpulkan uang. Atau kalau mau bisa โ€“ bisa saja mengunduh dari internet sepuasnya. ๐Ÿ˜€

Masih kuat diingatan saya, bagaimana semalaman mantengin lagu โ€“ lagu di radio. Dan sekali โ€“ kali berharap kebaikan hati penyiar radio untuk memutar lagu โ€“ lagu yang di request. Pernah suatu kali jadi pusing kepala gara โ€“ gara kaset pita pinjaman jadi kusut karena mekanik tape yang tidak beres.

Sudahlah, saya dengerin lagu โ€“ lagu ini dulu! :). #nowplaying MLTR Nothing to Loose