Nokia C2 00 dan Kartu AS untuk Simbok

Dengan ditemani Kang Miyanto untuk ke sebuah toko ponsel di Wonosari, beberapa petang yang lalu saya memilih-milih ponsel yang ber-fitur basic. Ponsel yang secara fisik nyaman, tombol-tombolnya besar-besar dan mudah dilihat serta user interface sederhana mudah digunakan oleh orang-orang tua. Satu lagi kriteria saya, harganya ngga usah mahal-mahal tapi syukur-syukur ponsel itu bisa awet digunakan dalam jangka lama.

Rencananya ponsel itu akan saya berikan kepada simbok atau bapak saya. Mereka hanya membutuhkan sebuah ponsel untuk menelepon. SMS saya kira tidak penting bagi mereka.

Pilihan saya jatuh pada Nokia. Secara desain fisik dan “menu’/user interface, Nokia sudah default bagi orang awam. Tipe, saya pilih C2 00. Karena … karena desain fisik candy bar yang simple, layar LCD yang cukup lebar tetapi resolusinya rendah membuat huruf dan angka kelihatan gemuk :D, tombol, nah keypad pada C2 00 menggunakan backlight yang menyala bila tombol ditekan-tekan. Ini membantu sekali. Warna. Saya memilih warna putih yang mudah dilihat. Jadi kalau suatu kali simbok lupa menaruh, warna putih ini akan membantu mudah ditemukan.

Alasan memilih C2 00 yang tidak kalah penting adalah ponsel ini tersedia/ready stock di toko ponsel MJ Celuler dan harganya cukup terjangkau. Rp 549.000,-

Fitur-fitur Nokia C2 00 yang lain sepertinya tidak perlu saya bahas. Paling-paling juga tidak digunakan oleh Simbok. 🙂

Ponsel sudah dapat. Berikutnya urusan nomor, untuk ponsel simbok ini saya tentu saja memilihkan nomor dari Telkomsel, kartu AS. Kenapa … agar kalau saya atau adik menelepon simbok tidak perlu pusing terkena tarif mahal. Ya nomor saya, Adik dan keluarga kan sudah Telkomsel.

Untuk nomor ke-2 di ponsel simbok sementara saya pasangi nomor XL. Nokia C2 00 adalah ponsel ber-SIM Card ganda. No XL ini sebenarnya untuk membantu tetangga dan teman-teman pengajian Simbok yang kebanyakan menggunakan produk XL. Kasian kalau mereka terkena tarif lintas operator bila menelepon Simbok. 😀

Sedikit menggelikan ketika pada malam itu, dengan nomer AS milik simbok yang belum diisi ulang pulsa, secara default perdana AS terdapat pulsa senilai Rp 2.000,-, digunakan untuk menelepon nomor Simpati milik Adik. Panggilan terputus ketika panggilan berjalan kurang dari dua menit. Lhooo kok ketika pulsa dicek *888#, pulsa tinggal sisa Rp 50,-. Katanya kartu AS itu produk Telkomsel termurah untuk telpon dan SMS? 😀

Ternyata setelah saya googling dan membaca tarif AS, konon kartu AS yang baru diaktivasi otomatis masuk paket 0 rupiah. Apa-apaain ini? Pokoknya untuk menelepon sesama Telkomsel pada Pukul (17:00 – 23:59):  Rp 0 sampai 5 detik pertama, Rp 100/5 detik untuk 130 detik berikutnya, Rp 0 sepuasnya. Itu berlaku di Jawa Tengah.

Ribet ya perhitungan tarif seluler itu. Bikin pusing saja. Dasar Iklan.

Pantas tadi saya mencemooh karta AS lebih mahal banget. Tapi kata-kata iklan “murah – murah – murah” itu sebenarnya yang membuat persepsi mahal pada saya. Jaman awal-awal kami memakai ponsel. Tarif telepon lokal Rp 1.500/menit dan non lokal Rp 4.500/menit itu kami anggap biasa-biasa saja. 😀

Lebih penting dari itu semua, semoga ponsel baru Simbok lebih cepat bisa digunakan dan bermanfaat. Aamiiin 🙂

PS :

1) Nokia C 2-00 selengkapnya dapat dibaca di : http://www.gsmarena.com/nokia_c2_00-3367.php

2) Tarif selengkapnya kartu AS dapat dibaca di: http://www.telkomsel.com/product/kartu-as/3153-Kartu-As-Rp-0.html

Iklan

16 thoughts on “Nokia C2 00 dan Kartu AS untuk Simbok

  1. Amiin, buat orang sepuh mah yg biasa aja ya hehe

    Jd ingat mertua waktu pny hp br. Batre habis ampe mati cit. Emang di cas tp ga di pencet tuch on nya. Ampe berhari2 ga ngerti. Anaknya telp ga nyambung. Stlh di cek trnyt hp nya blm di on. Huehehe

  2. Hehehehe…iyah. jadi inget jaman dulu, *sekitar 12 tahun yang lampau* kartu perdana harganya 200-400ribuan, tarif harganya ribuan per menit. hehehe. sekarang sich udah bisa dibilang sangat murah yah, entah berlangsung semenjak kapan.

    soal handphone besar dan tulisannya guedhe, saya juga pernah tuh punya pengalaman serupa demi mencarikan handphone untuk mama saya. Maklum, di usianya yang setara dengan Indonesia, ini adalah handphone pertamanya. Fitur nggak penting deh buat dia. yang penting bisa nelepon, bisa ditelepon, biaya murah dan tulisan gede. Pilihan jatuh sama LG touch screen yang tulisannya guedheee..hehehe…eh pagi ini ada kejutan, beliau pengen belajar baca sms yang masuk. jadi seneng. hehehehe

  3. hihihii..jadi inget simbah saya waktu dicariin hp sama bulek.

    waktu itu dibeliin nokia juga, tapi lupa tipe berapa, tapi tulisannya besar-besar semua.

    hihihii..

  4. Kalo si mbok nitip/pesan bli roti tawar untuk bikin roti bakar jadi lebih mudah dunk :-D. Si mbok diajarin fb juga biar lebih “keep in touch” dengan teman2-nya 😀

  5. I do accept as true with all the ideas you’ve offered on your post. They are very convincing and can definitely work. Nonetheless, the posts are too short for beginners. May you please lengthen them a little from next time? Thank you for the post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s