Jogging dan Trekking

Hujan di penghujung tahun 2013 sampai awal Januari 2014 ini membuat saya lama tidak lagi jogging tiap minggu pagi. Ini alasan. Alasan yang tidak akan lari bila dicari, hehe. Sebenarnya saya sudah lama tidak jogging karena masalah komitmen. Itu saja.

Menyadari makin lama tidak jogging akan berakibat makin buruk bagi diri saya sendiri, tadi pagi saya memulainya. Cuaca pagi yang cerah merupakan berkah. Teman yang mau menemani jogging adalah berkah yang satunya lagi. Kalau ini sekaligus musibah pula.

Betapa tidak, kalau jogging sendirian saya akan dengan mudah menempuh jarak beberapa kilometer, dengan teman saya harus menyesuaikan dengan kemampuan fisiknya. Menyesuaikan ritme maupun jarak tempuh jogging. Saya harus menurunkan idealisme (baca: ego) dengan berhenti jogging pada kilometer pertama. Kilometer-kilometer berikutnya dilanjutkan dengan walking. Jalan kaki saja.

Jalan kaki juga olah raga bukan, bisa membakar kalori. Jalan kaki tidak sendirian ternyata asyik juga, ada teman ngobrol, sampai tanpa disadari jarak tempuh jalan kakinya sendiri mencapai 7 kilometer-an. Ini selain terbantu ada temannya, pemandangan di kiri kanan jalan yang banyak dihiasi pohonan dan hamparan kebun jagung yang berbunga-bunga menjadi energi tersendiri.

Merasa ada sisa tenaga, kami memutuskan untuk trekking. Baca lebih lanjut